KEPERCAYAAN

SETIAP MANUSIA YANG DIKATAKAN NORMAkepercayaanL PASTI MEMPUNYAI RASA KETERTARIKAN PADA LAWAN JENISNYA   DAN ITU TIDAK DIBATASI OLEH JENIS KELAMIN, USIA  MAUPUN STATUSNYA, APAKAH DIA SEORANG LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN, MASIH MUDA ATAU SUDAH TUA BISA JUGA APAKAH DIA SUDAH BERKELUARGA ATAU MASIH LAJANG.

KALAU BERBICARA SECARA JUJUR, BANYAK ORANG YANG SUDAH BERKELUARGA MASIH JUGA TERTARIK PADA YANG LAIN, SEPERTI HALNYA SEBUAH PEPATAH YANG MENGATAKAN “RUMPUT TETANGGA TERLIHAT LEBIH HIJAU”

DISINI JELAS POTENSI UNTUK SELINGKUH ITU ADA, YANG AWALNYA HANYA BIASA SAJA TETAPI KARENA DIBIASAKAN  MAKA SEMAKIN LAMA MENJADI SEMAKIN MELEKAT.

NAMUN SEMUA ITU TERGANTUNG DARI YANG BERSANGKUTAN UNTUK BISA MENGENDALIKAN DIRINYA SENDIRI

huruf_S (1)ebenarnya aku sendiri belum mendapatkan bukti yang dapat memastikan bahwa Mas Agung suamiku itu selingkuh. Akan tetapi aku sudah sangat hapal setiap ada hal-hal yang aneh yang tidak biasanya terjadi dan perasaanku mengatakan bahwa suamiku mempunyai perempuan lain. Apalagi jika mendengarkan apa yang dibicarakan oleh teman-teman arisan mengenai perilaku suamiku.

“Hati-hati Emma, puber kedua itu lebih berbahaya daripada ketika masih remaja,” begitu pesan Tante Lina.ebenarnya aku sendiri belum mendapatkan bukti yang dapat memastikan bahwa Mas Agung suamiku itu selingkuh. Akan tetapi aku sudah sangat hapal setiap ada hal-hal yang aneh yang tidak biasanya terjadi dan perasaanku mengatakan bahwa suamiku mempunyai perempuan lain. Apalagi jika mendengarkan apa yang dibicarakan oleh teman-teman arisan mengenai perilaku suamiku.

Kalau dirasa-rasakan apabila mendengarkan apa yang menjadi bahan pembicaraan orang lain dari kiri kanan ingin rasanya aku menyembunyikan muka ini karena malu.

Masalahnya bukan apa-apa, hanya karena mempunyai suami yang sudah menjadi bahan pembicaraan orang lain. Terhitung bagus kalau pembicaraan itu mengenai hal yang baik dan mungkin aku bisa merasa bangga, tetapi akan sangat memalukan apabila menjadi pembicaraan orang lain karena melakukan perselingkuhan. Sudah hidup susah, berulah macam-macam lagi.

Lalu perempuan mana yang bisa tahan dengan keadaan seperti itu. Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan oleh Erna teman sekolahku dulu, mempunyai suami tampan itu bisa menyebabkan badan menjadi kurus. Apalagi kalau dia mempunyai harta benda yang cukup, dia pergi kesana kemari yang menyebabkan hati merasa tidak akan tenang.

“Mega, mempunyai suami yang berwajah tidak menarik, tetapi hal itu malahan membuat hatinya menjadi tenang. Karena walau kemanapun dia pergi, tidak ada yang akan mengambilnya,” begitu kata Erna dengan menggunakan dialek Bahasa Sunda yang ledok.

Tetapi harus bagaimana lagi namanya juga cinta, bahkan almarhum penyanyi Gombloh juga mengatakan dalam lagunya, kalau sedang jatuh cinta tahi kucingpun rasa coklat.

Dahulu pernah aku berpikir bahwa sifat play boy Mas Agung akan bisa sembuh apabila sudah berumah tangga. Tetapi pada kenyataannya  mampu bertahan hanya selama 3 tahun saja.

Ketika sedang sibuk-sibuknya mengurus Yudis anak sulungku yang kira-kira baru berumur setahun, kembali Penyakit Gila Mas Agung kambuh. Dia tergila-gila kepada perempuan yang bernama Nur’aeni, seorang pemandu lagu karaoke.

Nah kalau sudah terjadi hal seperti itu maka teori yang pernah dikatakan Erna bisa terbantahkan. Karena selingkuh itu yang sebenarnya bukan hanya karena berwajah tampan dan memiliki harta benda saja, tetapi yang jelas karena adanya niat.

Dan jika sudah mempunyai niat maka dengan cara bagaimanapun juga tetap akan berusaha agar bisa melakukan perselingkuhan. Andaikata tidak didatangi dia pasti akan mendatangi atau mejemput bola. Kalau tidak digoda dia pasti akan menggoda, jika tidak ada kesempatan dia pasti akan berusaha mencari-cari waktu atau malahan menciptakan kesempatan.

“Sudahlah Neng biarkan saja, nanti kalau sudah bosan dia pasti akan sembuh dengan sendirinya. Kita ambil contoh, coba perhatikan kalau seekor ayam yang pergi kemanapun pasti akan kembali ke kandangnya.”

Mendengarkan dan mengikuti nasehat Uwa Mulyadi, ku sabar-sabarkan hatiku. Dan memang benar nasehat tersebut, Mas Agung bisa menyadari dan ingat kembali kepada istri dan anak yang saat itu sedang lucu-lucunya, tetapi yang disayangkan adalah  hal itu terjadi ketika setelah motor dan mobilnya habis terjual hanya untuk membiayai perempuan simpanannya itu.

Belum lagi pada setiap bulannya gaji terpotong untuk biaya angsuran yang besarnya hampir separoh dari gaji selama tiga tahun. Dan setiap kali kutanyakan hal itu Mas Agung selalu memberikan jawaban ini dan itu  sambil memberikan alasan yang tidak jelas atau malahan menjadi marah.

“Ikhlaskan saja neng, harta kan bisa dicari. Yang terpenting adalah suamimu sekarang sudah bisa menyadari kesalahannya,” demikian nasihat ibu ketika itu.

Ah, barangkali saja benar memang  harus demikian, kalau kebenaran dan kesadaran tersebut harus ditebus dengan pengurbanan yang besar. Tidak hanya dengan harta mapun benda saja akan tetapi juga dengan kesabaran.

Masih untung karena sejak masih kecil aku sudah dididik dengan bermacam-macam keterampilan. Mulai dari border sampai membuat makanan atau kue-kue, yang semuanya itu berguna untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari selama gajih bulanan yang kuterima masih hanya sebagian..

Memperhatikan Mas Agung yang semakin lama semakin dekat dengan Yudis kembali hatiku menjadi tenteram, dan kupikir Mas Agung memang sudah benar-benar insaf dan tidak akan mengulangi kelakuhan dan kesalahan lamanya.

Tuhan saja selalu memberikan pengampunan kepada umatNya yang benar-benar mau bertobat mengapa aku tidak, demikian pikirku. Lalu kuusahakan untuk melupakan semua peristiwa yang telah lalu, namun semua itu tidaklah semudah seperti halnya sebuah ucapan atau seperti  membalikkan telapak tangan karena rasa sakit dihati itu masih terasa dan membekas.

Seiring dengan berjalannya waktu maka secara perlahan-lahan hatiku mulai pulih dan akhirnya timbul gagasan untuk memiliki anak lagi. Siapa tahu kalau ada anak kecil lagi Mas Agung akan semakin betah tinggal di rumah.

Tetapi ternyata perkiraannku meleset jauh. Ketika aku sedang hamil muda kudengar berita bahwa Agung punya WIL atau Wanita Idaman Lain. Menurut berita atau selentingan pembicaraan yang saya dengar, bahwa perempuan tersebut adalah teman Mas Agung ketika masih sekolah di  SMA dahulu.

Lalu kuhibur diriku sendiri agar hatiku menjadi tenteram bahwa berita yang kedengar itu tidaklah benar, apalagi selama ini Mas Agung sudah kuanggap menjadi orang yang benar-benar telah insaf.

Tetapi lama-kelamaan gelagat lamanya mulai terlihat kembali, mulai dari pulang kerja selalu terlambat sampai dengan berhubungan telepon tiap malam dengan duduk mojok, berbicara berbisik-bisik terkadang senyum-senyum sendiri. Dan setiap kutanya jawabannya adalah teman kerja atau klien bisnis.

Kalau itu memang urusan pekerjaan mengapa selalu dibicarakan pada waktu malam hari, seperti tidak waktu pada siang hari atau pada jam kerja, kalau itu klien, klien mana yang membicarakan bisnisnya pada tengah malam, karena merekapun perlu istirahat. Karena sudah merasa tidak kuat lagi untuk menahan perasaan ini, maka akhirnya pada suatu hari kubicarakan hal ini padanya.

“Kamu ini terlalu Emma. Memang aku pernah bersalah, tetapi apakah  engkau selamanya tetap tidak akan percaya ?” mendapat jawaban seperti itu kembali hatiku menjadi luluh. Terpaksa aku diam saja, seperti diamnya Dewi Subadra ketika dimadu oleh Arjuna.

Mau atau tidak mau aku terpaksa harus rela, walaupun hati ini menjerit setengah mati. Karena aku masih tetap sangsi atau curiga akan tetapi aku juga belum mendapatkan buktinya. Sabar, dan hati ini harus tetap sabar demikian menurut nasehat ibu.

Pada suatu hari pukul sembilan malam Mas Agung baru saja pulang dari kerja. Saat itu saya sedang sibuk mencatat pesenan kue-kue dan menyempatkan untuk membuatkan minuman dengan menyeduh kopi hangat. Kuperhatikan wajah Mas Agung yang terlihat kusut mungkin karena lelah, namun harus kubuang jauh-jauh unek-unek atau isi hati yang mengotori pikiranku itu. Aku harus memberi kesempatan pada lelaki yang menjadi suamiku itu untuk memperbaiki hidupnya.

“Lelah, mas ?” tanyaku

“Ya. Barusan ada perintah dadakan dari boss hingga terpaksa harus  melembur,” jawabnya sambil melepaskan tali sepatu.

Kemudian aku kembali ke kamar untuk meneruskan pekerjaan yang sempat terhenti. Pesanan kue atau snakc untuk konsumsi acara rapat pada besok pagi harus bisa kukirim sebelum acara rapat pukul delapan itu dimulai.

Artinya aku harus memastikan bahwa Lastri bisa menyelesaikan semua pesanan kue-kue atau snack itu pada pukul enam. Lalu kuambil hp ku dengan maksud akan meng sms, tetapi ternyata hp tersebut low batt. Lalu ponsel itu kembali kuletakkan.

“Mas, boleh aku pinjam hp nya sebentar, karena hp ku low batt ?” tanyaku kepada Mas Agung.

“Oh iya itu ambil sendiri di saku jaket yang atas, tetapi nomornya ganti dulu,” kata suamiku sambil meluruskan kakinya di sofa sedangkan jarinya sedang sibuk memijat-mijat remote untuk memindahkah saluran tv.

Hp tersebut kubawa masuk ke kamar lalu kuganti kartunya setelah itu kuhidupkan lagi. Kemudian fasilitas sms kubuka dan aku menulis pesan yang kutujukan kepada Lastri. Beberapa detik kemudian pesan terkirim. Kotak keluar aku buka dengan maksud untuk memastikan bahwa bunyi pesan yang baru saja kukirim tersebut sudah benar.

Tetepi betapa terkejutku ketika di situ banyak sekali pesan-pesan dari nomor Mas Agung yang belum terhapus yang ditujukan pada nomor yang sama. Terdorong oleh rasa ingin tahu, lalu pesan-pesan tersebut kubaca satu-persatu.

Seketika itu juga mukaku menjadi panas ketika membaca sms-sms yang ternyata ditujukan kepada sebuah nomor yang selanjutnya kumengerti bahwa dia adalah perempuan teman Mas Agung ketika masih sekolah di  SMA dahulu.

Isi sms terasa sangat mesra sekali, dengan menggunakan panggilan beib. Hatiku hancur, badanku terasa lemas. Kurasakan pipiku basah oleh mengalirnya air mata. Kenyataan yang kuhadapi malam ini sangatlah menyakitkan hati. Cepat-cepat hp kumatikan, dengan langkah berat kutuju ruang tamu, dan Mas Agung masih duduk di depan tv. Kemudian ponsel tersebut kuletakkan kembali di meja.

“Mas, kalau selesai sms beibe, sebaiknya dihapus saja. Agar supaya nanti-nanti tidak akan kuketahui lagi,” kataku. Kukuatkan hatiku untuk memperlihatkan senyum dibibirku dan Mas Agung terkejut.

“Tidak usah terkejut Mas. Semua sms mu sudah kubaca.” Mas Agung tidak bisa mengelak.

“Mas Agung, apakah engkau mengerti bahwa cinta itu bukan hanya saling mencintai saja, tetapi juga untuk saling menjaga perasaan dan kepercayaan kita masing-masing.

Dahulu ketika perasaanku terluka, aku hanya memendam rasa sakit itu di hati dan diam saja.

Dari semua rasa sakit yang pernah ada di hati ini, terlalu kecil bila dibandingkan rasa cintaku kepadamu., itulah salah satu alasan kenapa aku selalu memaafkan setiap kesalahan yang pernah engkau buat.

Kini kembali engkau melukai perasaan dan kepercayaanku lagi, itu adalah hal yang sangat menyakitkan. Karena seberapapun kuatnya engkau mengobati, kepercayaan itu takkan pernah kembali seperti semula. Karena kepercayaan itu bisa di ibaratkan seperti selembar kertas, sekali saja dia teremas dan kusut, dia tidak bisa kembali sempurna lagi.

Ketika aku mencintai orang yang sering membuat aku menangis pilu, apakah aku ini terlihat begitu bodoh di mata orang lain. Tetapi aku selalu saja terlukai oleh serangkaian dustamu. Apakah masih pantas kalau semua ini kupertahankan lagi,” kataku kepada Mas Agung yang kemudian diam sejenak.

“Sekarang, malam ini juga aku mau pulang ke rumah orang tuaku dan Yudis kubawa serta. Kukira Mas Agung sudah benar-benar tobat, ternyata dugaanku salah.  Untuk yang terakhir kali Mas Agung kutanya, silakan pilih antara aku dan anakmu atau perempuan itu. Mumpung semuanya belum terlanjur.”

Ketika mulut Mas Agung terbuka hendak berbicara, tetapi langsung segera kupotong, “Tidak perlu engkau jawab sekarang Mas. Nanti saja kalau pikiranmu sudah tenang dan temukan saja jawaban itu di hatimu, dan kutunggu jawabanmu. Sudah mas, aku pamit.”

Kubulatkan tekadku. Malam ini juga aku harus pulang kepada orang tuaku, dengan hati yang pedih seperti tersayat-sayat. Sekilasan ketika melintasi ruang tamu, kulirik Mas Agung seperti tidak percaya tentang peristiwa yang baru saja terjadi. Barangkali atau mungkin saja dia heran dengan keberanianku mengambil keputusan saat itu yang biasanya hanya diam hanya menangis dan menangis lagi.

“Jadi perempuan itu memang harus seperti Dewi Sebadra neng, dan Dewi Subadra kalau sudah marah bisa membuat hebohnya kahyangan,” itu pesan Uwa Mulyadi yang selalu kuingat-ingat. Hawa dingin kurasakan ketika menempuh gelapnya malam.

Saudaraku para pembaca terutama di lingkungan sendiri, cerita diatas dengan judul “Kepercayaan” hanya merupakan sebuah contoh kejadian saja dari sekian banyak masalah yang terjadi melalui gubahan dan reka ceritera singkat tersebut sebagai suatu peristiwa yang dapat kita ambil hikmahnya untuk pesan moral dan bahan perenungan dalam kehidupan kita masing-masing.

Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu dan bergantung pada orang lain dimana seseorang itu memiliki keyakinan pada orang lain tersebut.

Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan bahwa rumah tangganya berjalan langgeng dan berlangsung sampai tua atau sampai maut datang untuk memisahkannya.

Akan tetapi dalam perjalanannya pernikahan bukanlah tanpa tantangan dan rintangan, ada yang mengatakan bahwa : “Sebuah pernikahan bisa diibaratkan bagai sebuah biduk atau perahu kecil yang berlayar mengarungi samudera luas, dan tidak mungkin terbebas dari hantaman gelombang maupun terpaan badai, akan tetapi jika nahkoda perahu tersebut mampu mengemudikan dengan baik niscaya biduk tersebut akan sampai di tujuan.”

Gelombang ataupun badai yang bisa menenggelamkan biduk pernikahan tersebut, terbukti melalui pengamatan dan penelitian bahwa pemicu tertinggi yang menyebabkan tenggelamnya perahu perkawinan adalah ketika pasangan “melirik” orang lain. Seperti halnya peribahasa yang berbunyi “rumput tetangga nampak lebih hijau” Karena lebih hijau, maka dia lebih menarik dipandang dan lebih menyejukkan mata.

Mungkin banyak diantara kita baik itu lelaki maupun perempuan dalam kehidupan bermasyarakat menjadi orang seperti Agung tanpa kita sendiri menyadari sepenuhnya bahwa dalam berbagai peristiwa dan bentuk kejadian yang berbeda, kita mengabaikan perasaan orang yang mengasihi kita demi untuk kesenangan dan harga diri kita sendiri. Oleh karena itu jangan sampai terjadi sesuatu hal yang sangat berat yang harus kita lalui demi untuk menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita.

Lebih dari itu, cinta kepada pasangan kita yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti apa yang dilakukan Emma, yang mengabaikan perasaan untuk mengampuni kesalahan demi untuk menjaga serta menunjukkan cinta kepada pasangannya. Yang menjadikan pasangan hidupnya sebagai subyek untuk dikasihi dan dilayani.

Namun salah satu sifat manusia yang paling dominan adalah kurang puas terhadap apa yang sudah dimilikinya, dan selalu menyesali atau mengeluh dengan apa yang belum dicapainya. Dan keserakahan selalu berujung pada ketidak enakan dalam hidup.

Terkadang melihat apa yang tidak dimiliki merasa sedih, padahal dibalik hal yang tidak dimiliki terdapat banyak hal yang sangat berharga yang sudah dimiliki, hanya seringkali tidak menyadari.

Banyak kata bersyukur yang di ketahui, akan tetapi sangat sulit untuk menjalankannya pada saat sedang memiliki banyak keuntungan, banyak uang dan lain-lain. Bersyukur memang suatu hal yang harus selalu dilakukan yang akan membuat bahagia dan selalu merasa cukup dan tenteram jiwa.

Sebagai sebuah contoh dalam kehidupan berkeluarga dengan melirik orang lain untuk mencari kesenangannya sendiri sehingga terjadi perselingkuhan tanpa menyadari perasaan pasangannya dan melihat keadaan dirinya sendiri bagaimana kalau seandainya hal tersebut terjadi sebaliknya, seperti ungkapan dibawah ini :

SESUATU YANG DAHULU SANGAT MENARIK DENGAN SEGALA DAYA MAUPUN UPAYA KAMU BERUSAHA UNTUK BISA MEMILIKINYA. DAN SEKARANG SESUATU ITU TELAH MENJADI PASANGANMU.

KARENA SERING DEKAT DAN SELALU BERSAMA SEHINGGA MENJADI TERBIASA MAKA LAMA-KELAMAAN MENURUTMU DAYA TARIKNYA AKAN TERASA SEMAKIN BERKURANG.

LALU SETELAH KAMU MELIHAT BAHWA BANYAK ORANG DI LUAR SANA YANG NAMPAK LEBIH BAIK DARI PASANGANMU, LALU KAMU MENJADI RAGU.

KEMUDIAN KAMU PIKIR BAHWA KAMU BISA MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK ? TETAPI KAMU LUPA TENTANG SATU HAL, BAHWA BANYAK ORANG YANG LEBIH BAIK DARI KAMU, TETAPI  DIA TETAP MEMILIHMU.

-o-

Sebuah cerita sebagai gambaran bahwa apapun bentuknya luka itu selalu meninggalkan bekas. Kalau luka itu pada phisik akan nampak dengan jelas akan tetapi kalau luka itu pada hati atau perasaan, dia tetap akan meninggalkan bekas juga walaupun tidak terlihat oleh mata. Namun dampaknya dapat kita rasakan, yaitu misalnya dalam bentuk kepercayaan, penghormatan, simpati dan lain-lain akan berkurang atau bahkan hilang.

Adapun ceritanya adalah sebagai berikut :

Dahulu pernah ada seorang anak lelaki yang berwatak tidak baik. Kemudian ayahnya memberi dia batang-batang paku sekantung penuh, dan kemudian berpesan apabila setiap kali kehilangan kesabaran atau berselisih paham dengan orang lain, maka tancapkanlah sebatang paku pada pagar pekarangan yang berada di halaman rumah.


Hari pertama dia menancapkan paku sebanyak 37 batang di pagar, karena hari itu anak tersebut tercatat berselisih paham dengan teman temannya. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk lebih bisa menahan diri, dan akhirnya jumlah paku yang ditancapkan di pagar itu dari hari ke hari semakin berkurang. Kemudian dia mendapatkan kenyataan bahwa lebih gampang menahan diri daripada harus menancapkan paku di pagar.


Akhirnya tibalah hari ketika dia tidak perlu lagi menancapkan sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal tersebut kepada ayahnya. Kemudian ayahnya menyuruh mencabut sebatang paku dari pagar apabila dia setiap kali berhasil menahan diri atau bersabar.


Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba hari dimana dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.  Lalu Sang ayah membawa anaknya menghampiri ke pagar tersebut dan berkata: “Anakku, kamu sudah baik dan sudah bisa menahan kesabaran, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang terdapat di pagar. Dan pagar ini tidak akan pernah kembali seperti semula.


Oleh karena itu dengarkan baik-baik ya nak, kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dan melukai perasaan orang lain, hal itu akan selalu meninggalkan luka seperti pada pagar ini. Tak peduli berapa kali kamu meminta maaf dengan merasa menyesal, luka itu tetap ada dan tidak akan hilang.”

 

-o-


Berkenaan dengan cerita tersebut diatas, dalam pelaksanaan hidup sehari-hari berkeluarga ataupun bermasyarakat lebih baik berpikir masak-masak sebelum melakukan tindakan, merupakan sebuah langkah yang tepat sebelum mengambil sebuah keputusan agar jangan sampai  sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Karena kalau sesuatu yang tidak diinginkan sudah terlanjur terjadi, maka hal tersebut tidak bisa ditarik kembali atau dibatalkan dan rasa menyesalpun sudah tidak ada artinya lagi.

BANDUNG–INDONESIA, JUNI – 2016

Ceritera Sumono S.A.

(Gubahan Ki Ageng Bayu Sepi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *