SULITNYA MENENTUKAN PILIHAN (bagian 2)

ibuanakDALAM MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI-HARINYA MANUSIA SELALU DIHADAPKAN PADA DUA SITUASI YANG BERBEDA DAN YANG MENGHARUSKAN UNTUK MENENTUKAN PILIHAN.

KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PILIHAN YANG DISEBABKAN KARENA KONSEKUENSI DARI KESALAHAN YANG DILAKUKAN AKAN TERASA SANGAT BERAT DAN MENGECEWAKAN KARENA HAL TERSEBUT PASTINYA BERTENTANGAN DENGAN KEINGINAN HATINYA, AKAN TETAPI JIKA PILIHAN TERSEBUT HARUS DITERIMA KARENA BUKAN AKIBAT DARI PERBUATAN SALAH YANG DILAKUKAN AKAN RELATIF LEBIH RINGAN KARENA KITA HARUS BISA MENYADARI BAHWA SEMUA YANG TERJADI ADALAH SUDAH MENJADI KEHENDAKNYA

Pada suatu hari, Erna yang sedang dalam keadaan hamil besar mengeluh kepada Asep Nugraha suaminya.

   “ Papah, ini perut Mamah terasa sangat sakit dan tak tertahankan,” kata Erna perlahan dengan muka pucat dan keringat dingin mengalir membasahi wajah dan seluruh tubuhnya.

“Coba mendekat kemari Mah, biar ayah gosok-gosok biar rasa sakitnya mereda, mudah-mudahan hanya sekedar masuk angin saja,” sahut Asep Nugraha untuk
menghibur hati istrinya.

“Tidak pah, ini terasanya sangat berbeda sekali Mamah sudah tidak tahan,” lanjut Erna yang kemudian secara perlahan terkulai lemas karena menahan rasa sakit yang berlebihan.

Melihat keadaan seperti itu dan rasa sakit yang dirasakan oleh Erna membuat Asep Nugraha suaminya harus bergerak cepat segera melarikannya ke rumah sakit agar diperiksa oleh dokter kandungan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab rasa sakit tersebut.

Sebenarnya usia kandungannya masih 8 bulan, masih muda dan belum tiba waktunya untuk melahirkan tetapi sudah mengalami kontraksi yang cukup serius.

Setelah menunggu beberapa saat kemudian datanglah seorang perawat menghampirinya dan berkata :

“Bapak Asep, dipersilahkan masuk keruangan dokter karena ada yang ingin disampaikan,” kata perawat tersebut dengan sopan dan kemudian pergilah Asep ke ruangan dokter.

“Bapak Asep silahkan duduk, “ kata dokter tersebut sambil tersenyum.

Ya, terima kasih dok. Ada masalah apa ya dok, kenapa saya harus menghadap ? tanya Asep Nugraha.

“Oh nggak ada apa-apa, tenang saja Bapak Asep,” kata dokter tersebut dengan ramah dan sopan untuk memenangkan kegelisahan Asep, yang kemudian pembicaraan itu berhenti sejenak.

“Tetapi sebenarnya yang terjadi adalah begini Bapak Asep dan sebelumnya saya minta maaf,” lanjut dokter tersebut setelah melihat Asep Nugraha dalam kondisi tenang.

Kemudian dokter manyatakan bahwa kondisi bayi yang dikandung Erna kurang baik, bahwa berdasarkan pemeriksaan dan analisa secara medis Erna mengalami kasus kehamilan langka yang disebut abrupsi plasenta (pelepasan plasenta premature). Sebuah kehamilan di mana plasenta yang seharusnya menjadi jalan penghubung nutrisi bayi, terlepas dari dinding uterus sebelum janin dilahirkan. Di sini, bayi dapat kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga detak jantungnya terlalu cepat. Sedangkan ibunya mengalami pendarahan hebat yang dapat mengancam jiwanya.

“Sehubungan dengan hal tersebut diatas Bapak harus memilih salah satu diantaranya, dengan penuh penyesalan kami tidak bisa menyelamatkan keduanya sekaligus.

Demikianlah bapak Asep, saya hanya sekedar menyampaikan saran menurut analisa medis dan bukanlah suatu pemaksaan, karena semua keputusan berada di tangan bapak,” kata dokter tersebut perlahan dan tetap sopan.

Tanpa diduga sebelumnya sebuah kabar tidak menggembirakan yang harus didengar oleh Asep dan seketika itu juga kabar tersebut menjadi sebuah pukulan besar bagi Asep.

Terima kasih dokter atas semua penjelasannya, namun saat ini saya belum bisa memutuskan karena kami harus membicarakannya terlebih dahulu dengan istri,” jawab Asep Nugraha terbata-bata.

Asep menyadari, bahwa waktu yang dimilikinya tidaklah banyak. Maka ia segera menghampiri istrinya dan menceritakan kasus yang sedang mereka alami. Tetapi dengan tegar Erna menjawab, “Selamatkan bayi kita, Pah. Rawatlah dia dengan penuh kasih sayang, aku rela dan aku sudah siap,” ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Kemudian Asep segera keluar dari ruangan tempat Erna dirawat, namun tidak segera menemui dokter. Karena kebingungan dan kebimbangan hati yang luar biasa membuat dia melangkahkan kaki mencari sebuah tempat atau ruangan yang disediakan untuk berdoa di rumah sakit.

Mungkin di sanalah dia nanti akan duduk berlutut dan bersujud untuk mencurahkan segala sesuatu permasalahan yang sedang dialaminya sebagai sebuah beban yang sangat berat, kepada Allah Tuhannya.

Dia tidak tahu jalan mana yang harus di ambil dan keputusan mana yang harus dipilihnya. Andaikata dia memilih anak bayinya untuk tetap hidup, maka resiko yang dihadapi adalah bahwa Erna istri yang dicintainya itu pasti akan meninggal.

Ke depan dia mungkin masih bisa mencari dan mendapatkan istri yang baru, sebagai pengganti ibu dari anak bayinya tetapi apakah nantinya juga akan sayang kepada anak tersebut dan apakah hidupnya juga akan bahagia seperti dengan istrinya saat ini yang setia, pengertian dalam melayani dirinya.

Karena banyak diceritakan seseorang mau menjadi istri muda atau istri pengganti ibu atau jelasnya sebagai ibu tiri karena ayah dari anak tersebut sudah memiliki kehidupan yang mapan.

Andaikata memilih kesehatan Erna istrinya, berarti anak bayinya itu yang harus direlakan untuk mati, maka terasa alangkah kejamnya dia dengan memutuskan hak hidup seseorang,.

Kemudian langkah kakinya menuntunnya untuk memasuki sebuah ruangan yang disediakan khusus untuk berdoa. Dan di dalam ruang tersebutlah  dia tekun berlutut dan berdoa…………………………….

Ya Tuhan dan Allahku, aku tahu ENGKAU begitu mencintai kami semua. Dan pada hari ini , aku harus memilih salah satu dari dua orang yang aku cintai.

Sesungguhnya, ya Tuhan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Namun aku tetap percaya bahwa dokter akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan orang-orang yang kucintai itu.

Dan apabila memang ternyata salah satu atau keduanya harus ENGKAU panggil, aku tetap yakin bahwa ENGKAU mencintai kami.

Aku tidak akan pernah marah, kecewa ataupun akan membenci-MU

Aku akan tetap mencintai-MU

Di dalam perasaan hatinya yang sedang hancur, Asep tidak ingin menganggap hal ini sebagai hukuman untuknya. Tetapi dia tahu bahwa memang hal tersebut sudah direncanakan oleh-Nya, dan tentu akan ada hal baik atau hikmah yang akan diperoleh kemudian.

Oleh karena itu kemudian disampaikannya kepada dokter yang akan menangani masalah istrinya :  “Dokter tolonglah saya, karena saya tidak bisa dan tidak sanggup untuk memilih salah satu di antara kedua orang yang sangat saya sayangi. Dan untuk itu saya mohon, silahkan lakukan saja apabila menurut pertimbangan dokter bahwa hal tersebut adalah yang terbaik.”

Maka dengan segenap timnya, para dokter bergerak cepat untuk melakukan pertolongan pada Erna dan bayinya. Karena keduanya berada dalam keadaan yang bahaya dan kesempatan hidup mereka adalah 50:50. Tidak ada yang tahu mana yang bisa diselamatkan terlebih dahulu. Tetapi semuanya hanya berusaha yang terbaik.

Sesudah sekian lama barulah dokter keluar dari ruangan operasi, menemui Asep Nugraha yang masih tertunduk dengan menyembunyikan mukanya pada kedua belah lengan tangan yang diletakkan di sandaran bangku panjang sambil memejamkan matanya. Dia sangat terkejut ketika dokter menepuk bahunya, karena saat itu pikirannya sedang melayang-layang entah kemana.

Kemudian dia berusaha menabahkan hatinya untuk mendengar kabar yang terburuk sekalipun dari dokter yang mengoperasi kandungan Erna  istrinya.

“Pak Asep, kami sudah berusaha dan berupaya melakukan hal yang terbaik, pak. Dan Alhamdulillah Puji Tuhan, kami telah berhasil menyelamatkan keduanya. Namun saat ini mereka masih tetap harus berada di bawah parawatan dan pengawasan yang ekstra ketat untuk keselamatannya,” kata dokter tersebut memberikan penjelasannya.

Seketika itu juga Asep Nugraha mengucapkan sujud dan syukur atas doanya. Karena dia tidak berani berharap kalau keduanya akan bisa diselamatkan. Dengan menghadapi kasus langka yang bisa membahayakan jiwa dari kedua orang yang disayangi tersebut, Asep Nugraha hanya berani berharap bahwa salah satu diantaranya berhasil diselamatkan.

Saudaraku pembaca semuanya, cerita diatas hanya merupakan sebuah contoh kejadian saja dari sekian banyak masalah yang terjadi melalui gubahan dan reka ceritera singkat mengenai Sulitnya Menentukan Pilihan Bagian Ke 2 sebagai peristiwa yang dapat kita ambil hikmahnya untuk pesan moral dan bahan perenungan dalam kehidupan kita masing-masing.

Setiap waktu dalam menjalani hidup ini manusia selalu dihadapkan pada sebuah pilihan, dan setiap saat harus benar-benar memutuskan bahwa pilihan itu baik, apakah itu merupakan sebuah pilihan yang mudah ataupun pilihan yang sulit.

Merupakan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan apabila sedang dihadapkan pada situasi untuk menentukan pilihan, selain memerlukan waktu berpikir untuk mengambil keputusan yang tepat, juga perlu memikirkan akibat apa saja yang akan muncul dari setiap keputusan yang diambil.

Yang menjadi pertanyaannya adalah, apa yang harus dilakukan pada saat mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan.?

Mungkin langkah-langkah dibawah ini bisa dipakai sebagai gambaran dalam menentukan sebuah pilihan.

  1. Harus menerima fakta bahwa tidak semuanya bisa di pilih.

Pada saat dihadapkan dengan berbagai pilihan, yang harus pahami terlebih dahulu adalah bahwa dalam hidup ini tidak semuanya bisa di pilih. Jadi untuk tegasnya adalah jangan pernah berpikir untuk bisa mendapatkan semuanya.

  1. Yakin dan percaya diri pada saat mengambil keputusan.

Tidak ada jaminan bahwa setiap keputusan yang di ambil itu benar. Apakah itu sebuah keputusan yang tepat atau tidak, hanya waktu yang akan menentukan. Oleh karena itu harus percaya pada intuisi dan kata hati serta jangan terpengaruh dengan pembicaraan orang-orang berada di sekitar.

Kalau hanya mendengarkan dan menerima pembicaraan mereka itu hanya sebagai masukan-masukan yang baik, tidak masalah. Tetapi yang harus di ingat adalah harus tetap mendengarkan kata hati dan yakin pada intuisi yang berada di dalam diri sendiri.

  1. Menentukan niat kemudian segera ambil keputusan

Manusia terkadang memang tidak pernah percaya diri dengan semua pilihan yang akan di putuskan, karena memang tidak pernah mengerti mengenai : “ apa, siapa, kapan, dimana dan mengapa,” dan andaikata dari setiap kata tersebut dibuat sebuah kalimat pertanyaan maka manusia akan seringkali menjadi ragu, pilihan mana yang akan dijadikan sebagai  keputusan.

Setelah melewati proses pemikiran yang panjang dan memantapkan niat, maka segeralah tetapkan keputusan. Keputusan yang telah dipilih adalah merupakan sebuah pilihan terbaik saat itu yang harus dijalankan, dan siap menerima setiap konsekuensi dari keputusan tersebut, tetapi yang terpenting adalah sudah memilih.

Dan jangan lagi menimbang-nimbang keputusan yang akan diambil karena hal itu justru akan membuat perasaan akan menjadi ragu kembali.

  1. Andaikata salah dalam mengambil keputusan.

Tidak selamanya keputusan yang di ambil bisa berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki. Karena manusia tidak pernah tahu sebelumnya, apakah keputusan yang diambil itu merupakan sebuah pilihan yang salah atau pilihan yang benar, hanya selalu berharap bahwa keputusan yang diambilnya itu adalah benar. Andaikata dia tahu bahwa keputusan yang diambilnya itu adalah  salah, mungkin dia tidak akan pernah menjalankan pilihan tersebut.

Apabila sampai terjadi bahwa pilihan yang telah diambil itu adalah salah maka dia harus menerima dan siap menjalankan konsekuensinya dan menganggap bahwa kesalahan tersebut sebagai sebuah pembelajaran untuk dapat membuat keputusan yang lebih baik di masa yang akan datang serta jangan terlalu larut dalam penyesalan.

  1. Berdoa

Apabila tahapan-tahapan tersebut diatas telah di lakukan, maka langkah selanjutnya adalah menyerahkan pilihan itu dalam doa kepada Yang Maha Kuasa. Mungkin kelihatannya hanya sepele, namun sesungguhnya langkah ini akan memudahkan dalam mengambil keputusan atau pilihan yang ada.

Yang perlu di ingat :

Ketika kita tidak tahu pilihan mana yang terbaik untuk diri kita sendiri, maka berserah pada-NYA adalah merupakan jalan yang terbaik dan beban itu tidak harus kita tanggung sendiri.

Dan pada saat kita merasa sudah tidak sanggup lagi, maka Dia akan meringankan beban kita dan memberikan hal terbaik yang tidak pernah berani kita minta, karena Tuhan akan membantu lebih dari apa yang bisa kita pikirkan.

-o0o-

BANDUNG–INDONESIA, AGUSTUS – 2015 

(Gubahan Ki Ageng Bayu Sepi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *