“JIKA MENGHADAPI KESULITAN KEMBALILAH KEPADA TUHAN”

KADANGKALA MANUSIA TIDAK BISA MENERIMA KETIDAK BERHASILAN DARI APA YANG DIINGINKAN, MUNGKIN LUPA   BAHWA MANUSIA HANYA DIWAJIBKAN UNTUK BERENCANA DAN BERUSAHA DAN TUHANLAH YANG MENENTUKAN.
 
Dikatakan bahwa manusia adalah merupakan ciptaan yang paling sempurna dan mulia bila dibandingkan dengan semua ciptaan yang ada, oleh karena itu hubungan antara manusia dengan Tuhannya sangatlah dekat bisa  diibaratkan antara urat leher dengan leher masih dekat hubungan manusia dengan Tuhannya.
 
Kemudian dengan secara tidak disadari manusia telah melakukan tindakan yang membuat jarak dengan Sang Pencipta melalui kesombongannya,  karena terlalu mengandalkan kemampuan dirinya sendiri, apakah itu tentang pola pikir, kedudukan atau status ataupun lainnya sehingga tidak bisa menerima masukan dari luar,  dan ini menjadikan hambatan  untuk bisa mengerti apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Hatinya tidak lagi menjadi peka dan tumpul karena segala sesuatu berdasarkan pertimbangan akal dan hasil penafsiran pemikiran dirinya sendiri.  Sehingga  tidak bisa lagi mendengarkan apa yang disampaikan oleh Tuhan serta tidak mengerti apa yang dikehendaki oleh Tuhan atau dengan kata lain  manusia bisa melihat karena di depan mata tapi tidak tahu apa maksudnya, bisa mendengar tapi tidak mengerti bagaimana harus memaknainya.
 
Akan tetapi Sang Pencipta Yang Maha Pemaaf ini selalu tetap setia menanti dengan kesabaran dan kasih sayangNya agar ciptaanNya itu sadar dan kembali kepadaNya.
 
Hanya dengan kerendahan hatinya manusia akan bisa kembali menemukan Tuhannya dan mampu mendengarkan apa yang  menjadi kehendakNya, baik itu dengan  membaca Sabdanya (Kitab Suci), atau dengan melaksanakan  Ritual atau Ibadah yang menjadi keyakinannya, maupun  melalui  perenungan atau tafakur bahkan bisa   lewat  sesama manusia di sekitar  nya  yang menjadi perantara bagi Tuhan untuk memperingatkan nya.
 
Tuhan akan memberikan penjelasan kepada manusia dengan menentukan waktu yang tepat , mungkin hanya sedikit atau lebih merupakan sebuah sentuhan tetapi membuat manusia itu akan langsung mengerti. Bagi manusia yang  berusaha untuk melakukan pendekatan kembali kepada Sang Pencipta agar mengerti apa yang menjadi kehendakNya, inipun tidak kepada setiap  orang diberikan kesempatan  bisa  dengan serta merta mendapatkan jawaban atau penjelasan secara langsung saat itu juga dari apa yang di inginkan, mungkin saja apa yang  ingin di ketahui sekarang ini mendapatkan jawaban entah kapan dan dimana yang secara tidak sengaja  diketemukan dengan melalui sarana  misalnya saja mendengarkan radio, membaca buku atau interaksi dengan manusia lainnya.
 
Saudaraku semuanya  ada  2 buah rekaan ceritera sebagai ilustrasi, seseorang yang dalam perenungannya atau bertafakur  bertanya jawab (berdialog) kepada Tuhannya tentang semua peristiwa yang dialami sepanjang hari dalam kehidupannya dan seorang yang lain dalam bertafakur menerima teguran atau sapaan,   yang kesemuanya itu sebagai gambaran betapa Kasih dan Sayang Sang Pencipta itu kepada Hambanya atau UmatNya.
 
Reka cerita ke-1
-Ceritera ini adalah sebuah dialog untuk menggambarkan  bahwa bagimana  dalam sehari itu Tuhan selalu melindungi manusia dengan kasih sayangNya dan memberikan yang terbaik bagi manusia namun manusia itu sendiri tidak mengerti.
-Suatu kebiasaan bahwa manusia cenderung ingin selalu memaksakan kehendaknya bahwa dengan merasa  dirinya telah beriman segala yang di inginkan harus terkabul/terlaksana. Disini manusia terkadang tidak menyadari siapa dirinya sebenarnya :
 
“Ya Allah ya Tuhanku, bolehkah hambaMu ini bertanya tentang sesuatu ?”
“Boleh.”
“Tapi ya Allah berjanjilah bahwa Engkau tidak akan memarahi kelancangan hambaMu ini.”
“Ya Aku tidak akan marah.”
“Mengapa ya Allah, Engkau mengijinkan banyak hal terjadi pada hambaMu sepanjang hari ini?
“Maksudnya?”
“HambaMu pagi ini bangun terlambat, lebih dari waktu yang biasanya.”
“Ya.”
“Memerlukan waktu yang cukup lama untuk menghidupkan mesin mobil.”
“Betul.”
“Sarapan pagi yang sudah disediakan tidak menarik sehingga hambaMu ini tidak berselera untuk memakannya.”
“Terus.”
“Waktu dalam perjalanan pulang dan akan membicarakan soal bisnis, tiba-tiba HP hambaMu ini mati tanpa sebab yang jelas dan tidak bisa dipakai lagi.”
“Lalu.”
“Dan pada akhirnya ya Allah, saat hambaMu sampai dirumah dalam kondisi badan yang cukup lelah, dan ingin sedikit istirahat untuk memulihkan kebugaran badan dengan menggunakan mesin pijat refleksi.  Tapi mesin itu tidak bisa hidup. Jadi tidak ada yang berjalan dengan benar sesuai dengan keinginan hambaMu sepanjang hari ini, ya Allah.”
 
“Wahai  hambaKu yang baik, biar Aku jelaskan semua yang telah terjadi sepanjang hari ini.
Engkau bangun terlambat, karena kondisi badanmu yang sangat lelah karena kurang istirahat, waktu yang kau perlukan untuk tidur belumlah cukup sehingga jika dipaksakan harus bangun sesuai waktu yang biasa  kondisi badanmu akan lemah, dengan beban pekerjaan berat yang harus dilaksanakan kau akan jatuh sakit dan parah. Bahkan mungkin malaekat mautpun akan menjemputmu. Oleh karenanya saat itu Aku membiarkanmu tidur dan bangun kesiangan  agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi padamu.”
“Oh, tapi….”
“Akupun tidak membiarkan mesin mobilmu hidup tepat waktu, karena nanti pada saat  bersamaan kau keluar rumah ada pengemudi mabuk, yang ngebut lewat jalan depan rumahmu dan pasti kamu akan tertabrak.”
(Tertunduk)
“Dalam sarapan pagi yang disediakan untukmu pengolahannya kurang bersih sehingga ada bakteri disana, Aku tidak ingin kamu jatuh sakit jika memakannya, karenanya Aku buat penyajian sarapan itu tidak menarik.”
(Semakin tertunduk dan malu)
Dan ketahuilah bahwa Aku sengaja membuat HP mu tidak berfungsi karena sebenarnya yang akan kau ajak berbisnis itu adalah penipu dan kamu akan menjadi korbannya. Aku tidak ingin hal ini terjadi padamu, lagi pula apabila HP mu nyala pada saat kamu sedang mengemudi konsentrasimu akan terganggu, dan bisa terjadi kecelakaan.”
Ya Allah, hambaMu mengerti,” (matanya berkaca-kaca).
“Tentang mesin pijat refleksi yang tidak mau hidup coba periksa, ada kabelnya yang terkelupas. Kalau dipaksakan akan terjadi konslet atau ada hal-hal buruk yang akan terjadi. Aku tahu bahwa kamupun pasti tidak akan menginginkan hal tersebut menimpa dirimu.”
Maafkanlah  hambaMu ini, ya Allah.” (menangis)
Tidak mengapa. Belajarlah untuk percaya Aku, karena RencanaKu untukmu jauh lebih baik daripada rencanamu sendiri.”
Ya Allah hambamu percaya dan terima kasih untuk semuanya.”
“Aku selalu bersamamu dan menjagamu…”
 
 
 
Reka cerita ke-2
-Ceritera ini adalah sebuah sapaan atau teguran yang lebih menggambarkan bahwa bagaimana dalam sehari itu Tuhan selalu menunggu dengan sabar  menanti kedatangan umatNya agar hubungan diantara keduanya menjadi lebih dekat supaya manusia mengerti apa yang dikehendaki oleh Penciptanya, namun manusia terlalu asyik dengan kegiatannya sendiri sehingga membuat jarak dan hatinya tidak lagi peka.
-Doa yang dibacakan hanya sebagai ucapan di mulut saja atau kebiasaan ritual saja untuk memenuhi unsur formal bahwa manusia telah berdoa tetapi tanpa disertai rasa syukur dalam hati :
 
 “Wahai, umatKu yang cantik,
– ketika kau bangun tidur pagi hari ini, Aku menunggumu untuk berbicara dan bercerita kepadaKu tentang apa saja yang telah terjadi sepanjang hari kemarin, tapi sayangnya kau sangat sibuk dengan memilih pakaian yang akan kau kenakan pada hari ini.
 
-Aku menunggu lagi ketika kau berlari keluar dan duduk di kursi tamu, Aku pikir kau  akan menyapaku ternyata kau mengambil HP untuk menceriterakan gosip terbaru pada temanmu.
 
-Saat makan siang di kantin, Aku memperhatikan kau waktu melihat sekelilingmu, mungkin kau malu berbicara kepadaKu, itulah sebabnya engkau tidak menundukkan kepala saat membaca doa sebelum makan.
 
-Tapi tidak mengapa masih ada waktu untuk berbicara denganmu, Aku akan menunggumu ketika kau pulang kerumah. Namun kelihatannya banyak hal yang harus kau kerjakan.
 
-Setelah tugas-tugasmu selesai , kau menyalakan TV dan duduk berjam-jam menonton acara kesukaanmu, tapi Aku tetap menunggumu dengan sabar sampai tiba waktunya kau merasa lelah dan tertidur.
 
-Mungkin kau tidak menyadari bahwa Aku selalu sabar menantimu karena Aku sangat mengasihi dan menyayangimu, Aku selalu menunggu saat-saat dimana kau berbicara kepadaKu dari hati ke hati.
 
-Aku selalu berharap bahwa kau mau memberikan waktumu untukKu.”
 
Saudaraku semua yang baik hati, dari dua buah reka cerita di atas dapat kita ambil hikmahnya sebagai berikut:
1. Apapun yang di alami dalam kehidupan di dunia ini merupakan hal yang terbaik menurut Tuhan untuk manusia.
 
2. Manusia tidak pernah mengerti hikmah dibalik suatu kegagalan, oleh karena itu hanya dengan kerendahan hati dan kaca mata iman manusia mampu melihat segala kejadian sebagai bukti kasih Allah baginya.
 
3. Maka sepantasnyalah kalau manusia selalu memohon : “Ya Allah Ya Tuhanku berilah hambamu ini  rahmat agar senantiasa pantas berkenan dihadapanMu dan jadikanlah hati hambaMu ini menjadi tahta kebesaranMu.”
 
Bandung,  Agustus 2012 (Gubahan Bayu Sepi)

 

3 Responses to “JIKA MENGHADAPI KESULITAN KEMBALILAH KEPADA TUHAN”

  1. an interesting article indeed! of course, with lots of things to reflect upon. lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails

  2. Sangat menyentuh hati dan inspiratif..hamba sbg manusia yg selalu sombong dan selalu menyalahkan keadaan..maafkan kami ya allah…

  3. ?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????.
    Mohon maaf ikut urun rembug

    ” Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah
    Kesenangan yang memperdayakan ” ( Al-Hadid:20)

    ” Dan tiadalah kehidupan di dunia ini selain dari
    Main-main dan senda gurau belaka ” ( Al-An’am: 32 )

    Sesungguhnya bahwa hidup di dunia ini kita tidak pernah terlepas dari rasa suka-duka, tawa-tangis, senang-sedih, Padahal apabila kita cermati, di dunia ini tidak pernah ada suatu keadaan suka yang abadi ataupun duka yang abadi, keduanya selalu datang bergantian dan sekadar beralih peran ketika masanya datang. Suatu keadaan yang mendatangkan suka pada hakikatnya dia akan menjadi duka pada masa yang akan datang. Sebaliknya keadaan duka adalah benih dari keadaan suka.
    Kita tidak bisa memilih yang satu dan menolak yang lain karena hakekat keduanya adalah sama
    — SUKA DAN DUKA KEMBALILAH KE TUHAN —

    Salam hormat untuk guruku Bayu Sepi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *