M I M P I

mimpiMIMPI MERUPAKAN BAGIAN DARI BUNGA TIDUR, TETAPI MIMPI JUGA BISA MENJADI KENYATAAN.

ADA YANG LANGSUNG TERJADI PADA SAAT BANGUN TIDUR DAN ADA JUGA YANG TERJADI BEBERAPA WAKTU YANG AKAN DATANG, BISA TERJADI HARI ESOK, MINGGU DEPAN, BULAN DEPAN, BAHKAN BISA JUGA TAHUN DEPAN.

TETAPI JUGA TERKADANG SEBUAH MIMPI HANYALAH SEBAGIAN DARI IMAJINASI ATAU KHAYALAN YANG TERJADI PADA SAAT  SADAR ATAU TIDAK TIDUR YANG KEMUDIAN TERBAWA KE ALAM MIMPI TERSEBUT.

leter udara di pagi itu terasa sejuk karena semalaman hujan lebat dan matahari pun sudah nampak terbit dari ufuk timur, pancaran cahayanya yang  muncul sedikit demi sedikit dan semakin lama semakin menerangi bumi ini dengan seluruh isinya.
Terang dari sinar matahari tersebut tidak hanya ditujukan untuk mereka yang sedang berbahagia, tetapi juga untuk mereka yang menderita termasuk orang yang menderita karena sedang jatuh cinta.
dara di pagi itu terasa sejuk karena semalaman hujan lebat dan matahari pun sudah nampak terbit dari ufuk timur, pancaran cahayanya yang  muncul sedikit demi sedikit dan semakin lama semakin menerangi bumi ini dengan seluruh isinya.

Nampak Wicaksono keluar rumah setelah melipat sajadah dan sarungnya, yang menandakan baru saja melaksanakan sholat subuh, yang kemudian duduk diatas balai-balai diluar rumah yang beratapkan bentangan plastik dan sudah melengkung kebawah karena menahan berat sebab penuh dengan air hujan.

Dan tidak seperti biasanya, baru kali ini Wicaksono memandang dengan tajam keadaan tersebut serta wajah yang serius. Matanya dibiarkan bebas menjelajah dan menikmati indahnya pancaran sinar surya di pagi hari itu, yang kemudian memuji keindahan tersebut dalam hatinya : “Jika benar-benar diperhatikan dengan seksama memang terlihat betapa indahnya pancaran sinar surya dipagi hari ini.“

“Ahhh..ternyata seperti ini rasanya orang yang sedang jatuh cinta, dengan memandang keindahan alam,” katanya lagi dalam hati sambil menikmati keindahan di pagi hari itu.

Kemudian perlahan-lahan direbahkannya badannya diatas balai-balai bambu, matanya pun kemudian dipejamkan dan tak lama kemudian pikirannya melayang kepada Pinastiti salah seorang teman pengajar perempuan di sekolah di daerahnya.

“Aduhai orang cantik, andaikata engkau saat ini berada disini rasanya aku ingin mengungkapkan perasaan hatiku. Senyummu yang selalu terlihat manis itu seperti merekahnya pancaran sinar surya pagi ini, yang membuat hangat dan semangatnya jiwaku setelah semalam terbalut oleh sepi dan dinginnya udara karena hujan,” kembali katanya dalam hati sambil memejamkan matanya. Wicaksono terlihat begitu menikmati lamunannya yang sudah mulai agak ngelantur kemana-mana.

Tidak antara lama kemudian karena adanya hembusan udara yang hangat diwajahnya dengan perlahan Wicaksono membuka kelopak matanya sedikit demi sedikit, dan semakin lama ….…brayyy….

“Busyeeettttt…………..…,” Wicaksono terkejut dengan amat sangat. Jantungnya berdegup dengan keras seperti hendak meloncat rasanya.

Karena begitu membuka mata yang di pandang bukan indahnya pancaran sinar matahari, tetapi sebuah wajah yang dekat dihadapan mukanya dengan dua buah bola mata yang lebar, hidung pesek, juga bibir yang lumayan dower. Begitu juga dengan dua buah gigi bagian atas yang selalu nonggol keluar. Dan itu adalah wajah Bagaskara teman sekampungnya yang sedang mengenakan sebuah topeng atau kedok.

“Hahahaha……” Bagas tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya lalu melepaskan kedoknya. “Makanya kalau dipanggil itu harus menjawab. Ini enggak, malah berbicara sendirian saja seperti orang yang kurang waras,”  kata Bagas setelah semakin tertawanya perlahan dan lama-kelamaan kemudian berhenti.

“Wah..kebiasaan kamu ini, membuat orang terkejut saja, yang tahu-tahu wajah topengmu sudah berada didepan mukaku. Rugi aku yang terlanjur membuka kelopak mata, dan untungnya aku nggak punya penyakit jantung, andaikata saja dia mempunyai penyakit jantung, mungkin sudah…. ahh… tidak tahulah…

Karena yang aku kira alam sekitar sudah jadi terang dan hangat nggak tahunya kembali menjadi gelap karena melihat wajahmu !” Wicaksono berbicara dengan agak kesal karena terkejut.

Tetapi walau bagaimanapun juga dia tidak benar-benar marah, karena disisi lain hatinya berkata kalau Bagas memang orang yang senang bercanda, jadi ya memang demikianlah adanya.

“Hahahaha…maaf ya Boss. Karena engkau diam saja ketika kupanggil jadi aku mendekatkan mukaku ke wajahmu,” katanya.

“Lihat itu, aku sedang menikmati indahnya sinar matahari,” jawab Wicaksono sambil menunjuk kearah timur.

Bagaspun lantas memandang dengan seksama, dan memang ternyata sangat indah sinar cahaya matahari tersebut.

“Baru jogging, ya ?” tanya Wicaksono hanya untuk basa-basi, padahal  sebenarnya dia tidak peduli dengan Bagas yang baru datang, entah dari mana dan apa yang akan dilakukan itu.

“Oh enggak…. Ya baru pulang dari mengajar lah…” jawab Bagas sekenanya.

“Ha ?!!” Wicaksono berteriak dan terjingkat lalu duduk karena terkejut.

“Hahahah…. ya enggak lah. Coba saja perhatikan, masak dengan mengenakan pakaian olah raga begini baru pulang mengajar, aku kan bukan guru olah raga. Yang jelas kan baru pulang dari jogging,” kata Bagas yang memberikan jawaban dengan jelas, sebab sejak dari tadi selalu memberikan jawaban secara bercanda terus menerus.

Sebelum sempat Wicaksono bertanya lagi, tiba-tiba Bagas malah mendahului  bertanya : “ Wicak, tadi kamu membicarakan siapa ? Karena aku dengar kamu berbicara sendiri saja. Pasti kamu membirarakan Pinastiti ya…? Hahaha…,.” kata Bagas seperti mengerti tentang semuanya.

Wicaksono hanya diam dan tersenyum yang kemudian menundukkan kepala karena merasa agak malu. Memang sebenarnya hanya Bagas yang mengerti tentang apa saja yang dialami oleh Wicaksono. Wicaksono dan Bagas sudah lama berteman ketika sejak mereka masih sekolah di SMA hingga sekarang mengajar di sekolah yang sama.

“Sekarang begini Wicak, kamu kan sudah sama-sama mempunyai modal yaitu pekerjaan yang tetap yaitu sebagai pengajar, mungkin akan lebih baik kalau kamu memberanikan diri untuk membicarakan tentang kelanjutan hubungan tersebut daripada hanya sekedar ketemu atau main dan main saja. Mumpung kelihatannya belum ada orang lain yang mendekatinya,” kata Bagas memberikan semangat.

Mendengar apa yang telah dikatakan oleh Bagaskara seakan terpacu hati Wicaksono, ingin untuk segera dapat mengutarakan perasaannya tersebut yang selama ini hanya tersimpan dilubuk hatinya.

“Baik Gas. Aku niati sekarang juga, mumpung hari ini dia ada jadwal mengajar,” kata Wicaksono.

“Lho… kok kamu tahu ?” tanya Bagas dengan rasa keheranan.

“Ya jelas tahu dong, yang namanya pengagum rahasia itu kan demikian. Hahaha…, “ jawab Wicaksono.

“Ya kalau begitu langsung saja laksanakan, menunggu apa lagi,” sekali lagi Bagas mendorong semangat Wicaksono untuk segera menyampaikan perasaan hatinya kepada Pinastiti.

Kembali semangat yang diberikan Bagaskara semakin terasa sangat mendorongnya untuk segera menyampaikan perasaan hati yang memang tidak pernah diceritakan kepada orang lain sebelumnya.

Kemudian Wicaksono pergi ke sekolah tempatnya bekerja maksudnya hanya untuk menemui Pinastiti, karena hari ini kebetulan dia tidak ada jadwal mengajar. Tetapi waktunya sangat mepet, walaupun jam mengajar belum dimulai atau dengan perkataan lain masih ada waktu untuk beberapa saat.

Dari jauh Pinastiti kelihatan sedang mengobrol sebentar dengan rekan pengajar perempuan di depan ruang guru yang kemudian bareng-bareng berjalan perlahan menuju ruang atau kelas masing-masing untuk mengajar dan terlihat pula senyuman manis Pinastiti yang selalu seperti tumpah itu.

“Ahh… rasanya tenteram dihati, seperti memandang bunga mawar yang sedang mekar, terlihat segar penuh embun,” demikian batin Wicaksono sambil berjalan mendekat ke arah Pinastiti.

“Dik Pinastiti, ada waktu kalau kita keluar mengobrol sebentar saja ? Aku ingin membicarakan sesuatu yang menurutku sangat penting,” kata Wicaksono ketika mendekati Pinastiti.

Teman-temen Pinastiti seakan tahu diri dan segera berpencar pergi, tetapi sebelum pergi mereka berdehem seakan-akan memberikan isyarat.

“Boleh saja, Mas… Tetapi….bagaimana kalau nanti saja setelah bubaran jam pelajaran,”jawab Pinastiti pendek sambil tersenyum. Senyum untuk menutupi kekhawatiran Pinastiti agar tidak sampai mengecewakan hati Wicaksono, tetapi walau bagaimanapun juga mengajar adalah tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar dan sudah dinantikan oleh para muridnya.

Memang agak sedikit kecewa, karena niat untuk mengungkapkan perasaan sesegera mungkin terpaksa saat itu ditunda terlebih dahulu. Wicaksono harus sabar, karena semua demi untuk Pinastiti.

“Aku harus bisa sabar, kalau untuk Pinastiti tidak ada yang tidak bisa,” begitu pikirnya.

Begitu jam pelajaran selesai Wicaksono sudah menunggu di halaman depan, tiba-tiba muncul Pinastiti yang tahu-tahu sudah berada didekatnya dengan sepeda motornya sambil bertanya : “Bagaimana mas, jadi rencana mengobrolnya ?

“Ya, pasti jadi. Bagaimana kalau kita sekarang pergi ke Rumah Makan Bale Kambang saja. Biar nanti enak berbincang sambil melihat ikan yang berseliweran,” ajak Wicaksono.

“Ya begitupun baik…,”jawab Pinastiti singkat sebagai tanda setuju atas usulan Wicaksono. Dan tidak lama memakan waktu sampailah mereka ke tempat yang dituju.

Setelah agak lama duduk berdampingan sambil mengobrol kesana kemari, kemudian Wicaksono menarik napas panjang dan dalam hati berkata : “Ini saatnya aku harus untuk berterus terang tentang maksud yang sebenarnya mengapa aku mengajak Pinastiti kemari. Sekarang merupakan waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hati yang selalu mengganggu hati dan pikiranku. Dan hari ini juga harus ada penyelesaian terserah nanti jawaban yang akan saya terima, apakah menggembirakan atau sebaliknya yang terpenting adalah sudah kusampaikan,” demikian pikirnya yang sudah mantap.

“Dik Pinastiti, sebenarnya aku mengajakmu kemari ada yang keperluan yang sangat penting,” kata Wicaksono mengawali pembicaraan intinya.

“Aku sudah mengerti kok, Mas,” jawab Pinastiti.

“Ha…..mengerti tentang apa ?” Wicaksono terperanjat.

“Apa yang ada dalam pikiran Pinastiti sehingga dia mengatakan  ‘Aku sudah mengerti kok, Mas’,” celoteh Wicaksono dalam hatinya yang diikuti dengan debaran jantung yang keras seakan-akan hendak meledak.

“Iya Mas. Aku sudah mengerti semuanya. Mengerti semua tentang isi hatimu. Dengan cara membaca artikel ataupun puisi yang kau tulis dalam bulletin sekolah atau majalah sekolah,” demikian Pinastiti memberikan keterangannya.

Wicaksono memukul jidatnya sendiri dengan telapak tangan sambil menunduk menandakan rasa malu dan mulutnya terkunci rapat tidak berani berkata apa-apa sedikitpun juga.

“Aku mengerti Mas, bahwa semua itu merupakan curahan hati bukan hanya sekedar fiksi atau karangan saja. Dan dari situ aku mengerti semua tentang perasaanmu, oleh sebab itu sebenarnya sudah sejak lama aku menunggumu, bahkan ketika aku masih dengan Mulyadi,” kembali Pinastiti memberikan keterangan.

“Jadi, engkau putus dengan Mulyadi itu karena gara-gara aku ?” tanya Wicaksono dengan sangat terkejut. Takut kalau dia yang menjadi penyebab atau sumber masalah yang mengganggu hubungan orang lain.

“Tidak, Mas. Bukan itu permasalahannya, karena ada sebab lain yaitu kedua orang tuaku tidak menyetujui kalau aku berhubungan dengan Mulyadi yang gaya bicaranya terkesan seenaknya terkadang tanpa disadarinya telah menyinggung atau menyakitkan perasaan hati orang lain, lagi pula dia seorang perokok berat yang layaknya seperti asap Kereta Api,” jawab Pinastiti.

Tiba-tiba…….

“Byyaaarrrrrr….” Wicaksono dengan gelagapan terbangun, sekujur badannya menjadi basah kuyup karena atap dari bentangan plastik itu sudah tidak tahan lagi menahan beban air hujan dan kemudian pecah.

Ketika jam dilihat sudah hampir jam setengah sebelas pagi, tidak ada keindahan sinar matahari pagi, tidak ada wajah tampan dari Bagas, tidak ada semangat yang diberikan Bagas dan juga tidak ada pernyataan sayang dari Pinastiti.

Barulah dia menyadari bahwa semua itu hanyalah sebuah mimpi. Mimpi yang sangat indah, penuh dengan kebahagiaan. Rasanya tidak ingin  Wicaksono terbangun dari balai-balai yang tadi di tidurinya itu untuk meneruskan mimpinya yang indah.

Pikirannya yang sebelumnya terasa ruwet sekarang kembali menjadi cerah. Dan dalam hatinya berkata bahwa “ Impian tadi itu adalah impian ilham dan benar-benar akan menjadi kenyataan.”

Yang semula Wicaksono merasa malu-malu untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada Pinstiti, hingga tiga tahun lamanya hanya tersimpan dalam hatinya. Dan sekarang sudah mempunyai keberanian untuk mengungkapkan. Semangatnya pun menyala-nyala untuk mengejar kupu-kupu yang selama ini hanya berterbangan dalam alam pikirannya saja.

Tanpa disangka bahwa impian tersebut menggugah semangatnya, dan hatinya berjanji : “Aku harus berani mengatakan. Dan rasa cinta ini harus kuungkapkan kepada Pinastiti. Harus !!”

-o0o-

Saudaraku pembaca semuanya, peristiwa dari gubahan dan reka ceritera tentang dapat kita ambil hikmahnya untuk pesan moral juga sebagai bahan bacaan untuk menambah perbendaharaan pengetahuan dalam kehidupan kita masing-masing.

Mimpi memang merupakan bagian dari bunga tidur, tetapi mimpi juga bisa merupakan sebuah firasat dan bisa menjadi kenyataan.

Adapun kenyataan itu bisa terwujud pada saat bangun tidur dan ada juga yang terjadi beberapa waktu yang akan datang, bisa terjadi hari esok, minggu depan, bulan depan ataupun bisa juga terjadi pada tahun depan.

A). Contoh mimpi yang sangat berkesan sehingga tidak akan mudah terlupakan begitu saja yang menjadi pengalaman penulis pada saat bermimpi menjelang pagi hari, yang langsung menjadi kenyataan dan sama persis seperti apa yang disampaikan di dalam sebuah mimpi  :

Pada tahun 1966 ketika masih duduk di kelas 1 SMP, oleh seorang paman yang menjadi Marinir atau KKO, penulis diajar melempar pisau sangkur atau bayonet ke batang pohon pisang yang berada di kebun dibelakang rumah sebagai sasaran. Pada sore hari menjelang mahgrib tanpa sepengetahuan paman penulis mengambil sangkur tersebut untuk belajar sendiri karena sedang senang-senangnya, tetapi ketika pisau sangkur yang dilemparkan meleset dari sasaran dan terpental, kemudian hilang entah kemana.

Karena hari sudah semakin gelap dan sangkur tersebut tidak bisa diketemukan, maka penulis menjadi sangat ketakutan karena besoknya pasti pisau tersebut dipakai sebagai kelengkapan untuk pakaian dinas. Tetapi penulis tidak berani mengatakan hal itu karena pada waktu mengambilnyapun tidak bilang terlebih dahulu, namun di dalam hati menjadi sangat gelisah.

Pada malam harinya penulis bermimpi menemukan bahwa pisau tersebut terselap diantara pelepah salah satu batang pisang dari sekian banyak pohon pisang yang tumbuh di kebun itu dan esok harinya pagi-pagi sekali setelah bangun dari tidur penulis langsung menuju batang pisang seperti petunjuk pada mimpi tersebut, dan pisau tersebut diketemukan disana dengan posisi yang sama seperti gambaran dalam mimpi.

Hal ini terjadi sekitar kurang lebih pada tahun 1989 an, yang pada suatu malam penulis bermimpi kedatangan ayah dari Surabaya. Dan dalam mimpi tersebut bahwa pada kunjungan itu ayah memberikan satu stel lengkap pakaian Madura.

Setelah penulis menanyakan kepada beberapa orang tentang arti mimpi tersebut ternyata jawabannya bermacam-macam, misalnya saja ada yang mengatakan akan mendapatkan istri baru dan lain-lain. Karena tidak sependapat dengan jawaban tersebut yang menurut penulis tidaklah demikian firasat mimpi itu akan tetapi tidak tahu bagaimana memaknainya, oleh karena itu penulis lupakan saja mimpi tersebut.

Kira-kira seminggu kemudian benar-benar penulis kedatangan ayah dari Surabaya yang maksudnya hanya untuk menengok anak dan cucunya yang berada di Bandung dan benar ayah tersebut memberikan 1 stel pakaian Madura lengkap dengan ikat kepala serta kain sarungnya. Sampai sekarang pakaian tersebut masih ada dan sekali waktu penulis pakai.

Dan disitulah penulis baru menyadari bahwa mimpi itu menjadi kenyataan seperti apa adanya sebagaimnana yang disampaikan dalam mimpi tersebut. Dan ada yang mengistilahkan bahwa mimpi seperti itu dinamakan mimpi telepatis.

Ada lagi pengalaman penulis yang berkesan dalam bermimpi, yang merupakan sebuah firasat atau pertanda akan terjadinya sesuatu atau tidak langsung terjadi, dan tidak persis sama seperti apa yang disampaikan di dalam sebuah mimpi :

Diakhir tahun 1971 ketika istri sedang mengandung anak yang pertama, penulis bermimpi membiarkan ada 5 ekor anak ayam yang kecil-kecil tertengger di tangan sebelah kiri dengan aman.

Akan tetapi salah seekor anak ayam tersebut nakal dan selalu meloncat turun dari tangan tempatnya bertengger, kemudian penulis tempatkan kembali lalu dia meloncat turun lagi demikian dan seterusnya.  Dan pada akhirnya yang bertengger lagi ditempatnya hanya tersisa 4 ekor.

Kenyataan yang terjadi adalah bahwa ke lima dari anak penulis salah satunya meninggal dunia karena sakit walaupun sudah diupayakan pengobatannya.

Mimpi merupakan sebuah firasat akan mendapatkan keberuntungan yang penulis alami ketika bermimpi antara lain : menangkap ikan, menggendong bayi laki-laki atau terkena kotoran manusia.

Tetapi firasat akan mendapatkan keberuntungan tidak hanya diterima melalui mimpi saja tetapi bisa juga firasat tersebut diterima dalam keadaan sadar atau tidak tidur.

Misalnya saja pengalaman penulis yang sudah mengalami berulang kali sampai dengan cerita ini ditulis sehingga berani mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah firasat akan mendapatkan rejeki atau keberuntungan antara lain : ketika tanpa disengaja memakai baju atau kaos terbalik atau pada suatu ketika tanpa direncanakan tiba-tiba saja menyenangi warna hijau muda yang kebetulan terlihat begitu saja tanpa disengaja.

Rejeki atau keberuntungan itu bukan harus berupa uang saja, bisa juga dalam bentuk lain. Tetapi terkadang sebuah mimpi hanyalah sebagian dari imajinasi atau khayalan yang terjadi pada saat sadar atau tidak tidur lalu terbawa ke alam mimpi tersebut.

Oleh karena itu orang Jawa membagi menjadi 3 bagian waktu dalam mimpi untuk dapat mengartikan mimpi tersebut.

TITIYONI : mimpi yang hanya sekedar bunga tidur, antara waktu pagi, sore dan menjelang malam. Biasanya terjadi karena akibat dari kegiatan selama sehari itu yang kemudian terbawa ke alam mimpi.

GONDOYONI : mimpi yang bisa jadi nyata dan tidak nyata, antara waktu pertengahan siang dan tengah malam. Biasanya mimpi ini karena pengaruh pengalaman yang sudah lama berlalu dan muncul dalam mimpi.

PUSPOTAJEM : mimpi yang menjadi kenyataan dan bisa jadi itu sebuah firasat atau pertanda, yaitu antara waktu tengah malam sampai menjelang pagi hari.

-o0o-

Saudara pembaca semua, disini penulis tidak membicarakan tentang arti atau makna dari mimpi apalagi membirarakan tentang mimpi yang dikehendaki oleh Allah sebagai wahyu atau petunjuk bagi para nabi, rasul atau orang yang dianggap suci dalam hidupnya yang dapat juga dikatakan komunikasi antara Allah dengan manusia.

Tetapi hanya sekedar mengemukakan tentang mimpi manusia biasa dalam keadaan REM (Rapid Eye Movement) yang artinya pergerakan mata rapat dan cepat dalam keadaan antara bangun dan tidur atau dapat dikatakan bahwa “sebagian sel otak atau neuron berada dalam status bangun dan sebagian lagi berada dalam status tidur” sehingga tidak terbentuk komunikasi bilateral yang sempurna antara belahan kiri dan belahan kanan otak.

Otak adalah bagian inti system tubuh manusia, jadi tanpa otak tubuh manusia akan seketika mati. Otak adalah wadah ruh, nafsu, nurani, akal, kalbu, pikiran, perasaan, ingatan, kesadaran dan pusat kendali tidur dan bangun. Otak mengendalikan penginderaan, jantung, paru, hati dan seluruh organ tubuh. Jadi otak dan badan bukan bagian terpisah, tapi satu kesatuan dalam system tubuh manusia.

Hubungannya dengan kondisi medis, terdapat bukti kalau beberapa kondisi medis (umumnya hanya kondisi neurologis) dapat mempengaruhi mimpi.

Sebagai contoh orang menderita sinestesia tidak pernah melaporkan mimpi yang sepenuhnya hitam putih, dan seringkali sulit membayangkan bagaimana bermimpi secara hitam putih (Harrison 2001)

Tetapi untuk mimpi buruk yang berulang sering terkait dengan gangguan stress pasca trauma.

Sebuah mimpi adalah deretan pemikiran, citra, suara atau emosi yang dialami pikiran saat tidur (American Heritage Dictionary, 2009). Dan artikel ini ditulis hanya dipergunakan sebagai bahan bacaan untuk sekedar menambah pengetahuan dan bukan pula menafsirkan tentang mimpi yang dialami.

Sedangkan beberapa kisah tentang mimpi seperti yang penulis sampaikan diatas hanya sebagai contoh cerita saja.

Mimpi merupakan komunikasi antara tubuh, pikiran dan jiwa manusia. Sebenarnya sepanjang waktu manusia bermimpi meskipun pada saat itu sedang dalam keadaan bangun, hanya saja proses itu berlangsung di alam bawah sadar.

Berdasarkan hasil penelitian tentang mimpi yang bisa didapatkan dari internet dan berikut ini ada beberapa fakta menarik mengenai mimpi.

  1. Orang Buta Juga Bermimpi.

Orang yang terlahir buta dalam mimpinya memang tidak melihat “gambar-gambar” tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan dan emosi yang mereka rasakan. Memang sulit bagi orang normal untuk bisa memahami, tapi “keinginan” tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan fisik manusia.

  1. Orang Akan Lupa 90 % Dari Mimpi itu.

Sekitar 5 menit setelah orang terbangun dari tidur akan segera melupakan 50% dari mimpi itu, 10 menit kemudian 90% “jalan cerita” mimpi itu akan terlupakan.

Penulis puisi terkenal Samuel Taylor Coleridge pada suatu waktu terbangun setelah mendapatkan mimpi yang indah, dia lalu segera menuliskannya diatas kertas untuk mengambarkan mimpinya tadi, setelah menulis 54 baris tiba-tiba ada orang yang datang kerumahnya. Setelah urusan dengan orang itu selesai Samuel bermaksud menyelesaikan puisinya tadi., tapi dia tidak berhasil mengingat lagi mimpinya.

  1. Semua orang Bermimpi

Semua orang bermimpi (kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa parah) tetapi laki-laki dan perempuan mimpinya berbeda dan berbeda pula reaksi fisiknya. Laki-laki cenderung bermimpi tentang laki-laki lain sedangkan perempuan mimpinya cenderung berimbang memimpikan soal laki-laki atau perempuan lain.

  1. Mimpi mencegah gangguan emosi.

Pada penelitian menggenai tidur baru-baru ini, percobaan pada orang yang dibangunkan pada awal mimpi tapi tetap diperbolehkan tidur 8 jam sehari, setelah 3 hari menjadi kehilangan konsentrasi, gampang marah, halusinasi dan tanda-tanda gangguan emosi lainnya.

  1. Rangsangan dari luar mempengaruhi mimpi manusia.

Disebut “Dream Incorporation” dan orang umumnya pasti sudah pernah mengalami mimpi yang demikian, rasanya haus begitu terus minum sebotol air tapi sebentar kemudian rasanya sudah haus lagi… lalu minum lagi…haus lagi dan begitu terus berulang dan akhirnya pada saat bangun baru menyadari kalau memang orang tersebut sedang kehausan.

Contoh yang lain adalah pada saat orang bermimpi kebelet pipis atau buang air kecil.

  1. Saat bermimpi Tubuh akan Lumpuh.

Hal ini terjadi untuk mencegah supaya tubuh tidak ikut bergerak-gerak mengikuti “alur cerita” mimpi. Bayangkan saja kalau bermimpi dikejar massa, kalau kaki nggak lumpuh bisa-bisa orang tersebut akan lari ke luar rumah dan bisa-bisa dikira maling beneran.

Karena ada hormon yang dihasilkan pada saat tidur yang membuat saraf mengirimkan pesan ke tulang belakang yang menyebabkan tubuhnya menjadi rilek dan lama-lama lumpuh.

  1. Orang hanya memimpikan apa yang telah diketahui

Seringkali orang bermimpi berada di tempat yang asing dan ketemu dengan orang-orang yang tidak dikenal. Tapi sebenarnya otak orang tersebut tidak asal menciptakan itu, dan sebenarnya semua yang ada di mimpi itu sudah pernah dilihat. Hanya saja orang itu sendiri tidak mampu untuk mengingatknya lagi.

Mungkin orang pernah bermimpi dikejar-kejar oleh orang asing dengan membawa golok yang mau bunuhnya, tapi mungkin saja hal itu dalam kehidupan nyata orang tersebut adalah teman ayah yang pernah ketemu  waktu dia masih kecil.

Sepanjang hidup mungkin sudah pernah melihat ratusan ribu wajah manusia dan berbagai tempat. Tetapi para akhli percaya kalau memori otak manusia mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk merekam hal itu semua. Jadi dengan kata lain bahwa otak tidak akan pernah kehabisan “actor dan setting” yang akan direplay dalam mimpi !

  1. Mimpi itu tidak seperti apa yang terlihat.

Apa yang di lihat dalam mimpi sebenarnya merupakan simbolisasi dari hal lain. Otak manusia itu kreatif pada saat sedang tidur, dia akan menggali database memorinya sedemikian dalammya sampai terkadang manusia sendiri merasa takjub dengan mimpi anehnya (padahal sumbernya berasal dari semua yang sudah pernah di alami sebelumnya).

Bagaikan sebuah puisi bahwa mimpi itu merupakan penggambaran simbolisasi yang sangat dalam. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang tertarik dengan buku tafsir tentang mimpi.

  1. Tidak semua orang mempunyai mimpi yang berwarna

Menurut hasil penelitian sebanyak 12% orang normal mimpinya selalu hitam-putih, sedangkan sisanya yang lain mimpinya bisa berwarna.

  1. Manusia juga cenderung mengalami mimpi dengan “tema” yang sama, yaitu :

* Mimpi di sekolah,

* Mimpi dikejar-kejar orang,

* Mimpi lari tetapi tidak bisa bergerak-maju, ataupun kalau bisa maju

   sangat lambat sekali padahal ada kereta api yang mau lewat.

* Mimpi terbang,

* Mimpi jatuh,

* Mimpi ketemu orang yang sudah meningal dll.

Tambahan keterangan :

  1. Pada saat orang tidur mendengkur, bisa dipastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi.
  2. Kalau orang terbangun pada saat fase tidur mencapai tahap REM (Randon Eye Movement), seringkali mimpi itu akan terasa lebih nyata daripada kalau bangun setelah tidur pulas semalaman.
  3. Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai sekitar umur 3 tahun. Tapi sejak umur 3 sampai 8 tahun mereka akan mendapatkan mimpi buruk yang jauh lebih sering daripada orang dewasa, itu menjadi jawaban mengapa anak kecil sering menangis keras setelah terbangun dari tidurnya.

-o-

Yang perlu mendapatkan perhatian adalah :

Daripada bangun tidur dan mengalami sebuah mimpi lalu menjadi sibuk untuk mencari maknanya dengan membaca tafsir mimpi atau dengan menanyakannya kesana-kemari yang akhirnya bisa saja menjadi sebuah kebingungan seperti cerita anekdot dibawah ini ;

Ada seorang turis dari Arab yang naik taksi dengan duduk di depan dengan perlahan berkeliling kota Jakarta. Tiba-tiba saja taksi yang ditumpanginya disalib atau didahului oleh sebuah mobil pick-up yang sedang ngebut,  lalu orang  Arab itu terkejut dan berteriak : “Ustahiad…!  Ustahiad….!”

Tidak antara lama kemudian ada sebuah mobil truk menyalip atau mendahului taksi yang ditumpanginya, kontan saja orang  Arab tersebut berteriak lagi : “Ishtibustim…!  Ishtibushim…!”

Dian-diam Udin, Sang Sopir merasa heran ketika mendengar apa yang diucapkan oleh turis tersebut, tiba-tiba ada sedan kecil yang menyalip, dan orang  Arab tersebut berteriak lagi : “Aik…Aik !”

Udin, semakin heran dan bahkan bingung mendengar kalimat dzikirnya ketika ada mobil sport yang atapnya bisa terbuka atau tertutup, turis  Arab itu berteriak lagi : “Irraref…., Irraref…!!!”

Lalu ada pula sebuah minibus menyusul dari arah kiri, turis Arab mendesis : Ya Allah, Ikuzuz… Ikuzus…!”

Tiba-tiba sebuah mobil mewah mengerem mendadak di depannya.., turis Arab itu pun secara spontan berteriak : “Adzam…Adzam…”

Akhirnya sang sopir penasaran juga dan bertanya : “Wan, ente lafadz dzikirnya kok aneh…Ane belum pernah denger yang kayak gitu tuuh…!??”

Langsung saja turis Arab tadi menjawab : “Siafa yang zikiran. Ane khan baca tulisan di belakang mobil-mobil yang tadi mendahului mobil Ente !!

Bahasa Ana khan bacanya dari kanan ke kiri.

Udin : “Haaaah…. !!?”

“Ha ha ha ha….haaa….” mari kita tertawa sedikit.

-o-

Akan lebih baik jika ketika bangun tidur pagi lalu merenungkan Kehidupan dan coba kalau perhatikan :

Jendela kamar, dia akan berkata : “Lihat dunia di luar !!!”

Langit-langit kamar, dia akan berpesan : “Bercita-citalah setinggi mungkin !!”

Jam dinding berbunyi : “Tiap detik, itu berharga !!”

Cermin menasehati : “Berkacalah sebelum bertindak !!”

Penanggalan berbisik : “Jangan menunda sampai besok !!”

Pintu berteriak : “Dorong yang keras, pergi dan berusahalah !!”

Tetapi… tiba-tiba……

Lantai berkata lirih : “BERLUTUT dan BERDOALAH karena kunci kesuksesan itu perlu dimulai dengan DOA…”

Manusia belajar…bahwa tidak selamanya hidup itu indah, terkadang Allah mengijinkan manusia melalui penderitaan. Tetapi yang harus diketahui bahwa DIA tidak pernah meninggalkan manusia, sebab itu manusia perlu belajar menikmati hidup dengan bersyukur.

Mansuia belajar….bahwa tidak semua yang diharapkan akan menjadi kenyataan, terkadang Allah membelokkan rencana manusia. Tetapi yang harus diketahui bahwa itu semua jauh lebih baik daripada yang manusia sendiri rencanakan, olah kerena itu harus belajar menerima hal itu dengan ikhlas.

Manusia belajar….bahwa tidak ada kejadian yang perlu disesali dan ditangisi, karena semua itu adalah rancangan-NYA yang akan indah pada waktunya.

Ketika “Kaki” sudah tidak kuat berdiri maka “BERLUTUTLAH.”

Ketika “Tangan” sudah tidak kuat menggengam “LIPATLAH.”

Ketika “Kepala” sudah tidak kuat ditegakkan…”MENUNDUKLAH.”

Ketika “Hati” sudah tidak kuat menahan kesedihan…”MENANGISLAH.”

Ketika “Hidup” sudah tidak mampu untuk dihadapi…”BERDOALAH.”
Karena dibelakangmu ada kekuatan yang tak terhingga…

Dihadapanmu ada kemungkinan tanpa batas……

Di sekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir.

Lebih daripada itu semua, di dalam dirimu ada Allah yang selalu menyertaimu….

Kasih sayang Allah pada manusia seperti halnya sebuah lingkaran, yang tak berawal dan tak berakhir…….

-o0o-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *