DIBAWA OLEH MAKHLUK HALUS

BIASANYA YANG MEMBAWA KEBERHASILAN YANG ABADI BUKANLAH UPAYA YANG DRAMATIS, YANG KELIHATAN, YANG SEKALI SEUMUR HIDUP, YANG DILAKUKAN SENDIRI…

TAPI….KEKUATANNYA BERASAL DARI BELAJAR BAGAIMANA MENGGUNAKAN ANUGERAH YANG BESAR INI DI DALAM KEPUTUSAN YANG KITA AMBIL SETIAP HARI.

SEKALIPUN TELAH MENCAPAI KEBIJAKSANAAN SEMPURNA, SEHARUSNYA TIDAK SOMBONG DAN BERSIKAP LEBIH RENDAH HATI, BAGAIKAN BATANG PADI YANG SEMAKIN MENUNDUK BILA BULIR PADINYA SEMAKIN BERISI.

elesai menunaikan Sholat Subuh, Mbah Sujatmiko memernahkan diri agar bisa duduk nyaman dengan bersandar pada tihang Mushola. Rumahnya sendiri letaknya memang tidak jauh, akan tetapi hanya alam pikiran dan pandangan mata kosong yang tertuju jauh tanpa batas. Bahkan udara dingin yang terasa seakan menusuk tulang karena saat itu memang sudah mulai memasuki musim kemarau, tidak dirasakannya sama sekali.

Hati dan pikirannya sedang goncang, dimulai sejak Hari Pertama Lebaran pada beberapa waktu yang telah lalu, karena Erna anak perempuannya pulang sendirian dari tempat perantauan ke rumah orang tuanya setelah Sholat Ied untuk sungkem sambil menangis tersedu-sedu serta mengatakan kalau dirinya sedang berselisih pendapat dengan suaminya

Sebagai seorang yang ditokohkan oleh lingkungan masyarakat dimana Mbah Sujatmiko tinggal dan kebetulan pada hari yang ke empat pada Lebaran tahun ini, tamu yang berkunjung ke rumahnya memang sudah mulai berkurang.

Mbah Sujatmiko berusaha untuk menenteramkan hatinya dengan cara menghela napas panjang untuk mengurai dan menenteramkan pikirannya, untuk mencari jalan keluar untuk merukunkan kembali rumah tangga anak perempuannya Erna dengan Asep, anak menantu yang berasal dari daerah lain dengan suku bangsa yang berbeda.

Sedang asyik-asyiknya merancang strategi untuk mendapatkan jalan keluar dari permasalahan rumah tangga anaknya sambil memandangi ufuk langit dimana sinar matahari tampak mulai merekah, tiba-tiba terdengar suara yang keras berkemerosak yang datangnya dari arah pohon rambutan yang tumbuh di halaman depan mushola.

Kemudian matanyapun di gosok-gosok untuk memperhatikan apa yang terjadi disana, dan tiba-tiba saja terlihat seorang anak kecil yang turun dari pohon rambutan tersebut, yang kadang-kadang terlihat dengan jelas dan terkadang hilang dari pandangan matanya.

“Mari, Mbah ! Antarkan saya dengan bersepeda !” begitu kata-kata anak kecil itu sambil memegang dan menarik tangan kiri Mbah Sujatmiko.

Secara reflek Mbah Sujatmiko mengibaskan tangan anak kecil itu, tetapi tidak bisa terlepas bahkan terasa semakin erat dan kuat pegangan anak kecil tersebut. Ketika mulutnya hendak berteriak, tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun seakan sedang terbungkam. Yang pada akhirnya Mbah Sujatmiko hanya bisa menurut seperti seekor kerbau yang dicocok tali pada hidungnya mengikuti apa yang menjadi kemauan anak kecil yang misterius itu.

Sebuah Sepeda Jengki atau Sepeda Kumbang yang sudah lama dinaikinya dengan membonceng anak kecil itu dibelakangnya menuju arah ke selatan. Menurut penglihatan matanya saat itu bahwa jalan yang dilalui keadaannya sangat halus dan lurus serta terang benderang.

Mbah Sujatmiko menjadi heran dan dalam hatinya bergumam : “Jalan sebelah timur mushola adalah jalan hidup artinya sejak pagi buta sangatlah ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang hendak pergi ke pasar. Akan tetapi mengapa sampai sesiang ini, matahari sudah hampir memancarkan sinarnya tidak nampak atau berpapasan dengan seorang pun juga ?”

“Mbah, berhenti. Rumahku berada dibawah pohon beringin ini,” demikian permintaan anak kecil tersebut yang kemudian mengajak masuk sebuah rumah yang nampak dalam pandangan matanya adalah sebuah rumah gedung yang sangat besar dan mentereng dengan masih memegang erat tangan Mbah Sujatmiko. Sekali lagi Mbah Sujatmiko mulutnya serasa terkunci dan tidak bisa menjawab barang sedikitpun.

“Mbah, silakan duduk disini ! Aku mau ke ruang belakang dahulu,” kata anak kecil itu berpamitan masuk ke dalam rumah. Kembali Mbah Sujatmiko hanya diam saja, karena mulutnya seakan rapat terkunci, kakinya pun seperti diikat dan tidak bisa digerakkan sama sekali apalagi dipergunakan untuk melangkah. Namun hatinya masih tetap sadar sehingga suara apapun yang ada masih terdengar dengan sangat jelas.

Bersamaan dengan memancarnya sinar matahari pagi yang terbit dari ufuk sebelah timur dan menjadi teranglah pandangan matanya sehingga kesibukan yang terjadi dikiri-kanan pohon beringin itu menjadi terlihat dengan jelas.

Kendaran yang hilir mudik di sebelah timur Gunung Gondang sangat jelas dan Mbah Sujatmiko berusaha untuk berteriak kepada orang-orang yang sedang berjalan ke Pasar Gondang Wetan, akan tetapi tidak ada seorangpun yang mendengarnya.

Keaadan di rumah, ketika jarum jam dinding sudah mengarah pada angka 10 namun Mbah Sujatmiko belum juga terlihat pulang. Hati dan perasaan Mbah Sulasmini istri Mbah Sujatmiko mulai risau, karena Mbah Sujatmiko belum sarapan atau makan pagi tetapi juga belum pulang. Sebab kalau terlambat sarapan biasanya akan masuk angin. Hingga waktu telah menunjukkan pada angka 12, orang yang ditunggu juga belum kelihatan batang hidungnya.

“Erna, coba kamu minta tolong pada Om Bagaskara untuk mencari dimana keberadaan ayahmu,” demikian kata Mbah Sulsmini kepada anak perempuannya.

Erna pergi ke rumah Om Bagaskara atau pamannya yang tempat tinggalnya tidak begitu berjauhan. Memang pada dasarnya Bagaskara adalah orang yang ringan tangannya, maka apa yang menjadi permintaan kakak iparnya itu langsung segera berangkat tanpa menunggu nanti-nanti lagi.

Bagaskara hafal sekali kalau kakaknya itu kalau sedang mencari pakan untuk kambingnya biasanya pergi ke sawah yang terletak di depan KUD, oleh karena itu dia langsung menuju kesana. Akan tetapi ternyata tidak juga diketemukan, kemudian sepanjang jalan di desa tersebut ditelusurinya namun tetap saja tidak diketemukan.

Dalam hatinya mulai agak merasa khawatir, lebih-lebih ketika melihat jarum jam tangannya menunjuk pada angka 3, apalagi kakaknya itu pergi sejak pukul 4 pagi hari.

“Bagaimana, apakah sudah diketemukan ?” tanya Mbah Sulasmini yang ingin segera tahu keadaan Mbah Sujatmiko, suaminya.

“Belum,” jawab Bagaskara dengan lesu sambil menyandarkan sepeda ontelnya di teras rumah.

“Kalau begitu, tolong laporkan hal ini kepada Bapak Ketua Keamanan agar bisa dibantu pencarian Mbah Sujatmiko !” kembali kata mBah Sulasmini meminta bantuan Bagskara, adik iparnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dengan bergegas Bagaskara bersama Ketua Keamanan yang dibantu oleh warga desa mencari keberadaan Mbah Sujatmiko. Dapat dikatakan dengan bahasa bahwa telah bertemu ujung lingkaran dari beberapa arah secara bersamaan juga tidak membuahkan hasil.

Ada juga diantara Warga Desa yang pergi dan menanyakan ke paranormal mengenai keberadaan Mbah Sujatmiko, yang kemudian diperoleh sebuah jawaban, yang katanya : “Perginya tidak jauh, nanti juga setelah Sholat Isya Mbah Sujatmiko juga akan pulang sendiri.”

Sore itu kentongan di mushola di tabuh atau di pukul dengan keras sehingga terdengar berkumandang dari kejuhan sebagai tanda terbenamnya matahari. Ketua Keamanan berserta warga Desa sepertinya sudah kehabisan pengharapan untuk bisa menemukan keberadaan Mbah Sujatmiko. Akhirnya mereka semua kembali ke mushola untuk bersembahyang.

Setelah menunaikan Sholat Maghrib, baru mereka berembuk kembali di teras mushola untuk mencari upaya bagaimana caranya agar bisa menemukan keberadaan Mbah Sujatmiko.

Pada pukul tujuh malam kembali kentongan dibunyikan lagi sebagai tanda mulai memasuki waktu Sholat Isya. Bersamaan dengan dikumandangkannya Adzan Isya, dari kejauhan terlihat Mbah Sujatmiko berjalan kaki sambil menuntun sebuah sepeda menuju kearah mushola.

Mereka semua yang sedang merembuk atau bermusyawarah di teras mushola segera berdiri dan menyongsong kedatangan Mbah Sujatmiko yang lalu diajak sholat isya berjamaah, agar setelah itu dapat penjelasan bagaimana ceritanya Mbah Sujatmiko sampai bepergian tanpa pamit maupun tanpa ada kabar beritanya.

Setelah selesai menunaikan Sholat Isya, kemudian Mbah Sujatmiko menceritakan mengenai apa yang telah dialaminya mulai dari awal hingga akhir. Dan menurut ceritanya bahwa bisanya terlepas dari pegangan tangan anak kecil tersebut karena berpamitan akan bersembahyang atau sholat di mushola.

Tangan anak kecil yang penuh rahasia itu dengan mudah dapat dikibaskan dan langsung terlepas serta diikuti dengan penglihatan matanya yang mulai jelas dan terang benderang.

Ketika mendengar terjadinya peristiwa tersebut maka rumah tangga anak dan menantu Mbah Sujatmiko yang sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, akhirnya menjadi rukun kembali.

“Anak-anakku semua, satu hal yang wajar kalau terjadi perbedaan pendapat dalam kehidupan berumah tangga, masalah tersebut hendaknya harus dicarikan jalan keluarnya dan bukan malah diperuncing dengan pertengkaran. Karena hal itu akan membuat goncang atau kacaunya pemikiran orang tua dan keluarga, yang akhirnya malah dimanfaatkan atau dipakai kesempatan oleh makhluk halus.”

–o0o—

 

Sebagai pesan moral dari cerita tersebut diatas dapat diambil sisi positifnya dan tinggalkan yang negatifnya untuk diambil hikmahnya serta bahan perenungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat.

Dan melalui reka ceritera tersebut bahwa intinya yang pertama adalah dalam kehidupan di dunia ini disamping terdapat manusia ternyata ada juga kehidupan makhluk lain yang tidak terlihat oleh mata fisik atau mata telanjang, dan hidup berbarengan dengan manusia.

Kemudian yang kedua adalah bahwa menjadi manusia harus pandai mengukur kemampuan diri dan mawas diri, janganlah merasa sombong dan merasa  diri lebih tahu, lebih pandai, lebih mengerti daripada orang lain.

 

Makhluk Halus

Jin adalah makhluk halus yang merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang diberikan kemampuan untuk mengubah dirinya menjadi berbagai bentuk. Mereka bisa makan, minum, serta menambah keturunan, mereka bisa melihat manusia namun sebaliknya manusia tidak bisa melihat mereka.

Di antara mereka ada yang beriman dan ada juga yang kafir. Dan Jin yang kafir inilah yang kemudian disebut dengan Setan, Iblis atau apapun namanya karena mereka mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda yang selalu membisikkan dan menggoda manusia serta menjerumuskannya untuk melakukan kesalahan, kejahatan atau perbuatan dosa.

 

-o0o-

 

Apakah benar kalau jin bisa menculik manusia ataukah hanya mitos atau dongeng saja ?

Akan tetapi benarkah jin bisa menculik atau menyembunyikan manusia ? Mungikin dahulu semasa masih kecil, mereka yang hidup dipedusunan barangkali pendengar mendengar mitos, legenda atau dongeng tentang hantu untuk menakut-nakuti manusia dan cerita yang paling melegenda adalah makhluk ghaib seperti kalong wewe atau wewe gombel, dan kedua nama ini lah banyak didengar bahwa makhluk tersebut sering menculik anak-anak terutama dimalam hari. Tidak diketahui, entah dari mana asal muasal cerita tersebut berkembang.

Kali ini sebagai contoh diambilkan cerita dalam hadisz riwayat Baihaqi dari Ubait bin Umair yang disahihkan oleh al-Abani beliau menceritakan tentang jin musyrik yang pernah menculik manusia. Kejadian ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khatab dimana terdapat penduduk Madinah yang hilang.

Pada waktu itu istri dari suami yang hilang mengadukan kepada khalifah Umar RA kemudian khalifah menyuruhnya pulang dan melarang menikah hingga 4 tahun kedepan.

Setelah 4 tahun berlalu wanita itu datang lagi dan mengadukan kepada khalifah bahwa suaminya belum kunjung datang kemudian khalifah menyuruhnya pulang dan menyuruhnya menjalani masa indah selama 4 bulan 10 hari.

Setelah berselang beberapa lama suaminya datang dan khalifah Umar RA bertanya darimana saja dia pergi dan si suami menjawab dengan jawaban yang mengejutkan “Setan-setan atau jin kafir menahanku, demi Allah aku tidak tahu dimana aku berada. Hingga datang jin-jin muslim memerangi mereka sehingga jin-jin kafir kalah dan aku termasuk harta rampasan perang itu.

Dan jin bertanya mengapa saya berada disini padahal saya manusia sementara mereka, aku pun menceritakan apa yang terjadi. Kemudian jin muslim menawarkan dan bertanya tempat tujuanku. Akupun menjawab Madinah dan tiba-tiba aku sampai di Madimah.”

Riwayat diatas adalah sahih dan merupakan peristiwa nyata sehingga kita dapat meyakini bahwa jin bisa menculik manusia untuk dibawa ke alamnya.

-o0o-

 

  1. Cara Setan Mempengaruhi Dan Menjerumuskan Manusia

Apabila dilihat dan diperhatikan bahwa cara setan mempengaruhi dan menjerumuskan seseorang adalah dengan cara mempengaruhi ego manusia itu sendiri yaitu menggunakan sesuatu yang kelihatannya benar apabila dilakukan. Dengan perkataan yang berbeda adalah bahwa setan mempengaruhi seseorang adalah dengan cara menggunakan kebenaran untuk mempengaruhi ego manusia, namun tidak pernah menjelaskan tentang apa resikonya apabila hal tersebut dilakukan.

Sebagai sebuah contoh dalam Alkitab pada Kitab Kejadian, hal tersebut ditunjukkan ketika setan menggoda dan mempengaruhi Hawa. Iblis menggunakan kebenaran untuk mempengaruhi Hawa, agar mau melakukan pelanggaran terhadap larangan Allah dengan cara memakan buah yang berada di tengah-tengah Taman Firdaus.

Kurang lebih Iblis mengatakan demikian : “Kalau kamu memakan buah yang ada ditengah-tengah Taman Firdaus sekali-kali kamu tidak akan mati…….dan pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Hal tersebut adalah memang sebuah kebenaran yang disampaikan, bahwa setelah makan buah tersebut mata mereka menjadi terbuka dan mereka tahu bahwa mereka telanjang….. Tetapi setan tidak pernah memberi tahu tentang apa akibatnya apabila hal tersebut dilakukan, dan akhirnya setelah melakukan hal tersebut maka mereka keluar dari Taman Firdaus dan mengalami keterpisahan atau adanya jarak dari Allah.

Saudara pembaca sekalian dari sekelumit gambaran tersebut diatas, hingga sampai saat ini cara tipu daya iblis itu masih tetap dipakai yaitu dengan mempengaruhi keegoan manusia.

Misalnya ketika manusia jatuh ke dalam perbuatan dosa maka seringkali ke-ego-an manusia akan membisikan perintah iblis ke dalam pikiran dengan  mengatakan : “Jangan bersedih karena tidak ada manusia yang sempurna dan manusia melakukan kesalahan adalah hal yang wajar apalagi hal itu bukan dosa berat kok. Kasih dan Pengampunan Tuhan itu tidak terbatas, jadi jangan kuatir akan dosa, sebab pintu pengampunan Tuhan masih terus terbuka.”

 

Mempengaruhi manusia yang Jauh Dari Tuntunan Agama akan lebih mudah dilakukan oleh Jin

Dalam kehidupan sehari-hari jin mempengaruhi manusia adalah karena orang tersebut jauh dari tuntunan agama, sebab dia merasa apa yang dilakukan selalu benar sehingga tidak pernah berpikir kalau harus berlindung atau menyandarkan diri kepada Allah, kapanpun dan dimanapun agar terbebas dari gangguan Jin.

Saudaraku para pembaca yang seikhwan, ketika iblis mempengaruhi ke egoan manusia agar jatuh kedalam perbuatan dosa, dan setelah jatuh maka akan sangat sulit untuk melepaskan diri dari dosa itu.

-o0o-

  1. Kesempatan Setan/Jin dalam Mengganggu Manusia
Mungkin pernah mendengar cerita yang terjadi di tengah masyarakat yaitu tentang adanya gangguan Jin yaitu menculik manusia, mengencingi orang yang sedang lewat dibawah pohon besar, memindahkan orang yang sedang tidur atau bahkan mengganggu atau menyetubuhi istri orang dan lain-lain, misalnya saja :
a. Karena Tertarik Dan Jatuh Cinta Pada Manusia.
  Bangsa jin bisa melihat manusia, akan tetapi manusia tidak bisa melihat jin. Dan Jin ternyata juga diberikan syahwat seperti halnya manusia.

Jin yang tertarik dan jatuh cinta kepada manusia ini bisa dari golongan jin laki-laki maupun perempuan. Seperti pada umumnya manusia biasanya mereka akan selalu ingin menguasai dan memiliki manusia yang dicintainya tersebut. Misalnya saja dia akan selalu berusaha untuk menghalangi jodoh orang yang dicintainya tersebut, sehingga akhirnya si manusia itu akan tetap membujang atau jadi perawan hingga tua.

Oleh karena itu, manusia harus selalu berlindung kepada Allah dimanapun dan kapanpun dari kejahatan pandangan setan dan jin.

b. Dengan Tidak Sengaja Manusia Mengganggu Habitatnya.
  Alasan selanjutnya jin suka menggoda manusia adalah karena habitatnya merasa terganggu oleh manusia tanpa sengaja atau tanpa mereka sadari. Hal tersebut dapat menimbulkan kemarahan dari golongan jin sehingga merasuki tubuh orang yang bersangkutan dan menimbulkan berbagai kesulitan pada orang tersebut.

Kasus seperti ini sering terjadi ketika manusia dengan semena-mena marusak dan menebang pohon atau hutan atau buang air kecil di dalam lubang yang ternyata adalah habitat dari bangsa jin yang inggal di sana.

c. Kondisi Jiwa Manusia Lemah, Sedih Atau Kecewa yang Berlebihan
  Bangsa jin yang berada di sekitar manusia dapat mengganggu atau menyerang ketika tubuh dan daya tahan manusia itu lemah atau ketika jiwa orang tersebut lemah akibat didera oleh perasaan kecewa, sedih dan tertekan yang terlalu berlebihan bahkan sampai membuat orang tersebut melakukan tindakan bunuh diri.

Tidak hanya itu manusia yang sedang lemah jiwanya bisa saja diculik dan disandera bangsa jin.

 

-o-

  1. Kesempatan Setan/Jin Dalam Mengendalikan manusia :
a. Adanya perjanjian Antara Leluhur Manusia Dengan Bangsa Jin
  Alasan kedua yang membuat jin suka mengganggu manusia adalah adanya perjanjian antara leluhur dengan bangsa jin . Mungkin di masa lalu ada nenek dan kakek serta leluhur yang meminta tolong dan bekerja sama dengan bangsa jin dalam menyelesaikan berbagai masalah kehidupan. Kadangkala mereka menitip pesan agar jin tersebut menjaga seluruh anggota keluarganya.

Karena jin tersebut tunduk kepada perjanjian, maka ia akan selalu mengikuti keturunan orang yang membuat janji sampai dengan anak cucunya.

b. Orang Yang menyimpan Benda-benda Pusaka, Jimat atau Patung Yang dianggap keramat
  Selain itu jin juga menganggu orang yang menyimpan benda-benda yang dianggap keramat, misalnya seperti barang pusaka, jimat serta patung yang dikeramatkan serta memberinya makan berupa bunga-bunga, membakar kemenyan dan lain-lain.

Hingga pada suatu saat terlupa untuk memberinya makan, maka orang tadi atau keluarganya akan diganggu oleh jin yang menghuni jimat dan benda-benda keramat tersebut.

c. Orang Yang Sering Mengadakan Ritual Dan Memberi Sesajen
  Pernah ada cerita bahwa pada zaman dulu ada orang mungkin juga banyak yang meminta perlindungan kepada bangsa jin yang dianggap menguasai daerah tertentu, (Ngageugeuh dalam bahasa Sunda atau Mbaurekso dalam bahasa Jawa). Kemudian mereka meminta pertolongan dengan mengadakan ritual dan memberikan persembahan atau sesajen.

Oleh sebab itu, Jin yang menguasai tempat itu akan selalu mengiringi kemanapun orang tersebut pergi, serta mempengaruhi jalan pikiran dan perasaannya.

Jadi pada akhirnya kehidupan orang itu akan dijalankan dan dikendalikan oleh jin yang mereka mintai pertolongan.

d. Orang yang Sering Mendatangi Makam Dan Tempat Keramat
  Ada orang yang biasa berziarah atau mendatangi makam orang yang dianggap sebagai wali, leluhur atau orang yang terkenal untuk meminta berkah, perlindungan serta pertolongan pada makam keramat tersebut. Padahal tanpa disadari mungkin bahwa itu adalah merupakan perbuatan musyrik, karena yang bisa memberi berkah hanya Allah swt.

Sama seperti diatas yang pada akhirnya kehidupan orang itu akan dijalankan dan dikendalikan oleh jin yang menghuni tempat-tempat yang dianggap keramat tersebut.

e. Melakukan Amalan Atau Wirid Tetapi Dengan Niat Yang Keliru
  Ada orang yang melakukan Wirid atau membaca dzikir dengan melafalkan asmaulhusna sampai ribuan kali bukan dengan maksud mendekatkan diri pada Allah tapi dengan niat mendatangkan Khodam Jin.

Bacaan dzikirnya tidak salah, namun niat untuk mendatangkan jin itulah yang keliru. Sehingga jin tersebut akan selalu menemani kemanapun orang tersebut pergi atau bahkan menyesatkan sedangkan orang itu tidak menyadarinya.

 
f. Menuntut Ilmu Kanuragan, Kesaktian Dengan Mendatangkan Khodam Jin.
  Jin juga akan menggoda dan mengganggu manusia yang menuntut ilmu kesaktian, kanuragan dengan memasukkan Khodam Jin ke dalam tubuhnya, sehingga bisa melakukan hal yang luar biasa misalnya kebal terhadap senjata tajam atau bisa mengobati penyakit dan lain-lain.

Sementara orang tersebut tidak menyadari kalau itu semua adalah tipu daya setan untuk menyesatkan manusia.

     

  1. Jin Yang Mencelakai Manusia Karena Dikirim Oleh Orang Lain Melalui Sihir, Santet Atau Pelet.

Ada juga orang yang mengalami gangguan Jin lebih tepatnya dicelakai dalam hidupnya akibat dikirim oleh orang lain melalui sihir, santet atau pelet.

-o-

Cara yang ditempuh agar terbebas dari gangguan Jin

Adapun satu-satunya cara agar dapat terhindar dari gangguan, pengaruh, dicelakai atau dari segala bentuk kejahatan baik oleh Jin maupun oleh sesama manusia (tukang sihir, tukang santet) adalah dengan memelihara serta meningkatkan kualitas keimanan hanya kepada Allah dengan selalu berdzikir dan berlindung padaNya kapanpun dan dimanapun serta saling mendoakan.

-o0o-

Sebuah anekdot :

DONGENG DRAKULA

Bapak Drakula sedang kesal pada anaknya….., karena anaknya tidak mau menghisap darah manusia….

Alasannya Kecut atau Asam rasanya…. Padahal semua manusia sudah pernah dicobanya , baik yang sudah tua atau yang masih muda, laki-laki maupun perempuan, yang bekulit hitam atau yang putih, berbadan gemuk atau yang  kurus….. dan semuanya dibilang kecut….!!

Bapak Drakula menjadi penasaran, maka kemudian disuruhlah anaknya mencoba sekali lagi, tetapi kali ini didepan bapaknya.

Tetapi baru saja gigi taring anaknya menancap pada kurban dan belum sempat menghisapnya….., tiba-tiba kuping Anak Drakula dijewer oleh Bapak Drakula sambil berkata :

“Menghisapnya di LEHER….. bukannya di KETIAK……!!!!”

 

-o0o-

 

BANDUNG – INDONESIA, MARET – 2018

Cerita : Supanji

(Gubahan  Ki Ageng Bayu Sepi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *