SEMUA ADA WAKTUNYA

waktuSATU-SATUNYA HAL YANG MENJADI MILIK MANUSIA SEPENUHNYA ADALAH WAKTU, BAHKAN SESEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KEKAYAAN APAPUN PASTI MEMILIKI WAKTU. OLEH KARENA ITU WAKTU ADALAH HAL YANG MUTLAK YANG HARUS BISA DIMANFAATKAN.

ENTAH SUKA ATAU TIDAK SUKA WAKTU AKAN BERJALAN TERUS, DIPAKAI ATAU TIDAK DIPAKAI WAKTU PASTI AKAN BERKURANG. OLEH KARENA ITU SUKA ATAU TIDAK SUKA, KITA HARUS MEMASTIKAN MELAKUKAN SEBUAH PENINGKATAN.

WAKTU DIPENUHI DENGAN KESEMPATAN, DAN SEPERTI HALNYA DENGAN WAKTU MAKA KESEMPATAN PUN HANYA DATANG SEKALI. PADA SAAT DIA BERLALU KITA TIDAK AKAN MENEMUKANNYA LAGI.

SEIRING DENGAN BERJALANNYA WAKTU, MAKA WAKTU AKAN MENGAJARKAN BANYAK HAL. KARENA WAKTU BISA MEMBUAT MANUSIA MENJADI BIJAKSANA DAN BISA JUGA MENJADI SEBALIKNYA SEBAB MANUSIA KEHILANGAN KESEMPATAN KETIKA WAKTU MERUPAKAN HAL YANG PALING BERHARGA DIANGGAP MENJADI TIDAK BERHARGA.

hurup Pada suatu ketika HP Erna berbunyi yang merupakan tanda bahwa ada sebuah SMS yang masuk : “Erna, aku saat ini sedang berada di kotamu. Kalau bisa tolong temui aku sekarang juga,” demikian bunyi SMS tersebut yang dikirim oleh Yanti kepada Erna.

“Hallo Yanti, bagaimana kabarmu sekarang ? Kurang lebih sudah lima tahun kita tidak berjumpa, hal ini yang menyebabkan rasa rinduku padamu menumpuk, dan akupun tidak sabar juga ingin segera bertemu,” jawaban kembali SMS Erna kepada Yanti.ada suatu ketika HP Erna berbunyi yang merupakan tanda bahwa ada sebuah SMS yang masuk : “Erna, aku saat ini sedang berada di kotamu. Kalau bisa tolong temui aku sekarang juga,” demikian bunyi SMS tersebut yang dikirim oleh Yanti kepada Erna.

Sore harinya Erna jadi menjumpai Yanti setelah berjanji bertemu di sebuah cafe di Mall yang paling besar di kota. Dengan mengenakan baju wartna putih berlengan pendek, dan sebuah sweater yang ditaruh di punggung yang kedua lengan baju itu ditalikan pada leher serta mengenakan celana jeans dan duduk bertumpang kaki dengan tenang memandang kearah luar, dan  Erna pun tidak salah mengenali kalau itu adalah Yanti temannya.

“Sudah lama menunggu Yanti ?” tanya Erna sambil duduk berhadapan dengan Yanti. Adapun Yanti tertawa lalu berdiri menyambut kedatangan Erna dan tidak lupa cipika dan cipiki seperti kebiasaan kalau setiap kali bertemu.

“Erna, kamu sendirian kesini ?”

“Ya enggaklah Yanti. Aku datang bersama suami dan anak-anak yang kini sedang berada di lantai atas, di tempat permainan. Tetapi karena aku ingin segera menghabiskan rasa rinduku padamu, maka aku kesini lebih dulu. Tetapi mengapa engkau sampai kemari, apakah sedang ada tugas dari perusahaan ?”

“Iya betul, sedang ada tugas mengontrol kantor cabang dan sekalian menghadiri pertemuan yang baru saja selasai dan aku langsung kemari,” jawab Yanti.

“Berapa lama engkau akan berada di kota ini ?” tanya Erna sambil melambaikan tangan memanggil pelayan café. “Kamu mau pesan apa Yanti.“

“Tidak lama, besok pagi juga sudah harus kembali. Oh iya, aku pesan cappucinno, cake yang enak dan yang menjadi ciri khas di café ini apa ya Erna ?”

Kemudian Erna memilihkan cake yang menurutnya enak di café ini, dan tidak lupa memesan jus jeruk kesukaannya. Yanti tertawa tergelak-gelak ketika mengerti jenis  minuman yang dipesan Erna.

“Erna…Erna… sudah lima tahun kita tidak bertemu, tetapi tetap saja seleramu tidak pernah berubah. Entah itu di café atau dimana saja kamu selalu memesan jus jeruk yang menjadi kesukaanmu,” kata Yanti

“Itu minuman yang menyegarkan dan menyehatkan, iya kan Yanti ?,” kata Erna membela diri.

Yanti tertawa lagi dengan keras, dan ketika Erna memperhatikan Yanti yang sedang tertawa, dalam hatinya berkata : “Tidak ada yang berubah dengannya. Lima tahun bukan waktu yang sebentar dan sudah terlewati, namun waktu sama sekali tidak merubah kebiasaan Yanti.”

“Ada apa Erna, kamu kok memandangku seperti itu.  Ada yang aneh ?”

“Nggak Yanti, dengan tidak terasa….kita tidak ketemu sudah selama lima tahun. Tetapi engkau tetap saja, tidak berubah sama sekali !”

“Ya itulah kehebatanku Erna, tidak berubah. Keinginanku selamanya tidak berubah tetap seperti ini, tetapi engkau yang berubah Erna. Si Kutilang Darat sekarang telah berisi….ha..ha.,” kata Yanti dengan menyindir Erna yang memang dahulu dapat dikatakan berperawakan Kurus Tinggi Langsing Dada Rata sakarang jadi lebih padat dan berisi.

“Iya ..semua demi suami Yanti, kalau suamiku senang kalau aku padat berisi seperti ini …ya harus bagaimana lagi. Yang terpenting bisa membuat suami bahagia,” kata Erna menjelaskan.

“Berarti sekarang engkau sudah tidak bisa bebas lagi ya Erna, semua diatur oleh suami, harus menurut apa yang menjadi keinginan suami ! Kamu hanya menjadi seorang ibu rumah tangga dan harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh suami. Dengan keadaan seperti itu kamu juga hanya menurut saja ?” demikian pertanyaan Yanti yang dilontarkan dengan nada dan irama seperti yang tidak senang.

“Tidak demikian Yanti, suamiku tidak pernah memaksa aku untuk menjalani semua itu. Aku menjadi seorang ibu rumah tangga itu kan sebenarnya adalah kerena kemauanku sendiri, sebab aku sudah tidak senang hidup dikejar target perusahaan. Kalau badanku sekarang bertambah gemuk itu karena aku senang ngemil. Eh, nggak tahunya suamiku malahan senang jika aku seperti ini. Dan lagi kan sudah menjadi kewajiban menjadi seorang istri itu harus melayani suami, harus bisa membuat suami dan keluarga berbahagia,” demikian penjelasan Erna.

“Ah, itu semua kan hanya teori Erna ! Belum lagi ada anak yang selalu merepotkan kita karena setiap saat harus disediakan semua kebutuhannya, harus mengasuhnya dan lalin-lain yang seakan-akan  selalu memenjarakan kebebasan kita sendiri. Sekarang aku mau bertanya dan jawab dengan sejujurnya, sebenarnya engkau merasa repot atau tidak dengan melayani anak serta suamimu ? Jujur sajalah…?” tanya Yanti dengan sikap yang serius.

Erna hanya tertawa perlahan mendengar pertanyaan Yanti yang dirasakan seperti aneh itu. “Tidak Yanti, aku sama sekali tidak merasa repot atau terpaksa dalam melayani suami dan anak-anakku setiap saat. Aku melakukan semua itu dengan rasa ikhlas, sebab disitulah sumber kebahagiaanku ketika aku bisa melayani mereka dengan baik, Yanti.”

“Erna, janganlah kamu menipu dirimu sendiri ! Coba lihat aku, tidak ada yang merepotkan aku. Aku bebas menjalankan apa saja yang menjadi kesenanganku. Aku tidak harus menuruti keinginan siapapun juga, hanya mengikuti kemauan hatiku. Aku akan melakukan hal apapun juga bebas tanpa ada yang melarang. Apakah engkau juga tidak ingin seperti itu, Erna ?” demikian kata Yanti.

Ketika melihat Yanti yang tetap bersikukuh dengan pola pikirnya, walaupun sudah lima tahun waktu yang telah dijalani tetapi tidak bisa merubah pola pikir Yanti yang selalu ingin hidup bebas, Erna hanya tersenyum melihat si ratu pesta ini memang tidak bisa berubah sama sekali.

“Yanti, semua itu menurut pendapatku ada waktunya. Dahulu kita sering menghabiskan waktu bersama-sama pada setiap malam dengan keluar masuk café atau pub dimana saja atau pesta sampai pagi. Kurasakan semua itu hanya kesenangan yang bersifat semu, ada waktunya aku harus mencari kesenangan yang sebenarnya. Ada waktunya aku harus berubah menjadi perempuan yang seutuhnya menurut kodratnya.

Dan sekarang aku sudah menemukan kesenangan yang sesungguhnya yang langgeng baik di dunia maupun akhirat dan aku sudah merasakan menjadi perempuan yang seutuhnya sebab aku bisa melayani suami dan mengasuh anak-anakku. Aku sudah mempunyai sebuah keluarga yang menjadi sumber kebahagiaanku. Sekarang aku sudah tidak menginginkan apa-apa lagi Yanti, aku hanya ingin membahagiakan suami dan anak-anakku,” kata Erna memberikan penjelasannya.

“Wah kamu sekarang hebat Erna… profesimu bertambah satu lagi…..menjadi penceramah !” demikian jawaban Yanti yang terasa kaku dan keras serta tidak enak untuk didengar.

Erna hanya menarik nafas panjang mendengar jawaban Yanti seperti itu. Sejak dahulu Yanti memang sangat sulit untuk bisa menerima pemikiran orang lain sebagai bahan masukan. Memang sulit untuk merubah karakter seseorang yang dibawa sejak lahir.

Kalau jidat luka bisa diobati tetapi kalau adat hanya Yang Maha Pencipta yang bisa merubahnya.

Erna memperhatikan Yanti yang berdiam diri dan membuang pandangan matanya jauh keluar jendela. Erna berusaha memahami barangkali Yanti mencoba untuk berpikir tentang apa yang telah kusampaikannya tadi.

Namun dalam hatinya Erna berkata : “Yanti, jika engkau bisa merasakan kemuliaan orang yang berumah tangga, maka engkau pasti akan berhenti menjadi ratu pesta.”

Erna teringat dahulu semasa masih menjadi teman sekelas dan teman sekamar serta masih sama-sama kuliah, hingga sama-sama bekerja di kota lain, akan tetapi masih tetap se rumah dengan Yanti sebab mengontrak rumah bersama walaupun berbeda perusahaan tempat mereka bekerja.

Banyak waktu dan kejadian yang dijalani bersama, sampai mereka merasa seakan sebagai saudara kembar. Erna dan Yanti hafal sekali tentang sifat dan kesenangan mereka masing-masing. Sejak dahulu Yanti memang senang hidup bebas dan keluar masuk café atau pub.

Apalagi ketika hidup di kota besar dan sudah bisa mencari uang sendiri kesenangan tersebut malah semakin menjadi-jadi. Dapat dikatakan hampir setiap malam keluar masuk café atau pub dan menikmati indahnya gebyar lampu disco serta suara music yang hingar binger.

Erna sebenarnya tidak begitu suka dengan gaya hidup seperti itu tetapi karena terlalu sering diajak kesana-kemari lama-kelamaan menjadi terbawa.

Akan tetapi ada sebuah kenyataan yang terjadi pada saat Erna sedang senang keluar masuk pub ada seseorang yang selalu memperhatikannya, yaitu Asep Nugraha yang ketika itu masih menjadi supervisor di perusahaan tempatnya bekerja.

Awalnya Erna hanya ditanya dengan lembut sebab pernah terpergoki ketika masuk pub. Akan tetapi lama-kelamaan Erna sering diajak berdiskusi atau diberi pinjam buku yang isinya mengenai makna kehidupan dan sifat utama perempuan.

Dari situ Erna mulai menyadari bahwa kehidupan yang dijalani adalah salah dan kemudian Erna menjadi malas jika diajak pergi ke pub lagi. Pada mulanya Yanti marah kalau Erna selalu menolak jika diajak ke pub. Akan tetapi Erna harus pandai mencari alasan untuk menghindari ajakan Sita tersebut.

Hingga pada suatu hari Alhamdulillah Tuhan memberikan jalan, yaitu Asep Nugraha sebagai supervisor di perusahaan tempat Erna bekerja dimutasikan kekota yang sekarang ditinggali dan dipromosikan menjadi Kepala Cabang.

Kemudian Asep Nugraha menawarkan kepada Erna sekiranya mau untuk diajak pindah dan tawaran tersebut langsung saja diterima dengan alasan utama adalah karena pusing kalau selalu mencari alasan untuk menghindari dan menolak ajakan Yanti.

Kurang lebih selama setahun Erna ikut pindah bekerja di kantor daerah, kemudian Asep Nugraha melamarnya. Yang akhirnya Erna menikah dengan Asep Nugraha.

Ketika Asep dan Erna menikah, Yanti juga datang tetapi hanya sebentar. Dan terlihat ada rasa kecewa yang terlihat dari pandangan matanya ketika sedang menyalami mempelai, yang mungkin orang lain tidak akan mengerti apa maksudnya.

Setelah menikah Erna memilih keluar dari pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga yang lebih memfokuskan diri untuk melayani suami dan anak. Kehidupan rumah tangganya terasa aman dan tenteram penuh dengan kebahagiaan sebab Asep Nugraha adalah seorang yang penyabar dan penuh pengertian.

Apalagi ketika anak-anaku telah lahir, semua perhatian dan kasih sayangnya bertambah besar terhadap keluarganya. Dan ini lah yang menyebabkan Erna sudah tidak ingin lagi mengulang kembali pada kehidupan yang dahulu pernah kujalani, karena kemuliaan hidup yang sudah berhasil diperoleh pada kehidupan berkeluarga yaitu dengan suami dan anak-anaknya.

“Erna, nanti malam kamu bisa atau tidak jika menemaniku ke pub ?” tanya Yanti memecah kesepian keadaan ketika mereka berdua sedang berdiam diri karena tenggelam dalam lamunan masing-masing.

“Maaf ya Yanti apakah tidak lebih baik jika engkau mau ikut dan bermalam di rumah kami saja dan besok pagi kami antarkan ke stasiun kereta api.”

“Tapi bagaimana kalau kamu saja yang menemaniku menginap di hotel kemudian malamnya kita bisa pergi ke pub yang katanya terkenal dan sering dikunjungi oleh para artis ibukota dan mempunyai DJ hebat, hitung-hitung sebagai reuni setelah lima tahun kita berpisah. Bagaimana Erna, mau atau tidak kamu menemaniku meskipun hanya untuk semalam ini saja ?”

Erna hanya tertawa lirih mendengar jawaban Yanti yang tidak berubah, “Yanti…Yanti…kamu ini tetap saja tidak berubah. Dan sekarang akupun juga tidak bisa berubah, maafkan aku yang tidak bisa menemanimu, andaikata kamu tidak berkeberatan ayolah ke rumahku saja !” kata Erna dengan tegas.

Yanti hanya tersenyum masam.

Namun dalam hati Erna berkata : “Tidak sampai hati aku melihatnya, jauh-jauh Yanti datang kemari sengaja hanya untuk menemuiku, tetapi aku membikin dia kecewa. Akan tetapi sudah menjadi tekadku untuk tidak akan mengulang lagi kehidupan yang dahulu pernah kujalani, walaupun hanya untuk sekali saja, kasihan suami dan anak-anak jika melihat aku kembali seperti pada kehidupan yang dahulu….”

“Ibu…!” tiba-tiba terdengar suara anak-anak kecil yang sudah tidak asing ditelinganya memanggil. Tidak lama kemudian, Erna dirangkul oleh dua orang anak kecil dan itu adalah anak-anaknya.

“Ayah mana?” tanya Erna pada anak-anaknya.

“Itu !” jawab yang besar sambil menunjukkan tangan ke arah Asep Nugraha yang ternyata sudah berdiri di belakangnya.

“Salam dulu sama Tante Yanti !” perintah Erna pada anak-anaknya. Kedua anak tersebut dengan segera menyalami Yanti, walaupun terlihat agak kaku Yanti juga mau menerima salam dari anak-anak itu. Asep Nugraha juga ikut menyalami dan Yanti hanya menerima dengan senyum yang ringan, entah apa yang sedang berada dalam pikirannya.

“Inilah anak-anakku, Yanti. Yang besar bernama Brama dan yang kecil bernama Bagas,” kata Erna sambil memperkenalkan anak-anaknya dan Yanti pun hanya tersenyum dengan terpaksa.

“Bagaimana Yanti, jadi ikut ke rumahku, ya…?” lagi ajak Erna kepada Sita.

“Terima kasih Erna, lain kali saja suatu saat jika ada tugas kemari lagi aku akan singgah dan menginap di rumahmu. Dan sekarang saya akan istirahat saja di hotel, sayang rasanya sudah dibayar mahal dan gratis kalau tidak ditempati,” demikian jawaban Yanti untuk menolak ajakan Erna dengan cara yang halus.

Oleh karena anak-anak kecil itu sudah ribut ingin pulang, maka Erna sekeluarga segera berpamitan kepada Yanti. Dan dilihat dari sikapnya Erna bisa mengerti kalau Yanti telah membuat jarak dengannya. Dalam hati Erna berkata : “Yanti jalan kehidupan kita memang berbeda. Semoga saja engaku cepat menyadari karena ada waktunya kita harus berubah menurut kodrat.”

Saudaraku para pembaca terutama di lingkungan sendiri, cerita diatas hanya merupakan sebuah contoh kejadian saja dari sekian banyak masalah yang terjadi melalui gubahan dan reka ceritera singkat tentang waktu sebagai suatu peristiwa yang dapat kita ambil hikmahnya untuk pesan moral dan bahan perenungan dalam kehidupan kita masing-masing.

Waktu adalah sesuatu yang terus menerus berjalan tanpa henti, selalu menuju ke masa yang akan datang dan meninggalkan masa yang telah lalu. Walaupun pada saat semua makhluk hidup berhenti tidak melakukan aktifitas apapun juga akan tetapi waktu dengan tetap akan terus berjalan sebagaimana mestinya, tidak juga menjadi semakin cepat atau tidak juga menjadi melambat.

Waktu adalah guru yang terbaik bagi setiap pembelajaran. Oleh sebab itu, memanfaatkan waktu merupakan sesuatu yang sangat bijaksana dalam menjalani kehidupan.

Dengan menyia-nyiakan waktu yang ada sama halnya dengan membuang kesempatan yang tersedia. Sekali membiarkan dia lewat, maka jangan berharap dia akan kembali.

-o0o-

INTROSPEKSI  DENGAN  WAKTU

* Waktu sedang “Jaya” kita merasa banyak teman di sekeliling kita.
* Waktu sedang “Berkuasa” kita percaya diri melakukan apa saja.
* Waktu sedang “Tak Berdaya” barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada.
* Waktu sedang “Jatuh” kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita.
* Waktu sedang “Sakit” kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta benda.
* Ketika jatuh ”Miskin” kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/menderma dan saling membantu
* Masuk “Usia Tua” kita baru tahu kalau masih banyak hal yang belum dikerjakan.
* Saat “di Ambang Ajal” kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.
* Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA
Oleh karena itu, kita harus :
* Saling menghargai, saling membantu, saling memberi, saling mendukung. Jadilah teman setia tanpa syarat…
* Jangan saling memotong dan menggunting sesama teman…
* Tunjukkanlah bahwa anda masih mempunyai Hati Nurani yang tulus. Jauhkah niat jahat untuk mencelakai atau memfitnah.
* Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita.
* Apa yang ditabur itulah yang akan dituai.
* Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar
* Tapi ketahulilah bahwa Tuhan selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum disetiap air mata, Rahmat dan berkat di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa….
* Jangan pernah menyerah, teruas berjuanglah, karena hidup sangatlah indah…
* Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan.
*
 Saudaraku,…..

Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita, namun berapa banyak orang yang bahagia karena mengenal kita…

-o0o-

SYUKURILAH KEHIDUPAN INI

Jika seorang yang bijaksana ketika ditanya : “Apakah yang Paling Membingungkan di Dunia ini ?

Orang Bijak tersebut pasti akan menjawab : “Manusia.”

Karena kebanyakan manusia  “Mengorbankan Kesehatannya”  hanya  “Demi uang”

Lalu dia “Mengorbankan Uang nya Demi Kesehatan”

Kemudian dia  “Sangat Khawatir”  dengan  “Masa Depannya.”

“Sampai dia Tidak Menikmati Masa Kini”, akhirnya dia  “Tidak Hidup di masa Depan ataupun di Masa Kini,”

Dia “Hidup seakan-akan Tidak Akan Mati”, lalu dia “Mati” tanpa “Benar-benar Menikmati” apa itu “Hidup”

Bersyukurklah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok,

Ketika lahir dua tangan kita kosong

Ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong.

Waktu datang dan waktu pergi manusia tidak membawa apa-apa

Oleh karena itu jangan sombong karena kaya dan berkedudukan

Dan jangan pula minder karena miskin dan papa

Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua yang kita miliki hanyalah pinjaman,

Tetaplah rendah hati seberapapun tinggi kedudukan kita,

Tetaplah percaya diri seberapapun kekurangan kita.

Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak akan membawa apa-apa.

Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.

Datang ditemani oleh Tangis

Pergi juga ditemani oleh Tangis

Oleh karena itu tetaplah bersyukur dalam segala keadaan, apapun keadaan itu,

Hiduplah disaat yang benar-benar ada dan nyata untuk kita,  yaitu SAAT INI

Bukan di bayang-bayang masa lalu maupun mencemaskan masa depan yang belum lagi tiba.

“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas.

Yang tetap manis di tempat yang sangat pahit…

Yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar

Serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Mari kita songsong dan jalani kehidupan mendatang dengan perubahan yang berarti, Hijrah untuk menjadi Pemenang….

-o0o-

ISILAH HIDUP INI  DENGAN  KEBAIKKAN

Datang dan Pergi dengan tangan kosong,

Itulah kalimat yang tepat menggambarkan diri kita sewaktu lahir ke dunia ini dan sewaktu meninggal.

Jadi semua orang berawal dan berakhir yang sama.

Perbedaannya bagaimana setiap orang mengisi kehidupan ini di antara waktu awal dan akhir tersebut.

Banyak orang yang  “lupa”  tentang awal dan akhir ini, sehingga sepanjang kehidupan hanya mengejar dan mengumpulkan harta benda.

Menjadi “KAYA” adalah tujuan kehidupan yang baik, tetapi selain menjadi kaya dalam harta benda jadilah kaya dalam Kebaikan.

Di jaman serba modern ini, begitu mudah untuk kita bisa mengecek saldo rekening di bank.

Demikian juga untuk mengetahui berapa sisa pulsa prabayar pada kartu HP kita.

Sayangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu menyediakan fasilitas untuk melakukan pengecekan berapa besar kebaikan tulus yang telah kita lakukan, atau pahala yang telah kita kumpulkan.

Andaikata saja fasilitas semacam itu tersedia,

Mungkin kita bisa bersenang-senang dulu kalau mengetahui bahwa saldo perbuatan baik kita masih berlimpah, atau segera bergegas kalau posisinya sudah menunjukkan tanda “merah”

Jangan menunggu dan menunda untuk berbuat baik,

Karena kita tidak tahu berapa banyak perbuatan baik yang kita miliki,

Juga kita tidak tahu berapa lama lagi sisa hidup yang kita punyai.

Jangan sampai tertinggal karena “kereta kehidupan” tidak menunggu kesiapan kita.

Lakukan perbuatan baik sebanyak mungkin selagi bisa sebelum kematian datang menjemput.

Karena Perbuatan Baik adalah harta yang kita bawa setelah datangnya kematian.

Semua harta yang bersifat duniawi ini kita tinggalkan,

Termasuk orang-orang yang kita cintai juga kita tinggalkan.

Jangan terikat dan melekat, karena semua akan kita tinggalkan.

Selalu berbuat baik, itulah Kunci untuk mengisi Kehidupan.

-o0o-

SETELAH  NAFAS  BERAKHIR :

Setelah nafas terakhir putus, mau dikemanakan jasad kita ini ?

Mau diberikan kepada siapa ?

Adakah yang mau menerima, atau mau membeli ataupun yang memperebutkannya ?

Padahal….

Semasa hidup,

Kita adalah tuan dan orang yang paling berkuasa di rumah mewah kita,

Setelah meninggal,

Tidak ada yang setuju kalau kita disimpan, walaupun hanya diletakkan di garasi belakang rumah kita.

Semasa hidup

Setiap malam kita duduk bersantai di ruang tamu, sambil minum kopi, membaca Koran atau menonton acara TV.

Setelah meninggal,

Tidak ada yang bisa menerima, walaupun hanya ditaruh dan diam di pojok paling ujung, tanpa kopi, Koran atau acara TV di ruang keluarga.

Semasa hidup,

Kita duduk gagah di kursi kantor kita

Setelah meninggal

Tidak ada yang setuju kalau kita didudukkan di kursi manapun di kantor kita.

Semasa Hidup,

Kita bisa istirahat, tidur nyenyak sesuka hati kita diatas ranjang kamar pribadi bersama anak dan istri.

Setelah meninggal,

Seisi rumah berkeberatan jika kita dibaringkan, walaupun hanya di atas lantai kamar ini, sekalipun semua yang ada di dalam kamar itu, kita yang membelinya.

Semasa hidup,

Setiap bepergian kita duduk dengan bangga di kursi belakang mobil mewah.

Setelah meninggal,

Tidak ada yang mengijinkan kita duduk, sekalipun hanya ditaruh di bagasi di belakang mobil.

Walaupun kita punya banyak rumah, villa, condominium, apartemen, namun kini tak ada satupun tempat yang dapat menerima kita.

Seminggu kemudian, badan ini akan membusuk.

Satu-satunya tempat yang mau menerima kita adalah tanah di bumi ini.

Masih beranikah kita berkata dengan sombong, “ini milikku, ini wewenangku, ini kekuasaanku, ini punyaku” dan lain-lain ?

Renungkanlah !!!

Orang kaya, orang miskin dan yang lainnya mengakhiri hidupnya sama….

Tetapi yang berbeda adalah, apakah mereka mendapatkan tempat di surga …?

Jangan memuji diri, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari…

Sangat baik untuk direnungkan, agar kita menghapuskan kesombongan diri…

-o0o-

BANDUNG – INDONESIA, MEI – 2014

Cerita : Safitri

(Gubahan Ki Ageng Bayu Sepi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *