BERLAKU SABAR DAN BERPIKIR POSITIF

SULIT UNTUK MELIHAT KESALAHAN SENDIRI DAN LEBIH  MUDAH UNTUK MELIHAT KESALAHAN ORANG LAIN BAHKAN YANG KECIL SEKALIPUN.  TINDAKAN YANG BIJAKSANA ADALAH PERLU MAWAS DIRI DAHULU SEBELUM MENILAI ORANG LAIN.

BERLAKU SABAR DAN BERPIKIR POSITIF

Kurang bijaksana apabila berlaku kurang sabar dan cepat terbawa emosi serta menilai orang lain selalu kurang dan selalu salah  terutama bila didasarkan kepada kepentingan diri pribadi kita, hal ini  bisa dialami oleh semua orang manakala orang tersebut dalam  kondisi yang kurang stabil, selalu berpikir negatif, oleh karena itu harus belajar untuk bersabar agar kita jangan sampai salah dalam memberikan penilaian.

Suatu peristiwa terjadi ketika seorang dokter dengan bergegas menuju ke Ruang Operasi. Di dekat pintu telah berdiri seorang ayah dari anak yang akan dioperasi tersebut dengan wajah tegang dan kaku menghampiri sambil berkata dengan nada tinggi.

“Kenapa lama sekali dokter sampai ke sini dan seharusnya kan dokter yang tugas  sekarang.  Apakah dokter tidak menyadari bahwa kalau terlambat untuk di operasi nyawa anak saya akan terancam mungkin saja tidak tertolong.”

Dengan sabar dan sambil tersenyum dokter itupun berkata :

“Maafkan saya pak, saya sedang tidak berada di Rumah Sakit  tadi, tapi begitu saya menerima telepon dari pihak Rumah Sakit, secepatnya saya berangkat kemari.”

Kemudian pergilah dokter tadi dengan segera menuju Ruang Operasi. Setelah beberapa jam berlalu, keluarlah dokter tersebut dari Ruang Operasi dengan senyuman terpancar di wajahnya.

“Alhamdulillah, Puji Tuhan, keadaan anak bapak dalam kondisi yang stabil.”

tanpa menunggu jawaban dari si bapak, dokter tersebut  kembali berkata :

“Jika ada  hal yang ingin bapak tanyakan atau ingin bapak ketahui, Suster bisa membantu bapak,” katanya singkat.                                                                                                                                                                                                    “Permisi,”  lanjutnya,  kemudian setelah itu berlalulah dokter tesebut.

.“Suster, mengapa sikap dokter tadi sangat angkuh dan bahkan sombong sekali ?  Seharusnya dia itu memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya yang baru saja ditangani operasinya ?” tanya si ayah kepada suster dengan nada yang tidak puas.

Dengan meneteskan air mata suster tersebut menjawab perlahan :

“Bapak, kemarin sore anak dokter tadi mengalami sebuah kecelakaan dan nyawanya tidak tertolong. Meninggal di tempat kejadian.  Pada saat kami tadi menelpon dokter agar segera mengoperasi anak bapak, ia sedang dalam keadaan  berkabung dan menguburkan anaknya. Kemudian dia dengan segera datang kemari untuk melaksanakan tugasnya  melakukan operasi, setelah tugasnya selesai dan anak bapak sekarang sudah selamat, dia kembali berkabung.”

Saudaraku semuanya, dari sekelumit  cerita tersebut dapat kita ambil kesimpulan sebagai pesan moral sebagai berikut :

1.  Janganlah cepat berpikir negatif untuk menilai seseorang karena kita tidak pernah tahu apa yang sudah terjadi di balik kenyataan yang terlihat. Kita harus menyadari bahwa setiap orang disekitar kita mempunyai ceritera kehidupannya masing-masing yang tidak pernah terbayangkan atau terpikirkan oleh  benak kita yang sangat sempit dan sangat terbatas ini.

Perlu diketahui bahwa :
Ada air mata  dibalik  senyuman…         
Ada kasih sayang  dibalik  amarah…
Ada pengorbanan  dibalik  sikap ketidak   pedulian…
Ada harapan  dibalik  kesakitan….
 Ada kekecewaan   dibalik  derai tawa…  

2.  Berusaha untuk berlaku sabar dan bersikap sopan serta bijaksana dalam menghadapi segala macam hal juga  selalu mensyukuri apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita, apapun itu bentuknya dalam kehidupan ini. Namun ada satu hal yang harus selalu  kita ingat , bahwa kita bukanlah satu-satunya manusia yang hidup dengan menghadapi  banyak permasalahan di dunia ini.

Olah kerena itu :
Tersenyumlah…..  
Senyum mampu membasuh setiap luka…
Maafkanlah …….
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit..              

 3.  Sebagai penutup, ada satu pepatah yang mengatakan                                    “Janganlah kamu menghakimi, agar kamu juga tidak dihakimi. Dan ingatlah ukuran yang kita pakai untuk menghakimi, akan dipakai untuk menghakimi kita juga.”

 Yang harus diingat : Perlu mawas diri lebih dahulu sebelum menilai orang lain.

 ( Bayu Sepi )                                                                                                             

One Response to BERLAKU SABAR DAN BERPIKIR POSITIF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *