BERGURU

SUDAH MENJADI HAL YANG UMUM DIKALANGAN MASYARAKAT TERTENTU TERUTAMA KAUM MUDA UNTUK MENCARI JATI DIRI DENGAN MEMPELAJARI ILMU GHAIB AGAR HIDUPNYA BISA BERMANFAAT BAGI MANUSIA LAINNYA DAN JUGA INGIN HIDUP MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA.

HAL TERSEBUT DIKARENAKAN BANYAK ORANG YANG MERASA KAGUM PADA MISTERI KEAJAIBANNYA, TERPESONA DENGAN KEMAMPUAN-KEMAMPUAN GHAIBNYA, DAN TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN HAL ITU.

TETAPI YANG HARUS DIKETAHUI DAN DIWASPADAI ADALAH BAHWA DI DUNIA INI HANYA ADA DUA SUMBER KEKUATAN GHAIB, YAITU DARI TUHAN ATAU DARI SETAN.

OLEH KARENA ITU ORANG HARUS TAHU DAN MENGERTI SIAPA YANG DIIKUTI, JANGAN SAMPAI HATI MENJADI TERTUTUP OLEH KEHEBATAN DAN TIDAK MAU TAHU LAGI SIAPA SEBENARNYA YANG BERADA DIBALIK KEMAMPUAN ILMU-ILMU TERSEBUT.

udah sejak lama Ki Bagaskara sebagai seorang guru tentang perilmuan atau kasepuhan walaupun umurnya belum begitu tua. Muridnya sangat banyak, dan ada diantara para murid tersebut yang sudah menjadi orang, artinya menjadi pejabat atau tokoh terkenal di kalangan kehidupan bermasyarakat.

Kebanyakan para murid Ki Bagaskara memiliki daya kemampuan yang lebih dan mengagumkan bila dibandingkan dengan manusia pada umumnya. Diantara murid kesayangannya, ada seorang yang bernama Mukidin. Meskipun sudah bertahun-tahun lamanya Mukidin berguru di Padepokan Balung Bendo, akan tetapi dia belum juga merasa tuntas dalam hal belajar dan mencari kesempurnaan.

Sebagai seorang murid Perguruan Balung Bendo, Mukidin selalu patuh dan memegang teguh petunjuk atau apapun yang dikatakan oleh gurunya. Mukidin pun sudah berhasil mempelajari dan menguasai berbagai macam mantra kadigdayaan, mantra untuk mengobati penyakit maupun mantra pemikat untuk lawan jenisnya seperti semar mesem, jaran goyang serta berbagai macam jimat juga beberapa benda pusaka yang antara lain dalam wujud keris, cundrik atau keris kecil dan sebagainya.

Dengan jimat-jimat yang sudah dimilikinya tersebut, dapat dikatakan bahwa Mukidin sudah menjadi orang yang sakti mandraguna yang pilih tanding atau sulit untuk dicarikan tandingannya, yang mungkin dalam Peribahasa Bahasa Jawa dikatakan dengan “Dhug Dheng Samaladheng Ora Tedhas Tapak Paluning Pandhe Sisaning gurendo.”

Akan tetapi bisa diibaratkan seperti halnya minum air laut semakin sering minum akan semakin merasa haus, maka demikian pula dengan apa yang dilakukan Mukidin walaupun sudah menguasai berbagai macam ilmu yang sangat luar biasa, namun tetap masih saja merasa kurang puas dengan ilmu-ilmu yang sudah dimiliki.

Sebuah Catatan :

(Dan dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang tidak pernah merasa puas atas apa yang mereka miliki, selalu saya merasa kurang.

Justru disinilah manusia harus berhati-hati karena inilah kesempatan yang ditunggu iblis, ia datang menggoda, mengiming-imingi harta, kekuasaan, popularitas, dan lain-lain yang membuat mereka jatuh ke dalam cengkeramannya sehingga rela mengurbankan apa saja demi tercapainya tujuan.

Padahal seharusnya manusia belajar untuk mengendalikan diri. senantiasa mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas segala berkat yang telah dilimpahkanNya pada hidupnya, dan mohon bimbinganNya agar tetap setia kepadaNya).

Karena masih ada satu lagi yang menjadi keinginannya yaitu ingin memiliki Baju Jimat agar bisa menambah kesaktiannya biar semakin meningkat. Dalam hatinya dia ingin selalu bisa lebih unggul dari orang lain dan tidak tertandingi serta dihormati oleh banyak orang.

Pada suatu ketika dengan sengaja Mukidin datang menghadap Ki Bagaskara, di Padepokan atau Rumah Gurunya dan menyampaikan apa yang menjadi keinginannya : “Bapak Guru Bagaskara yang saya hormati, perkenankan saya mau menyampaikan sebuah keinginan lagi yang rasanya masih selalu mengganjal dalam hati,”

“Anakku Mukidin, kamu masih merasa kurang dalam hal apa lagi ? Semua mantra perilmuan sudah kau miliki, pusaka, besi aji dan semua jimat sudah berada dalam penguasaanmu,” demikian kata Ki Bagaskara dengan halus dan sabar.

“Mohon maaf Bapak Guru, saya ingin memiliki sebuah baju sakti. Agar dapat menambah kesaktian dan dapat dikatakan bisa memasuki lubang kunci,” kata Mukidin.

“ Sebuah Baju Sakti ?”

“Iya begitulah, Bapak Guru.”

“Beraneka macam daya lebih atau kemampuan yang sulit untuk dinalar atau dicerna oleh akal atau otak manusia diberikan oleh Tuhan yang Menciptakan Jagad Raya ini kepada orang-orang yang dekat denganNya. Untuk para nabi kemampuan lebih tersebut disebut dengan mukjijat, dan untuk orang-orang pilihan, daya atau kemampuan lebih tersebut disebut dengan karomah. Sudah banyak contoh orang-orang yang mendapat karomah seperti itu, seperti yang telah disebutkan dalam cerita babad.”

“Siapa saja orang-orang yang telah menjadi contoh itu, Bapak Guru ?”

“Contohnya adalah, Para Wali yang menyebarkan ajaran suci agama Islam di Tanah Jawa dan ada juga diantara mereka yang pernah diberikan Baju Sakti yang disebut dengan Kotang Gondil Antakusuma. Adapun wujudnya adalah sebuah rompi.

Siapa saja orang yang mengenakan Kotang Gondil Antakusuma tersebut tidak mempan apabila ditebas dengan pedang, ditusuk tombak, keris ataupun benda tajamnya. Diceritakan pada waktu pecah perang antara Laskar Demak Bintara melawan Prajurit Majapahit, Kotang Gondil Antakusuma itu dikenakan oleh Sunan Kudus karena beliau lah yang memimpin bala tentara dalam perang itu. Akhirnya Prajurit Demak berhasil memenangkan perang tersebut.”

“Kalau begitu yang dinamakan dengan Baju Sakti itu memang ada ya, Bapak Guru ?”

“Betul, akupun berpendapat demikian bahwa baju sakti tersebut memang benar-benar ada.”

“Mohon maaf Bapak Guru, apakah Bapak Guru juga pernah mendengar tentang Belulang Kerbau Bule ?” tanya Mukidin lagi.

“Menurut ceritanya bahwa benda itu memang peninggalan Saridin dari daerah Pati Pesantenan. Belulang Kerbau Bule yang sudah dikeringkan dan dipergunakan sebagai ikat pinggang itu mempunyai kemampuan yang menakjubkan sehingga bisa sebagai suatu andalan atau sesuatu yang bisa diandalkan karena memang tidak akan mempan apabila terkena berbagai macam senjata tajam.”

“Kalau demikian berarti Baju sakti itu juga memang benar-benar ada, ya Bapa Guru ?”

“Iya. Aku sendiri juga yakin bahwa yang dimanakan dengan Baju Sakti itu memang benar-benar ada.”

“Kalau yang dinamakan dengan Kere Waja itu apa ya, Bapak Guru ?”

“Yang dinamakan dengan Kere Waja itu adalah sejenis pakaian yang juga mempunyai kekuatan yang menakjubkan. Akan tetapi Kere Waja itu adalah buatan manusia. Dalam cerita Baron Sekeber, disebutkan bahwa orang ini mengenakan Kere Waja atau nama lainnya adalah Baju Zirah. Para serdadu VOC juga mengenakan Kere Waja atau Baju Zirah agar selamat dari kematian karena memang tidak mempan jika terkenan tusukan maupun tebasan senjata tajam.”

“Wah, ternyata mengherankan sekali. Kalau demikian memang ada Baju Sakti itu ya, Bapak Guru ?”

“Ya tentu saja ada.”

“Lalu bagaimana caranya agar saya bisa memiliki Baju-Jimat yang mempunyai daya kesaktian seperti yang Bapak Guru ceritakan tadi ?”

“Tunggu dulu sebentar. Sebenarnya aku ingin mengerti apa yang menjadi penyebabnya sehingga kamu menginginkan memiliki Baju Sakti tersebut, anakku ?”

“Biar saya selamat Jiwa dan Raga, andaikata saja ada mara bahaya yang mengancam, Bapak Guru,” jelas Mukidin.

“Apakah sekiranya kamu mampu atau kuat untuk bertahan dengan tidak melakukan sesuatu perbuatan yang salah apabila bisa sudah memiliki baju tersebut ?”

“Mohon doanya, semoga saja saya kuat, Bapak Guru. Karena selama ini saya selalu mengikuti nasihat, arahan maupun petunjuk Bapak Guru, dan saya yakin bahwa saya tidak akan bertindak yang macam-macam kalau sudah terlaksana memiliki Baju Sakti tersebut.”

“Sekali lagi aku bertanya, apakah kamu sanggup melaksakanan semua  persyaratan dan ritualnya, untuk itu ?”

“Kalau hanya berpuasa mutih atau niis, ngebleng, mati geni, membisu dan sebagainya saya sanggup untuk menjalaninya, Bapak Guru.”

“Bukan itu yang saya maksudkan.”

“Lalu persyaratan dan ritual yang harus dilaksanakan itu seperti apa dan harus bagaimana Bapak Guru ?”

“Kamu harus bertapa di Hutan Bawana Pinayungan. Dan di tengah hutan tersebut terdapat sebuah tempat semacam goa namun bagian atapnya terhubung dengan alam terbuka dan letaknya didekat telaga yang dialiri oleh dua air terjun dan konon ceritanya adalah bahwa dahulu telaga tersebut sebagai tempat untuk mandi para bidadari yang turun dari kahyangan.”

“Jadi harus berapa hari dan berapa malam lamanya saya bertapa dan bersamadi disana, Bapak Guru ?”

“Kamu bersemadi di tempat itu memerlukan waktu selama 40 hari. Didalam melaksanakan samadi itu kamu harus selalu memanjatkan doa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya berdoa semoga niatmu terkabul untuk memiliki baju sakti tersebut agar bisa menambah daya kesaktian yang luar biasa.”

“Kemudian menurut Bapak Guru sebaiknya kapan saya harus memulai untuk melaksanakan persyaratan dan ritual itu ?”

“Besok adalah Bulan Purnama Penuh, maka hari ini lebih cepat berangkat akan semakin baik, dan yang pertama carilah goa yang terletak didekat air terjun itu kemudian di dalam goa tersebut terdapat sebuah batu ceper atau datar dan gunakanlah batu itu untuk duduk bersamadi mengheningkan cipta dengan menutup segala hawa nafsu.

Kalau sudah memulai untuk samadi jangan kepalang tanggung dalam melakukannya dan jangan sampai gagal oleh godaan yang datang menganggu. Karena mungkin ada gadis cantik yang datang untuk mengganggu, ada rupa yang tidak terlihat, ada bau yang tak tercium, dan ada suara yang tak terdengar.”

“Terima kasih, Bapak Guru. Semua pesan Bapak Guru akan saya perhatikan. Tetapi saya masih mempunyai sebuah pertanyaan lagi.”

“Pertanyaan tentang apa itu ?”

“Apakah bersamadi selama empat puluh hari tersebut saya boleh makan dan minum, Bapak Guru ?”

“Boleh saja kalau kebetulan ada embun yang terjatuh atau menetes di mulutnya atau buah-buahan yang dibawa kelelawar atau kalong dan terjatuh dipangkuanmu, itu artinya Tuhan Yang Maha Kasih memberikan makanan kepadamu. Andaikata tidak ada, maka kamu jangan pernah makan dan minum.”

“Jadi persyaratan yang harus saya lakukan bagaimana ?”

“Artinya kamu disitu harus menahan rasa haus dan lapar.”

“Terima kasih sudah sangat saya mengerti semua penjelasan Bapak Guru, dan permisi saya mohon pamit dan tidak lupa saya mengharapkan bantuan serta doa dari Bapak Guru.”

“Doa ku selalu menyertaimu, muridku.”

Mukidin kemudian nerangkat menuju Hutan Bawana Pinayungan, karena sudah hafal tempatnya, maka dengan mudah Mukidin bisa menemukan telaga seperti yang telah disebutkan oleh Ki Bagaskara, gurunya. Hanya saja sayangnya saat itu tidak ada seorangpun bidadari kahyangan yang nampak turun di tempat itu. Perlahan-lahan Mukidin berjalan menuju tempat batu ceper atau batu datar yang akan dipergunakan sebagai tempat untuk duduk bersemadi nantinya.

Mukidin yang sudah terbiasa melakukan tapa brata kemudian memulai melaksanakan samadi. Empat puluh hari dan empat puluh malam selalu melaksanakan semua petunjuk Ki Bagaskara, gurunya. Walaupun makan dan minum hanya menunggu pemberian Tuhan Sang Pemberi Hidup, ternyata Mukidin mampu dan kuat menjalani samadi bertapa brata tersebut.

Ketika sudah empat puluh hari lamanya menjalankan samadi dengan hening, pada malam terakhir menjalankan samadinya ada sebuah cahaya menyilaukan jatuh dihadapan Mukidin yang sedang melakukan samadi tapa brata. Ketika Mukidin membuka matanya terlihat ada sebuah guci kecil tertutup rapat yang berukiran makara yaitu ukiran badan dan ekor naga yang melingkar mengelilingi badan guci dan menyambung pada bagian atas atau tutupnya berkepala gajah.

“Akan aku bawa guci kecil ini dan akan kutunjukkan dihadapan Ki Bagaskara guruku,” kata Mukidin dalam hatinya.

Kemudian dengan cepat guci kecil tersebut diambil lalu dibungkus dengan kain sarungnya dan dibawa dengan cara diikatkan pada pinggang pada posisi sebelah kanan. Mukidin berusaha mempercepat perjalanan karena ingin segera menghadap Ki Bagaskara gurunya.

“Anakku Mukidin, apa yang kau bawa dan kau letakkan dihadapanku ini ?” tanya Ki Bagaskara.

“Saya mendapatkan sebuah guci kecil yang dihiasi dengan ukiran makara yaitu dua binatang berbeda tetapi menyatu antara gambar badan dan ekor naga yang melingkari badan gudi dan menyambung pada bagian atasnya adalah ukiran kepala gajah namun tertutup rapat, Guru,” jawab Mukidin.

“Coba buka tutup guci itu anakku, akupun ingin segera tahu apakah isi dari guci tersebut.”

Kemudian Mukidin segera membuka tutup guci kecil tersebut.

“Apakah isi dari guci kecil itu anakku ?”

“Isinya adalah sebuah baju tanpa lengan, mungkin akan lebih tepat kalau disebut dengan rompi, Bapak Guru,” jawab Mukidin.

“Ya Allah, Tuhan Penguasa Alam Semesta. Engkau telah berhasil dalam melakukan samadi tapa brata tersebut Mukidin. Engkau akan menjadi orang sakti tanpa tanding anakku, apalagi ketika kamu mengenakan baju atau rompi itu. “

“Saya hanya bisa menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua nasehat dan petunjuk Bapak Guru.”

 

-o0o-

Reka cerita diatas hanya sekedar merupakan sebuah gambaran saja dari contoh kejadian yang mungkin banyak saudara pembaca semuanya, jumpai dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Saudaraku pembaca semuanya yang saya hormati terutama dikalangan sendiri, melalui reka ceritera tersebut yang pada intinya adalah jangan sampai salah atau keliru dalam mempelajari perilmuan, agar tidak tertipu dan sesat yang semula ingin mendekatkan diri kepada Allah malah menjadi jalan kebinasaan.

Sebagai pesan moral sengaja saya tuliskan secara lengkap tentang pengakuan atau kesaksian DR. dr. RM Tedjo Oedono Oepomo  seorang Dokter ahli THT yang juga mantan paranormal Yogyakarta, dan berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran UGM, bagian THT – tentang Kesaksian ilmu hitam dan ilmu putih melawan kebenaran – yang awalnya mendapat sebuah kiriman dari WhatsApp yang kemudian dicari di internet.

Jangan dilihat dari kitab dan keyakian apa Dr. dr. RM Tedjo Oedono Oepomo mendapatkan kebenaran tersebut, mungkin masih banyak cerita tentang kebenaran yang didapatkan melalui kitab maupun keyakinan yang berbeda, namun kebetulan penulis secara tidak sengaja mendapatkan kisah ini.

Adapun maksud dan tujuan ditulisnya kesaksian itu adalah jika terdapat hal-hal yang cocok dan sesuai bisa sebagai renungan, agar para saudara pembaca yang ingin mempelajari perilmuan berhati-hati dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman beliau agar tidak mengalami kesalahan karena terjebak oleh tipu daya setan yang sangat halus dan licin. Namun walaupun demikian kesemuanya itu dikembalikan lagi dan terserah pada bagaimana menurut pendapat masing-masing yang membaca dan apabila pada hal tersebut diatas ada yang kurang sesuai hendaknya diabaikan saja.

Mudah-mudahan tulisan tersebut diatas bisa di ambil hikmahnya sebagai pesan moral dan bahan perenungan bahwa dalam menjalani kehidupan didalam bermasyarakat.

 

Sabtu, 07 Desember 2013

 

KESAKSIAN DR. dr, RM. TEDJO OEDONO OEPOMO

(SEORANG YANG BERASAL DARI KELUARGA DUKUN KERATON)

TENTANG ILMU HITAM DAN ILMU PUTIH

MELAWAN KEBENARAN

(Kisah nyata DR.dr. RM Tedjo Oedono Oepomo)

Aku dilahirkan di dalam lingkungan keluarga keraton. Dan keluargaku adalah trah keluarga dukun keraton. Sejak kecil aku sangat mengagumi ilmu-ilmu kadigdayan gaib yang dimiliki oleh para sesepuh keluarga. Kakekku memiliki ilmu yang sangat tinggi. Ia bisa menghilang. Bahkan hadir di empat tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Beliau juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit dengan tenaga gaibnya.

Keluarga Dukun Keraton

Di lingkungan keraton, sejak usia sekolah dasar aku mendapatkan guru-guru khusus. Mereka mengajarkan tentang berbagai ilmu agama dan falsafah Jawa. Salah satunya adalah ilmu kebatinan. Aku sangat tertarik dan tekun mempelajari ilmu-ilmu itu. Selain kekagumanku pada misteri keajaibannya, melalui ilmu-ilmu ini aku juga ingin hidup mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tingkatan Ilmu-ilmu Perdukunan.

Di dalam ilmu perdukunan dan kebatinan dikenal adanya empat tingkatan. Yaitu tingkat kasantosan, kedigdayan, kawijayan dan kasampurnan.

  1. Kasantosan berarti menguasai berbagai ilmu dasar seperti mendapatkan dan memelihara jimat-jimat, ilmu kekebalan dan gendam.
  2. Kadigdayan, selain menguasai ilmu dasar, juga menguasai ilmu yang lebih tinggi lagi. Seperti ilmu santet, ilmu terawang.
  3. Berikutnya adalah kawijayan. Di tingkat ini seseorang akan memiliki kemampuan rogoh sukma dan transfer roh-roh.
  4. Sedang kasampurnan adalah tingkatan tertinggi dalam ilmu perdukunan. Orang itu menyatu dengan roh yang dia ikuti dan ini kekuatannya sangat tinggi sebanding dengan roh yang dia ikuti itu.

Untuk mendapatkan ilmu-ilmu ini, tidaklah mudah jalan dan caranya. Berbagai-bagai syarat dan ritual harus dijalani dengan berbagai resikonya. Banyak yang gugur sebagai murid perdukunan dan tidak sedikit yang menjadi gila. Karena sulitnya itu, aku menganggap inilah jalan “Tuhan” yang sejati.

Menjadi Murid dan Guru

Minatku belajar okultisme atau ilmu perdukunan makin bergairah dan aku termasuk seorang anak yang dianggap sangat berbakat. Hal ini tidak mengherankan. Karena sejak dalam kandungan aku telah di “doa” kan oleh kedua orang tuaku dan para sesepuh keluarga. Dengan harapan, aku kelak menjadi orang yang memiliki kedigdayan atau memiliki kemampuan yang tinggi dalam ilmu kebatinan.

Berbagai ilmu telah aku kuasai sejak masa kecilku, diantaranya ilmu santet. Ilmu pellet, ilmu terawang, ilmu gendam, telepati atau ilmu sirep, kekebalan dan lain-lain. Oleh sebab itu, aku menjadi anak yang sangat populer, disegani dan ditakuti di lingkunganku pada waktu itu. Inilah yang menjadi akar dari adanya rasa kesombongan dalam diri seseorang yang belajar ilmu kebatinan. Diakui atau tidak diakui, ia akan merasa lebih super dari pada manusia manusia lainnya, demikian juga keadaanku pada waktu itu.

Selain menjadi murid, aku juga seorang guru. Aku mengajarkan ilmu kebatinan ini kepada murid-muridku sendiri. Dan murid-ku itu rata-rata umumnya lebih tua dari aku bahkan ada orang-orang yang sudah lanjut usia. Waktu  itu aku masih duduk di kelas 5 SD, namun secara ilmu aku dianggap lebih tua. Dan ini terus berlangsung sampai aku dewasa dan kuliah di fakultas kedokteran.

Mempraktekkan Ilmu

Bagi seseorang yang telah mendapatkan ilmu, mempraktekkan ilmunya adalah suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Waktu kecil aku telah mempraktekkan ilmu santetku. Suatu hari aku dikecewakan dan dicaci maki oleh seseorang penjahit pakaian. Karena tidak terima atas perlakuannya ini, maka aku santet orang itu. Yaitu dengan menempatkan seekor kodok dalam baskom yang berair. Melalui mulut kodok itu aku masukkan satu balon udara kedalam perutnya dengan ujung balon menjulur keluar. Aku meditasi dengan membaca mantra-mantra sambil memandang foto orang itu, balon aku tiup, maka perut kodok itu menjadi menggelembung. Kemudian aku ikat dan aku lepaskan kodok itu di baskom tadi. Di rumahnya, penjahit itu tiba-tiba perutnya menggelembung dan merasakan kesakitan. Dia telah kena ilmu santetku. Dia keluar masuk rumah sakit sampai uangnya habis tapi penyakitnya tidak ditemukan dan tidak sembuh-sembuh. Kemudian dia pergi ke seorang dukun.

Dukun itu memberitahu si penjahit agar datang ke rumah seorang anak yang pernah dia caci maki untuk minta maaf. Karena anak kecil itu adalah seorang dukun. Ketika penjahit itu datang dan minta maaf. Mudah saja bagiku menyembuhkan orang itu, aku cabut balon itu dari katak dan orang itupun sembuh. Itulah keasikannya. Ilmu lain yang juga aku praktekkan adalah ilmu gendam. Jika aku ingin makan durian, aku tidak perlu membelinya. Aku datangi saja penjual duren. Kemudian aku tepuk orang itu., maka dia akan memberikan duren-duren yang aku minta tanpa membayar. Nanti kalau aku sudah pergi, penjual itu akan kebingungan karena beberapa durennya tidak ada. Kemudian dia sadar bahwa dia telah kena tipu dengan menggunakan ilmu gendam, istilah umumnya adalah ilmu tepuk.

Aku juga punya ilmu untuk menebak nomor buntut. Tinggal siapa yang membayar lebih banyak. Bandarnya atau pembelinya. Karena bagiku mudah saja menebak nomor yang akan keluar. Dari sini aku bisa mendapatkan uang banyak sekali. Maka sejak kecil aku menjadi tidak menghormati dan meremehkan orang tua, karena sudah bisa mencari uang sendiri. Bahkan biasa mengambil uang yang disimpan orang tua di almari besi yang terkunci. Karena aku punya tuyul-tuyul. Tinggal memerintahkan tuyul itu untuk mengambil uang. Dari sini seharusnya sudah dapat aku sadari, sebenarnya siapa yang aku ikuti. Namun karena terpesona dengan kemampuan-kemampuan gaib itu, maka hati menjadi tertutup dan tidak mau menanyakan lagi siapa sebenarnya di balik ilmu-ilmu itu.

Keluar Dari Ilmu Hitam

Dengan seringnya mempraktekkan ilmu gendam dan beberapa ilmu lainnya, lama-lama timbul kesadaran dalam diri. Aku ini dari keluarga terhormat dan bapakku adalah seorang professor di perguruan tinggi terkenal dan tokoh masyarakat. Sebagai anaknya perasannku menjadi tidak enak dengan perbuatan-perbuatanku itu. Kemudian aku keluar dari perguruan ilmu hitam masuk ke perguruan ilmu putih.

Di dalam perguruan ilmu putih ini, aku harus mengalami pelepasan terhadap ilmu-ilmu hitam yang aku miliki. Inilah keanehannya, aku belajar pada sumber yang sama, tetapi harus kelepasan ketika mengambil jurusan berbeda. Sebenarnya sumber dari dua ilmu ini adalah sama, yaitu dunia roh-roh. Maka pada keadaan tertentu seseorang itu bisa menyandang ilmu hitam sekaligus ilmu putih. Dia bisa menyambuhkan seseorang tapi juga bisa mencelakai seseorang dengan ilmu santetnya. Perbedaan yang nyata adalah pelajaran di perguruan ilmu putih ini adalah hal-hal kebaikan, kesabaran dan ketekunan. Juga hal-hal untuk saling mengasihi, mengasuh dan mengasah di antara para murid perguruan sangat dijunjung tinggi. Di sini tidak ada pertunjukkan untuk pamer kekuatan, atau pamer kadigdayan. Semua dipakai untuk kebaikan, untuk kesembuhan sesamanya. Sehingga kami merasa makin mantap bahwa inilah jalan Tuhan itu. Di tempat ini aku merasa menemukan yang kucari selama ini, yaitu mendekatkan diri pada Tuhan yang sejati dan Tuhan yang benar.

Karena jalannya memang benar-benar sulit. Untuk naik satu tingkat saja, butuh perjuangan yang sangat keras dan waktu yang lama, dengan berbagai syarat dan ritual. Di perguruan ini, aku sampai pada tingkat kawijayan. Di tingkat ini aku bisa bercakap-cakap dengan roh-roh yang aku panggil. Juga menguasai ilmu transfer roh. Yaitu bisa membuat orang gila menjadi waras atau orang waras dijadikan gila dengan cara mengirim dan mengambil roh dari seseorang. Aku juga menguasai ilmu terawang roh. Bisa menebak keadaan seseorang dengan memandang orang itu. Juga ilmu rogoh sukmo. Dengan duduk semedi ke kamar, aku bisa melihat keadaan dan keramaian kota. Dan berbagai ilmu aku dapatkan, sehingga aku merasa benar-benar di atas manusia normal. Maka sering disebut paranormal.

Dan akupun dicalonkan menjadi pengganti kepala dukun. Di sini aku semakin merasa menjadi manusia super dan memandang remeh agama dan Tuhan. Pendapatku waktu itu, apa itu agama ? Hanya omong ini omong itu saja, tapi tak ada apa-apanya. Sedangkan di perdukunan kami bisa mendapatkan apa yang kami inginkan dengan kuasa gaib dan itu nyata. Aku menganggap Tuhannya agama-agama itu tuhan yang palsu. Sedang tuhan yang aku ikuti itu tuhan yang sejati !

Peristiwa di Atas Gunung

Suatu hari kami sepakat berlima untuk mengadakan semedi di atas gunung “Selo Kemloso.” Gunung yang terletak di antara Gunung Merapi, Gunung Turgo dan Gunung Plawangan di Jawa Tengah. Beberapa hari kami telah berhasil semedi dan dialog dengan roh-roh yang kami inginkan. Kami merasa senang sekali tapi juga merasakan perut lapar. Kemudian malam itu kami berlima kembali sepakat berdoa meohon kepada “Tuhan” yang maha kuasa itu, untuk mendapatkan makanan dan minuman. Ajaib sekali, tiba-tiba di depan kami tersaji lima piring nasi lengkap dengan lauk pauk dan minumannya. Wah kami merasa senang luar biasa. Berarti tidak perlu masak, bisa menikmati makanan yang lezat.

Kemudian pagi harinya kami turun gunung untuk pulang kembali ke kota. Ketika kami tiba di sebuah kampung di lereng gunung, kami melewati sebuah rumah. Sepertinya tadi malam baru saja diadakan pesta perkawinan. Pagi itu, mereka telah selesai menghitung piring-piring untuk dikembalikan. Mereka bingung mencari piring dan gelas yang hilang masing-masing sebanyak lima buah. Sudah dicari-cari tapi tidak juga ketemu. Betapa kagetnya kami, ternyata piring dan geas yang hilang itu persis dengan piring dan gelas yang kami pakai untuk makan di atas gunung dan jumlahnya lima buah. Hari itu perasaanku benar-benar terpukul. Bagaimana bisa “tuhan” yang aku sembah dan aku ikuti dengan susah payah, ternyata “mencuri” makanan. Berarti “tuhan” ku itu pencuri. Hatiku benar-benar hancur. Keinginan untuk mendekatkan diri pada Tuhan yang benar dan sejati, ternyata salah alamat.

Beberapa peristiwa beruntun sangat mengguncang hatiku. Salah satu guruku yang berilmu tinggi telah menceburkan diri ke dalam sumur dan mati. Dan itu sebagai tumbal bagi ilmu yang dia punyai. Kematian paman ini mulai menggores kesadaranku akan jalan yang aku tempuh selama ini. Teman seperguruan kakekku yang juga berilmu sangat tinggi, menjelang kematiannya sekujur tubuhnya membusuk dan bentuknya seperti monster. Berbagai penyakit yang pernah ia sembuhkan seakan semua ikut menempel ke dalam tubuhnya. Mengerikan sekali, satu bulan lebih didoakan baru bisa meninggal dunia. Aku melihat nasib kakekku yang seperti itu, aku sendiri menjadi sangat ngeri dan takut. Seorang yang sakti luar biasa, akhir hidupnya kok sangat mengenaskan. Sedangkan mereka adalah orang-orang yang sangat aku kagumi sejak masa kecil.

Maka aku menemui guruku. Tiba di padepokan aku melihat mimik wajah guru nampak sangat sedih. Dan beliau mengatakan bahwa hari Jumat minggu depan ia akan meninggal dunia. Luar biasa bisa tahu hari kematiannya. Tetapi mengapa beliau sangat bersedih ? Beliau mengungkapkan kesedihannya, karena tidak tahu bagaimana nasibnya setelah kematiannya. Ini pun membuat aku semakin terpukul. Guru saja tidak tahu nasibnya setelah kematiannya, apalagi aku. Dan waktu aku Tanya kepada roh-roh yang selama ini mengaku sebagai utusan Tuhan, mereka tidak mau menjawab apa yang terjadi setelah kematian. Aku merasa benar-benar tertipu.

Ditaklukan Oleh Penjual Bakmi

Tujuan hidupku tiba-tiba gelap gulita. Kekagumanku pada para sesepuh yang berilmu tinggi rontok karena akhir hidup mereka. Dan “tuhan” yang aku ikuti ternyata mencuri makanan. Ilmu yang aku miliki dengan roh-roh gaibnya tidak mampu memberi jawaban tentang kehidupan setelah kematian. Jalan terang yang aku inginkan ternyata ujungnya menuju maut. Aku benar-benar frustasi, kubuang jimat-jimat dan aku putuskan, jika Tuhan yang sejati itu sulit dicari, maka aku akan menjadi orang atheis, tidak percaya pada Tuhan lagi. Di tengah kebingungan dan kegalauan hati, aku tumpahkan dengan naik sepeda mengelilingi kota tanpa tujuan yang pasti. Dua hari dua malam aku bersepeda untuk menumpahkan segala kekecewaan hatiku. Sampai di suatu tempat, aku berhenti di warung bakmi pinggir jalan untuk makan bakmi rebus. Waktu penjual itu menghidangkan bakmi, dia bertanya “Bapak sedang mencari kebenaran ya ?”

Aku sangat terkejut dengan pertanyaan penjual bakmi ini. biasanya akulah yang tahu dan bisa menebak persoalan orang lain, tetapi mengapa penjual bakmi ini malah bisa mengetahui keadaan hatiku ? Dan ketika aku terawang dia, ilmuku tidak bisa menembus untuk “melihat” keadaan dia. Dilihat secara nalar, penjual bakmi ini tidak ada keistimewaan apa-apa. Dia hanyalah seorang tua setengah baya, kurus dan keturunan cina. Ternyata dia seorang Kristen.

Waktu itu aku tidak tahu kalau orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Sehingga tidak tembus di terawang dan juga tidak mempan disantet. Dia memberiku sebuah kitab Injil untuk dibaca. Dia bilang dari buku ini aku bisa menemukan apa yang aku cari. Karena aku merasa kalah, maka aku terima apa yang dia berikan.

Tersingkap

Aku baca dan teliti kitab itu dengan seksama. Sebelumnya aku tidak pernah dan tidak boleh membaca buku Injil. Karena dianggap itu bukunya orang kafir, kitab palsu. Sekarang alasan itu malah membuat aku makin penasaran, mengapa kok tidak boleh membacanya. Setelah aku baca buku itu, aku menemukan satu nama yang luar biasa, yaitu nama Yesus Kristus. Pribadi ini berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:16a). Selama ini yang aku terima hanyalah petunjuk jalan atau yang menunjukkan ada jalan kepada Allah yang sejati. Dan ketika aku ikuti ternyata tidak bisa menemukan jalan itu. Disuruh ini itu, tirakat ini itu, melakukan ini itu tapi jalan ini bukan makin terang malah makin gelap dan akhirnya tanpa jawaban yang pasti. Tetapi pribadi Yesus berkata : “Akulah jalan ! Akulah Kebenaran ! Akulah Hidup ! Bagiku ini suatu pernyataan yang luar biasa. Dia tidak menunjuk pada sesuatu. Tetapi Dia menunjukkan diri-Nya ? Itulah jalan dan kebenaran dan Hidup kekal.

Siapakah pribadi ini yang berani mengatakan seperti itu ? Belum pernah aku membaca atau mendengar seorang tokoh dunia sehebat apapun yang berani mengatakan seperti itu. Siapa pribadi ini, yang oleh orang Kristen dianggap sebagai Tuhannya ? Dulu aku hanya mendengar tentang Yesus yang banyak melakukan mujijat. Maka aku menyebutnya sebagai dukun Israel. Tapi kali ini aku membaca langsung kisah-Nya. Makin aku baca makin penasaran dibuatnya. Bahkan tentang kematian, Yesus memberi jawaban yang pasti : “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya pelada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya ?” (Yohanes 11:25,26).

Jaminan kehidupan kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya. Guruku tidak bisa menjawab, roh-roh yang aku ikuti tidak memberikan jawaban. Kakekku dan pamanku selain tidak punya jawaban juga akhir hidupnya sangat mengenaskan. Tetapi dari buku Injil ini, menyingkap dan memberi jawaban apa yang menjadi kebutuhan dan pertanyaan manusia yang mencari Tuhan yang hidup dan yang sejati. Dan buku Injil mengungkapkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Hidup di bumi sebagai manusia Allah untuk menyatakan kasih Allah akan dunia ini, menyatakan kuasanya, bahkan rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Bukan mati untuk dikubur selamanya.

Tetapi tiga hari bangkit kembali dan naik ke surge. Dan dari surga mengaruniakan Roh Kudus yaitu Roh Yesus Kristus itu sendiri kepada setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. Luar biasa, inilah yang disebut tingkat kasampurnan dalam ilmu perdukunan, yaitu menyatunya roh manusia dengan roh “Tuhan.”

Dengan Roh itu manusia menjadi ciptaan baru, menjadi memiliki hayat kekal Allah, memiliki hidup yang kekal;, luar biasa. Ini benar-benar kasampurnan atau sempurna, menyatunya roh manusia dengan Roh Allah. Dan jalan-Nya begitu mudah, yaitu hanya percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Bagiku ini suatu yang sangat mustika. Dua bulan aku mendalami buku Injil dan membandingkannya dengan buku-buku kebatinan lainnya. Dalam kepercayaan Jawa diyakini akan datangnya Sang Ratu Adil. Dan jika seseorang menjadi pengikut ratu adil, dia akan dikatakan menjadi orang yang “Sakti tanpa aji” artinya sakti tanpa harus membawa atau mempunyai ajian atau jimat-jimat. Jika seseorang masih mengandalkan jimat, atau memegang jimat-jimat berarti orang itu belum ketemu dengan Sang Ratu Adil yang sesungguhnya.

Di buku Injil dikatakan seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus, akan menerima Roh Kudus yaitu Roh Allah “Barang siapa mengaku bahwa Yesus adalah anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.” (1 Yohanes 4:15)

Maka orang Kristen yang sunguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Dia tidak membutuhkan jimat untuk menangkal santet dan tenung. Karena dalam diri orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Dan tidak ada orang yang mampu melawan Allah. Maka dapat dikatakan orang yang percaya Yesus menjadi orang yang sakti tanpa aji. Berarti Yesus inilah yang dimaksud sebagai Sang Ratu Adil dalam kepercayaan Jawa. Secara teori buku Injil memang lebih meyakinkan aku. Dan aku menerima kebenaran ini, tapi tetap sebagai teori.

Bertanya Kepada Roh Bima

Seperti yang dikatakan oleh penjual bakmi, aku akan menemukan kebenaran jika aku membaca buku Injil. Tetapi aku tidak bisa begitu saja menerima kebenaran dari buku itu. Meskipun itulah yang aku cari. Dan aku juga tidak mau lagi bertanya kepada manusia. Karena aku merasa diapusi terus atau tertipu oleh orang-orang.

Dan satu hal yang aku dapatkan di perguruan ilmu putih, roh-roh putih kalau ditanya maka dia akan menjawab. Hanya kalau ditanya tentang akhir kehidupan manusia atau kehidupan setelah kematian, roh putih tidak pernah mau menjawab, atau mengatakan keadaan yang sesungguhnya.

Waktu itu aku masih percaya bahwa roh putih tidak akan berbohong. Karena sudah mencapai tingkat ilmu kawijayan, maka aku bisa berdialog dengan roh-roh. Aku semedi untuk berkontak dengan roh yang menamakan dirinya roh Bima. Bima adalah nama tokoh dalam wayang Jawa. Dalam ilmu kebatinan, roh-roh ini mempunyai nama tokoh tertentu sesuai dengan kekuatan roh itu. Biasanya nama tokoh sejarah ataupun tokoh pewayangan. Roh Bima inilah yang selama ini aku ikuti dan yang memberikan kekuatan gaib padaku. Dua hal aku tanyakan pada roh Bima ini. Satu, apakah isi kitab Injil itu benar adanya ? Dan yang kedua, siapa Yesus Kristus itu ? Jawaban yang aku dapat dari Roh Bima adalah : Isi kitab Injil Benar Adanya. Jawaban ini sesuai dengan yang tertulis di surat Efesus 1:13 “karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu.” Jadi Injil adalah firman kebenaran. Yesus Kristus Adalah Roh Yang Paling Kuat Di Dunia dan Di Akherat.

Jawaban ini seperti tertulis di surat 1 Yohanes 4:4b “Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” Dan ini sesuai dengan dikatakan Yesus seperti yang tertulis di Injil Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata : Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.” Jawaban ini membuatku tidak bisa berdalih lagi. Mau tidak mau aku harus percaya pada Injil dan juga pada Yesus Kristus. Karena berdasarkan pengalamanku selama ini roh putih tidak pernah membohongiku. Dan juga ketika  aku membaca Injil dengan seksama, aku mendapatkan kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi bagiku.

Injil adalah kebenaran dari Allah. Yesus Kristus adalah Tuhan. Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada orang yang bisa sampai pada Allah yang benar dan sejati (Bapa) tanpa melalui nama Yesus Kristus. “Kata Yesus kepadanya : Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6, hanya nama Yesus Kristus inilah yang diberikan kepada manusia yang oleh-Nya, manusdia dapat diselamatkan “dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12).

Mengusir roh-roh dari tubuhku

Setelah mendapatkan jawaban dari roh itu. Maka aku menjadi mantap dan pasti. Nama Yesus itulah yang harus aku ikuti ! Maka aku minta kepada roh Bima untuk aku dapat berkontak dengan Roh Yesus Kristus. Biasanya jika aku ingin kontak dengan roh-roh yang aku inginkan, maka roh Bima akan melayani dengan baik. Jika aku ingin bertemu dengan roh Nyai Roro Kidul pun akan dikabulkan. Dengan semedi di Pantai Selatan, maka roh Nyai Roro Kidul akan muncul, sehingga aku bisa melihat dan berkontak dengan roh itu. Namun permintaanku untuk dapat kontak dengan Roh Yesus Kristus ditolak mentah-mentah, bahkan dihalang-halangi.

Sekarang aku bisa mengerti mengapa Roh Bima menolak untuk aku bisa kontak dengan Roh Yesus Kristus. Memang roh itu tidak berbohong dalam memberi jawaban atas pertanyaanku. Tetapi jika berkaitan dengan keselamatan dan kehidupan kekal dia menolak bahkan menghalangi seseorang untuk mendapatkan keselamatan. Inilah tipu daya atau dusta iblis. Dia memberikan kesaktian tetapi dia menjauhkan manusia dari keselamatan kekal. Seperti yang tertulis di Injil Yohanes 8:44 “Iblislah yang menjadi bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab didalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”

Karena roh Bima ini menghalang-halangi aku untuk bisa kontak dengan Roh Yesus Kristus yang adalah jalan kebenaran dan kehidupan ini, aku menjadi makin penasaran. Berarti roh ini bukan roh utusan Tuhan, sebagaimana dia mengaku selama ini. melalui buku Injil yang aku baca, aku menjadi paham bahwa roh yang aku selama ini adalah roh-roh gelap, roh setan. dan seperti yang aku baca dalam kitan Injil tentang mengusir setan-setan : “tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya; mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku.” – Markus 16:17.

Maka aku lakukan saja, aku mencoba berdoa mengusir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus. Saya katakan “Seperti yang ditulis dalam buku Injil, aku usir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus Kristus ! Aku usir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus Kristus ! Amin !

Ajaib sekali, aku merasakan roh Bima itu meninggalkan tubuhku. Seperti hembusan angin segar datang dan menyapu debu-debu dalam diriku. Roh Bima itu pergi dan tidak pernah kembali lagi. Aku mendapatkan damai sejahtera yang luar biasa yang belum pernah aku rasakan.

Selama berada dalam perguruan kebatinan aku belum pernah mendapatkan damai sejahtera yang seperti itu, bahkan sebaliknya lebih banyak kecemasan dan ketakutan dalam batin. Jika dibandingkan seperti bumi dan langit. “sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah,” – Roma 8:15.

Dalam dunia ilmu kebatinan, manakala kita mendapatkan ilmu tertentu, kita merasa senang. Tapi dibalik itu, akan begitu banyak hal yang menakutkan yang membuat hati tidak tenang. Ada banyak pantangan-pantangan yang tidak boleh kita langgar. Jika kita melanggar maka kita akan celaka atau mati. Inilah roh perbudakan. Belum lagi adanya ancaman lawan dari perguruan yang lain. Kita setiap saat bisa diserang oleh orang lain yang ilmunya lebih tinggi dari kita, dan kita bisa celaka. Seperti pengalamanku bersama seorang teman, ketika mendapat tugas dari guru kami untuk mengambil pusaka di daerah Madiun.

Di dalam bis di tengah perjalanan tiba-tiba teman sebelahku muntah darah dan mati. Itu berarti kami mendapat serangan dan temanku kena. Kamipun batal pergi ke Madiun. Hal ini menimbulkan beban dan kecamasan dalam kehidupan sehari-hari. Iotulah yang kai dapat dari ilmu kebatinan, yaitu kecemasan dan ketakutan. Saat roh Bima meninggalkan tubuh, aku seperti mendapatkan aliran roh yang baru. Saat itu aku belum tahu bahwa itulah Roh Kudus, Roh Yesus Kristus sendiri. Namun pada waktu yang bersamaan akujuga merasakan bahwa semua kekuatan ilmu-ilmuku telah lumpuh total. Aku tidak lagi mempunyai kemampuan paranormal, tidak lagi kebal, ilmu terawang, ilmu santet dan ilmu-ilmu yang lain telah hilang semua. Aku menjadi manusia biasa lagi.

Beberapa waktu aku merasakan suatu kegalauan dalam pikiranku. Namun pengalaman damai sejahtera itu tidak mudah dilupakan. Bahkan menjadikan kegairahan baru untuk terus dan tetap mengikuti jalan Tuhan yang hidup dan yang sejati. Yaitu Yesus Kristus Tuhan. Aku mentap mengikuti nama itu. Sesungguhnya kebutuhan manusia yang utama dan terutama adalah keselamatan jiwanya dan bukan kesaktian. Apa gunanya seseorang memperoleh kesaktian yang luar biasa dalam dunia ini, namun tidak mendaptkan keselamatan hidup di alam kekekalan. Seperti tertulis di Injil Matius 16:26 “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya ? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya ?”

Okultisme dan Iman Kristen

Setelah mengikuti jalan Tuhan, aku mendapatkan terang dari firman Tuhan. Di dunia ini hanya ada dua sumber kekuatan gaib., yaitu dari Tuhan atau dari Setan ! Tidak ada sumber yang lain. Apapun istilahnya : Ilmu hitam, putih atau abu-abu hanya ada dua sumber, dari Tuhan yang benar atau dari setan ! Kenali siapa yang anda ikuti ! “demikian kita mengenal Roh Allah : setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah.” – 1 Yohanes 4:2,3a.

Hanya di dalam Tuhan Yesus, kita ada pada tingkat kesampurnan atau sempurna. Karena siapa saja yang percaya kepada Yesus, maka Roh Allah akan menyatu dalam dirinya. Menerima Roh Allah berarti lahir menjadi anak-anak Allah. “tetapi semua orang yang menerima-Nya (Yesus Kristus) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Yesus Kristus : orang-orang yangdiperanakan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani, melainkan dari Allah” – Yohanes 1:12,13. “kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru : ya Abba, ya Bapa !” – Roma 8:15b “tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu Roh dengan Dia” – 1 Korintus 6:17

Roh Yesus Kristus itulah Roh yang paling kuat. Tidak mempan santet dan tidak ada yang mampu mengalahkan. Itu juga diakui oleh orang-orang yang berada dalam ilmu perdukunan. Mereka tidak mampu melawan Roh Kudus yang berada di dalam diri orang Kristen yang betul-betul hidup di dalam Tuhan. “kamu berasal dari Allah, anak-anak Ku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu. Lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

Di dalam dunia ini ada roh-roh yang ingin disembah oleh manusia. Dialah roh-roh gelap, yang menipu manusia dalam berbagai bentuk dan istilah. Ilmu hitam, ilmu putih, arwah orang mati dan lain-lain. Semua itu sebenarnya hanyalah manifestasi dari iblis untuk menipu manusia supaya takluk dan akut pada roh-roh dunia ini. dan ujungnya manuju maut yaitu kematian kekal di neraka. Itulah tujuan iblis menyesatkan manusia. Sungguh mengerikan. “pencuri (iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan” – Yohanes 10:10a

‘kenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging (manusia), tetapi melawan ? penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara” – Efesus 6:11, 12.

“ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” – Amsal 14:12.

Orang yang percaya Tuhan Yesus, diberi kuasa untuk mengusir setan dengan segala atributnya dan menjadi orang-orang yang bebas dari belenggu kuasa gelap. Hanya nama Yesus yang berkuasa di surga dan dibumi.

“Yesus mendekati mereka dan berkata : kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.” – Matius 28:18

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya : mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,” – Markus 16:17a

Bagi saudara-saudara yang selama ini berhubungan dengan kuasa-kuasa gelap, aku menasehati dengan segala kerendahan hati, bertobatlah dan tinggalkan jalanmu itu. Kamu sedang ditipu ! Percaya dan terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu. Ia akan membebaskanmu dari kegelapan, mengampuni dosa-dosamu dan memberikanmu hayat kekal-Nya untuk kehidupan kekal.

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” – Yohanes 6:12

“Aku (Yesus) datang supaya kamu mempunyai hidup kekal dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” – Yohanes 10:10b

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan mensucikan kita dari segala kejahatan.” – 1 Yohanes 1:9

“dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” – Yohanes 10:28

Bagi orang-orang Kristen yang setengah-setengah, anda adalah makanan empuk untuk dipermainkan oleh Iblis. Jadilah kuat oleh firman Tuhan. “Tunduklah kepada Allah dan lawanlah Iblis, maka Ia akan lari daripadamu.” – Yakobus 4:7

“sadarlah dan berjaga-jagalah ! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh,” – 1 Petrus 5:8, 9a.

Jawab Petrus kepada mereka : “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk mengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” – Kisah Para Rasul 2:38.

“sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” – Roma 10:9-10.

Demikian kesaksianku. Masih banyak perkara yang tidak kutuliskan disni. Namun yang pasti hanya di dalam pribadi Yesus Kristus, kita dapat mencapai tujuan iman kita, yaitu keselamatan jiwa di dunia dan di akherat. Amin.

———

  1. dr. RM. Tedjo Oedono Oepomo (Dokter ahli THT yang juga mantan paranormal Yogyakarta). Saat ini beliau juga berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran UGM, bagian THT – (http://kesaksian-life.blogspot.com/2013/12/ilmu-hitam-dan-ilmu-putih-melawan.html).

*****

ANEKDOT :

Komunikasi Yang Nggak Nyambung

Teh Erna : “Kang Asep, aku sudah telat sebulan, artinya kita bakal punya bayi.”
     
Kang Asep : “Tapi jangan dulu bilang-bilang pada orang lain yaa….takut kalau tidak jadi…..nanti malah jadi bahan omongan…..malu-maluin.”
     
    Kebetulan besok pagi harinya ada Petugas PLN mengetuk pintu rumah, dan begitu dibuka, petugas penagihan listrik tersebut berkata :
   
Petugas PLN : “Bu, ibu sudah telat sebulan.”
 
Teh Erna : “Dari mana Bapak tahu, kalau saya telat sebulan ?”
 
Petugas PLN : “Kan ada catatannya di kantor PLN.”
 
Teh Erna : “Haaaah…., masa masalah begituan saja sampai di catat di kantor PLN  ???!!!”
 
  Besoknya Kang Asep pergi ke kantor PLN sambil marah – marah :
 
Kang Asep : “Bagaimana mungkin PLN sampai bisa tahu dan dicatat kalau istri saya telat sebulan ???”
 
Petugas PLN : “Sabar ya Pak Asep, kalau Bapak mau catatannya dihapus, ya Bapak tinggal bayar kepada kami.”
 
Kang Asep : “Kalau saya tidak mau bayar ?”
 
Petugas PLN : “Dengan amat sangat terpaksa saluran Punya Bapak akan kami putusin.”
 
Kang Asep : “Giiiillaaaa…., punya saya mau diputusin ??? Kalau istri saya di rumah lagi pengen……, terus pakai apa…???”
 
Petugas PLN : “Yaa, terpaksa pakai  L I L I N ..….!!!???”
 
Kang Asep : : “Ahhh…dasar  PLN  gilaaa ….!!!!”

 

-o0o-

BANDUNG – INDONESIA, JANUARI – 2018

Cerita : Ki Sudadi

(Gubahan  Ki Ageng Bayu Sepi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *