ENGKAU ADALAH BINTANG KEJORA HATIKU

JANGAN MENGUCAPKAN KATA-KATA YANG BURUK ATAU TIDAK PANTAS DIDENGAR PADA SAAT PERASAAN HATI SEDANG TIDAK BAIK.

KARENA MASIH BISA UNTUK MEMPERBAIKI SITUASI, MUT DAN PERASAAN HATI, AKAN TETAPI TIDAK AKAN BISA UNTUK MENARIK KEMBALI PERKATAAN YANG SUDAH KELUAR DARI MULUT.

DAN SETIAP KATA YANG KELUAR DARI BIBIR, PASTI ADA HARGA YANG HARUS DI BAYAR, YAITU :

KALAU SUDAH MENGUCAPKAN JANJI MAKA HARUS BISA UNTUK  MENGGENAPINYA.

KALAU MENGUCAPKAN SEBUAH NASEHAT, MAKA HARUS DIBAYAR DENGAN CARA MENJADI CONTOH DAN TELADAN.

SAMA HALNYA KETIKA MENGUCAPKAN KATA-KATA YANG BISA MELUKAI DAN MENYAKITI PERASAAN HATI ORANG LAIN, MAKA HARUS DIBAYAR DENGAN PENYESALAN DAN MENANGGUNG KUNSEKUENSI YANG BESAR AKIBAT DARI UCAPAN TERSEBUT.

OLEH KARENA ITU JIKA PADA SAAT PERASAAN HATI SEDANG TIDAK BAIK, HANYA ADA DUA PILIHAN YANG TERSEDIA :

  1. DIAM
  2. MASUK KAMAR DAN MENGADU KEPADA ALLAH SWT.

sore itu Kereta Api Malabar Ekspres jurusan Malang-Bandung masih berada di setasiun, di salah satu tempat duduk yang terletak di sudut terlihat seorang perempuan sedang duduk termenung seorang diri. Dia adalah Widiyatni yang kemarin siang secara tidak sengaja bertemu dengan Sudarmono mantan kekasihnya yang pergi meninggalkannya tanpa berita.

Meskipun matanya melihat dan tertuju keluar jendela dan seakan-akan sedang memperhatikan kesibukan orang-orang yang lalu-lalang sambil membawa barang-barang bawaannya masing-masing, atau para kuli yang membantu para penumpang untuk mencari dan mengantar ke gerbong kereta dimana mereka akan duduk, namun pandangannya terlihat kosong.

Namun ingatannya kembali melayang dan menjelajahi ke masa lalu, ketika dia dan Sudarmono masih sama-sama bersekolah..

Pada waktu masih bersekolah di Sekolah Dasar dahulu Widiyatni dan Sudarmono sebagai teman sekolah, waktu-waktunya selalu dilalui dengan berangkat dan pulang sekolah berjalan kaki karena masih berlokasi di Rancaekek. Walaupun sering bertemu, mereka hanya berteman biasa dan tidak mempunyai perasaan apa-apa. Karena disamping mereka masih kecil atau masih anak-anak, mereka juga belum mengenal rasa cinta, 

Umur Sudarmono tiga tahun diatas Widiyatni, jadi Sudarmono adalah merupakan kakak kelas Widiyatni. Artinya bahwa ketika Sudarmono sudah lulus Sekolah Dasar, Widiyatni baru naik ke kelas 4.

Pada suatu ketika Widiyatni sudah lulus Sekolah Menangah Pertama (SMP), dan melanjutkan ke SMA harus bersekolah ke Bandung, sebab pada saat itu di Rancaekek belum ada Sekolah SMA. Oleh karena jarak sekolah yang jauh maka mereka dan anak-anak yang lain juga harus menggunakan kereta api. Sebab hanya Kereta Api merupakan jenis Angkutan Umum yang murah dan tidak ada angkutan umum jenis lain yang langsung mengantarkan penumpang sampai ke Bandung. Dan Sudarmono sendiri sudah lebih dulu selama 3 tahun bersekolah di Bandung.

Dahulu pada setiap pagi hari setelah subuh sudah berangkat untuk pergi ke sekolah dengan berjalan kaki dari rumah menuju stasiun Rancaekek, kemudian naik Kereta Api menuju Bandung.  Pada siang harinya kira-kira pukul dua baru pulang sekolah dan turun di stasiun tersebut, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki pulang ke rumah dan sampai di rumah hampir kurang lebih pukul tiga.  Hal seperti itu dijalaninya sampai kurang lebih 3 tahun lamanya, semenjak masih kelas 1 hingga lulus SMA.

Dalam perjalanan waktu selama menyelesaikan pendidikannya ada peristiwa yang sangat mendalam yang dirasakan oleh Widiyatni yaitu pada saat masuk kelas 1 SMA, bertemu lagi dengan seorang anak muda yang tidak lain adalah teman ketika masih sekolah di SD dahulu yang bernama Sudarmono yang juga melanjutkan sekolah atau kuliah di Bandung, berangkat dan pulangnya juga naik Kereta Api. 

Kisah lama terulang kembali, sehingga setiap pagi mereka bertemu di stasiun sambil menunggu kedatangan Kereta Api mereka duduk mengobrol, dan setelah kereta api datang mereka naik dan duduk berdampingan lalu melanjutkan ngobrol. Pada siang harinya selesai sekolah mereka pulang berbarengan dengan menggunakan Kereta Api dan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki, karena memang arah rumah mereka sama, namun letak rumah Sudarmono masih lebih jauh.

Awalnya biasa-biasa saja, tidak ada rasa ketertarikkan diantara mereka, sebab mereka hanya merupakan teman sekolah dan hal tersebut berlangsung kurang lebih selama tiga tahun.

Lama kelamaan Sudarmono melihat Widiyatni sebagai seorang gadis yang mulai beranjak dewasa itu memiliki paras yang cantik, mata yang indah, kulit kuning langsat yang bersih, dan juga rambut yang hitam panjang tergerai.

Demikian pula Widiyatni melihat Sudarmono yang dahulu ketika di SD tidak mempunyai daya tarik sama sekali sekarang nampak menjadi seorang remaja yang terlihat gagah dan lebih tampan.

Tidak bisa dipungkiri lagi karena kebiasaan bertemu dan selalu berdekatan kemudian mengobrol, maka hati mereka yang masih sama-sama muda timbul rasa ketertarikan satu dengan yang lain lantas terikat oleh rasa cinta.

Cinta itu sendiri tidak bisa dimengerti, karena dia bisa saja tiba-tiba datang dan pergi tanpa bisa dicegah ataupun dihindari. Inilah yang disebut dengan jatuh cinta. Jatuh cinta tidak pernah memilih apakah dia masih muda atau sudah berumur, dan seseorang itu sudah ada yang memiliki atau belum menjadi milik siapa-siapa. Ini yang disebut cinta buta. Jadi cinta dapat menjangkiti siapa saja tanpa pandang bulu atau memandang status seseorang.

Maka seperti halnya istilah dalam bahasa Jawa yang berbunyi : “Witing tresna jalaran saka kulina.” kalau diterjemahkan secara bebas adalah : “Awalnya cinta itu karena kebiasaan bertemu atau selalu bersama-sama.”

Bukannya Sudarmono tidak mengerti kalau sebenarnya Widiyatni adalah seorang gadis yang merupakan kembang di desa tersebut sehingga banyak sekali pemuda yang secara diam-diam jatuh hati kepadanya, misalnya saja seperti Abdurahman dan Nugrahadi bahkan sampai terjadi pertengkaran diantara mereka, namun Widiyatni sendiri pun bukannya tidak tahu tentang hal itu. Tetapi dia hanya mencibirkan bibirnya terhadap perilaku mereka, dan tidak pernah sama sekali menanggapinya.

Bahagia sekali ketika Sudarmono yang pada awalnya tidak masuk nominasi jatuh cinta kepada Widiyatni, tetapi malahan mendapatkan rejeki dan bisa selalu berdekatan bahkan dapat dikatakan berpacaran. Namun sebagai imbasnya Nugrahadi maupun Abdurahman menjadi tidak senang terhadap Sudarmono, sehingga akhirnya mereka memusuhi Sudarmono. Apalagi Abdurahman yang jatuh cinta setengah mati ternyata ditolak mentah-mentah oleh Widiyatni bahkan sampai pernah menantang untuk berkelahi pada Sudarmono, akan tetapi hal tersebut tidak pernah dianggap.

“Kang Abdurahman, tidak baik kalau persoalan untuk menarik perhatian seorang perempuan yang diusahakan melalui pertengkaran atau perkelahian. Apalagi kalau hubungan asmara atau cinta itu adalah pilihan antara perempuan dan lelaki melalui keserasian dalam hati,” ucap Sudarmono pada saat Abdurahman mengegenggam atau mencengkeram leher baju (krah) Sudarmono dan hendak memukul.

Dan setelah kejadian tersebut Aburahman mundur teratur karena mengerti kalau Widiyatni tidak merespon rasa cintanya.

Wajah Widiyatni selalu bergantung dan melekat didalam hati Sudarmono, lebih-lebih kalau sedang keadaan sepi dan kebetulan tidak ada kegiatan. Secara samar-samar bayangannya nampak dan selalu mengganggu, perilakunya yang sedang manja dan lesung pipinya ketika sedang tersenyum. Dan sudah bukan menjadi rahasia umum kalau hubungan Sudarmono dengan Widiyatni seperti halnya Kamajaya dan Dewi Ratih, ke timur dan ke barat atau kemanapun selalu bersama. Apakah itu ketika sedang sekolah, pada kegiatan olahraga atau ketika sedang berlatih menyanyi lagu-lagu keroncong, langgam ataupun pop, bisa dikatakan lengket seperti amplop dengan perangkonya.

Pada suatu hari Sudarmono berkata dan bertanya : “Dik Widiyatni yang cantik jelita bagaikan bintang yang terbit sore hari, yaitu Bintang Kejora. Engkau adalah bintang kejora hatiku dan engkau adalah juga semangat hidupku, apakah engkau sebenarnya juga merasa kalau aku ini mencintaimu ?

Memang sejak dahulu kita adalah teman sekolah, bahkan sejak dari SD. Namun perubahan perasaan itu saya rasakan sejak beranjak remaja dan kita sering bertemu, berangkat ke dan pulang sekolah dari Bandung pun kita selalu bersama-sama. Sehingga kalau tidak bertemu sehari saja terasa ada yang kurang atau hilang dalam hatiku.”

“Ya Mas, aku juga merasa,” jawab Widiyatni sambil menundukkan kepalanya.

“Apakah engkau juga mencintaiku ?”

Widiyatni hanya mengangguk perelahan.

“Oleh karena sekolahku juga sudah selesai, aku akan mencari pekerjaan. Saat ini aku belum berani meminangmu untuk menjadi istriku karena aku sendiri belum bekerja. Sebab orang yang membangun kehidupan berumah tangga itu harus berani dan sudah bisa hidup mandiri, dan tidak boleh selalu meminta serta bergantung pada pemberian orang tua.”

“Ya Mas aku mengerti.”

“Apakah engkau mau menerima aku dan menunggu sampai aku mendapat pekerjaan ?” 

“Ya Mas aku menerima dan bersedia menunggu sampai Mas Dar sudah mendapatkan pekerjaan,” jawab Widiyatni.

Demikianlah sampai pada akhirnya keduanya bersepakat akan hidup bersama untuk membangun sebuah rumah tangga. Hanya dikarenakan belum mempunyai pekerjaan, maka Sudarmono pun belum berani melamar Widiyatni pada orang tuanya.

Hanya sayang rencana membangun kehidupan berumah tangga dan hubungan yang membuat hidup ini menjadi semangat mendadak menjadi hancur ketika pada suatu sore Widiyatni  datang ke rumah Sudarmono dengan berlinangkan air mata.

“Ada apa menangis ?” Apa sedang dimarah oleh ayah ibumu ?!” tanya Sudarmono kepada Widiyatni yang sedang mengusap dan menyusut air mata dengan sapu tangannya.

Widiyatni tidak bisa segera menjawab, hanya tangisnya yang semakin menjadi-jadi hingga sesenggukan, Sudarmono pun menunggu untuk sementara waktu sambil mengusap-usap rambutnya.  Dan setelah  agak reda Sudarmono kembali bertanya karena terdorong oleh rasa penasaran dan ingin tahunya.

“Ada permasalahan apa ? Barangkali saja aku bisa membantu melepaskan dan meringankan bebanmu. Tidak usah menangis, nanti aku jadi ikut bersedih.”

Widiyatni diam, yang tidak lama kemudian berkata perlahan. “Baiklah aku akan memberitahu, tetapi jangan marah ataupun menyalahkan orang tuaku, ya ?”

“Ya enggak,lah” sahut Sudarmono dengan sabar namun hatinya berdegub dengan kencang.

“Aku telah dipaksa dan dipertunangkan dengan lelaki pilihan Ayahku, meskipun menikahnya tidak sekarang-sekarang.”

Mendengar apa yang disampaikan Widiyatni, tiba-tiba saja dada Suramono menjadi sesak. Rasanya nyawanya seperti hendak lepas dari raganya. Perasaan hatinya menjadi kacau dan hancur.

Setelah memakan waktu yang agak lama barulah kemudian dengan tenang Sudarmono bisa berkata-kata lagi : “Lalu keputusan kamu sendiri bagaimana ?”

“Saya sendiri sudah berusaha dengan keras untuk menolak pertunangan tersebut dengan memberikan berbagai macam alasan, namun semua itu tidak ada artinya,” Widiyatni menjawab dengan rasa penyesalan dan menyalahkan keputusan orang tuanya.

“Ya sudah, hal tersebut tidak usah disesali, kalau semua itu memang sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa melalui rencana orang tuamu. Hanya saja yang menjadi keinginanku, walaupun kita tidak bisa melanjutkan hubungan sampai ke jenjang pernikahan dan tentunya kamu sendiri sudah berumah tangga, saya berharap jangan sampai kita putus hubungan persaudaraan, ya ?” kata dan pinta Sudarmono.

Widiyatni hanya mengangguk kan kepalanya, kemudian berpamitan untuk pulang. Sudarmono mengantar kepulangannya dengan hati dan perasaan yang hancur.

Sebagai mahasiswa Akademi Keperawatan, kebetulan pelajaran selama tiga tahun yang banyak praktek merawat pasien berjalan dengan lancar, kemudian disambung study profesi. Semua juga berjalan dengan lancar, lalu lulus tepat waktu dan tidak ada mata pelajaran yang di her/remedial atau diulang. Setelah istrirahat 3 bulan, kemudian ikut mendaftar CPNS yang diumumkan Kanwil Kesehatan. Pendaftar yang berjumlah ratusan orang yang dibagi terdiri dari jurusan Atro, Analis, Kebidanan dan Keprawatan. Setelah melewati tes hingga beberapa kali tahapan, nama Sudarmono pun terbawa.

Hal pertama yang dilakukan adalah bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa : “Alhamdulillah, Puji Syukur Gusti,” ucapnya dengan rasa bahagia..

Sambil menunggu keluarnya SK setiap kali Sudarmono berangkat atau pulang bepergian selalu lewat di depan rumah Widiyatni walaupun lebih jauh dan memutar sambil membunyikan klakson motornya, barangkali saja dia mendengar dan kemudian keluar dari dalam rumah. Hanya tahu kelebatannya saja bisa untuk dijadikan sebagai pengobat rasa rindu, apalagi kalau dia mau menegur dan berbincang, hati ini menjadi bagaimana rasanya. Mungkin inikah yang dinamakan cinta pertama yang selalu meninggalkan bekas dan tidak mudah untuk dilupakan.

Betapa senangnya hati Sudarmono ketika SK pengangkatan CPNS nya turun dan dia ditugaskan di rumah sakit pemerintah di kota lain atau  letaknya sudah tidak lagi dekat dengan kampung halamannya. Maka pada kesempatan ini memang sepantasnya kalau hal tersebut digunakan untuk mengunjungi dan memberitahu Widiyatni walaupun maksud sebenarnya hanya untuk sekedar memandang wajahnya meskipun hanya sebentar saja.

Rumah keluarga Widiyatni yang terletak di salah satu gang di jalan raya Dangdeur  Rancaekek , yang saat itu terlihat sangat sepi.

 “Asalammualaikum………., Sampurasun, …… permisi …”, Sudarmono memberikan salam sambil mengatur napas untuk menenangkan hati. Sudah beberapa kali aku memberikan salam tetapi tetap saja belum ada juga yang memberi jawaban dari dalam rumah.

Tetapi kemudian tanpa kutahui entah darimana arah datangnya, tiba-tiba saja di belakang Sudarmono ada seorang perempuan yang sudah setengah umur menegurnya : “Mencari siapa nak ?”

“Oh anu Bu, saya sedang mencari Widiyatni. Kok kelihatannya sepi apakah dia ada di rumah ?”

“Begini nak, saya adalah tetangganya. Kalau tidak salah dengar tadi mereka semua berpamitan akan pergi ke rumah calon besannya dengan maksud akan……………”

 “Baiklah bu kalau begitu saya permisi pulang saja, nanti lain kali saya akan kemari lagi….” sahutnya memotong pembicaraan perempuan setengah umur yang belum selesai tersebut sambil pergi dengan langkah gontai.

Baru saja mendengar sebagian dari jawaban tetangga tersebut seketika itu kacaulah pikiran dan berantakanlah perasaan hatinya, sehingga langsung permisi pulang tanpa mau mendengarkan kelengkapan dari penjelasan tetangga tersebut.  

Dalam hatinya Sudarmono berkata : “…..mereka pastinya akan merencanakan penetapan tanggal pernikahan…..”

Padahal tetangga tersebut akan melanjutkan penjelasannya sebagai berikut : “…dengan maksud akan …… membatalkan pertunangan dan rencana pernikahan anak mereka karena calon pengantin laiki-laki berurusan dengan pihak yang berwajib karena tertangkap tangan sedang memperdagangkan obat-terlarang atau narkoba……”

Setelah sekian tahun kejadian tersebut berlalu dan tidak ada kabar berita serta tidak diketahui entah dimana keberadaan Sudarmono, hingga pada suatu hari Widiyatni pergi ke Kota Malang untuk menghadiri  pernikahan putera tantenya. Dan di acara itulah dengan tidak disengaja secara kebetulan bertemu dengan Sudarmono yang sudah berkeluarga.

-o-

Sampai di situ perempuan yang duduk termenung seorang diri di salah satu sudut tersebut, tiba-tiba saja tersadar dari lamunannya karena mendengar sebuah pengumunan lewat pengeras suara bahwa Kereta Api akan segera diberangkatkan.

Kemudian : “Pritttt……….. prittt…………,” suara peluit yang ditiup Kepala Stasion, yang diikuti dengan tarikan awal seperti hentakan yang mengejutkan dari Kereta Api yang hendak berangkat dan mulai bergerak perlahan.

-o0o-

 

Untuk saudaraku para pembaca diutamakan untuk lingkungan sendiri, gubahan cerita diatas hanya sekedar merupakan contoh kejadian saja dari sekian banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, melalui reka cerita dengan judul ENGKAU ADALAH BINTANG KEJORA HATIKU merupakan suatu peristiwa yang didalamnya memuat hikmah tentang Rasa Cinta dan orang harus bersabar untuk mendengarkan penjelasan hingga selesai, sebagai pesan moral dan bahan perenungan dalam menjalani kehidupan kita dalam membina keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga sehari-hari.

 

PERASAAN CINTA

Seperti telah ditulis pada cerita yang baru lalu, bahwa perasaan Cinta dan Mencintai pada lawan jenisnya yang ada dalam diri setiap manusia tidak salah. Karena Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling (mencintai, memiliki, memenuhi, pengertian dan lain-lain).

Cinta adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika seseorang sudah mengenal cinta, maka dia akan merasa menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, apabila cinta itu tidak terbalas, maka orang itu akan merasa bahwa dirinya adalah orang yang  paling malang dan  akan kehilangan gairah hidup.

Dapat dibayangkan apabila terjadi suatu peristiwa yaitu ketika ada seseorang (sebut saja A) yang bertemu dengan sosok orang yang lain (sebut saja B) dan kemudian mampu menggetarkan perasaannya (A). Dan saat itulah seseorang (A) tersebut merasakan cinta hadir di relung hatinya. Yang menyentuh rasanya. Biasanya orang tersebut (A) akan berjuang untuk mendapatkan cintanya. Akan tetapi orang (B) yang membuat perasaan hati seseorang tadi (A) bergetar itu belum tentu punya getaran perasaan yang sama dengan perasaan yang dimiliki oleh seseorang  (A) tersebut.

Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya berjalan apabila ke dua belah pihak melakukan “saling” seperti tersebut diatas. Karena cinta tidak dapat berjalan apabila masing-masing mementingkan dirinya sendiri.

-o-

 

SEBENARNYA DARI MANA ASALNYA PERASAAN JATUH CINTA ITU DATANG ?

Bisa dikatakan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami rasanya jatuh cinta pada lawan jenis, minimal paling tidak sekali dalam hidupnya. Jika diperhatikan dan diamati ada beberapa proses tentang datangnya rasa cinta itu, antara lain :

a). Perasaan yang tiba-tiba saja muncul dalam diri seseorang pada saat bertemu pandang dengan seseorang yang berada disuatu tempat lalu tiba-tiba “dheg” atau “bllaaaar….” timbul benturan atau getaran parasaan yang entah bagaimana awal munculnya.

Sebuah cerita sebagai contoh kejadian dengan proses seperti tersebut diatas yang juga telah dialami oleh penulis, sekitar tahun 1977 ketika itu penulis yang sudah bekerja dan sudah berkeluarga melanjutkan pendidikan di peguruan tinggi. Ketika sedang asyik duduk mengikuti Kuliah Umum yang diselenggarakan pada malam hari dan bagi Mahasiswa Baru yang jumlahnya tidak sedikit merupakan hal yang wajib untuk mengikutinya.

Tanpa direncanakan terlebih dahulu, penulis mengikuti dorongan perasaan hati untuk menengok kearah kanan. Tiba-tiba saja pandangan mata penulis berbenturan dengan pandangan mata seorang Mahasiswi yang posisi duduknya sangat berjauhan dengan penulis. Dan “Blarrrrr…” seperti terjadi sebuah ledakan yang menggetarkan hati, lalu keduanya cepat melengos, mengalihkan pandangan kearah dosen yang sedang memberikan kuliah umum.

Disini Penulis berusaha menenangkan perasaan hati agar tidak menggelora (ratug tutunggulan) Mungkin saat itu hanya ada dua orang yang sedang tidak memperhatikan pada dosen yang memberikan kuliah umum, karena memalingkan pandangan matanya kearah yang lain, yaitu satu kearah kanan dan yang lain kearah kiri. Keadaan pun menjadi normal kembali.

Beberapa lama kemudian, kajadian tersebut berulang kembali tanpa direncanakan. Ketika penulis tanpa disengaja menengok kekanan, kebetulan si mahasiswi pun secara bersamaan menoleh ke arah kiri, sehingga benturan pandangan mata terjadi kembali. Dan secara berbarengan pula masing-masing segera mengalihkan pandangannya.

Peristiwa tersebut terjadi berulang-ulang sampai banyak kali, dan akhirnya ketika kuliah umum selesai kami tidak saling ketemu karena banyaknya mahasiswa baru dan pulang melalui pintu yang berbeda, juga karena hari sudah malam. Setelah kejadian tersebut untuk beberapa lama kami tidak saling ketemu.

Setelah perkuliahan berjalan secara normal, barulah penulis bertemu dengannya, dan tanpa basa-basi lagi kami langsung dekat dan akrab begitu saja dengannya. Dia masih lajang dan bernama Susi Widyastuti, berkulit kuning langsat, berwajah cantik bulat bagaikan rembulan, berambut hitam panjang ikal, tubuh tinggi semampai, berbadan sintal dan merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Banyak teman kuliah laki-laki yang senang dengan Susi baik yang masih bujangan maupun mereka yang sudah berkeluarga.

-o-

b). Ada lagi proses datangnya rasa cinta yang timbul pada diri seseorang, pada saat seseorang tersebut ketika bertemu dengan lawan jenisnya. Pada awal bertemu biasa-biasa saja, tetapi ketika sampai dirumah dan hendak tidur tiba-tiba saja pikiran menjadi gelisah dengan pertemuan siang tadi yang lama-kelamaan menjadi tertarik pada lawan jenis tadi.

c). Ada juga seseorang yang jatuh cinta ketika sedang jalan-jalan kemudian melihat sebuah sapu tangan orang yang berada didepannya terjatuh. Dengan niat baik sapu tangan tersebut segera diambilnya untuk diberikan kepada yang bersangkutan. Akan tetapi ketika menerima sapu tangan tersebut secara tidak disengaja tangan mereka bersentuhan, dan tiba-tiba saja mereka menjadi tersipu malu-malu karena ada gataran yang muncul dihati mereka.

d). Ada pula yang membuat seorang lelaki jatuh cinta kepada seorang perempuan hanya karena gara-gara mencium harum bahu paarfumnya.

e). Dalam kasus yang berbeda, ada juga orang yang jatuh cinta melalui social media, misalnya melalui facebook. Sebagai sebuah contoh ada orang yang senang sekali pada seseorang yang berada di facebook, kemudian saling bertukar nomor hp yang bisa dihubungi. Kemudian karena sering bertelepon maka lama-kelamaan secara perlahan mereka menjadi semakin akrab. Orang tersebut merasa jatuh cinta kerena mendengar suaranya.

Jika diambil kesimpulan dari berbagai peristiwa diatas, maka jatuh cinta itu tidak datang secara langsung atau tiba-tiba muncul begitu saja dari dalam hati, tetapi bisa berasal dari pandangan mata yang umum dialami oleh banyak orang. Ada yang melalui sentuhan tangan atau indra peraba, bahkan orang yang buta jatuh cinta juga melalui indra yang ini. Bahkan ada pula jatuh cinta melalui indra penciuman yaitu ketika mencium bahu parfum atau bahu keringat dan ada lagi yang melalui indra pendengaran yaitu ketika bertelepon dan lain-lain.

Jadi singkatnya bahwa Rasa Cinta atau Jatuh Cinta bukan berawal langsung dari hati, tetapi justru hati adalah sebagai tempat tujuan akhir. Yang awalnya bisa datang melalui semua indra yang dimiliki, lalu tumbuh dan kemudian berkembang dalam hati.

Seperti pantun lama yang berbunyi :

 

Dari mana datangnya lintah

Dari sawah turun ke kali,

Dari mana datangnya cinta,

Dari mata (mewakili indra yang ada) turun ke hati..

-o-

 

BEBERAPA HAL YANG BISA MEMICU ATAU SEBAGAI AWAL YANG  MENYEBABKAN SESEORANG JATUH CINTA

Seseorang tidak mudah untuk jatuh cinta begitu saja, memang perasaan jatuh cinta tidak pernah bisa ditebak waktunya. Karena perasaan jatuh cinta bisa datang kepada siapa saja tanpa mengenal batas waktu, status, usia dan bahkan tempat.

Jatuh cinta itu soal rasa dan sedikit logika, bahkan lebih banyak rasa yang berbicara. Ditambah pula dengan adanya dukungan situasi tentunya. Jatuh cinta juga tidak bisa direka-reka.

Jadi orang tidak akan pernah bisa merencanakan agar lawan jenis bisa segera jatuh cinta begitu melihat paras wajahnya. Perlu diketahui bahwa perasaan jatuh cinta itu datang dari lubuk hati yang paling dalam, dia bisa timbul karena perkenalan, perteanan, persahabatan, permusuhan bahkan perjodohan.

Pada dasarnya jatuh cinta itu memang tidak dilarang, bahkan kepada siapa pun seseorang itu jatuh cinta tidak menjadi masalah. Boleh-boleh saja jatuh cinta, yang terpenting adalah asalkan rasa cinta itu berbalas. Karena jika rasa cinta yang besar dan tak pernah mendapatkan balasan akan menyebabkan penderitaan.

Sebenarnya, banyak studi yang berusaha untuk meneliti, seperti apa gerangan proses jatuh cinta itu terjadi. Jatuh cinta yang tidak bisa dipaksa, tetapi ternyata tetap ada hal-hal tertentu yang bisa memicu rasa jatuh cinta.

Oleh karena itu ada baiknya mengetahui apa yang menjadi permulaan atau awal yang bisa menyebabkan seseorang merasakan jatuh cinta bahkan saling jatuh cinta, antara lain :

 

  1. Cinta bisa berawal dari Kedekatan atau Kebiasaan Bersama

Idealnya, jika ada dua orang yang sering bertemu antara satu dengan yang lain, dan menghabiskan waktu bersama tentu hal ini memiliki peluang lebih besar untuk memicu proses jatuh cinta. Hal ini bukan berarti mereka yang terpisah oleh jarak yang jauh tidak bisa jatuh cinta, hanya saja, kedekatan bisa memicu proses Jatuh Cinta tersebut lebih cepat terjadi.

Misalnya saja ada sepasang laki-laki dan perempuan, yang sering mengadakan pertemuan, atau melakukan diskusi secara rutin atau dengan pendek kata pergi kemana-mana selalu berdua, meskipun dalam pengakuannya mereka tidak berpacaran dan hanya berteman biasa, karena kejadiannya sering atau berulang-ulang maka akan memicu tumbuhnya perasaan cinta secara alami atau memicu seseorang untuk menyukai seseorang yang lain dan jatuh cinta.

Maka seperti halnya istilah dalam bahasa Jawa yang berbunyi : “Witing tresna jalaran saka kulina.” kalau diterjemahkan secara bebas adalah : “Awalnya cinta itu karena kebiasaan bertemu atau selalu bersama-sama.”

 

  1. Cinta bisa berawal dari adanya Kesamaan

Ada sebagian orang yang cenderung tertarik kepada mereka yang berkepribadian berbeda atau tidak sama seperti dirinya, akan tetapi tidak selamanya bahwa yang berbeda itu selalu jadi hal yang menarik.

Meskipun tidak sedikit yang merasa bahwa adanya perbedaan adalah merupakan sebuah tantangan dan bisa menjadi pelengkap sekaligus perekat dalam sebuah hubungan. Akan tetapi tetap saja,  bahwa soal kesamaan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Jika diperhatikan, bahwa kebanyakan seseorang akan memilih pasangan yang cenderung memiliki kesamaan dengan dirinya, meskipun kesamaan tersebut tidak banyak, tetapi tetap ada.

Kesamaan tersebut bisa berupa banyak hal antara lain : hobi, latar belakang, kebiasaan, cara pandang hidup dan banyak lagi. Dari kesamaan ini kemudian menimbulkan sebuah kenyamanan. Dan mereka yang sudah nyaman antara satu dengan lain akan lebih gampang untuk jatuh cinta.

Oleh karena itu merupakan sebuah hal yang bagus andaikata pada saat bekenalan dengan seseorang yang baru dengan memperhatikan kesamaan-kesamaan yang dimilikinya.

 

  1. Cinta bisa berawal dari Perasaan Suka

Setiap orang pasti pernah merasakan perasaan suka atau senang pada seseorang maupun kepada lawan jenis. Baik itu pada seseorang yang memang sudah dikenalnya atau bahkan kepada seseorang yang belum dikenalnya.

Yang perlu diperhatikan, saat hendak memutuskan sikap untuk suka pada seseorang, tentunya harus tahu juga akan kepribadian bahkan status dari seseorang tersebut. Mungkin saja bahwa dia masih single atau bahkan malah sudah bertunangan, menikah dan berkeluarga.

 

  1. Cinta bisa berawal karena melihat Karakter

Karakter manusia adalah tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan atau budi pekerti yang tumbuh dan tercermin di dalam sikap/tingkah laku seseorang yang kemudian akan membedakan antara orang tersebut dengan orang yang lainnya. Pada dasarnya setiap manusia memiliki karekater yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, bahkan dua orang saudara kandung sekalipun belum tentu akan memiliki karakter yang sama di dalam diri mereka masing-masing

Sebuah karakter yang menjadi keinginan dari seorang pasangan adalah yang langsung terlintas “pintar, lucu, baik hati, menggemaskan, dan lain-lain,” Hal tersebut adalah umum. Mungkin ada juga orang yang ingin menetahui sebuah karakter dengan “lebih dalam lagi” dari orang yang baru dikenalnya, karena apa yang terlihat di luar belum tentu sama dengan apa yang berada di dalam.

Oleh karena itu seseorang akan menjadi lebih bagus kalau karakter baik yang nampak diluar itu mencerminkan apa yang berada di dalam.

 

  1. Cinta bisa berawal dari melihat Penampilan

Walaupun tidak semua disebabkan karena penampilan, akan tetapi penampilan itu menjadi salah satu faktor yang penting untuk menentukan seseorang akan jatuh cinta atau tidak. Penampilan memang penting, tapi bukan merupakan factor yang utama.

Bagaimana pun juga, hal pertama yang membuat seseorang tertarik dengan orang lain adalah karena penampilannya. Tetapi terkadang, tidak banyak orang yang mau mengakuinya secara terbuka.

Penampilan bukan hanya karena wajah tampan dan cantik saja. Sebab definisi cantik atau tampan memang berbeda pada setiap orang. Sekali lagi, bukan hanya soal wajah cantik dan tampan saja, tetapi lebih ke soal penampilan yang menarik. Karena yang cantik dan tampan belum tentu menarik.

 

  1. Cinta bisa terjadi pada saat pendek yang tepat.

Waktu pendek yang tepat bisa memicu jatuh cinta. Inilah kenapa banyak orang yang baru saja mengalami putus cinta,  kemudian dia bertemu orang yang hadir tepat di saat  ia benar-benar membutuhkan seseorang.

Contoh ke 1,

Misalnya saja ada seseorang yang sedang mengalami stress yang bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, umpamanya karena putus cinta, atau hal lain sebagai penyebabnya, yang dapat membuat orang tersebut kehilangan pegangan. Sehingga baik perasaan atau suasana hati maupun penampilannya menjadi kacau dan berantakan. Sementara itu tidak ada seorangpun yang mau menanggapi atau membantu menerimanya untuk curhat agar bisa meringankan beban perasaannya.

Akan tetapi ketika ada seseorang apapun kondisi maupun statusnya yang kemudian mau menerima dia untuk curhat sehingga bisa mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik dan memberikan semangat yang menguatkan seolah-olah memberikan sebuah tongkat sebagai penopang untuk berdiri kembali, maka hal tersebut bisa diibaratkan bagaikan awan gelap yang berada di atas kepala seketika menyingkir dan berganti dengan pelangi. Dan cinta pun bisa saja terjadi dalam keadaan seperti itu.

Contoh ke 2.

Banyak terjadi, ketika dalam sebuah hubungan keluarga atau sepasang suami istri dimana salah satu pihak, misalnya istri tidak atau kurang mendapat perhatian dari suaminya baik secara lahir maupun secara bathin dalam waktu yang cukup lama. Sehingga si istri sebagai seorang ibu harus bekerja keras banting tulang untuk menghidupi diri dan anak-anaknya. Terkadang mengeluh pun sudah tidak ada artinya, karena tidak ada respon.

Suatu ketika datang seseorang baik itu orang yang baru saja dikenal atau mungkin merupakan teman lama yang bertemu dengan cara melalui reuni terlebih dahulu atau pun secara kebetulan saja, karena yang bersangkutan bisa memberikan waktu untuk mendengarkan curhat, bisa menghibur, berperilaku romantis serta mau memberikan perhatian baik kepada si ibu maupun kepada anak-anaknya, yang pada saat itu memang sangat dibutuhkan, maka cinta pun bisa saja terjadi dalam keadaan seperti itu.

-o-

 

PENJELASAN  LOGIS DARI PERASAAN JATUH CINTA.

Jatuh Cinta

Yang dikatakan dengan Jatuh Cinta tidak selamanya antara lelaki dan perempuan untuk menjadi sepasang kekasih. Karena cintapun hadir diantara hubungan antara orang tua dengan anaknya; demikian pula pada saat seseorang membantu orang lain yang tidak dikenal yang mengalami kesulitan di jalanan. Tetapi uraian disini akan lebih ditujukan untuk menjelaskan cinta antara lelaki dan perempuan.

 

Ada ungkapan yang mengatakan ;

“cinta datang dari mata turun ke hati.”

Artinya bahwa cinta karena ada rangsangan yang bisa diterima oleh indra penglihatan. Yang menjadi pertanyaan adalah : Bagaimana dengan mereka yang buta dan tetap memiliki pasangan dan bahkan menikah ?  Maka jawabannya adalah : Selain rangsangan yang bisa dilihat atau secara visual, ada unsur pendengaran, peraba, penciuman yang juga dapat memberi rangsangan cinta.

Bagaimana dengan jatuh cinta pada pandangan pertama ?

Disamping ada unsur visuial yang sangat kuat mempengaruhi adanya rasa cinta tapi sebenarnya jawabannya ada didalam tubuh manusia yang dapat dijelaskan secara biologis bagaimana bisa merasakan cinta.

Dopamine dan Serotonin

Menurut hasil riset bahwa dua nama tersebut adalah hormone yang ada di dalam tubuh manusia dan paling menonjol pada saat jatuh cinta, dan kedua hal tersebut saling berhubungan.

 

Pada saat seseorang sedang jatuh cinta, maka kadar Dopamine dalam tubuhnya meningkat tajam sehingga membuatnya merasa nyaman dan bahagia.

Sebaliknya, kadar Serotonin akan menurun sehingga membuat manusia menjadi tidak percaya diri (grogi) atau menjadi was-was.

 

Secara alamiah kadar Dopamine meningkat saat seseorang melakukan aktivitas yan menyenangkan. yang disayangkan adalah bahwa rasa nyaman dari Dopamine ini sungguh adiktif atau membuat kecanduan, menyebabkan ketergantungan dan kadang membuat manusia bertindak tidak sehat seperti  ketagihan internet, nonton TV, bahkan berjudi, Dan inilah yang menjadi alasan mengapa orang merasa ingin selalu berduaan pada saat sedang jatuh cinta.

Ketika Hormon Dopamine meningkat, ternyata mempunyai efek pada menurunnya kadar Hormon Serotonin sehingga menyebabkan perilaku seseorang cenderung aneh ketika bertemu dengan orang yang dicintanya.

Cinta atau Dopamine

Muncul pertanyaan apabila seseorang merasakan cinta karena kadar Hormon Dopamine dalam tubuhnya meningkat tajam, maka apakah dia benar-benar jatuh cinta atau hanya sekedar kecanduan hormone dalam tubuh.

Secara logis, cinta bukanlah sebuah perasaan yang tiba-tiba datang dan merasa bahwa dia (orang yang disuka) adalah satu-satunya yang terpilih. Karena cinta hanyalah hasil dari Perseteruan Hormon dalam tubuh yang pada suatu saat akan berakhir dan menghilang kemudian muncul kembali. Oleh karena itu cinta adalah sebuah pilihan untuk berkomitmen pada seseorang.

Barangkali penjelasan tersebut diatas merupakan jawaban, mengapa banyak pasangan yang tidak berani untuk menjalin pernikahan dengan alasan takut berhenti mencintai. Tidak heran apabila ada orang mudah suka dengan seseorang namun sukar bertahan lama untuk menyukainya.

-o-

KESABARAN

Andaikata saja pada cerita diatas, dalam menghadapi permasalahan kehidupannya Sudarmono memiliki kesabaran dan mau mendengarkan penjelasan tetangga dari awal sampai akhir mengenai kemana perginya keluarga Widiyatni saat itu, mungkin saja perjalanan kisah cintanya tidak berjalan seperti yang sudah tertulis dalam cerita ini.

Sabar

Ada yang berpendapat bahwa : Sabar adalah suatu sikap dalam menahan diri dari suatu keadaan yang tidak di senangi, menahan emosi dan keinginan, menahan diri dari berbagai jenis cobaan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.

Ada pula yang mengatakan bahwa : Sabar merupakan suatu kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.

Jadi semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan.

Sabar juga sering dikatakan dengan tingkah laku positif yang ditampilkan oleh individu atau seseorang.

 

Pentingnya Sabar Dalam Kehidupan Sehari-hari

Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya dapat dikatakan tidak akan terlepas dari segala sesuatu yang dikatakan sebagai halangan atau rintangan. Adapun halangan yang harus dihadapi tersebut bisa saja secara lahir ataupun batin, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam perjalanannya ada yang berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan, namun ada pula yang gagal dan kandas karena berbagai rintangan.

Ketika segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana atau berjalan lancar, kesabaran adalah hal yang mudah untuk dilakukan. akan tetapi apabila segala sesuatu tersebut tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, barulah segala sesuatu itu disebut dengan masalah dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya.

Namun tidak semua orang bisa menghadapi masalah itu dengan kesabaran, karena yang terasa berat adalah ketika hati yang sedang marah. Sebab orang tidak akan dapat mengendalikan dan menguasai pikiran pada waktu sedang marah, karena marah dapat menghilangkan kesabaran, maupun menghilangkan akal sehat.

Akan tetapi setiap orang yang bersabar pasti akan menjalankan hidupnya dengan rasa tenang walaupun kesabaran itu sendiri mudah untuk dikatakan tetapi perlu belajar untuk bisa melakukannya. Orang yang bersifat sabar dapat menahan hatinya dan menguasai pikirannya dalam waktu yang sulit itu.

Sebuah pendapat yang kurang tepat kalau ada yang mengatakan bahwa kalau kesabaran itu ada batasnya, karena sesungguhnya yang disebut dengan kesabaran itu tidak ada batasnya. Sebab cara berpikir orang yang sabar adalah mempercayai dengan sepenuh hati bahwa setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya, dan meyakini bahwa semua masalah yang datang padanya tidak akan melebihi kapasitas kesabarannya atau kemampuan diri yang dimilikinya.

Dari sebuah masalah yang dihadapi dengan sikap menahan diri dari kesulitan, kesusahan dan menyikapinya dengan menjaga akal, menjaga lisan dan perkataan yang tercela serta menahan anggota badan dari perbuatan yang bisa mendatangkan kesalahan baru ataupun lainnya., itu dapat membuat seseorang menjadi lebih bisa bersabar diri. Maksudnya adalah bahwa setiap permasalahan yang dihadapi bisa jadikan sebagai pelajaran untuk menjadikan jati diri yang lebih baik.

Dan sebaliknya apabila seseorang itu tidak sabar dalam menghadapi berbagai macam situasi dan rintangan, ia akan merasa kecewa. Karena segala sesuatu yang dikerjakan tanpa disertai dengan kesabaran tidak mungkin akan mencapai sukses.

Oleh karena itu Sabar itu harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Bukan hanya ketika sedang dalam kesulitan, tetapi juga ketika dalam kemudahan dan kesenangan harus tetap menjadikan sabar sebagai aspek kehidupan sehari-hari bagi semua orang.

-o-

 

Kesabaran itu ada dua macam : Sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan Sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini. (Ali bin Abi Thalib)

Untuk mencintai, kamu harus memiliki kekuatan. kekuatan melawan amarah dengan kesabaran dan kekuatan memaafkan dengan ketulusan. (Mario Teguh)

-o-

Sebuah anekdot :

 

CARA BICARA

MENUNJUKKAN TINGKAT PENDIDIKAN

Seseorang itu harus berhati-hati dalam berbicara, sebab kata-kata yang keluar atau yang diucapkan itu mencerminkan pendidikan yang dimilikinya.

Begini ceritanya :

Pada suatu sore ada seorang bule (orang asing) bertanya kepada Mukidin, dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang cukup lancar..…

Orang Bule : “Permisi Pak, boleh saya bertanya ?”
Mukidin : Ohhh…boleh silakan, Mister mau bertanya tentang apa ?”
Orang Bule : “Apakah ini Jalan Jenderal Sudirman ?”
Mukidin : “Bener, Mister.”
Orang Bule : “Bener………… ?”
Mukidin : “Bener, Mister kok seperti orang yang sedang bingung begitu sih ?”
Orang Bule : “Iya saya memang lagi bingung.”
Mukidin : “Bingung kenapa, Mister ?”
Orang Bule : “Soalnya sebelum saya bertanya ke Bapak, saya sudah bertanya kepada 3 orang, kok jawabnya semua berbeda ?!”
Mukidin : “Memangnya mereka menjawab apa Mister  ???”
Orang Bule : “Yang pertama saya Tanya apakah ini Jalan Jenderal Sudirman ?, jawabnya “HE EH”

Terus saya Tanya lagi ke orang yang kedua dia jawab “IYA”

Kemudian saya Tanya lagi pada ke orang yang ke tiga, jawabnya “BETUL”

Sekarang saya Tanya sama Bapak, jawabnya “BENER”

Jawabannya kok beda semua, jadi saya bingung.”

Mukidin ; “Oh…., kalau itu nggak usah bingung Mister. Semua jawaban itu memiliki arti yang sama, hanya saja karena pendidikan mereka yang berbeda-beda, maka jawaban mereka juga berbeda.”
Orang Bule : “Maksudnya ?”
Mukidin : “Jadi begini, Mister…..

Yang menjawab “HE EH” itu berarti hanya lulusan SD.

Terus yang menjawab “IYA” itu lulusan SMP,

Kemudian yang menjawab “BETUL” itu lulusan SMA…

Naahhh kalau yang menjawab “BENER” berarti dia lulusan Perguruan Tinggi atau Universitas.”

Orang Bule : “Oooo…. begitu. Berarti Bapak lulusan Perguruan Tinggi atau Universitas ya ?”
Mukidin : “HE EH”
Orang Bule : ……$@%&….!!! ???

Si orang Bule jadi makin bingung.

-o0o-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *