BUKAN BEGINI CARANYA

SEPERTI HAL NYA SEBUAH CERITA TENTANG ULAR YANG MERAYAP DIATAS GERGAJI DAN MENYEBABKAN LUKA PADA PERUTNYA. SI ULAR PUN BERANGGAPAN BAHWA GERGAJI ITU TELAH MENYERANGNYA DAN DIA PUN MEMBALAS DENGAN MEMATUK GERGAJI TERSEBUT BERKALI-KALI.

SERANGAN ITU MENYEBABKAN LUKA YANG PARAH DIBAGIAN MULUTNYA, KARENA MARAHNYA ULAR PUN MENGERAHKAN KEMAMPUAN TERAKHIRNYA UNTUK MENGALAHKAN MUSUHNYA DENGAN CARA MEMBELIT DENGAN KUAT. NAMUN BELITAN TERSEBUT MEMBUAT ULAR ITU TERLUKA PARAH PADA BAGIAN PERUTNYA DAN AKHIRNYA MATI.

PADA KEHIDUPAN SEHARI-HARI KADANGKALA SAAT MARAH, INGIN SEKALI MELUKAI ORANG LAIN. NAMUN SETELAH SEMUA BERLALU, BARULAH MENYADARI BAHWA YANG TERLUKA SEBENARNYA ADALAH DIRINYA SENDIRI.

BANYAKNYA PERKATAAN YANG TERUCAP DAN TINDAKAN YANG DILAKUKAN PADA SAAT MARAH MENGUASAI DIRI, SEBANYAK ITU PULA DIA MELUKAI DIRINYA SENDIRI.

PERLU DIKETAHUI BAHWA PERASAAN DENDAM, BENCI, CURIGA, PIKIRAN NEGATIF APAPUN, SEBENARNYA BAGAIKAN ULAR YANG MEMBELIT GERGAJI, YANG TELAH RIBUAN KALI MUNCUL DALAM PIKIRAN YANG MENUSUK DAN MEMBAKAR HATI SENDIRI.

OLEH KARENA ITU SETIAP SAAT HARUS BELAJAR DAN BERLATIH MENGAMPUNI, MEMAAFKAN DENGAN TULUS, SEHINGGA MAMPU DENGAN CEPAT MELEPASKAN DAN MEMBUANG SAMPAH YANG MENGOTORI HATI DAN PIKIRAN.

JANGAN BIARKAN DENDAM MENGUASAI DIRI DENGAN PERKATAAN YANG BERBEDA ADALAH JANGAN DIPERBUDAK OLEH RASA DENDAM.

-o-

priambada merasa agak heran ketika menerima sebuah undangan dari Panitya Temu Kangen atau Reuni bekas siswa MTsN, sebab dirinya sudah sangat lama tidak mengajar lagi di situ. Setelah dibaca dengan teliti, ternyata bahwa yang akan temu kangen tersebut adalah siswa lulusan antara tahun 2003/2004. Ketika itu Priambada memang masih mengajar di sana. Adapun yang menjadi Ketua Panitya Temu Kangen tersebut adalah Erlambang, dan Priambada teringat bahwa Erlambang adalah seorang murid terpandai di kelasnya.

Temu kangen tersebut diadakan pada hari Sabtu malam Minggu, yang pada dasarnya bahwa hari itu memang hari libur, tentu saja Priambada menyempatkan diri untuk menghadirinya, hitung-hitung bisa bertemu dengan para teman lama.

Ketika telah sampai di tempat penyelenggaraan pesta atau resepsi Temu Kangen lalu bersalaman atau berjabat tangan dengan para mantan murid karena mereka yang dahulu adalah siswa-siswi yang pernah dididiknya. Sekarang mereka sudah dewasa, dan mereka tampak gagah-gagah serta cantik-cantik.

Setelah itu kemudian Priambada bersalaman dengan para guru yang hadir dan sebagian tidak dikenalnya sebab mereka adalah guru baru. Tiba-tiba saja sejenak Priambada berdiri tertegun dan hatinya bergetar ketika bersalaman dengan salah seorang guru perempuan yang cantik dan dia  juga termasuk guru baru.

Perempuan cantik itu menggengam tangan Priambada erat sekali, dan mendahului memanggil nama dan kemudian dilanjutkan dengan berbicara perlahan, “Mas Pri, aku Wulan Jakarta, yang kurang lebih empat belas tahun lalu berada di Kali Jodo.”

Seketika itu juga Priambada teringat akan perjalanan atau kisah pengalaman hidupnya waktu itu ketika dahulu berada di Kali Jodo. Saat itu Priambada sendiri tidak mengucapkan apa-apa, hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. Akan tetapi celoteh suara hatinya sangat ramai sekali, penuh dengan Tanda Tanya yang Besar, dan tentu saja tidak ada yang bisa memberikan jawabannya, sebab yang bisa menjawab adalah Wulan itu sendiri.

Karena pertemuannya dengan ibu guru cantik yang bernama Wulan tersebut, maka Priambada tidak bisa berkonsentrasi mengikuti jalannya acara temu kangen tersebut. Angan-angannya hanya tertuju pada Wulan, Kalijodo Jakarta, kurang lebih lima  belas tahun yang telah lalu. Dan sekarang Wulan sampai berada disini, ini bagaimana logikanya, atau bagaimana jalan ceritanya.

Pikirannya melayang ke Kali Jodo yang dahulu, kemudian kembali lagi ke Wulan yang cantik, apalagi sekarang mengenakan Hijab, jalan ceritanya bagaimana bisa begini.

Hingga dadanya terasa sesak memikirkan hal itu dan katanya dalam  hati : “Aku ingin acara Temu Kangen ini segera selesai kemudian bisa berbincang-bincang dengan Wulan untuk bisa mengerti jalan ceritanya.” Karena keinginan yang sangat menggebu agar acara segera selesai, maka hatinya semakin merasa bahwa acara tersebut malah menjadi sangat lama dan tidak kunjung selesai.

Hatinya benar-benar merasa lega ketika acara sudah selesai. Priambada segera menyalami semua guru dan mantan murid-murinya. Akan tetapi ketika bertemu dan bersalaman dengan Wulan, kejadian selanjutnya bertolak belakang dengan apa yang diharapkan. Ternyata Wulan tidak berkata apa-apa meski sepatah katapun, hanya bersalaman saja sambil memberikan selembar kertas yang terlipat, sepertinya sebuah surat.

Ketika di tengah perjalanan Priambada berhenti sebentar lalu surat tersebut dibuka serta dibacanya dan ternyata isinya sangat singkat : “Mas, aku ingin bertemu denganmu sendirian, besok hari Minggu di Alun-Alun Kota Bandung.”

Isi surat yang sangat singkat dan padat tersebut tentu saja membuat sesak dada Priambada, sebab semakin banyak pertanyaan yang tidak terjawab berseliweran hilir mudik di dalam angan-angannya. Malam hari itu Priambada gelisah tidak bisa segera memejamkan mata untuk tidur. Teringat akan perjalanan hidupnya kurang lebih empat belas tahun yang lalu, ketika dia sudah hampir lulus kuliah S-2 di Jakarta.

Ketika itu dosen Ilmu Jiwa Masyarakat memberikan tugas kepada Priambada untuk mengadakan penelitian di kompleks lokalisasi WTS paling terkenal di Jakarta, yaitu Kali Jodo. Awalnya Priambada merancang wawancara dengan Wanita Tuna Susila atau WTS sebanyak kurang lebih lima puluh orang. Awal mulanya dia juga merasa canggung dan ragu-ragu, akan tetapi ketika wawancara sudah terjadi dengan beberapa orang diantara mereka , akhirnya menjadi biasa dan hatinyapun semakin tenang dan mantap.

Sampai pada giliran perempuan yang ke empat puluh empat, wawancara yang kulakukan berjalan dengan lancar, dan hampir bisa di simpulkan bahwa sebagian besar perempuan tercebut yang berada disitu karena alasan ekonomi. Secara samar-samar Priambada sendiri mengetahui dan merasakan ada alasan lain yang tersembunyi dibalik itu yakni akhlak.

Tetapi ketika sampai pada giliran perempuan yang ke empat puluh lima, Priambda menjadi terkejut dan tertegun. Namanya Wulandari, umurnya duapuluh tahun, dan berada disitu kurang lebih antara satu tahunan dan menjadi primadona di lokalisasi tersebut. Sampai sekarang secara bayang-bayang Priambada masih teringat dengan jawaban dari Wulandari yang jujur, polos dan juga memperhatikannya.

“Mas, aku ini lulusan Madrasah Aliyah. Aku menjadi orang nakal sebab sakit hati karena dikhianati oleh tunanganku. Niatku bukan atau tidak untuk mencari uang, tetapi hanya ingin merusak hidup semua lelaki. Yang masih perjaka aku rusak keperjakaannya dan yang sudah mempunyai istri aku rusak kehidupan rumah tangganya.

Jawaban yang jujur dan polos menyebabkan hati Priambada menjadi tegar menghadapinya. Ketika itu Priambada berkata, “Dik Wulan,  Aku ini betul-betul masih perjaka tulen, apa kamu juga akan merusak aku ?”

“Iya, jawabnya mantap. “Pokoknya semua lelaki.”

Dengan memandang tajam pada matanya, Priambada berkata dengan sesumbar : “Kalau memang begitu yang menjadi niat kamu, aku tantang sekarang. Kamu ingin merusak lelaki yang baik seperti aku, tetapi aku ingin memperbaiki perempuan yang rusak seperti kamu.”

Wulandari memandang tajam kepada Priambada, dan tampaknya dia tersinggung dan marah dengan kata-kata yang diucapkan Priambada.

“Berani atau tidak, kamu  menghadapi tantanganku ?” tanya Priambada lagi.

“Berani,” sahutnya pendek. “Mari masuk kamar,” lanjutnya kemudian.

Priambada mengikuti ajakan Wulandari masuk ke dalam kamarnya. Bermacam-macam tingkah yang dilakukan oleh Wulandari untuk menggoda Priambada, yang maksudnya agar Priambada menjadi tertarik. Tetapi ternyata sampai jam sepuluh malam, mereka tetap hanya mengobrol saja. Ketika berpamitan pulang Priambda berkata : “Katanya taripmu dua ratus lima puluh perjam. Meskipun kita hanya duduk mengobrol selama dua jam, tetapi aku akan mambayar lima ratus untuk waktu yang telah terpakai. Dan besok aku akan kemari lagi.”

Malam berikutnya Priambada datang lagi, dan tetap mereka hanya duduk mengobrol saja. Pada malam yang ke enam Priambada membayar uamg atas waktu yang sudah dipakai, sambil berkata, “Kalau cara berdandanmu menor seperti ini, walaupun sampai kapan pun aku tidak akan pernah tertarik denganmu. Coba besok kamu berdandan yang sederhana saja, seperti ketika kamu akan pergi kesekolah dahulu.”

“Mengenakan Hijab ? Berkerudung ?,” ayin Wulandari memastikan.

Priambada mengangguk sambil pergi.

Pada malam yang ke tujuh, ketika Priambada datang, Wulandari berdandan sederhana dan biasa saja dengan mengenakan baju warna orange. Tanpa make up kecuali memakai lipstick tipis. Wajahnya terlihat sangat cantik yang dilingkar oleh kedurung yang juga berwarna orange, tingkah lakunya sederhana. Tidak banyak gaya sepeti perilaku seorang perempuan penghibur. Akan tetapi acaranya tetap hanya mengobrol, hingga jam sepuluh, 

Ketika itu secara terus terang Wulandari bertanya : “Mas, apakah kamu impoten ?”

“Enggak, saya orang yang sangat normal,” jawab Priambada jujur.

“Mengapa tidak tertarik ketika aku goda ?” lagi tanya Wulandari.

“Karena aku menganggap bahwa kamu adalah adikku. Setiap melihatmu, dalam hatiku hanya ada rasa sayang dan sakit seperti teriris-iris. Anak yang sangat cantik sepertimu ini, disini ternyata hanya dianggap sebagai barang yang gampang untuk disewa. Niatmu untuk merusak semua lelaki, karena rasa dendam dengan tunanganmu yang mengingkari. Tetapi sebenarnya yang rusak itu adalah dirimu sendiri. Dengan tindakanmu berada disini, semua orang malah akan membenarkan tunanganmu yang pergi meninggalkan kamu. Kalau memang benar-benar marah dengan tunangamu dan ingin membalas sakit hati, seharusnya kamu tidak berada disini, dan bukan begini caranya.

Dan yang kamu lakukan sekarang ini adalah merupakan sebuah cara balas dendam yang keliru yang merugikan diri sendiri, seperti halnya sebuah cerita seekor ular dengan gergaji.

Begini ceritanya, ada seekor ular yang mamasuki gudang tempat kerja Seorang Tukang kayu di malam hari. Kebiasaan Si Tukang Kayu adalah membiarkan sebagian Peralatan Kerjanya Berserakan dan Tidak Merapikannya.

Nah, ketika Ular itu masuk kesana, seara kebetulan ia merayap di atas gergaji menyebabkan perut Ular terluka….. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun kemudian membalas dengan Mematuk Gergaji itu berkali-kali.

Serangan yang bertubi-tubi malah menyebabkan luka parah di bagian mulutnya… Karena rasa Marah dan Putus Asa…., lalu ular itu berusaha Mengerahkan Kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun kemudian Membelit Kuat gergaji itu. Belitan yang Menyebabkan tubuhnya terluka amat parah. Akhirnya ia sendiri pun mati dan binasa.

Dan di Pagi harinya Si Tukang Kayu menemukan bangkai ular tersebut di sebelah gergaji kesayangannya.

Atau mau memilih cerita yang ke dua, sebagai contoh cara membalas yang tidak merugikan diri sendiri, namun membuat menyesal orang dengan apa yang telah diakukannya.

Cerita ini adalah sebuah kisah yang didapat dari sebuah postingan group WhatsApp, yaitu Kisah ketika Mahatma Gandhi sedang belajar hukum di University College London.

Ada seorang professor yang bernama Peter yang tidak menyukai Mahatma Gandhi.

Pada suatu hari ketika Professor Peter sedang makan siang di kantin kampus, tiba-tiba Gandhi datang dan duduk disampingnya sambil membawa makan siangnya.

Professor Peter berkata : “Gandhi…apakah anda tidak mengerti bahwa seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan ?”

Gandhi bagaikan orang tua yang menatap anak nakal menjawab : “Jangan khawatir Prof… Saya akan segera terbang,” dan Gandhi segera ngeloyor ke meja lainnya.

(Jadi disini siapa babi dan siapa burung, menjadi jelas).

Hari berikutnya di dalam kelas Professor Peter sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi di depan mahasiswa yang lain : “Gandhi andai kamu sedang berjalan tiba-tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh uang dan 1 tas penuh dengan kebijaksanaan, mana yang akan kamu ambil ?”

Tanpa ragu Gandhi menjawab : “Ya jelas uang lah.”

Professor Peter tersenyum sinis, sambil tertawa dia berkata dengan bangga : “Jika itu aku, maka aku akan mengambil kebijaksanaan.”

Dengan santai Gandhi menjawab : “Seseorang itu biasanya mengambil apa yang tidak dia punya.”

Lalu dengan penuh kemarahan Prof. Peter menulis kata “IDIOT” pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikan ke Gandhi.

Gandhi mengambil dan duduk sambil berusaha keras untuk tetap tenang.

Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang Professor seraya berkata dengan sangat sopan : “Prof….anda baru saja menanda tangani lembar jawaban ini tapi belum memberi nilai.”

(Kembali Professor Peter hilang akal, dan tidak bisa berkata apa-apa).

Nah, kira-kira begitulah sebuah gambaran sebagai bahan pertimbangan apa yang harus dilakukan kedepannya,” demikian penjelasan Priambada.

“Lantas, aku bagaimana ?” tanyanya dengan serius. “Dan apa yang harus aku lakukan,” lanjutnya kemudian.

“Menurut berita yang pernah kudengar, bahwa orang tuamu adalah orang yang cukup mampu di bidang materi. Sedangkan kamu sendiri ternyata merupakan seorang anak yang pandai, dan seharusnya yang kamu lakukan adalah melanjutkan pendidikan atau kuliah sampai lulus dan kemudian menjadi guru lalu mencari jodoh seorang lelaki yang statusnya bisa melebihi keadaan atau status dari mantan tunanganmu itu,” kata Priambada lagi.

Seperti biasanya, ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Priambada pun akan pergi meninggalkan tempat itu, namun Wulandari menahannya. Matanya menatap tajam Priambada, akan tetapi tiba-tiba ada air mata yang keluar dan menetes dari sudut-sudut matanya.

Kemudian dengan perlahan Wulandari berkata : “Mas ? Apakah benar kamu tulus, menganggap bahwa aku ini adikmu ? Aku ini perempuan yang sudah rusak dan kotor, Mas ?”

“Aku benar-benar tulus, kamu kuanggap seperti adikku sendiri. Oleh karena itu aku tidak pernah bisa tertarik dengan godaanmu. Sekarang coba dipikir dalam-dalam, apa yang semua telah kukatakan kepadamu tadi.”

“Terima kasih, Mas,” sahutnya perlahan sambil mengantarkan kepergian Priambada.

Itu adalah kejadian pada empat belas tahun yang telah lalu, ketika Priambada sudah hampir menyelesaikan kuliahnya. Setelah itu dan untuk selanjutnya Priambada juga sudah tidak pernah memikirkannya lagi. Akan tetapi secara tak disangka-sangka mereka bertemu lagi dalam acara reuni siswa madrasah. Maka permintaan Wulandari untuk bertemu berdua diturutinya.

Hari Minggu pagi Priambada berangkat menuju alun-alun Kota Bandung. Ketika sampai ditempat yang telah ditentukan, ternyata Wulandari sudah berada disana dan menunggu kedatangan Priambada dengan mengenakan baju dan kerudung berwarna orange sama seperti pada lima belas tahun yang telah lalu. Tangan Priambada digenggamnya dengan kencang serta diciumnya dan kemudian ditempelkan di pipinya. Kemudian Priambda diajak duduk-duduk di sebuah sudut sebelah barat yang agak sepi dari para pengunjung.

Sepertinya Priambada sendiri juga sudah tidak sabar ingin mengerti, perjalanan hidup Wulandari, yang kemudian bertanya : “Dik Wulan, bagaimana jalan ceritanya hingga kamu sampai mengajar di madarasah itu ?”

“Mas, Malam terakhir pertemuanku denganmu di Kompleks Kali Jodo dahulu itu, juga menjadi malam yang terakhir aku tinggal disana. Besoknya aku mengemasi semua barang-barangku kemudian pulang ke rumah orang tuaku dan ketika tiba saatnya pendaftaran kuliah, aku mendaftarkan untuk kuliah di Bandung. Tekadku hanya ingin menghindar dan menjauh dari Jakarta, kota yang mencatat sejarah buram dalam hidupku. Maka setelah lulus kuliah, aku mencari pekerjaan di sini, Alhamdulillah, sejak enam tahun lalu aku diangkat guru di madrasah itu.”

“Alhamdulillah,” ucapku. “Jadi pembicaraanku dahulu itu kau perhatikan sekali Dik ?”

“Bukan hanya ucapanmu saja Mas,” jawabnya. “Pengakuanmu mau menganggap aku seperti adikmu, itu yang menumbuhkan tekad dan semangatku untuk kembali kepada jalan yang lurus. Aku ingin melaksanakan nasehatmu di malam terakhir dahulu Mas. Maka kemudian aku melanjutkan kuliah.”

“Nasehatku dahulu, setelah jadi guru kamu harus mencari jodoh seorang lelaki yang melampaui tunanganmu dahulu dalam segala hal. Apakah kamu sudah mempunyai calon ?”

“Belum mas, aku menunggumu.”

“Dik, aku sudah beristri. Andaikata saja belum berumah tangga, aku juga……”

Wulandari tertawa dan memutuskan pembicaraan Priamabda : “Bukan itu maksudku, Mas. Umpama saja engkau masih perjaka, aku juga tidak ingin menjadi istrimu, sebab aku akan lebih memilih untuk menjadi adikmu. Aku menunggumu ini hanya ingin memastikan kalau engkau masih tetap menganggap aku ini sebagai adikmu. Di daerah sini aku jauh dari orang tua dan saudara, aku tidak punya siapa-siapa yang bisa dimintai perlindungan.”

“Kamu memang adikku, anak cantik. Disini kamu tidak sendirian, kamu punya saudara yang sewaktu-waktu siap membantu mengurai dan melepaskan keruwetan hidupmu.”

Wulandari memandang Priambada dengan mata yang berkaca-kaca, dan terdengar ucapannya, “Terima kasih, Mas. Hatiku menjadi tenteram berada disini, sebab mempunyai kakak yang dapat untuk meminta nasehat dan pertimbangan serta meminta perlindungan.”

Setelah berdiam sejenak dan terlihat sedang memikir, tiba-tiba saja Wulandari bertanya dengan nada yang serius : “Mas Pri, jawablah dengan jujur.  Apakah orang seperti aku ini masih pantas untuk menjadi perhiasan rumah tangga. Karena perhiasan sebuah rumah tangga itu adalah istri yang shalikhah. Mas, aku ini bekas perempuan penghuni Kompleks Kali Jodo.”

Kemudian diusapnya rambut Wulandari yang tertutup kerudung, dan kemudian keluarlah ucapan dengan kata-kata yang penuh rasa kasih sayang,

“Adikku yang cantik. Kamu bukan perempuan penghuni Kompleks Kali Jodo lagi. Hapuslah ingatanmu tentang Kompleks Kali Jodo yang remang-remang itu, sebab sekarang Kompleks Kali Jodo sudah tidak ada lagi, karena sudah ditutup oleh Gubernur DKI dan diubah menjadi tempat yang sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Dan anggaplah bahwa perjalanan hidupmu selama kurang lebih setahun di Kompleks Kali Jodo dahulu itu, seperti halnya sebuah mimpi ketika kamu sedang tidur dan empat belas tahun yang lalu kamu sudah terbangun dari tidurmu.

Ketika kamu sudah bangun dari tidur, artinya mimpimu tadi sudah hilang dan tidak ada bekasnya. Dan kenyataannya, Wulandari sekarang sudah benar-benar menjadi perempuan shalikhah yang memang pantas menjadi perhiasan sebuah rumah tangga. Aku bicara jujur dik, aku ini saudara tuamu, dan tidak akan pernah membohongi adikku sendiri yang cantik jelita ini.”

Mendengar perkataan Priambada yang penuh dengan rasa kasih sayang tadi, maka Wulandari tidak kuat lagi menahan diri, dan kemudian merangkul Priambda sambil menangis terisak-isak.

Disela-sela isak tangisnya, kemudian terdengar kata-katanya yang terbata-bata : “Terima kasih, Mas. Terima kasih untuk semuanya. Engkau telah membangkitkan semangat hidupku. Engkau telah mengangkat aku dari tempat yang gelap kepada jalan yang terang, dan engkau sudah mau mengaku aku seperti adik kandungmu sendiri. Mas Pri, engkau adalah akakku, dan akan aku melaksanakan semua nasehatmu.”

Dibiarkanmya Wulandari menumpahkan perasaannya. Hingga beberapa saat dan setelah lepas rangkulannya, keluar lagi ucapannya, “Itulah sebenarnya mengapa aku ingin bertemu denganmu disini dan bukan ditempat Temu Kangen dulu itu, Mas Pri.  Sekarang aku sudah merasa laga, dan ingin menata hidupku untuk seterusnya dengan tekad hati yang mantap dan tidak pernah ragu-ragu lagi.”

“Aku gembira sekali dik Wulan, aku gembira karena kamu sekarang telah menjadi seorang perempuan yang salikhah, jadi seorang guru di madarasah. Aku gembira bisa kembali bertemu denganmu, dan aku bangga mempunyai seorang adik yang cantik jelita sekali seperti dirimu. Allah memberkahi hidupmu untuk seterusnya, Insha Allah,” sahut Priambada.

“Aamiin, Ya Robbal Alamin” ucapnya sambil memegang tangan Priambada dan ditempelkan di dahinya.

Tidak terasa berjalannya sang waktu dan setelah tersadar hari sudah sangat siang. Kemudian Wulandari diajaknya makan di sebuah rumah makan yang terdapat di sekitar Alun-Alun Kota Bandung, sambil untuk merayakan pertemuan kembali dengannya yang tak pernah disangka sebelumnya. Di dalam hati Priambada selalu memuji syukur, Karena Wulandari Perempuan Kompleks Kali Jodo yang dahulu sekarang sudah kembali menjadi perempuan yang terpuji, Allah memang Maha Kuasa dan Maha kasih.

-o-

 

Untuk saudaraku para pembaca diutamakan untuk lingkungan sendiri, gubahan cerita diatas hanya sekedar merupakan contoh kejadian saja dari sekian banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, melalui reka cerita dengan judul BUKAN BEGINI CARANYA merupakan suatu peristiwa yang didalamnya memuat hikmah tentang Apa yang direncanakan oleh manusia belum tentu berakhir seperti apa yang diharapkan, Perasaan ingin membalas dendam ketika dihianati atau disakiti perasaannya dan Dengan kesabaran Priambada berhasil menyadarkan Wulandari dari kesalahannya sebagai pesan moral dan bahan perenungan dalam menjalani kehidupan kita dalam membina keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga sehari-hari.

 

 APABILA TAKDIR MENENTUKAN TIDAK BUKAN BERARTI SEMUA YANG TELAH DILAKUKAN  MENJADI SIA-SIA

Dari cerita diatas Wulandari yang sudah bertunangan, gagal menikah karena dikhianati dan ditinggal menikah dengan perempuan lain oleh tungannya itu, jadi apa yang direncanakan oleh manusia belum tentu berakhir seperti apa yang diharapkan.

Manusia bisa memilih siapa orang yang di cintai, akan tetapi hati tidak pernah memilih kepada siapa akan jatuh hati. Terkadang dalam mencintai seseorang namun seseorang tersebut tidak balik membalas mencintai. Pada awalnya ada orang yang berusaha mengejar kisah cintanya namun pada akhirnya orang tersebut tetap tidak bisa mendapatkannya.

Adakalanya juga tanpa disadari hati itu akan jatuh kepada seseorang yang tidak pernah dipilih sebelumnya. Dengan kalimat yang bereda setelah seseorang berusaha mengejar cinta yang dipilih sebelumnya, akan tetapi pada akhirnya jatuh hati kepada orang lain yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

 

Berusaha Untuk Mendapatkan Cinta Yang Di Inginkan Itu Harus, Akan Tetapi Meskipun Sudah Berusaha Bukan Berarti Dapat Menentang Takdir Tuhan.

Manusia tidak akan pernah tahu akhir dari kisah cintanya. Entah nanti pada akhirnya dia akan bersama dengan orang yang dicintainya atau tidak, namun semua itu dia harus berusaha untuk mendapatkan cinta yang di inginkan.

Meskipun manusia harus berusaha mendapatkan cinta yang di inginkan bukan berarti dia harus lupa dengan takdir Tuhan. Manusia harus menyadari bahwa apa yang di cintainya belum tentu akan bisa menjadi miliknya. Manusia memang harus berusaha namun jangan pernah berpikir dapat menentang takdir Tuhan.

 

Berusahalah Agar Bisa Mendapatkan Cinta Yang Di Inginkan, Namun Jangan Pernah Lupa Bahwa Selalu Ada Takdir Diantara Usaha Dan Doa Yang Dilakukannya.

Manusia boleh berusaha untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan, bahkan bukan hanya boleh tetapi diharuskan untuk berusaha dan berdoa. Namun jangan pernah lupa bahwa selalu ada takdir diantara usaha dan doa yang dilakukannya. Tidak peduli seberapa kuat dia berusaha atau seberapa besar usaha yang dilakukan baik tenaga, intelektual maupun emosi dan seringnya berdoa tetapi jika orang yang dicintai bukan ditakdirkan untuk menjadi miliknya maka sampai kapan pun dia tidak akan pernah menjadi miliknya.

 

Silahkan Berusaha Dan Berdoa Untuk Mendapatkannya, Namun Serahkan Semua Usaha dan Doamu Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

Manusia memang boleh berusaha dan berdoa untuk mendapatkan cinta yang di inginkan. Namun apabila usaha dan doa yang dilakukan tidak mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan maka jangan pernah merasa bahwa Tuhan itu tidak adil.

Karena manusialah yang harus mengerti bahwa ada takdir yang tidak bisa di tentang meskipun sudah berusaha sekuat tenaga baik dengan tenaga, pikiran maupun emosi serta berdoa sesering mungkin. Akan tetapi harus menyadari dan mensyukuri bahwa apa pun yang telah diberikan oleh Tuhan itu adalah yang terbaik.

 

Jangan Pernah Lupa Untuk Melibatkan Tuhan Didalam Setiap Usaha Maupun Doa,Agar Ketika Takdir Berkata Tidak Maka Tidak Akan Merasa Putus Asa.

Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa dan dia hanya bisa memilih orang yang dicintainya, namun dia tidak pernah tahu bahwa hatinya akan jatuh kepada siapa nantinya.

Manusia memang harus berusaha dan berdoa namun dia pun jangan pernah lupa bahwa harus melibatkan Tuhan didalam setiap usaha dan doa yang dilakukannya, agar apapun yang terjadi nantinya dia tidak akan pernah menyalahkan Tuhan karena tidak mengabulkan apa yang dimintanya.

 

Apabila Yang Dicintai Tidak Ditakdirkan Menjadi Miliknya Sebab Apa Yang Diinginkan Tidak Terdapat Pada Orang Yang Dicintainya Dan Tuhan Akan Memberikan Gantinya Sesuai Dengan Apa Yang Menjadi Keinginannya.

Manusia harus menyadari bahwa semua usaha dan doa nya tidak akan pernah menjadi kenyataan jika apa yang diinginkan bukanlah ditakdirkan untuk menjadi miliknya. Namun bukan berarti usaha yang dilakukan akan menjadi sia-sia dan tak berguna, karena apa yang dimintanya tidak terdapat pada orang yang dicintainya,

Namun meskipun orang yang dicintai tidak akan menjadi miliknya tetapi Tuhan akan memberikan gantinya sesuai dengan apa yang menjadi keinginannya.

–o–

 

BALAS DENDAM KETIKA DISAKITI

Dari cerita diatas bahwa Wulandari merasa disakiti hatinya karena dikhianati cintanya, maka dia berkeinginan untuk membalas dendam.

Dalam kehidupan bermasyarakat bila diperhatikan, seringkali ditemukan ada orang-orang berupaya membalas dendam guna meredakan kepedihan emosi karena disakiti. Ada yang mengatakan bahwa memang sesuatu hal yang wajar andaikata ada seseorang yang marah ketika disakiti atau dicelakai dengan cara apa pun. Bahkan ada pula yang mengatakan, bahwa ada rasa puas di hati ketika sudah bisa membalas dendam.

Ada berbagai macam cara seseorang itu disakiti, misalnya mulai saja dari diremehkan, dicaci, dihina hingga ujaran kebencian bahkan diserang secara fisik, ditampar, dijegal atau bahkan dirampok dan seterusnya, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui sosial media.

Andaikata saja bisa ikut merasakan betapa tidak enaknya perasaan ketika dihina apalagi disaksikan oleh banyak orang, maka tidak akan bisa dengan mudah menyalahkan begitu saja kalau ada orang yang marah karena dihina atau disakiti hatinya dan mengatakan : “Akan aku berikan balasan yang setimpal dengan apa yang telah dilakukannya. Kalau perlu akan aku berikan dengan bunganya sekalian !”

Sebuah contoh kasus, misalnya di tempat kerja semakin banyak pegawai yang merasa kecewa dan berupaya membalas dendam terhadap pimpinannya, mereka bisa dengan cara merusak atau menghapus informasi penting di jaringan computer perusahaan. Lainnya lagi ada juga yang mencuri rahasia perusahaan lalu menjualnya atau dengan menyebar luaskannya. Selain mencuri berkas elektronik, ada juga pencurian barang perusahaan masih merupakan cara yang banyak dilakukan oleh para pekerja untuk membalas dendam.

Bentuk balas dendam yang paling umum terkadang bisa dengan melibatkan orang-orang yang terdekat, misalnya sahabat, rekan, ataupun anggota keluarga. Dalam kehidupan bermasyarakat, perasaan sakit hati karena kata-kata yang kasar atau tindakan yang sembrono sering kali dapat menimbulkan reaksi balasan.

Cara balas dendam yang nggak benar akan dapat merugikan diri sendiri seperti cerita ular dan gergaji atau mengakibatkan terjadinya tindakan balas dendam yang terus berulang dan berkepanjangan atau bahkan malah akan menjadi urusan yang berwajib.

-o-

 

Balas dendam itu merugikan dan bisa bekepanjangan

Dalam kehidupan sehari-hari seandainya saja ada yang berbicara kepada seseorang dengan nada suara yang kasar, lalu apakah seseorang itu harus menukas pembicaraan tersebut dengan nada kasar juga?

Yang perlu diketahui dan diingat bahwa amarah akan menghabiskan waktu dan energi karena secara terus-menerus memikirkan pengalaman yang menyakitkan, dan di dalam batin mengutuki orang-orang yang menyakiti, serta menyusun siasat untuk bisa membalas dendam.

*). Mengambil sebuah contoh cerita dari Alkitab yang menceritakan bahwa sewaktu putra-putra Yakub, seorang patriark Ibrani, mendengar bahwa seorang Kanaan bernama Syikhem telah menodai adik mereka, Dina. Mereka “merasa sakit hati dan menjadi sangat marah.” (Kejadian 34:1-7). Untuk membalas kesalahan yang dilakukan terhadap adik mereka, dua putra Yakub bersiasat untuk membalas dendam terhadap Syikhem dan rumah tangganya. Dengan tipu muslihat, Simeon dan Lewi memasuki kota orang Kanaan itu dan membunuh semua laki-laki, termasuk Syikhem.

Apakah pembantaian itu menuntaskan masalahnya ? Sewaktu Yakub mengetahui tindakan putra-putranya, ia menghardik mereka, “Kamu telah menyebabkan aku dikucilkan dengan membuat aku menjadi bau busuk bagi penduduk negeri ini…. mereka pasti akan berkumpul melawan aku dan menyerang aku dan aku pasti dimusnahkan, aku dan keluargaku.” (Kejadian 34:30). Ya, bukannya menuntaskan masalah, tindakan balas dendam mereka justru menambah masalah, keluarga Yakub kini harus berjaga-jaga terhadap serangan balasan dari tetangga yang marah. Kemungkinan besar untuk mencegah terjadinya hal itu, Allah memerintahkan Yakub agar memindahkan keluarganya dari daerah tersebut ke Betel. (Kejadian 35:1,5).

Peristiwa pemerkosaan Dina tersebut menonjolkan sebuah pelajaran yang penting, yaitu bahwa balas dendam seringkali menimbulkan tindakan balas dendam lagi dan terjadilah siklus yang terus berulang.

-o-

*). Kemudian, bagaimana seseorang bisa hidup dengan senang dan tenang jika kebencian dan perasaan yang bersifat merusak itu terpendam dalam dirinya.

Sebagai sebuah contoh bila diperhatikan apa yang telah terjadi di begitu banyak bagian dunia di mana terjadi ketegangan etnik dan agama. Sering kali satu pembunuhan dibalas dengan pembunuhan dan hal ini justru memperpanjang siklus kebencian dan kematian yang tak ada akhirnya. Misalnya, sewaktu bom menewaskan 18 remaja dalam serangan teroris, seorang wanita yang berduka menjerit, “Kita harus membalas mereka seribu kali lipat !” Akibatnya, kebrutalan malah meningkat dan semakin banyak orang lagi terseret ke dalam konflik tersebut.

 

Maka, tepatlah kata-kata peribahasa Jerman yang berbunyi : Balas dendam pasti segera dibalas lagi.

-o-

CARA BALAS DENDAM YANG BAIK ADALAH TIDAK MELAKUKAN PERLAWANAN DAN TETAP BERTAHAN TETAPI MEMBUAT ORANG MERASA MENYESAL DENGAN APA YANG TELAH DILAKUKANNYA.

Ketika ada seseorang yang disakikti, misalnya dijanjikan akan dinikahi tetapi ditinggalkan di seminggu sebelum akad nikah ? Atau ada yang ditipu oleh rekan bisnis ? Atau ada kawan yang dipercaya tiba-tiba berkhianat, berbalik dan meninggalkan ?

Pada dasarnya tidak akan ada orang yang suka disakiti atau direndahkan dengan alasan apa pun juga. Sekalipun memang dia memiliki kekurangan dibandingkan dengan yang lain. Semua orang pasti tetap tidak akan mau disakiti, diremehkan atau dipandang sebelah mata.

Banyak orang yang mengalami hal seperti tersebut diatas dan mereka ada yang berpendapat tidak usah membalas dan tetap bertahan tetapi ada pula yang ingin balas dendam, tetapi tidak tahu harus bagaimana dan memulai dari mana agar membalas perlakuan tersebut tidak merugikan dirinya sendiri.

 

Pendapat agar dapat bertahan pada saat mengalami yang tidak mengenakkan secara pribadi dan tidak terjebak dalam balas dendam yang dapat merugikan diri sendiri, yaitu :

  1. Berpikir jernih dan tidak emosional.

Jangan pernah membiarkan akal sehat, kesadaran dikontrol oleh emosi. Tetaplah berpikir jernih, tetaplah rasional, jangan mudah termakan oleh bujuk rayu.

Berpikiran bahwa tidak masalah berapa banyak orang yang menyakiti, yang terpenting tidak menyakiti diri sendiri. Asal bisa menghargai diri sendiri, maka itu sudah cukup. Bukan berarti lantas menjadi orang yang keras kepala karena tidak mau mendengarkan orang lain, tapi setidaknya tidak membutuhkan penghargaan dari orang lain. Sehingga mereka yang meremehkan tidak bisa membuat jatuh jika diri sendiri tidak mengizinkannya.

 

  1. Harus diketahui bahwa disamping ada orang yang merendahkan, pasti ada orang yang menghargai.

Yang harus diingat bahwa di dunia ini selalu diciptakan berpasangan, ada siang ada malam, ada lelaki ada perempuan, ada tua ada muda, ada yang baru ada yang lama,  ada baik dan ada yang buruk, ada yang suka dan ada pula yang membenci dan demikian seterusnya.

Oleh karena itu bahwa sekian banyak orang yang meremehkanmu, pasti banyak juga orang yang menghargai dan mengasihimu. Dunia ini memang seimbang, maka pada saat ada yang menyakiti, pasti ada yang mengobati. Begitulah seharusnya cara untuk bertahan,

 

  1. Menunjukkan jati diri pada orang yang tidak menghargai adalah sia-sia.

Mungkin merasa begitu jengkel dan lelah karena selalu direndahkan sehingga sampai ingin membalas. Namun, sebaiknya segera menghentikan pikiran seperti itu karena tidak akan ada gunanya menunjukkan jati diri di hadapan mereka yang tidak menghargaimu. Mereka yang tidak menghargai itu tidak membutuhkan penjelasan tentang hal baik yang sudah kamu lakukan dan mereka akan tetap menemukan cara untuk mengkritik dan merendahkanmu.

 

  1. Melakukan sesuatu yang di sukai, tetapi bukan yang orang lain ingin lihat

Hal penting yang perlu di ingat, bahwa tidak perlu melakukan apa yang orang lain inginkan untuk kamu perbuat jika hal itu bukan dirimu sendiri yang menginginkannya. Dengan perkataan lain jika ingin melakukan sesuatu, maka lakukan saja, jangan terpatok pada pemikiran atau kemauan orang lain karena mereka tidak akan pernah puas.

 

  1. Tetap tenang memperbaiki diri, dan bukan untuk orang lain.

Mengoreksi kekurangan diri tetap menjadi hal yang penting, mengapa sampai orang lain merendahkanmu. Dengan kalimat yang berbeda adalah apa yang menyebabkan sehingga orang lain merendahkan dan lain sebagainya. Lalu, perbaiki apa yang menjadi kekuranganmu, namun bukan untuk menyenangkan orang lain, bukan untuk dilihat orang lain atau diperhitungkan orang lain. Akan tetapi memang untuk perbaikan diri sendiri.

 

  1. Perlu masukan dari orang lain.

Pada umumnya seseorang tidak akan bisa menilai apa yang menjadi kekurangan pada dirinya sendiri dan memerlukan bantuan penilaian dari orang lain untuk memberikan masukan mengenai kebiasan buruk atau sifat jelek  yang biasa dilakukan.

Penilaian harus dari orang dekat yang bisa dipercaya sehingga bisa memberikan masukan yang benar dan bisa dijadikan tolok ukur untuk memperbaiki diri.

 

  1. Dekat dengan orang yang mengasihi.

Dekat dengan mereka yang mengasihi pasti membuat kuat ketika ada yang merendahkan, karena mereka pasti akan memberikan bantuan, dorongan, semangat dan kekuatan sehingga merasakan adanya ketenangan.

-o-

Membuat Orang Merasa Menyesal Dengan Apa Yang Telah Dilakukannya

Buatlah mantanmu itu menyesal karena sudah meninggalkanmu, karena kamu terlihat lebih cantik, lebih menarik pada saat sudah menjadi milik orang lain.

Oleh karena itu daripada menggunakan cara yang kasar yang mungkin malah akan dapat merugikan diri sendiri, maka mending melakukan dengan cara yang luwes, anggun, elegan, biar mantan itu merasa menyesal setelah mutusin kamu.

Cara yang bisa dilakukan antara lain :

 

  1. Jangan pernah kelihatan putus asa.

Setelah diputusin mungkin pada awalnya semua orang akan merasa galau dan merana. Nggak heran karena masih saking cintanya dengan sang mantan, maka jadi merengek-rengek nggak mau diputusin.

Dengan menunjukkan keputus-asaan seperti itu, maka mantanmu malah semakin bangga karena merasa dibutuhkan. Maka merengek-rengek tersebut jangan dilakukan, jangan pernah kelihatan putus asa. Tunjukkan bahwa : tanpa dirimu aku tetap tegar.

Umpamanya :

Mengatakan padanya bahwa : “Perpisahan itu kuterima dan minta maaf atas segala kesalahan yang mungkin telah aku lakukan.” Dalam mengatakan hal itu harus  dengan tenang dan disertai senyuman.

 

  1. Bersenang-senang.

Setelah putus dengan tunangan usahakan jangan kelihatan sedih baik di hadapan orang lain atau pun di sosial media. Jangan pula pernah update status yang galau-galauan, justru harus terlihat senang, dan menikmati liburan bersama teman-teman. Kalau perlu update fotomu di sosial media biar dia melihat.

Andaikata saja secara tidak disengaja bertemu di suatu tempat, harus selalu menunjukkan wajah yang ceria. Maka dengan demikian mantanmu akan berpikir kalau kamu nggak memerelukan dia tetapi dia yang butuh kamu.

 

  1. Mengubah kebiasaan buruk

Masalah ini merupakan salah satu hal yang sangat penting, mungkin saja bahwa dia memutuskan hubungan cintamu itu salah satunya kerena seringnya kamu melakukan kebiasaan yang buruk. Oleh karena itu sedikit demi sedikit coba ubahlah kebiasaan buruk itu.

Sebagai contoh : Kalau dulu pemalas cobalah menjadi sedikit lebih rajin, kalau dulu sebagai perokok berat yang tidak disenangi oleh mantan, maka coba untuk dikurangi kurangi, dan sebagainya.

 

4, Berdandan

Jika kamu yang dulunya nggak pernah dandan, gaya rambut pun terkesan awut-awutan sehingga seakan-akan nggak enak kalau diajak jalan-jalan malah lebih cocok diajak malak, maka sekarang rambut coba ditata agar nampak lebih rapih serta sedikit memanggunakan make up, biar wajah tampak lebih cerah dan enak dipandang.

 

  1. Berolahraga

Selain memperbaiki wajah nggak ada salahnya jika mau memperbaiki bentuk tubuh. Hal pertama yang harus dilakukan adalah, rajin berolah raga, agar bisa mengurangi timbunan lemak. Untuk lelaki yang memiliki bentuk badan kurus dan kerempeng menjadi lebih isi dan berotot, mungkin juga bisa jadi kekar.

Karena olah raga itu disamping membuat badan menjadi sehat jugasehat jiwa serta bisa membentuk tubuh menjadi lebih indah dan menarik untuk  dipandang.

 

  1. Ganti penampilan

Meskipun wajah udah oke, badan sudah bagus tetapi kalau penampilan masih berantakan ya nggak ada artinya. Oleh karena itu tidak salah kalau kamu harus memperbaiki penampilan. Yang tadinya nggak peduli dengan soal penampilan, mengenakan baju asal saja, sekarang harus belajar agak sedikit rapih.

Jadi nanti pada suatu saat bertemu dengan mantanmu di mall atau dimana saja misalnya, agar bisa membuatnya takjub ketika melihat penampilan yang sekarang.

 

  1. Memperbaiki prestasi.

Bukan hanya fisik saja yang dibenerin, tetapi dalam bidang pendidikan coba untuk melanjutkan pendidikan atau kuliah yang kemudian bekerja, jika sebagai karyawan yang tadinya agak malas-malasan, usahakan lebih rajin, siapa tahu karena kerajinan itu bisa membuat naik pangkat atau memperoleh sebuah kedudukan.

 

  1. Mencari pasangan baru.

Mencoba memperluas pergaulan, siapa tahu nanti akan mendapatkan pasangan yang baru dengan status yang melebihi mantan pacar. Di situ bisa menunjukkan bahwa nggak ada ruginya walaupun ditinggalkan !

 

  1. Jangan pernah menghubungi duluan.

Ketika mantan mulai menyadari perubahan dirimu, maka penyesalan mulai muncul, mungkin dia akan mencoba untuk menghubungi kamu lagi.

Kalau hal tersebut terjadi bagaimana Reaksimu ?

Kamu harus tetap tenang, dan jangan langsung ditanggapi tapi balas seperlunya saja.

 

  1. Kalau si dia ngajak balikan.

Kalau mantan sudah merasa menyesal sekali, besar kemungkinan dia akan ngajak balikan.

Kalau hal tersebut terjadi bagaimana Reaksimu ?

Kalau dia ngajak kamu balikan setelah kamu berubah jadi cantik atau ganteng itu artinya dia nggak suka kamu apa adanya. Dan balikan dengan mantan itu bisa diibaratkan sebagai nonton film yang sama untuk kedua kalinya. Dan kamu sudah tahu endingnya.

Dari uraian diatas maka kesemuanya itu dikembalikan lagi dan terserah pada bagaimana menurut pendapat masing-masing yang membaca.

-o-

 

MANFAAT KESABARAN BAGI KEHIDUPAN

Dalam kaitannya dengan cerita diatas bahwa dengan sebuah kesabaran Priambada selalu mengunjungi Wulandari di kompleks Kalijodo ketika masih menjadi Wanita Tuna Susila (WTS) tetapi bukan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik dan melanggar ajaran agama, namun untuk berbincang dalam rangka menuntun dan memberi pengertian, kesadaran dalam menjalani hidup yang benar meskipun sedang mengalami sebuah permasalahan  yang besar sebagai tantangan hidup.

Dan akhirnya perjuangan Priambada itu dapat dikatakan membuahkan hasil karena Wulandari sendiri menjadi seperti apa yang telah disarankan dalam perbincangan itu, yaitu melanjutkan pendidikan dan bekerja sebagai seorang guru.

Sehubungan dengan hal tersebut maka kesabaran adalah suatu sikap yang harus dimiliki setiap seorang untuk bisa sukses baik untuk kepentingan berusaha ataupun untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Sebagai contoh, banyak penemu-penemu besar yang berhasil karena sikap tersebut. Berikut dibawah ini beberapa pendapat mengenai manfaat dan alasan mengapa sikap sabar itu sangat penting dalam kehidupamn sehari-hari.

“Tuhan menganugerahi kejeniusan tanpa kesabaran bagi seseorang, dan kesabaran bagi orang lain tanpa kejeniusan. Prestasi yang bisa diraih oleh gabungan kedua hal tersebut seringkali mengejutkan.”

(Walter C. Klein)

“Kesabaran merupakan mitra kebijakan.”

(St. Augustine)

“Jika saya berhasil membuat sebuah penemuan yang berharga, hal tersebut lebih merupakan hasil kesabaran saya dibandingkan dengan keahlian lain yang saya miliki.”

(Sir Isaac Newton)

Dari beberapa pendapat tersebut menyimpulkan bahwa salah satu kemampuan paling membantu yang dapat dimiliki oleh seseorang jika  ingin berhasil adalah kesabaran. Karena kesabaran dan keuletan dapat membantu  melalui semua tantangan kehidupan yang ada.

Namun mengapa sepertinya sulit orang untuk belajar menjadi sabar ? Dan bagaimana kesabaran itu dapat membantu dalam kehidupan ?

Uraian dibawah ini merupakan beberapa pemikiran yang tak lekang oleh waktu yang mungkin dapat membantu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas.

 

  1. Pemahaman Sosial Dapat Menghalangi langkah Anda

“Bagaimana mesyarakat yang ada saat ini, dengan segala hal yang serba instan, dapat mengajarkan kesabaran pada para kaum muda ?”

(Paul Sweeney)

Apabila diperhatikan segala yang bergerak dengan sangat cepat dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Segala sesuatu yang bersifat instan sudah tertanam dalam pikiran banyak orang.

Uraian ini bukan untuk menentang atau mempermasalahkan keadaan masyarakat pada dewasa ini. Namun untuk mengatakan dan memberikan sedikit penjelasan tentang mengapa kesabaran itu sulit dipahami dan digunakan untuk memperoleh keberhasilan.

Karena pemahaman sosial yang tidak terlalu memperhitungkan kesabaran dan tuntutan masyarakat saat sekarang ini adalah untuk melakukan segala sesuatu dengan serba cepat. Dan setelah terbiasa dengan pola hidup yang seperti itu, maka jika ada orang yang ingin memiliki sesuatu dengan kesabaran mungkin akan terlihat sedikit aneh.

 

  1. Sesuatu Akan diperoleh Dengan Kesabaran

“Ia yang memiliki kesabaran, dapat memiliki apa yang ia inginkan.” (Benyamin Franklin)

Mungkin pemikiran semacam ini tidak begitu populer dilingkungan kehidupan masyarakat atau bahkan mereka tidak ingin mendengarnya. Namun hal seperti itulah yang dilakukan oleh orang-orang yang sukses. Mereka bersabar.

Sebagian orang mungkin berganggapan bahwa kesuksesan itu merupakan buah dari bakat besar yang mereka miliki. Dan bakatlah yang merupakan penyebabnya.

Namun, mungkin mereka tidak melihat kerja keras yang telah dilalui selama bertahun-tahun sebelum orang sukses itu mencapai kesuksesan. Atau mereka malah memilih untuk tidak melihat sisi lain yang ditekuni oleh orang sukses dan merasionalisasi hal tersebut sebagai “bakat”.

 

  1. Jangan Mudah Menyerah.

“Kesabaran sangatlah penting; seseorang tidak bisa segera memanen lahan yang ia baru tanam.”

(Soren Kierkegaad)

 

“Bukan karena saya pintar, namun karena saya menghadapi masalah lebih lama.”

(Albert Einstein)

Karena masyarakat meminta kita untuk menemukan cara tercepat dalam melakukan sesuatu, maka sangatlah mudah bagi kita untuk menyerah setelah anda mengalami kegagalan hingga 5 kali. Hal tersebut sangatlah wajar, namun apa yang terjadi jika seseorang terus berusaha ? Dan untuk setiap kegagalan tadi orang tersebut semakin memperoleh lebih banyak pengalaman untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Karena permintaan masyarakat untuk menemukan cara tercepat dalam melakukan sesuatu, maka sangatlah mudah untuk seseorang itu menyerah karena setelah seringkali mengalami kegagalan. Hal tersebut memang sangat wajar, namun apa yang akan terjadi jika seseorang itu dengan bersabar dan secara terus-menerus berusaha ?

 

  1. Bersabar Memberikan Keuntungan

“Keunggulan yang diterima oleh orang lain dibandingkan dengan orang lain adalah tetap menjaga diri untuk tetap tenang dan memegang kendali dalam setiap keadaan.”

(Thomas Jefferson)

Sementara ada kehilangan kendali, seseorang tersebut bisa tetap tenang dan bersabar. Sementara ada yang menyerah setelah mencoba beberapa kali dan gagal, seseorang itu tetap bersabar dan terus mencoba. Sementara ada yang berlarian mencari solusi tercepat bagi permasalahnya, tetapi seseorang itu tetap bertahan pada jalurnya.

 

  1. Kesabaran Merupakan Bentuk Proteksi

“Kesabaran merupakan perlindungan dari kesalahan sama halnya seperti pakaian melindungi anda dari rasa dingin. Jika anda mengenakan lebih banyak baju ketika udara semakin dingin, rasa dingin tidak akan memiliki pengaruh terhadap anda. Jika anda menumbuhkn rasa sabar dalam diri anda ketika anda melakukan kesalahan, kesalahan tersebut tidak akan berdampak apapun pada diri anda.”

(Leonardo Da Vinci)

Pada poin ini sangat bermanfaat. Dengan kesabaran, kesalahan atau kegagalan tidak akan berakhir seperti akhir dunia. Kegagalan tidak lagi memiliki kekuatan emosional atas diri seseorang hingga membuatnya menyerah.

Jika dia tetap mengerjakan apa yang diyakini dan terus menyesuaikan cara untuk melakukan sesuatu tersebut maka dia akan mendapatkan hasilnya.

 

  1. Membangun Kesabaran

“Kesabaran tidak dapat diperoleh dalam waktu semalam. Membangun kesabaran sama halnya dengan membangun otot. Setiap hari anda harus mengusahakannya.”

(Eknath Easwaran)

“Kita tidak akan pernah belajar menjadi berani dan sabar jika hanya ada sukacita di dunia ini.”

(Helen Keller)

Semakin bersabar seseorang, akan semakin mudah hal-hal yang berada di sekelilingnya. Karena kesabaran itu sama halnya seperti otot yang dibentuk dan dilatih selama bertahun-tahun.

Seperti apa yang dikatakan Keller, kehidupan dapat mengajarkan seseorang menjadi lebih sabar. Dalam masa-masa sulit terkadang orang tidak memiliki pilihan lain selain untuk bersabar. Dan masa-masa seperti inilah yang akan memperkuat kesabarannya.

Ketika masih muda untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkan bisa diperoleh dengan cara yang mudah, yaitu meminta dari orang tua atau orang dewasa lain. Tetapi ketika sudah dewasa orang-orang tidak akan memberikan semua yang diinginkan. Oleh karena itu jika menginginkan sesuatu maka untuk memperolehnya dia harus belajar dan bersabar.

 

  1. Bersabarlah Dengan Diri Sendiri

“Bersabarlah dalam segala hal, namun yang terpeting adalah bersabar terhadap diri anda sendiri. Jangan samapai keberanian anda hilang karena anda menyadari ketidaksempurnaan anda., sebaliknya berpikirlah untuk memperbaikinya – setiap hari mulailah dengan baru.”

(St. Francis de Sales)

 

Hal ini sangatlah penting untuk diingat jika sedang berada dalam tahap mengembangkan kepribadian serta kehidupan. Karena hal-hal yang terjadi mungkin tidak selalu sesuai dengan apa yang diinginkan. Orang akan mengalami kegagalan, dan akan menyerah karena rasa takut, atau kemudian akan melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.

Oleh karena itu jangan menjatuhkan diri sendiri atau dengan mudah menyerah tetapi bersabarlah dengan diri sendiri, untuk mencoba dan mencoba lagi pada keesokkan harinya.

 

-o-

 

Sebuah anekdot :

 

MOHON BANTUAN
TELAH  MENINGGALKAN  RUMAH, seorang perempuan muda :
Nama : Erna Kurniasih
Umur : 31    tahun
Tinggi Badan : 155  Cm
Terakhir terlihat di Sekitar Daerah Rancaekek, dengan membawa tas dompet warna coklat dan botol air mineral.
Ciri-ciri     : * Mengenakan Kaos Warna Hijau Muda dengan tulisan  “BAYU
* Celana jeans ketat dan sobek-sobek pada bagian paha depan.
* Kulit Putih Bersih
* Mengenakan kerudung warna hijau tua.
* Bentuk muka oval
* Wajah cantik manis
* Memakai sepatu pantovel karet warna biru. Yang kanan dipakai di kiri dan yang kiri dipakai di kanan.
PERHATIAN :
Bagi siapa saja yang menemukan perempuan muda tersebut, tolong agar  diberitahu kalau sepatunya terbalik…!!!

-o0o-

BANDUNG–INDONESIA, DESEMBER – 2018

Cerita : Suryadi WS

(Gubahan Ki Ageng Bayu Sepi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *