SEMUA HAL DALAM PERJALANAN KEHIDUPAN INI SIFATNYA ADALAH HANYA SEMENTARA. JIKA BERLANGSUNG BAIK, NIKMATILAH, KARENA TIDAK AKAN BERTAHAN UNTUK SELAMANYA.

JIKA BERLANGSUNG TIDAK BAIK, JANGAN KAHWATIR, KARENA JUGA TIDAK AKAN BERTAHAN LAMA.

SERINGKALI KETIKA SESEORANG KEHILANGAN HARAPAN DAN KEMUDIAN BERPIKIR BAHWA INI ADALAH AKHIR DARI SEGALANYA, TETAPI TUHAN TERSENYUM DARI ATAS DAN BERKATA “TENANG SAYANG, ITU HANYA SEBUAH BELOKAN, BUKANNYA AKHIR.” MAKA DENGARKANLAH DIA.

KETIKA TUHAN MEMECAHKAN MASALAHMU, KAMU MEMILIKI KEPERCAYAAN PADA KEMAMPUANNYA;

TETAPI KETIKA TUHAN TIDAK MEMECAHKAN MASALAHMU, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI KEPERCAYAAN PADA KEMAMPUANMU.

ore itu terlihat Sudarmono sedang duduk di ruang belajar untuk menemani anak-anaknya yang sedang belajar. Walaupun hanya ditemani saja oleh ayahnya, anak-anak tersebut terlihat serius belajarnya, apalagi kalau mereka sedang menghadapi ulangan semesteran seperti saat itu. Sudarmono sendiri mau membantu mengajari anak-anaknya juga tidak bisa, sebab pelajaran pada jaman sekarang ini dirasakan sangat sulit berbeda halnya ketika dia masih bersekolah dahulu.

Apalagi kalau sudah mulai masuk sekolah SMP atau ke jenjang yang lebih tinggi, malahan dia tidak mengerti sama sekali. Ya maklum saja karena memang Sudarmono bukan bersekolah untuk menjadi guru dan lagi ketika sudah lulus sekolah, mata pelajaran yang sudah dipelajarinya lupa semuanya.

Mereka memang masih disebut anak meskipun sudah duduk di bangku SMP, sebab hanya ditemani saja oleh ayahnya ketika sedang belajar sudah merasa diperhatikan. Belum lagi kalau ditanya hasil ulangannya. Kalau bagus diberikan hadiah supaya hatinya senang dan bangga, tetapi jika hasil ulangannya kurang memuaskan nilainya, anak itu dibesarkan hatinya agar supaya tumbuh semangatnya.

Memang benar ada pepatah yang mengatakan bahwa anak tidak cukup kalau hanya dipenuhi keperluan setiap harinya seperti uang, pakaian dan makanan saja. Tetepi diperlukan lebih dari itu. karena anak memerlukan perhatian yang lebih dari ayah dan ibunya.

Sudarmanto melihat kearah Wulandari istrinya yang sudah memberikan tiga orang anak, yaitu perempuan, lelaki dan perempuan. Jadi anak lelaki berada ditengah dan meneurut istilah dalam Bahasa Jawa disebut dengan Pancuran Kapit Sendang. Yang ketika itu Wulandari sendiri sedang sibuk mengoreksi hasil ulangan murid-muridnya.

Sudarmanto tersenyum dan dalam hatinya berkata : “Hmm….walaupun sudah melahirkan tiga orang anak menurut penilaian dan perasaanku belumlah hilang daya tarik dan kecantikan istriku. Kecantikan yang dimiliki sesuai dengan namanya yaitu Wulandari yang artinya adalah Bulan yang sedang Purnama Penuh.”

Saat sedang memperhatikan istrinya yang sedang sibuk karena sudah beberapa malam mengoreksi hasil ulangan, sekelebatan teringat Sudarmono akan kejadian pada siang hari tadi ketika menghadiri resepsi pernikahan anak dari atasannya. Kejadian yang tidak pernah disangka-sangka itu membuat hatinya menjadi galau dan tidak tenang.

Peristiwa itu terjadi ketika Sudarmono sedang enak-enaknya menikmati aneka hidangan yang disuguhkan pada acara penyelenggaraan resepsi pernikahan tersebut dan tiba-tiba saja terdengar sebuah nama yang disebutkan oleh Pembawa Acara serta dipersilakan agar orang tersebut menyanyikan lagu. Dan nama Widiyatni yang disebutkan itu adalah sebuah nama yang tidak asing baginya dan telah terukir serta tertanam sangat dalam di lubuk hatinya.

Tidak antara lama kemudian terdengar sebuah suara yang merdu yang melantunkan sebuah langgam Yen Ing Tawang Ana Lintang (Kalau Di Langit Ada Bintang) yang diteruskan dengan Lara Branta (Jatuh Cinta, Kayungyun atau Kasmaran).

 

Yen Ing Tawang ana Lintang

Yen ing tawang ana lintang, wong bagus.
  (Kalau di langit ada bintang, orang ganteng).
Aku ngenteni tekamu.
  (Aku menunggu kedatanganmu)
Marang Mega ing akasa, Kangmas,
  (Kepada Mega/Awan yang ada di angkasa, Kanda.)
Sun takokke pawartamu.”
  (Aku menanyakan kabarmu).”
   
Janji-janji aku eling wong bagus
  (Kalau di langit ada bintang, orang ganteng)
Sumedhot rasaning ati.
  .(Terasa menyayat hati)
Lintang-lintang ngiwi-iwi, Kangmas.
   (Bintang-bintang menggoda, Kanda)
Tresnaku sundul wiyati
  (Cintaku setinggi langit)
   
Dhek semana (Ketika itu)
Janjimu disekseni (Janjimu disaksikan,)
Mega Kartika (Awan dan, Bintang)
Kairing rasa tresna asih.(Teriringi rasa kasih dan sayang).
   
Yen ing tawang ana lintang, Wong Bagus
  (Kalau di langit ada bintang, Orang Ganteng).
Rungokno tangising ati
  (Dengarkan tangisan hatiku)
Binarung sepining ratri, Kangmas
  (Diiringi sepinya malam, Kanda).
Ngenteni mbulan ndhadhari
  (Menantikan datangnya bulan purnama)

 

Kemudian diteruskan dengan langgam :

Lara Branta

Yen kelingan mring sliramu adhuh, (Jika teringat akan dirimu,aduh)

Kadya rinujid atiku (Seperti tertusuk hatiku)

Yen siyang tansah katon malelo (Jika siang selalu terbayang)

Dalu datan bisa nendra (Malam tidak bisa tidur)

Apa sliramu uwis lali tenan (Apakah dirimu sudah benar-benar lupa)

Dhek semana nate janji (Ketika saat itu pernah berjanji)

Nedya arep urip bebarengan (Akan menjalani hidup bersama)

Bungah susah dilakoni. (Susah senang dijalani)

Nanging aku orang ngira (Tapi aku tak pernah menyangka)

Yen sliramu bakal cidra (Kalau dirimu akan ingkar janji)

Bareng  saiki wis mulya (Sekarang hidup sudah mapan)

Banjur krama (Kemudian menikah)

Ora nganggo-ora nganggo kandha-kandha… (Tanpa bilang-bilang)

Wis pesthine lelakonku aduh… (Sudah pastinya kehidupanku, aduh)

Aku mung kudu narima (Aku hanya harus menerima)

Sapa kang bisa paring usada (Siapa yang bisa memberikan obat)

Nggonku nandang lara branta. (Diriku yang sedang kasmaran)

 

-o-

Pandangan mata Sudarmanto dengan tajam memperhatikan perempuan diatas panggung yang sedang menyanyikan langgam tersebut untuk memastikan apakah memang benar bahwa perempuan yang sedang menyanyi itu adalah seorang perempuan yang dahulu pernah dipanggil dengan sebutan Bintang Kejora (Sebuah Bintang yang muncul pada sore hari sebelum Bulan muncul atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama Lintang Panjer Sore) yang pernah menjadi pujaan hati nya itu.

Terkesiaplah hatinya, karena dia tidak akan pernah pangling atau tidak akan pernah lupa mengenalinya dan perkiraannya ternyata memang benar bahwa perempuan yang sedang menyanyi di panggung itu adalah perempuan yang dahulu pernah dicintainya.

Dadanya terasa menyesak, lalu piring yang dipegangnya kemudian diletakkan diatas meja dan pandangan matanya tidak bisa lepas dari perempuan yang sedang berada diatas panggung tersebut.

“Tidak mengambil makanan yang lain, Mas ?” tiba-tiba suara Wulandari istrinya yang membuyarkan pandangan matanya.

Seperti orang yang baru sadar atau siuman dari pingsan Sudarmanto hanya bisa melongo atau melenggong saja seperti seekor kerbau dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sebenarnya matanya masih sangat berkeinginan untuk memandang kearah Bintang Kejora yang sedang menyanyi diatas panggung, tetapi hati nya merasa tidak enak dan serba salah terhadap Wulandari istrinya yang sepertinya sudah mengerti apa yang sedang dipikirkannya.

“Menggunakan piring lain yang masih bersih saja, ya Mas,” lagi suara Wulandari sambil memberikan piring kepada Sudarmanto suaminya. Piring tersebut diterimanya tanpa bisa mengucapkan kata-kata sedikitpun.

“Sayur Sop nya rasanya enak, Mas. Saya ambilkan, ya ?” lanjut Wulandari yang kemudian langsung menyinduk sayur sop dan memasukkannya kedalam piring yang lalu diberikan kepada suaminya.

“Pernah berkenalan dengan yang sedang menyanyi diatas panggung itu, ya  Mas ?  Sepertinya kok…… “ kembali Wulandari bertanya.

Belum juga selesai perkataan istrinya…..dalam hati Sudarmono sudah mengeluh dan  berteriak : “Aduh mati beneran dah, aku sekarang ini !”

Mendengar apa yang dipertanyakan istrinya dan yang baru saja diuucapkan itu, menyebabkan Sudarmono menjadi semakin salah tingkah. Untuk menutupi peraaan hatinya yang tidak keru-keruwan tersebut terpaksa kuah sop yang masih panas tersebut disruput dengan menggunakan sendok walaupun sebenarnya selera makannya pada saat itu sudah mulai menghilang.

Entah disebabkan oleh karena apa, apakah karena terbawa hati yang lunglai ketika mengetahui Si Bintang Kejora yang tadi menyanyi diatas panggung atau entah bagaimana, walaupun niatnya untuk menyeruput sop itu sudah dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan tetapi masih juga tersedak sehingga  menyebabkan terbatuk-batuk.

“Sabar saja, jangan terburu-buru, ya Mas. Waktunya masih lama,” saran istrinya sambil tersenyum dan sepertinya sangat mengerti benar perasaan hati suaminya.

“Kalau memang sudah pernah kenal, apa salahnya kalau dihampiri saja untuk bertegur sapa, hitung-hitung bersilaturakhmi,” kata Wulandari  sambil menuntun suaminya menuju kearah stand lain dimana perempuan yang menyanyi diatas panggung tadi duduk, yang menyebabkan badan  Sudarmono menjadi panas dingin.

“Mbak, tadi waktu menyanyi suaranya terdengar sangat merdu sekali, saya malahan masih ingin mendengarkannya lagi,” sapa Wulandari tanpa ada rasa canggung sedikitpun setelah berhadapan dengan perempuan tadi.

“Terima kasih atas pujiannya. Tetapi saya hanya bisa menyanyikan dua buah lagu yang itu saja, tidak lebih,” jawabnya familier dengan senyum tersungging di bibirnya yang semakin melengkapi kecantikannya, sebab mata yang belok dan bulat itu bersinar seperti bintang kejora.

“Bagaimana Mas kabarnya, sehat-sehat saja bukan ?” yang selanjutnya dengan masih tersenyum si Bintang Kejora bertanya kepada Sudarmono. Sebelum menjawab, dalam hatinya Sudarmono berkata : “Waduh bisa rontok imanku ini, wong ayu (orang cantik).”

Tetapi kemudian diapun menjawab dan balik bertanya : “Alhamdulillah baik, bagaimana denganmu ?”

Namun tidak ada jawaban sama sekali yang keluar dari Bintang Kejora, akan tetapi dengan tenangnya dia hanya memasukkan sesendok kecil ice cream ke dalam mulutnya.

Kemudian Sudarmono melihat kearah istrinya yang menjauh darinya, entah apa yang menjadi penyebabnya. Kembali dalam hati Sudarmono berkata : “Mungkin saja istriku memberikan kesempatan agar aku bisa mengobrol dengan Bintang Kejora. Kalau benar menurut perkiraanku, alangkah besar dan betapa putihnya hati istriku ini.”

“Sekarang tinggal dimana ?” kembali tanya Sudarmono kepada Bintang Kejora.

“Aku sekarang tinggal sangat jauh dari kota ini, Mas. Aku datang kemari karena kebetulan bulik atau tanteku yang mempunyai hajat menikahkan puteranya. Kemudian aku mengetahui ketika Mas Sudarmono datang sekalian beserta istri, lalu aku menyanyikan dua buah lagu, langgam sebagai kenangan yaitu Yen Ing Tawang Ana Lintang dan Lara Branta, yang tadi.” jawabnya menjelaskan.

“Kalau begitu, kamu menyalahkan aku ?”  Sudarmono bertanya lagi.

“Tidak Mas. Aku tidak pernah menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini.” jawab si Bintang Kejora lagi.

“Begini lho, sehari setelah aku menerima surat pengangkatan aku pergi kerumahmu, namun rumah itu dalam keadaan kosong. Dan menurut penjelasan tetangga……….”

“Ah..masak ? Itu lho Mas sudah ditunggu oleh istrimu,” kata-kata Widiyatni memotong dan menghentikan pembicaraan Sudarmono, sambil tersenyum dan langsung menghindar dengan memasuki sela-sela kerumunan tamu yang hadir sampai hilang dari pandangan mata Sudarmono. Dan Sudarmono sendiri tidak bisa melakukan apa-apa terkecuali hanya bisa menelan ludah saja, maksudnya ingin menjelaskan apa yang telah terjadi tetapi tidak diberikan kesempatan.

Bayangan terhadap peristiwa siang hari tadi yang baru saja terjadi dan dialami ketika bertemu dengan Si Bintang Kejora menjadikan sebuah lamunan yang menggores sangat mendalam dihatinya. Dan bahasa yang diucapkan oleh Widiyatni, yaitu : “lalu aku menyanyikan dua buah lagu, langgam sebagai kenangan yaitu Yen Ing Tawang Ana Lintang dan Lara Branta, yang tadi” masih terngiang dan belum juga bisa hilang dari telinganya. Perlahan-lahan Sudarmono berpindah tempat dari tempat belajar anak-anak ke teras rumah di depan, dengan duduk menghadap kearah timur sambil melihat di langit Bintang Kejora yang sedang memancarkan sinar terangnya.

Segelas kopi sisa sore tadi yang kini hanya tinggal sedikit dapat dikatakan hanya tinggal endapannya saja, kemudian diseruputnya, Hal tersebut dilakukan hanya berusaha untuk mengurangi keruwetan hati yang sedang melandanya. Akan tetapi walaupun hal itu sudah dilakukan, namun perasaan galau itu belum juga bisa hilang. Bahkan bayangan perempuan cantik yang pernah menjadi pujaan hatinya itu malah semakin menjadi nampak, dan seakan-akan mengejek dengan menari-nari di pelupuk matanya.

Dalam hatinya Sudarmono mengingat-ingat syair dari lagu Langgam yang tadi telah dinyanyikan oleh Widiyatni dan bahkan merasakan bahwa cara menyanyikannya pun memang ditujukan kepadanya dan bertanya : “Mengapa engkau dahulu pergi tanpa memberi tahu ?”

Dan dalam hatinya pun berceloteh sendiri untuk memberikan jawaban : “Aku tidak pernah mengingkari janjiku sayang, tetapi janji tersebut tidak bisa kupenuhi sebab aku tidak mengerti dimana tempat tinggalmu. Ketahuilah bahwa pada waktu itu aku juga menunggu kedatanganmu, tetapi dirimu tidak pernah datang. Ya baru siang hari tadi aku bisa melihatmu kembali.”

“Haaaaaaahhhhhh………..!” Sudarmono menghela napas dan mendesah yang dihembuskan agak keras dengan maksud untuk mengurangi beban keruwetan pikirannya yang galau itu, sambil memperhatikan Bintang Kejora yang bersinar di langit sebelah timur dan terlihat semakin meninggi.

“Apakah perlu diambilkan cemilan, Mas ?” pertanyaan Wulandari istrinya yang mengagetkan hatinya karena tiba-tiba saja tanpa diketahui sudah duduk dan berada di sampingnya.  Sehingga pertanyaan yang mengagetkan tersebut berhasil mengusir bayangan perempuan cantik bernama Widiyatni yang dipanggilnya dengan sebutan si Bintang Kejora.

“Enggak usah,” jawab Sudarmono singkat.

“Saya buatkan minuman lagi, ya Mas  ?” istrinya bertanya lagi.

“Ya boleh lah. Teh manis saja ya,” jawabnya untuk melegakan hati Wulandari istrinya.

Wulandari kemudian masuk ke dalam rumah dan tidak antara lama keluar lagi dengan membawa nampan kemudian menghidangkan segelas air teh hangat kepada suaminya

“Mas, apakah ada yang sedang dipikirkan, ? Wajahnya kok kelihatan lesu dan tidak bersemangat,” tanya Wulandari sambil duduk disampingnya.

“Ah, nggak ada. Memangnya mau mikirin apa ?” jawab Sudarmono berbohong.

“Ya syukurlah kalau tidak sedang memikirkan apa-apa. Lihat Bintang Kejora itu bersinar dengan sangat indah ya, Mas ?” kata Wulandari sambil menunjuk pada arah bintang kejora yang sedang bersinar terang.

“Ohhh iya, apakah anak-anak sudah pada selesai belajarnya ?” kata Sudarmono balik bertanya untuk mengalihkan pembicaraan tentang Bintang Kejora tersebut.

Kembali dalam hatinya Sudarmono berkata pada dirinya sendiri : “Jujur saja, bahasa Bintang Kejora yang Bersinar dengan sangat Indah yang baru saja terucap atau keluar dari bibir Wulandari istriku, menumbuhkan pertanyaan yang sangat mendalam dihatiku. Apakah istriku mengerti riwayat tentang Bintang Kejora ? Apakah dia juga mengerti kalau aku pernah mencintai perempuan yang kupanggil dengan nama Bintang Kejora tadi ?”

“Sudah Mas, mereka sudah pada masuk ke kamar tidurnya masing-masing. Sepertinya mereka sudah pada lelah,” jawab istrinya.

“Ya tidak menyalahkan kalau mereka semua sudah pada lelah, karena seluruh tenaga dan pikirannya dicurahkan untuk belajar dalam menghadapi ulangan semesteran,” perkataan Sudarmono melanjutkan pembicaraan tentang anak-anak.

Tidak ada komentar sedikitpun yang keluar dari mulut istrinya dengan kalimat yang terakhir yang baru saja diucapkan oleh Sudarmono. Sejenak keadaan menjadi hening dan untuk sesaat kemudian tidak ada salah seorang pun dari mereka yang mengeluarkan kata-kata untuk memulai pembicaraan.

Sementara itu angin kemarau yang semilir menghembus perlahan mulai terasa dingin pada kulit dan menembus tulang, sedangkan sinar bintang kejera sendiri yang tadinya terang sinarnya sedikit demi sedikit terlihat menyuram sebab bulan mulai mengeluarkan cahayanya. Walaupun belum sampai bulat penuh atau purnama ternyata cahaya bulan tersebut mampu menyuramkan sinar bintang kejora yang sudah memancar sejak sore tadi.

“Sayang ya, Mas, indahnya Bintang Kejora itu berkurang karena adanya pancaran cahaya Rembulan (Bulan),” tiba-tiba suara istrinya memecah kebekuan dan sepinya suasana.

Kembali suara hati Sudarmono berkata : “Ah bahasa yang terucapkan dari bibirnya itu kurasakan mengandung sindiran.” Tetapi kemudian Sudarmono berkata :

“Memang benar, Bintang Kejora itu indah, tetapi yang lebih indah lagi adalah Rembulan itu sendiri. Apa lagi kalau sedang purnama penuh, disamping lebih indah cahayanya juga bisa menerangi seluruh alam semesta atau jagad raya seisinya. Dan cahayanya bisa menerangi dan menembus gelapnya malam.”

“Kok bisa demikian kenapa ya, Mas ?” pertanyaan istrinya lagi.

Kembali suara hati Sudarmono berkata : “Pertanyaan istriku ini, kurasakan mengandung suatu arti yang sangat dalam. Sebuah pertanyaan yang menantang kebijakan hatiku.,” namun kemudian Sudarmono kembali berkata :

“Sebab keadaan Rembulan itu lebih dekat apabila dibandingkan dengan keadaan Bintang Kejora itu sendiri. Dan lagi cinta dari Bulan itu terhadap dunia sekitarnya jauh lebih besar daripada cinta Bintang Kejora tersebut. Sebagai buktinya adalah, bahwa Bulan itu dengan sukarela memancarkan semua cahaya yang dimilikinya pada alam semesta ini hingga menjadi terang benderang.”

Sudarmono melirik istrinya, dan terlihat bahwa dibibirnya tersungging sebuah senyuman puas sepertinya terpenuhi apa yang menjadi keinginan hatinya. Sunggingan sebuah senyuman manis yang mampu menghilangkan bayang-bayang Bintang Kejora yang hampir saja meruntuhkan iman nya itu. Selanjutnya jari-jemari tangan istrinya digenggamnya kencang dan kemudian diciumnya berkali-kali, dan istrinya hanya diam pasrah tidak menolak ataupun menghindari.

“Hawa udara malam ini semakin terasa dingin, ya Mas. Aku kedinginan !” kata Wulandari sambil menggigil kedinginan serta terdengar bunyi giginya yang gemeretuk dan kemudian langsung masuk ke dalam rumah.

“Ya memang hari sudah larut malam apalagi sekarang sudah memasuki musim kemarau, maka tentu saja kalau udara juga akan menjadi terasa sangat dingin menusuk tulang,” jawab Sudarmono sambil mengikuti istrinya masuk ke dalam rumah dan tak lupa mengunci pintu-pintunya.

Kemudian dibukanya kamar anak-anak untuk melihat keadaan mereka, dan terlihat mereka semua sudah tidur dengan nyenyaknya.

“Maafkan saya ya, Mas. kalau pada akhir-akhir ini aku sangat sibuk sehingga sampai lupa terhadap kodratku sebagai seorang istri,” katanya perlahan ketika Sudarmono sudah tiduran telentang disampingnya.

Jari-jari tangan Wulandari yang lentik itu mengusap-usap bulu-bulu yang tumbuh di dada suaminya. Lampu hijau yang bersinar remang-remang di dalam kamar itu menyebabkan malam seakan menjadi semakin larut.

“Ah ya tidak mengapa karena memang sedang sibuk menjalankan tugas,” jawab Sudarmono menghibur istrinya.

Di luar rumah teriring tiupan angin malam yang dingin mencekam, cahaya Bulan juga semakin bersinar yang menerangi alam maya pada ini dan mampu menyingkirkan Bintang Kejora yang sinarnya semakin menyurut bersamaan dengan suara desahan nafas yang memburu dalam menumpahkan rasa kasih sayang yang hampir saja hancur berantakan karena dilanda oleh sebuah prahara kehidupan.

-o0o–

Untuk saudaraku para pembaca diutamakan untuk lingkungan sendiri, gubahan cerita diatas hanya merupakan sekedar contoh kejadian saja dari sekian banyak masalah kehidupan DALAM RUMAH TANGGA yang terjadi, melalui reka cerita dengan judul ANTARA BULAN DAN BINTANG merupakan suatu peristiwa yang didalamnya memuat hikmah tentang Rasa Cinta, Pertemuan dengan mantan yang tidak sengaja, Cinta Lama Bersemi Kembali dan Kebahagiaan itu pilihan sebagai pesan moral dan bahan perenungan dalam menjalani kehidupan kita dalam membina keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga sehari-hari.

PERASAAN CINTA

Perasaan Cinta dan Mencintai pada lawan jenisnya yang ada dalam diri setiap manusia tidak salah. Karena Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling (mencintai, memiliki, memenuhi, pengertian dan lain-lain).

Cinta adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika seseorang sudah mengenal cinta, maka dia akan merasa menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, apabila cinta itu tidak terbalas, maka orang itu akan merasa bahwa dirinya adalah orang yang  paling malang dan  akan kehilangan gairah hidup.

Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya berjalan apabila ke dua belah pihak melakukan “saling” seperti tersebut diatas. Karena cinta tidak dapat berjalan apabila masing-masing mementingkan dirinya sendiri.

 

BEBERAPA HAL YANG HARUS DILAKUKAN JIKA  SECARA NGGAK SENGAJA KETEMU DENGAN MANTAN

Mantan pacar merupakan masa lalu yang memang harus dilupakan, meskipun pernah memiliki kenangan indah yang telah dilalui bersama. Meskipun nggak semua masa lalu itu indah untuk dikenang dan dikejar-kejar lagi, tetapi karena semuanya telah berlalu, apalagi misalnya sekarang masing-masing sudah berkeluarga.

Yang namanya mantan memang sudah tidak berarti apa-apa lagi, mereka hanya merupakan sama-sama manusia yang kebetulan bertempat tinggal di tempat atau di bumi yang sama. Bahkan jika sampai bertemu pun sebenarnya sudah tidak ada artinya apa-apa lagi, namun jika bisa memilih lebih baik nggak usah ketemu lagi dengan yang namanya mantan pacar.

Akan tetapi sangat disayangkan sekali, bahwa kemungkinan untuk ketemu mantan pacar secara tidak sengaja pasti ada, misalnya sedang berbelanja di mall, bertemu di tempat undangan ataupun pada saat reunian walaupun kesempatan itu sangat kecil atau prosentasenya sangat kecil.

Jadi andaikata secara tiba-tiba dengan tidak sengaja ketemu dengan mereka dan Kalau sudah nggak ada perasaan sama mantan begitu ketemu sih nggak apa-apa, tapi kalau masih ada rasa cinta ………hmmmm itu yang harus dijaga.

Agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka yang harus dilakukan adalah :

  1. Mengindar dan Hanya tersenyum saja.

Misalnya jika masuk ke sebuah mall atau restoran atau bahkan di tempat lain ketika melihat atau bertemu dengan mantan serta sempat kepergok berhadapan satu sama lain, jangan sampai kabur tetapi haruslah bersikap biasa saja padanya meskipun sebenarnya hati merasa merasa gugup dan tersenyumlah kemudian langsung pergi atau menghindar. Apalagi jika sedang beraktivitas, maka akan lebih baik segera pergi untuk melanjutkan aktivitas kembali.

  1. Tidak usah menyapa lebih dulu

Kalau bisa tidak usah menyapa lebih dulu, hal itu hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginan akan terjadi baik saat ini, misalnya akan dicuekin atau dia akan membalas sapaan dengan nada yang kurang enak.

Maupun untuk menghindari saat nanti, misalnya karena pertemuan itu bisa saja berkelanjutan sehingga bisa mengakibatkan kisah cinta lama bisa berulang kembali, mengingat salah seorang atau masing-masing sudah berkeluarga.

Biarkan saja meskipun akan dikatakan sombong olehnya, karena memang sudah tidak ada hal-hal penting lagi diantara kalian ?

  1. Bicaralah seadanya

Andaikata dia menegur lebih dulu, maka jangan sekali-kali menanyakan kabarnya, apa kesibukannya, bagaimana kehidupannya, sudah punya pacarkah atau lain sebagainya.

Cukup jawab apa yang dia tanyakan saja. Berbahaya jika sampai lepas kendali dan menanyakan berbagai macam pertanyaan, sebab dengan hal tersebut perlahan-lahan rasa itu bisa muncul lagi. Karena bahaya terbesar dari pertemuan dengan mantan adalah membuat tertarik kembali dengan masa lalu.

  1. Segera sudahi basa-basinya dan jangan ngobrol berlama-lama.

Nggak usah mencari masalah dengan berusaha memanjang-manjangkan obrolan yang terlalu lama dengannya. Hal tersebut bisa menjadi makin susah melupakannya atau malah terlibat pertengakan kembali. Bohong sedikit nggak masalah kok, karena bisa bilang atau dengan menggunakan alasan bahwa sedang banyak pekerjaan atau akan segera pergi ke suatu tempat.

  1. Jika sudah menjauh, gak perlu menengoknya ke belakang

Meskipun terlihat seperti sebuah nasehat yang tersirat seseorang bisa mengartikannya sebagai pesan yang berguna untuk dirinya sendiri. Intinya sih, jika sudah saling menjauh nggak usah lagi lah menengok kebelakang apa yang sudah terjadi.

Fokuslah pada apa yang sedang miliki sekarang, berjalanlah dengan percaya diri. Kebersamaan bersama mantan memang indah, tapi itu sudah menjadi bagian dari masa lalu.

  1. Jangan Marah atau Kesal

Mungkin masih ada rasa sakit hati dengannya, karena yang menjadi pokok permasalahan belum terselesaikan. Tetapi jika hubungan memang sudah berakhir, sudahlah lupakan saja. Percuma saja dengan marah-marah, karena belum tentu bisa membuat hubungan membaik kembali.

  1. Jangan Pamer kemesraan

Ketika baru saja putus tetapi sudah dekat dengan orang lain, yang lebih ganteng atau cantik daripada si mantan, akan tetapi hal itu tidak berarti bisa membuat mantan cemburu dengan cara memeluk pacar yang baru secara terang-terangan. Haruslah bersimpati pada perasaannya. Lagipula, bermesraan dengan orang baru setelah tidak lama putus pun dampaknya tidak terlalu bagus.

  1. Jangan Melupakan penampilan

Tidak perlu berdandan heboh, tetapi setiap kali keluar rumah, pastikan  mengenakan pakaian yang rapi, pantras, dan enak dilihat, serta wajah yang terawat dan rambut yang ditata rapi. Jadi jika tiba-tiba bertemu orang yang tak terduga seperti mantan pacar, akan selalu tenang dan tidak akan terlalu panik atau salah tingkah.

 

-o0o-

 

SALAHKAH BILA (CLBK) CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI

 

Dalam suatu kesempatan, kemungkinan seseorang bisa saja bertemu dengan mantan pacar secara tidak sengaja. Namun dalam kesempatan tersebut terkadang, perasaan cinta yang lama telah hilang bisa saja  muncul kembali.

 

Salahkah menjalin hubungan untuk kedua kalinya dengan mantan pacar ?

 

Sebenarnya kembali menjalin hubungan atau merajut kasih dengan mantan pacar tidak ada yang salah asalkan mereka masih sama-sama sendiri atau belum berkeluarga, tetapi hal itu akan menjadi salah jika salah seeorang atau keduanya masing-masing sudah mempunyai tanggung jawab keluarga, karena bisa merusak hubungan dan  kebahagiaan keluarganya.

 

Untuk Yang Masih Belum Berkeluarga.

Para akhli mengatakan bisa saja seseorang itu kembali merajut kasih dengan pasangan lama yang telah hilang. Asalkan saja seseorang tersebut dengan pasangannya dapat mengindentifikasikan dan menerima masalah yang dahulu timbul, sehingga mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan.

 

Seseorang itu dengan pasangannya tidak perlu harus saling menyalahkan tentang alasan mereka putus saat itu. Namun pada kesempatan itu akan lebih baik jika dipergunakan untuk mengklarifikasi berbagai macam hal, sehingga mereka berdua dapat memulai hubungan yang baru tanpa harus tetap terikat pada masa lalu tetapi harus manatap masa depan. Jadi kembali jatuh cinta satu sama lain membutuhkan permbicaraan di antara kedua belah pihak

 

Beberapa alasan Cinta Lama bersemi Kembali

 

Ada beberapa alasan yang membuat cinta lama bersemi kembali itu mungkin terjadi. Sebebnarnya usainya hubungan bukanlah akhir dari segala-galanya. Bukan tak mungkin, ikatan cinta yang pernah terjalin bersama mantan jadi alasan untuk kembali bersamanya.

 

  1. Sesuatu yang lebih dari sekedar cinta.

Perpisahan dengan mantan bisa terjadi karena sesuatu yang sifatnya spontan. Banyak factor yang memungkinkan seseorang kembali pada sang mantan, yaitu sesuatu yang ada pada dirinya sendiri. Tidak hanya hal yang bersifat materi, tapi bisa juga berupa kesejahteraan psikologis dan emosional darinya.

 

Salah satu hal yang membuat cinta bisa bersemi kembali adalah kenyamanan dan keengganan untuk mencari pasangan baru. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk bertanya pada diri sendiri apakah seseorang itu ingin kembali pada mantan pacarnya dengan pertimbangan tersebut.

 

  1. Masalah yang dihadapi tak sebesar cinta yang mereka miliki.

Kembali pada mantan memang menjadi keputusan pribadi. Bisa jadi kamu terus memikirkan masalah yang mengakhiri hubungan dengan mantan, seperti suasana hati yang buruk atau mengalami hari yang sulit.

 

Tapi, kamu harus bisa melihat siatuasi yang terjadi sekarang secara obyeketif. Bisa jadi masalah tersebut tak lagi penting karena kondisinya telah berubah. Kamu juga harus bisa menentukan hubungan dengan mantan kini lebih baik atau tetap burukl dan masalah yang dihadapi sudah dapat teratasi atau belum.

 

  1. Tindakan lebih penting dari sekadar kata-kata

Membuka kesempatan kedua bersama mantan memang tidak mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama dengan melihat apakah tindakan yang dilakukan sesuai dengan kata-kata yang diucapkannya.

 

Dalam hal ini, kamu perlu mencoba untuk percaya pada kata hati dan tidak mudah terperangkap dalam kata-kata yang diucapkannya.

 

  1. Komitmen untuk memperbaiki hubungan

Memberi kesempatan kedua bukan berarti kamu membiarkannya untuk berubah sendiri. Komitmen untuk memperbaiki hubungan adalah tanggung jawabmu bersama pasangan.

 

Kamu bisa merefleksikan hubungan sebelumnya dan menetapkan batas-batas baru guna memperkuat komitmen dengan si dia.

 

Bagi Yang Sudah Berkeluarga.

CLBK bagi yang sudah berkeluarga bisa berarti Cinta Lama Bikin Kisruh keluarga, maka yang harus menjadi bahan pertimbambangan pemikiran adalah : Setelah hidup berkeluarga sekian lama dan masing-masing telah saling mengenal dengan baik mengenai kebaikan dan kekurangan dari pasangan hidupnya. Juga segenap pengorbanan jiwa raga, waktu dan pikiranpun telah sama-sama dibagi dalam susah dan senang.

 

Untuk selanjutnya hidup itu bukannya mencari kesenangan untuk diri sendiri karena merasa lebih baik dan menyenangkan, tetapi bagaimana upaya untuk membina rumah tangga yang baik dan membahagiakan mereka.

 

Kemudian yang harus diingat pula adalah bahwa Allah telah memberikan pasangan yang terbaik untuk umatnya agar menjadi pribadi yang lebih matang kedepannya. Semua yang terbaik menurut Allah adalah pasti terbaik untuk manusia, namun yang terbaik dalam pandangan dan pemikiran manusia belumlah tentu selalu akan membuat baik hidup manusia itu sendiri.

 

Ketika Cinta Lama Bersemi Kembali

Merenungkan kembali, ketika dahulu perjalanan untuk menuju kesebuah pernikahan sangat sulit dan tidak bisa dicapai dengan mudah. Mungkin sudah sangat banyak cerita yang telah mawarnai sebelum pernikahan itu terjadi, yang bisa memberikan kesan mendalam sehingga sangat sulit untuk dilupakan begitu saja.

Akhirnya ketika pernikahan sudah terlaksana, apakah kemudian membiarkan waktu yang akan mengikis kesakralan dan makna suci dari pernikahan itu sendiri karena adanya bayang-bayang masa lalu dengan mantan pacar.

Sehingga yang tersisa hanyalah kebosanan dan pengikat yang justru mengunci mati hati-nuraninya. Sehingga pasangan hidup yang berada di sampingnya hanyalah berlaku sebagai pelengkap dan pemformal status bahwa dia telah menikah atau sudah berkeluarga. Sedangkan mengenai masalah hati, tentu saja telah berubah.

Orang yang telah berkeluarga pasti mengenal dengan baik serangkaian kebaikan dan kekurangan dari pasangan hidupnya. Segenap pengorbanan jiwa raga, waktu dan pikiranpun telah sama-sama dibagi dalam susah dan senang. Dia merupakan kepercayaan, teman hidup sekaligus penasehat yang memberikan kenyamanan batin untuk nya. Lalu bagaimana bisa dia menyerahkan cinta yang begitu suci hanya untuk orang lain atau mantan pacar yang baru di kenal lagi dalam beberapa waktu saja ?

Mungkin saja seseorang merasa senang atas kenangan masa lalu ketika bersama mantan pacar yang pernah dikasihi dirasakan sangat indah, oleh karena itu dia menganggap sudah sangat mengenal mantan pacarnya. Dengan demikian maka timbul pemikiran untuk membandingkan pasangan yang ada sekarang dengan  mantan pacarnya.

Tetapi jangan berdasarkan dari kenangan indah masa lalu itu kemudian membayangkan hidup dengan mantan pacar akan terasa lebih indah dan menyenangkan, namun jika dijalani sesungguhnya yang akan terjadi belum tentu keadaanya seperti yang telah dibayangkan.

Karena orang tersebut pernah berpikir, bahwa waktu juga yang mungkin telah banyak mengubah dirinya maupun mantan pacarnya, baik dari segi perilaku, karakter, pola hidup maupun lain-lainya.

Mungkin saja orang tersebut berkeras hati akan memutuskan untuk hidup bersama dengan mantan pacarnya dan meninggalkan pasangan hidupnya. Tetapi dia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada hari esok, lebih baik atau lebih buruk,

Mantan pacar itu juga manusia biasa seperti pasangan hidupnya sendiri dan mereka semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lalu dengan kriteria apa, seseorang itu bisa menilai bahwa hidup dengan mantan pacar pasti akan  lebih baik dari pada sekarang.

Oleh karena itu menurut pemikiran akal sehat dari pada menebak-nebak sesuatu yang belum jelas dan bertaruh atas kebahagiaan, maka akan jauh lebih baik jika mensyukuri yang telah ada.

Karena hidup adalah tentang menatap kedepan, bisa dibayangkan jika seseorang berjalan dengan selalu menoleh kebelakang, bukan tujuan yang telah ditentukan yang akan di dapat, mungkin malah kecelakaan yang akan merenggut nasibnya.

Begitu pula halnya dengan cara pandang dalam menatap sebuah rasa hati. Namun bukanlah manusia dilebihkan atas makhluk yang lain karena keberadaan akalnya ? Berpikir untuk memperbaiki yang ada dan mensyukuri yang telah diberi adalah suatu kebaikan yang tidak akan berputus.

Ketika seseorang menjatuhkan pilihan untuk tetap menghianati pasangan hidupnya demi cinta lama dengan mantan pacar yang belum tentu memberikan hidup yang lebih baik untuknya, namun apabila mau mencoba untuk merenungkan kembali, siapa yang selama ini telah merawat dan memenuhi kehidupannya dengan limpahan kasih sayang ?  Jawabannya adalah keluarganya. Oleh karena itu apakah suatu perbuatan yang baik kalau hanya demi kesukaan pribadi, nafsu pribadi seseorang harus menyakiti perasaan hati pasangan hidupnya ?

Pernikahan sejatinya adalah memberikan rasa syukur dan kedamaian hati kepada para pelakunya. Jika seseorang telah berniat dalam hati untuk membuat janji sakral itu karena ibadah kepada Allah, maka bagaimana ketika dikatakan bahwa Allah tidak akan menyukai adanya pernghianatan. Apakah masih akan tetap berkeras hati dengan memilih hidup bersama mantan pacar dan meninggalkan keluarga atau pasangan hidupnya.

Yang harus disadari adalah, bahwa pasangan hidup yang sekarang ini adalah cinta lama dan cinta masa depan. Dialah yang turut memberi andil untuk menjadikan diri seseorang itu seperti sekarang ini. Jadi sykukurilah, jagalah dan tatap masa depan. Hanya kedepan, tanpa harus menoleh lagi. Karena sesungguhnya pasangan hidup sekarang ini adalah hadiah terindah dari Allah sang Maha Pengasih yang pasti tahu yang terbaik untuk umatNya.

 

-o0o-

 

BAHAGIA ITU PILIHAN

Setiap orang walau sekecil apapun itu, pasti pernah merasakan bahagia atau kebahagiaan. Karena bahagia itu bisa datang kapan saja dan dimana saja dan bisa juga datang tanpa direncanakan. Pengertian bahagia itu sendiri bagi setiap orang pasti berbeda-beda.

 

Kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kegembiraan atau kenikmatan.

Sebenarnya bahagia adalah hal yang subyektif bagi setiap orang. Karena bahagia itu sendiri tidak memiliki ukuran yang pasti dan tidak memiliki acuan untuk menentukan seberapa bahagia seseorang atau seberapa tidak bahagia seseorang.

Mengapa bahagia itu dikatakan sebagai sebuah pilihan ?

Sebenarnya dalam hidup ini, jangan menyalahkan orang lain bila tidak bahagia, karena kebahagiaan itu bukan orang lain yang menciptakan tapi ada pada hati masing-masing.

Kebahagiaan itu tidak perlu dicari, tetapi perlu membinanya, diri sendiri yang harus menciptakannya karena kebahagiaan itu terletak pada sebuah hati, yaitu sebuah hati yang selalu bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki.

Oleh karena itu dalam menjalani kehidupan seseorang boleh saja memilih apakah dia ingin bahagia atau tidak pada suatu keadaan.

 

Sebagai Contoh :

  1. Ketika seseorang tidak memiliki uang yang cukup, orang tersebut bisa memilih apakah dia ingin tetap bahagia dengan apa yang dimiliki atau bahkan sebaliknya.
  2. Seperti cerita diatas, Sudarmono ketika secara tidak sengaja bertemu dengan mantan pacar, disitu dia bisa menentukan pilihan, apakah dia ingin tetap bahagia dengan pasangan hidup atau keluarga yang dimiliki atau beralih kepada mantan pacar yang belum jelas kedepannya. Namun tentu saja hal tersebut harus melalui sebuah usaha dan perjuangan serta dukungan dari pasangan hidupnya.

 

 

Beberapa langkah yang dapat membuat hidup bahagia :

  1. Bersyukur

Orang yang bahagia dalam hidupnya adalah orang yang tidak selalu memiliki sesuatu yang terbaik dalam kehidupannya, tapi hanya selalu berusaha untuk bersyukur dan menjadikan setiap apapun yang dimiliki atau yang hadir dalam hidupnya menjadi yang terbaik.

Kebahagiaan tidak akan pernah datang kepada mereka yang tidak menghargai apa yang mereka miliki hari ini, karena mereka tidak pernah tahu yang di miliki hari ini apakah masih ada untuk hari esok.

Selain itu bersyukur menjadi tanda terima kasih kita pada Allah, Tuhan Yang Maha Esa dengan semua yang Dia berikan pada kita.

 

  1. Bersabar

Dengan bersabar seseorang yakin bahwa semua dalam kehidupan ini sudah ada yang mengatur. Dengan bersabar pula seseorang dapat menghadapi segala macam kesulitan dengan lapang dada.

Apabila rencana dan keinginan manusia tidak menjadi kenyataan seperti apa yang diharapkan, maka harus tetap tersenyum dan ingatlah bahwa manusia merencanakan dengan cita-cita sedangkan Allah merencanakan dengan cinta.

 

  1. Berusaha

Kebahagiaan harus di raih dan harus di usahakan caranya adalah dengan melakukan hal-hal yang dapat membuat bahagia walaupun hanya dengan hal-hal kecil dan sederhana.

Ada yang berpendapat bahwa mencari kebahagiaan itu bisa diibaratkan seperti halnya memungut dan mengumpulkan serpihan atau pecahan kaca.

Ada yang Berhasil Mengumpulkan Banyak dan Ada pula yang Berhasil  Mengumpulkan Hanya Sedikit.

Tetapi tidak ada seorang pun yang bisa berhasil mengumpulkan semuanya, karena ketika mengumpulkannya pasti ada yang terluka.

 

  1. 4. Berpikir

Dengan berpikir positif seseorang dapat mengerahkan semua daya yang dimiliki untuk melakukan hal-hal positif. Dengan memiliki pikiran positif dan melakukan hal-hal positif dapat memberikan aura yang positif pula pada dirinya.

Dan katakan pada diri sendiri “Saya akan memilih untuk bahagia apapun kondisinya.”

Kebahagiaan yang sempurna terdapat pada seseorang yang sederhana tetapi dia memperlakukannya dengan istimewa.

Ada yang mengatakan : “Tak perlu memiliki segalanya untuk bahagia, cukup jadikan apa yang sudah kau miliki saat ini sebagai alasan untuk bahagia.”

 

  1. Memperbanyak Ibadah

Memperbanyak Ibadah adalah merupakan hal yang penting, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah maka hati akan terasa lebih lapang, pikiran lebih jernih dan hidup pun jauh lebih diberkahi dan segala masalah yang dihadapi akan dipermudah jalannya oleh Allah sehingga hidup terasa jauh lebih ringan.

Seseorang akan memilih untuk bahagia dengan rasa syukur kepada Allah, dan mohon diberi ketenangan serta hidayah, dengan doanya :

“Ya Allah, limpahkan rezeki dan kasih sayang untukku, keluargaku, sahabatku dan orang-orang yang kusayang.

Ya Allah, berikan aku hati yang jernih….

agar aku selalu bersyukur diatas kekurangan yang aku miliki….

agar aku merasa cukup dalam kekurangan…

ajarkan aku arti ridha dan ikhlas agar aku tidak mengeluh ketika kebahagiaan yang kudapatkan tidak sesuai dengan yang kuharapkan.”

 

-o-

 

Sekarang pilihan ada di tangan anda. Apakah ingin tetap bahagia atau tidak. Satu pesan, jalani apapun yang anda lakukan dengan keikhlasan dan kebahagiaan. Percayalah karena jika menjalani hidup dengan kebahagiaan maka hidup ini akan terasa jauh lebih indah dan lebih ringan untuk dijalani sesulit apapun kondisinya.

Karena bahagia itu pada hakikatnya adalah dekat, terlalu dekat dengan kita….kebahagiaan itu bukan untuk dicari tetapi harus dibina, jika seseorang itu masih tercari-cari kebahagiaan, maka dapat dikatakan bahwa dia tidak merasa bahagia.

Demikian beberapa masukan yang mungkin dapat berguna atau bermanfaat walau pun hanya sedikit.

 

-o0o-

 

Sebuah anekdot :

 

ISTRI ITU SEPERTI AC

    Pada sebuah pengajian, ketika berceramah sang Ustadz berkata kepada jamaah ibu-ibu.
     
Ustadz : Ibu-ibu percaya nggak kalau saya bilang, ibu-ibu itu nggak punya dosa sejak menikah…….
     
Ibu-ibu : Ngggaaakkkkkkk……… (serempak menjawab)
     
Ustadz : Beneran lho bu, giomana punya dosa, kalau ibu-ibu nggak menutup aurat yang ditanya oleh Allah itu suami-nya, bukan ibu.

Tuh apa  kasihan nggak sama suami-nya, bu  ?

     
Ibu-ibu : Iyaa dong Tadz, kasihan……
     
Ustadz : Kalau ibu-ibu nggak bisa ngaji, males Sholat, yang ditanya, dan yang tanggung jawab si hadapan Allah, ya suami-nya, bukan ibu-ibu.

Nah ibu-ibu, sayang enggak sama suami ?

     
Ibu-ibu : Sayaaaaanggggggg …………..(kompak)
     
Ustadz ; Kalau anak-anaknya nakal, nggak ta’at, nggak patuh sama ayah-nya, yang masuk Neraka nggak cuma anaknya, ayah-nya juga keseret.

Kalau demikian halnya, cinta enggak sama suami-nya bu ?

     
Ibu-ibu : Cintaaaaaaaaaaa……….. (gempita)
     
    Tiba-tiba ada seorang ibu nyeletuk, “Terus tugas istri apa dong Tadz, kalau semua sudah diambil oleh suami ?”
     
Ustadz ; Tugas istri Cuma satu bu, yaitu menjadi AC, artinya menjadi pendingin suasana di rumah. Jika suami pulang kerumah buat dia nyaman, senang, anak pulang sekolah buat anak betah di rumah.
     
Ibu-ibu : Kalau udah bikin adem tapi suami sama anak masih nggak betah dirumah, gimana Tadz ?
     
Ustadz : Yaa berarti si-bapak udah waktunya nambah AC di rumah biar makin seger dan adem.

Tetapi AC yang PK nya lebih kenceng dan kuat bu…..

     
    (Sampai tulisan ini di-Posting, dimana keberadaan sang Ustadz tersebut belum dapat dipastikan karena waktu itu dikeroyok oleh jamaah ibu-ibu).

 

-o0o-

BANDUNG–INDONESIA, SEPTEMBER – 2018

Cerita :  JMV Sunarjo

(Gubahan Ki Ageng Bayu Sepi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *