ANAK KECIL DITENGAH HUTAN

HARUS JUGA DIKETAHUI BAHWA YANG HIDUP DI BUMI INI DISAMPING MANUSIA, HEWAN DAN TUMBUH-TUMBUHAN  YANG KASAT MATA TERDAPAT JUGA MAKHLUK LAIN YANG HIDUP BERDAMPINGAN DI BUMI YANG SAMA NAMUN KEBERADAANNYA TIDAK BISA DIJANGKAU OLEH PANCA INDERA MANUSIA.

MEREKA LAH YANG DISEBUT SEBAGAI MAKHLUK HALUS KARENA MEREKA ADALAH MAKHLUK YANG MEMPUNYAI WUJUD RAGA HALUS SERTA HIDUP DI ALAM HALUS ATAU ALAM GHAIB.

ANTARA ALAM GHAIB DAN ALAM MANUSIA MENEMPATI DIMENSI YANG BERBEDA, NAMUN BERADA PADA SATU TEMPAT SEHINGGA MEMUNGKINKAN ANTARA KEDUA MAKHLUK PENGHUNI BUMI INI BISA SALING BERSENTUHAN, BERSINGGUNGAN, BERTATAP MUKA ATAU BERINTERAKSI.

KEBERADAAN MAKHLUK GHAIB YANG AKAN BERSINGGUNGAN ATAU YANG AKAN BERINTERAKSI DENGAN MANUSIA BIASANYA SELALU MEMBERIKAN TANDA YANG MENJADI CIRI KHASNYA

eristiwa ini terjadi kurang lebih antara tahun 1960 an, dan di sebuah desa di bagian timur Pulau Jawa ada seorang Prajurit TNI Angkatan Darat yang berpangkat Kopral. Untuk lebih mudahnya orang tersebut di panggil saja dengan nama Mukidin.

Dikarenakan penghasilan sebagai tentara yang berpangkat Kopral saat itu dapat dikatakan jauh untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-harinya, maka pada suatu hari mertua Mukidin yang menjadi petani tembakau yang bisa dikatakan cukup sukses di desanya dan selalu memperhatikan kehidupan keluarga anaknya mengajak berbincang kepada menantunya.

“Mukidin, kesini sebentar Nak. Ada sedikit yang ingin Bapak sampaikan kepadamu,” kata mertuanya.

“Ya Pak silakan, ada masalah apa yang hendak Bapak sampaikan.” jawab Mukidin sambil langsung duduk dengan sopan didepan mertuanya.

“Begini, ada yang akan Bapak ceritakan. Kamu kan juga tahu sendiri kalau sawah dan juga kebun yang terletak di sebelah utara kampung ini belum sempat tergarap sama sekali sehingga nampak kotor karena tumbuh banyak rerumputan, oleh karena itu perlu dibabat dan dibersihkan.

Dan menurut pendapat Bapak, bagaimana seandainya lahan tersebut daripada menjadi lahan tidur dan tidak menghasilkan sepertinya akan lebih baik kalau kamu mau menggarapnya. Untuk itu silakan dipikirkan. Karena dilahan tersebut bisa ditanami palawija ataupun ditanami apa saja agar ada hasilnya dan bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga.”

“Ya Pak, akan saya pertimbangkan apa yang telah Bapak sampaikan,” jawab Mukidin.

“Sehubungan dengan hal tadi kalau nak Mukidin memang berniat mau menggarap lahan tersebut, mungkin akan lebih baik kalau nak Mukidin berhenti jadi tentara, agar bisa lebih focus. Tetapi Bapak juga berpesan, walau apapun yang akan menjadi keputusan atau peribahasanya mau begini atau mau begitu, mau merah atau mau hitam namun hal tersebut sebaiknya harus dibicarakan dengan istri terlebih dahulu,” demikian kata mertuanya.

“Ya siap Pak,” jawab Mukidin.

Kemudian apa yang telah disampaikan oleh mertuanya dibolak-balik dijadikan bahan pemikiran dan juga dipertimbangakan untung dan ruginya. Oleh karena istrinya pun setuju dengan rencana mertuanya tersebut akhirnya Mukidin mau mengalah dan memenuhi keinginan mertuanya untuk menggarap lahan sawah dan kebun serta mengajukan Pensiun Dini dari Dinas Ketentaraannya.

Sejalur dengan usaha mertuanya sebagai petani tembakau, maka lahan yang diserahkan padanya pun ditanami tembakau pula. Karena pada waktu itu usaha dibidang penanaman tembakau memang merupakan usaha yang paling lancar dan mudah untuk segera dinikmati hasilnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, kemudian Mukidin dikenal oleh para petani sebagai pengepul tembakau yang sangat bisa dipercaya. Malahan Pak Kepala Desa sendiri yang mempunyai lahan terbesar di desa itu juga menyetorkan tembakaunya kepada Mukidin.

Kemudian Mukidin menyetorkan tembakau hasil pengepulannya ke BAT yang gudang dan kantornya masuk ke Wilayah Malang Selatan. Mukidin bekerja dengan rajin dan serius, karena menyadari bahwa dari usaha itulah dia bisa memberi makan, pakaian dan rumah untuk keluarganya.

Oleh karena kepercayaan diberikan maka kualitas tembakaunya pun selalu benar-benar dijaga agar jangan sampai mengecewakan, yang nantinya bisa mengakibatkan hilangnya kepercayaan tersebut. Apalagi mertuanya pernah berpesan yang selalu diingat dan dilaksanakannya yaitu harus selalu berhati-hati dan harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan. Hingga anak-anaknya kuliah usaha yang dikelolanya tetap aman-aman saja, dalam arti kata tidak ada permasalahan yang bisa mengganggu kelancaran jalan usahanya.

Pada suatu hari ketika Mukidin yang baru saja menerima uang dari Bendahara BAT sebesar Rp. 250.000,- sebagai pembayaran penyetoran tembakau hasil pengepulannya, akan tetapi sayangnya uang yang baru diterimanya tersebut tiba-tiba hilang begitu saja dengan tidak ada bekas-bekasnya sama sekali. Pada waktu itu uang sebesar Rp. 250.000,- sudah terbilang sangat banyak, sebab kalau diperbandingkan harga beras yang bagus pada saat itu hanya Rp. 5,- atau paling mahal juga Rp. 10,- per kilonya.

Dan uang sebanyak itu, semuanya adalah uang kepunyaan Bapak Kepala Desa, hasil dari penyetoran tembakaunya. Lantas yang menjadikan bingung adalah, harus mengatakan apa tentang uang tersebut kalau nanti sampai bertemu dengan Bapak Kepala Desa itu sendiri.

Perasaannya setelah menerima uang tersebut lalu disimpan di laci lemari pribadinya dan kuncinya pun tidak pernah lepas dari tangannya. Hatinya bingung dan pikirannya pun menjadi gelap seakan-akan berputar tujuh keliling, yang kemudian langsung duduk dan termenung. Karena tidak kunjung mendapat jawaban sebagai jalan keluarnya maka perasaan bingung tersebut lantas dibebaskan, karena tidak tahu harus berupaya yang bagaimana lagi.

Kemudian untuk menghilangkan rasa bingung tersebut, Mukidin mengeluarkan sepeda kayuhnya dan setelah berpamitan kepada istrinya karena sudah ada janji akan menghadiri pertemuan para petani tembakau yang dilaksanakan di kampung sebelah. Lalu dengan perlahan-lahan sepedah itu dikayuh sambil mengikuti perasaan hati.

Namun setelah dirasa-rasakan sepeda yang sedang dikayuhnya itu sepertinya ada yang menuntun dan mengarahkan, tetapi kemudian hal tersebut dinikmati saja. Hanya saja arah yang dituju tidak lagi mengarah pada kampung sebelah seperti yang telah direncanakan semula tetapi malahan menuju kearah Desa lain yang sangat jauh jaraknya. Dia terkejut setelah sadar akan keadan dirinya, hal itu terjadi ketika ternyata mendapatkan dirinya sudah berada di tengah hutan.

Sambil menengok kekiri dan kekanan untuk memperhatikan suasana disitu yang ternyata sangatlah sepi mencekam, dan keadaan yang dingin seakan menusuk tulang yang menyebabkan semua bulu di badan berdiri serta tidak terdapat makhluk lain terlihat walau hanya seekor lalatpun, padahal saat itu adalah tengah hari dan panas matahari pun sedang terik-teriknya.

Dalam keadaan yang sepi seperti itu, entah darimana munculnya karena tidak ketahuan dan tiba-tiba saja ada anak kecil yang mencegat perjalanannya. Dalam hatinya Mukidin berbicara sendiri : “Ini anak siapa ya ? Sampai hati benar orang tuanya melepas anak yang masih sekecil itu sendirian. Padahal ini kan berada di tengah hutan.”

Karena pada dasarnya Mukidin memang memiliki rasa senang menolong, maka anak kecil tersebut dinaikkan ke atas sepedanya. Begitu naik ke atas sepeda si anak kecil tadi langsung duduk di belakang tempat boncengan bahkan langsung menempel dan bersandar pada punggung Mukidin, sepertinya anak kecil tersebut takut terjatuh.

Dengan perlahan-lahan Mukidin mengayuh kembali sepedanya, tetapi setelah dirasa-rasakan seperti ada yang tidak wajar, ada yang aneh yaitu sepedanya terasa sangat ringan tidak seperti sedang membonceng padahal cara mengayuhnya pun asal saja.

Begitu melirik melihat ke belakang, anak kecil tersebut masih menempel di punggungnya sepertinya sedang tertidur dengan lelapnya dan seakan tidak peduli dengan kondisi jalan yang tidak rata dan bergelombang.

Kebetulan sekali di depan ada sebuah batu besar yang terletak di bawah sebatang pohon yang rindang dan kelihatannya bisa dipakai untuk duduk. Kemudian sepeda itu dibelokkan ke kiri sambil direm perlahan-lahan sampai berhenti. Begitu terasa sepeda yang dinaiki berhenti, anak kecil itu langsung terbangun sambil bertanya : “Kenapa berhenti disini Pak, kan tujuannya masih jauh ?”

“Iya nak, kita istirahat sebentar disini ya sambil makan dulu,” jawab Mukidin sambil mengeluarkan nasi timbelnya. Nasi tersebut tadi dibelinya di warung pinggir jalan hanya untuk jaga-jaga atau persedian, dan yang sebenarnya Mukidin sendiri adalah orang yang senang melakukan puasa, utamanya puasa Senin-Kamis yang tidak pernah terlewatkan.

“Ayo kita makan dulu ya Nak, di bagi dua dengan Bapak ya, masing-masing kita makan sebagian,” kata Mukidin kepada anak kecil tersebut sambil membuka bungkusan nasi timbelnya.

“Enggak usah Pak, saya masih kenyang. Kalau Bapak sudah merasa lapar, silakan Bapak saja yang makan, saya akan menunggu,” jawab anak kecil tersebut dengan jelas sekali.

“Kalau Anak tidak mau makan, Bapak juga tidak jadi makan. Ayolah kita makan bareng-bareng,” ajak Mukidin sambil agak memaksa. Tetapi si anak kecil tersebut tetap bertahan tidak mau diajak makan.

Dirasakan ada yang aneh, Mukidin sendiri menjadi hilang selera untuk makan, padahal sejak tadi sudah diniati akan makan walaupun hanya sesuap. Mukidin mendadak tidak merasa lapar sedikitpun, lalu nasi timbelnya dibungkus kembali seperti semula dan kemudian dimasukkan lagi kedalam rangselnya.

Kini pikirannya melayang jauh dan teringat pada uang yang hilang dengan cara yang tidak jelas, dan bagaimana nanti cara menjelaskannya kalau sudah berhadapan dengan Bapak Kepala Desa. Bapak Kepala Desa itu sendiri adalah sosok orang yang sangat dihormati oleh segenap masyarakatnya, dan lengkap segala sesuatunya. Orangnya tegas, disiplin dan sangat berwibawa. Bisa saja Mukidin menceritakan hal yang sebenarnya terjadi serta berjanji kapan akan membayarnya. Akan tetapi kalau memakai cara yang demikian, apakah nantinya tidak akan menjadi permasalahan dan sebagai akibatnya akan kehilangan kepercayaan.

“Pak….!” tiba-tiba anak kecil yang diboncengnya itu mengajak bicara, dan mengejutkan Mukidin yang sedang melamun.

“Ya, ada apa Nak, nanti sebentar lagi,” jawab Mukidin untuk menutupi rasa terkejutnya.

“Begini Pak, kalau saya perhatikan kelihatannya Bapak sedang mempunyai permasalahan, coba ceritakan pada saya barangkali saja dengan kehendak Allah saya bisa membantu,” kata anak kecil itu seperti yang tahu kalau Mukidin sedang mengalami kesusahan.

Mukidin baru menyadari kalau anak kecil yang diboncengnya itu bukan anak kecil sembarangan, anak kecil yang mempunyai kelebihan yang berbeda dengan umumnya anak manusia biasa.

“Begini Nak, saya mau menceritakan masalah yang telah terjadi asalkan Anak juga mau terbuka, siapa kamu yang sebenarnya dan dari mana asalmu,” jawab Mukidin.

“Ya bolehlah Pak kalau begitu maunya. Kita adalah sama-sama makhluk Allah, hanya berbeda alam. Kebetulan kita memeluk agama yang sama, mengenai nama tidak perlu disebutkan, hanya umur saya saat ini 3.500 tahun. Bagaimana Pak, apa yang sekarang bisa saya bantu ? Saya rela, saya ikhlas Pak, dan hanya untuk sementara saya ingin ikut Bapak, syukur-yukur kalau saya bisa membantu apa saja sekiranya diperlukan,” jawab anak kecil itu. Sekarang Mukidin sudah bisa mengatur jalan pikirannya dan menjadi tenang.

“Begini Nak, saya baru saja kehilangan uang dengan cara yang tidak jelas dan jumlahnya terbilang cukup besar yaitu Rp. 250.000,- Yang menjadikan saya bingung karena uang itu adalah kepunyaan Bapak Kepala Desa, yang harus saya setorkan hari ini juga.

Kalau dia sampai tahu uangnya hilang, entahlah tidak terbayangkan bagaimana marahnya Bapak Kepala Desa itu nanti, karena Bapak Kepala Desa itu sudah sangat percaya kepada saya dan lagi Bapak Kepala Desa itu adalah sahabat dekat mertua saya. Terus terang saja saya takut kehilangan kepercayaan darinya,” cerita Mukidin dengan terpaksa menceritakan peristiwa yang terjadi sebenarnya.

“Oh…masalah itu. Sekarang coba Bapak ingat-ingat lagi. Kapan Bapak menerima uang, lalu disimpan dimana atau bahkan sudah disetorkan kepada Bapak Kepala Desa. Coba diingat-ingat lagi,” kata anak kecil itu yang mencoba mengurai kejadian untuk mencari jalan keluarnya. Sekarang ganti Mukidin yang harus berpikir keras untuk mengingat-ingat bagaimana  peristiwa tersebut sampai terjadi.

“Pada hari Jumat kemarin, saya menerima sejumlah uang hasil penyetoran tembakau kemudian uang tersebut saya simpan di laci lemari dan saya kunci, adapun kuncinya terus saya bawa dan tidak pernah saya letakkan. Selesai malaksanakan sholat Jumat saya rebahan, mungkin karena kelelahan tanpa terasa saya tertidur hingga sampai waktu ashar. Begitu terbangun saya segera mengecek keberadaan uang tersebut di laci lemari, maklum karena itu adalah uang orang lain, nah dari situ saya menjadi sangat terkejut mengapa laci lemari menjadi bersih dan uang yang berada didalamnya pun lenyap. Saya kebingungan, siapa yang telah mengambil uang orang lain tersebut. Wah.., kalau demikian kejadiannya berarti di rumah ini ada sesuatu yang nggak wajar,” begitu penjelasan Mukidin.

“Nah kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita pergi ke rumah Bapak Kepala Desa, barangkalai saja Bapak Kepala Desanya ada di rumah dan tidak sedang bepergian,” saran anak kecil tersebut.

Seperti kerbau dicocok hidungnya, Mukidin menurut saja dan kemudian menaiki sepedanya lagi. Seperti tadi pada waktu mengayuh sepedanya tidak ada rasa lunglai, lelah, lapar ataupun rasa-rasa lainnya. Singkat cerita sampailah Mukidin pada tempat yang dituju dan dari kejauhan terlihat Bapak Kepala Desa yang sedang sibuk memperhatikan pegawainya dalam memilah-milah tembakau, bahkan sambil begurau. Karena terdengar suara-suara tertawa mereka.

“Aehhh…Bapak Kopral Mukidin, silakan masuk kedalam. Mari jangan sungkan-sungkan,” kata Pak Kepala Desa sambil menggandeng lengan Mukidin yang terlihat ragu-ragu.

Mukidin hanya diam membisu, karena kebingungan yang memenuhi pemikirannya, harus bilang bagaimana nanti kepada Pak Kepala Desa. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah bersama Pak Kepala Desa yang masih terus aktif berbicara dan sulit untuk dipotong pembicaraannya.

“Kemarin saya telah menerima kiriman uang dari Anda. Hanya dalam hati saya berpikir ‘cepat sekali.’ Oleh karena itu saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih, bahkan pegawai yang mengantarkan uang setoran pun saya beri persenan,” kata Pak Kepala Desa.

“Iya, Pak Kepala Desa,” hanya itu kata-kata yang bisa diucapkan oleh Mukidin.

“Dan untuk sekarang jangan dulu terburu-buru minta dikirim tembakau lagi ya, kan Anda juga menyaksikan sendiri bahwa tembakau tersebut belum jadi. Tunggu sajalah kurang lebih tiga hari lagi tembakau tersebut sudah siap untuk dikirimkan,” demikian kata Pak Kepala Desa, yang semakin menambah kebingungan Mukidin.

Pak Kepala Desa kemudian mengeluarkan dompetnya serta mencabut beberapa lembar uang kertas dari dalamnya yang kemudian diberikan kepada Mukidin sambil berkata : “Ini ada sedikit Rejeki jangan ditolak dan lagi bukannya saya mengusir. Karena anak Anda sudah menunggu ayahnya pulang dan minta untuk diajak jalan-jalan serta jangan lupa mertua juga harus sering ditengok. Katanya sudah ada seminggu ini cucunya belum datang menengoknya,” kata Pak Kepala Desa lagi.

Mukidin menurut saja seperti seekor sapi yang sedang dituntun, setelah menerima uang pemberian Pak Kepala Desa langsung berpamitan pulang bahkan sampai terlupa tidak mengucapkan terima kasihnya.

“Pak, sekarang sudah tidak ada yang harus menjadi beban pikiran. Yang jelas uang Bapak tidak jadi hilang,” kata si anak kecil itu sambil kembali merangkul punggung Mukidin.

Dalam hatinya, Mukidin berpikir : “Siapa yang sudah menyerupakan dirinya dan menyerahkan uang setoran kepada Pak Kepala Desa ? Ataukah saya sendiri yang sudah lupa ? Tetapi saya hakkul yakin kalau uang sebesar Rp. 250.000,- itu belum pernah saya setorkan kepada Pak Kepala Desa. Ah sepertinya si anak kecil ini yang sudah melakukannya.” Setelah itu Mukidin kini tidak memikirkannya lagi, hanya di dalam hatinya dia bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sebagaimana permintaan awal sebagai perjanjian, maka kemudian si Anak kecil itu pun ikut Mukidin dengan waktu yang cukup lama. Sampai pada suatu ketika anak kecil itu berpamitan mau pulang ke tempat asalnya karena akan mempunyai istri.

Mukidin menyetujui dan mengijinkan dan tidak lupa mengucapkan terimakasih karena selama ini sudah dibantu dengan sukarela oleh Anak kecil itu.  Sebagai akhir cerita diberitakan bahwa Mukidin meninggal pada tahun 2007 pada usia 83 tahun, sedangkan istrinya meninggal pada tahun 2010. Keduanya dimakamkan di desanya.

-o0o-

Saudaraku pembaca semuanya yang saya hormati terutama di kalangan sendiri, reka cerita diatas hanya sekedar merupakan sebuah gambaran dari contoh kejadian yang mungkin bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Melalui reka ceritera itu yang pada intinya adalah untuk mengetahui bahwa di bumi yang sama ini terdapat makhluk halus yang hidup berdampingan dengan manusia yang setiap saat bisa berhubungan, namun manusia itu sendiri harus selalu bersikap waspada agar jangan sampai terjebak oleh tipu muslihatnya yang licin dan sangat halus.

Dari reka cerita tersebut bisa kita ambil hikmahnya sebagai pesan moral dan bahan perenungan dalam menjalani kehidupan kita masing-masing didalam bermasyarakat.

 

Tentang Makhluk Ghaib

Seperti hal nya manusia, makhluk ghaib juga adalah makhluk ciptaan Tuhan, hanya saja bedanya adalah mereka tinggal pada dimensi yang tidak sama dengan manusia dan juga tidak terlihat olah mata lahir karena bersifat ghaib, namun mereka bisa melihat manusia akan tetapi manusia tidak bisa melihat mereka.

Bagi manusia yang mempunyai kemampuan supra natural atau kelebihan apabila dibandingkan dengan manusia pada umumnya, akan bisa melihat atau mendeteksi keberadaan makhluk ghaib tersebut baik dengan mata lahir maupun dengan mata batinnya, namun itupun tergantung pada tingkat ketajaman inderanya.

Oleh karena keberadaannya yang tidak terlihat oleh mata lahir manusia yang awam, maka jika akan berinteraksi dengan manusia biasanya mereka selalu memberikan tanda yang menjadi ciri khasnya dan manusia bisa mengenali tanda-tanda kehadiran makluk ghaib tersebut cukup hanya dengan menggunakan indra penciuman atau indra perasa saja.

 

Tanda-tanda kehadiran Makhluk Gaib yang bisa ditangkap oleh indera manusia.

Berikut ini adalah beberapa tanda yang bisa menyatakan kehadiran atau keberadaan makhluk ghaib di sekeliling manusia, yaitu  antara lain :

1. Kehadiran Makhluk Halus yang dapat diketahui melalui indra penciuman, yaitu berupa bau-bauan atau aroma, misalnya minyak wangi, dupa, menyan, daun pandan, bau busuk dan lain-lain.

Dengan menunjukkan bau-bauan itu mungkin bisa dikatakan bahwa mereka telah bertindak sopan atau mungkin sebagai pengganti kata permisi untuk memberitahukan kehadirannya, karena mereka menyadari bahwa kehadirannya tidak tampak oleh mata lahir manusia.

Dan bau-bauan itu bisa diibaratkan seperti bau keringat pada manusia yang berbeda antara manusia yang satu dengan yang lain.

Sehingga ada orang yang membagi dan menjelaskan bahwa dari jenis aroma atau bau-bauan yang terendus oleh indra penciuman manusia itu biasanya menggambarkan jati diri, tempat tinggal maupun yang membedakan dari golongan atau kelompok mana makhluk halus tersebut, antara lain sebagai berikut :

a. Bau harum bunga.

Bau bunga kamboja biasanya merupakan tanda bagi kemunculan kuntilanak, harum munga melati biasanya menandakan hadirnya peri atau jin perempuan atau leluhur manusia yang sudah meninggal dunia.

b. Bau minyak wangi

Bau minyak wangi seperti bau minyak kesturi, bau minyak jafaron dan lain-lain hal tersebut menandakan kehadiran makhluk ghaib atau makhluk halus dari bangsa jin atau khodam.

c. Bau kemenyan.

Jika ada seseorang mencium bau kemenyan yang secara tiba-tiba muncul, ada yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tanda kehadiran leluhur atau nenek moyang manusia yang sudah meninggal dunia.

d. Bau ketela, kentang bakar atau ketela, kentang rebus.

Bau kentang, ketela atau ubi bakar maupun kentang, ketela atau ubi rebus biasanya menjadi ciri khas kehadiran makhluk ghaib dari golongan genderuwo atau gandarwa.

e. Bau gosong.

Dikatakan pula bahwa bau tersebut menandakan munculnya arwah-arwah penasaran yang meninggal dunia karena kebakaran.

f. Bau amis atau hanyir darah.

Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut menandakan hadirnya arwah-arwah panasaran seperti korban kecelakaan atau korban pembunuhan.

g. Bau busuk

Jika ada orang yang mencium bau busuk pada saat berada di pemakaman atau di tempat tertentu lainnya maka jenis makhluk ghaib yang menyebarkan bau busuk menyengat hidung tersebut adalah hantu pocong atau makhuk ghaib lain yang bersifat kotor, jorok seperti wewe gombel dan lain-lain

-o-

2. Kehadiran atau Keberadaan Makhluk Halus yang tidak dapat diketahui lewat indra penciuman dan dapat diketahui melalui indra perasa, yaitu seperti bulu kuduk merinding, rasa panas atau dingin di bagian tubuh dan perasaan tidak nyaman lainnya, yaitu antara lain :
a. Perasaan ada mata yang melihat dan memperhatikan.

Pada suatu saat seseorang yang sedang sendirian, apakah pada saat duduk, tiduran ataupun melakukan kegiatan lainnya lalu merasakan ada mata yang selalu melihat dan memperhatikan semua gerak-geriknya, bisa juga diikuti dengan perasaan gelisah, hal itu berarti didekat nya ada makhluk ghaib.

Berdasarkan laporan sebagai pengalaman dari peristiwa yang dialami, pada umumnya Anak Murid Bayu Sepi yang Baru Belajar dan sedang berlatih baik pada siang terlebih lagi pada malam hari di rumah sendirian akan selalu mengalami hal seperti diatas yaitu diikuti atau diawasi oleh pandangan mata dari arah belakang.

Ada juga makhluk halus yang melihat dan mengawasi mereka yang sedang berlatih kalau diperhatikan lewat pandangan sudut mata atau tidak bebar-benar dilihat, akan nampak dalam bentuk bayangan yang sedang mengintip dari jendela yang terbuka atau dari balik jendela kaca, jika akan benar-benar dilihat dia berkelebat pergi, ada kalanya kemudian datang dan mengintip lagi.

Bahkan ada pula sosok yang selalu mengikuti dari belakang  kemanapun orang tersebut pergi dengan jarak tertentu sehingga terdengar dengan jelas suara hembusan napas maupun langkah kakinya, dan jika orang tadi berhenti melangkah maka makhluk tersebut juga ikut berhenti melangkah, sedangkan kalau ditengok kebelakang tidak ada siapa pun yang terlihat.

Mungkin maksud dan tujuan makhluk halus tersebut adalah untuk menggangu dan menghalangi dengan membuat rasa takut, risih, gelisah atau rasa tidak nyaman lainnya yang diikuti dengan berdirinya bulu kuduk dan lain-lain agar mereka yang sedang melakukan latihan tidak jadi meneruskan latihan atau batal melakukan latihan tersebut.

b Perasaan aneh pada saat memasuki sebuah rumah atau ruangan.

Merupakan salah satu tanda tatkala seseorang memasuki sebuah rumah atau ruangan lalu dia merasakan ada sesuatu hal yang aneh. Misalnya seperti secara tiba-tiba merasa takut, merasa khawatir, merasa tidak tenang atau perasaan buruk lainnya, yang tidak jelas penyebabnya.

Kalau perasaan seperti itu tiba-tiba terjadi atau muncul artinya bahwa di dalam ruangan itu ada makhuk ghaib baik secara sengaja ataupun tidak sengaja berada di ruangan itu.

c. Rasa panas atau rasa dingin

Rasa panas, hangat yang menyebar (ngaheap) atau rasa dingin yang tidak enak merupakan sebuah pertanda bahwa disitu ada makhluk halus ketika memasuki sebuah rumah atau sebuah ruangan, apalagi rumah atau ruangan tersebut sudah lama kosong, dengan perkataan lain tidak dihuni.

Bisa juga pada suatu ketika berada ditempat tertentu, tiba-tiba saja pada bagian badan merasakan panas atau dingin seperti yang dialami oleh Mukidin pada cerita “Anak Kecil di Tengah Hutan” diatas, hal itu biasanya merupakan sebuah pertanda adanya makhluk ghaib yang datang mendekati. Ada yang mengatakan bahwa rasa panas atau dingin itu tergantung dari niat yang terkandung oleh makhluk ghaib tersebut.

Andaikata sudah melatih dan memiliki kepekaan, maka bisa mendeteksi keberadaan makhluk halus tersebut yang salah satunya dengan melalui konsentrasi pada telapak tangan, maka akan merasakan adanya getaran-getaran atau seperti sengatan listrik namun lembut atau juga seperti kesemutan yang halus atau juga bisa merasakan panas dan dingin pada telapak tangan tersebut.

d. Rasa merinding atau berdiri bulu kuduk.

Rasa merinding, biasanya pada leher bagian belakang atau tengkuk menandakan adanya makhluk halus yang baru datang mendekati. Rasa merinding atau berdiri bulu kuduk/tengkuk ini mungkin hampir setiap orang pernah merasakannya karena hal tersebut adalah merupakan tanda yang paling umum dari kehadiran makhluk ghaib.

Rasa merinding dan kekuatannya juga bisa dibedakan.

Ada yang mengatakan bahwa :

*) Jika rasa merinding itu berasal dari sosok sukma atau arwah manusia  biasanya rasa merindingnya itu terasa tajam menusuk.

*) Jika rasa merinding itu berasal dari adanya sosok kuntilanak biasanya kadarnya ringan, merindingnya hanya membuat rasa takut yang biasa saja.

*) Akan tetapi jika rasa merindingnya itu berasal dari adanya sesosok bangsa jin biasanya rasa merindingnya terasa berat dan rasanya seperti “mencengkeram”, bahkan ada yang sampai membuat orang lemas ketakutan walaupun orang tersebut belum melihat sosok wujud makhluk ghaib itu.

Biasanya semakin tinggi kekuatan makhluk halus atau makhluk ghaib, maka pancaran energinya juga semakin besar dan tajam, akan tetapi pancaran energi itu juga akan semakin halus atau lembut sehingga sulit untuk dilihat dan sulit dirasakan apalagi kalau pancaran energy tersebut tidak menimbulkan rasa merinding, maka keberadaannya tidak akan terasakan atau sulit untuk dideteksi.

Dan secara alami pada umumnya jati diri dan keberadaan makhluk halus memang tidak ingin diketahui oleh manusia.

e. Hembusan angin

Jika ada seseorang yang secara tiba-tiba merasakan ada hembusan angin yang lewat di samping badan atau hembusan pada kaki, seperti ada yang meniup dan diikuti dengan meremangnya bulu kuduk atau pada tengkuk/leher bagian belakang, hal itu merupakan sebuah pertanda kalau ada makluk gaib yang sedang berada di dekat nya.

f. Rabaan atau Sentuhan

Bisa juga bentuk interaksi makluk halus yang di rasakan itu seolah-olah seperti ada yang menyentuh tangan, leher, mencolek pundak atau bagian tubuh lainnya, padahal tidak ada seorangpun yang berada di sekitar itu.

g. Suara dan kejadian-kejadian aneh.

Salah satu cara makhluk halus untuk menunjukkan keberadaan dirinya dengan menggunakan suara, misalnya saja ketika seseorang sedang sendirian tiba-tiba saja mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, suara dari keran air yang mengalir, seperti ada yang sedang mengambil air wudhu, dan sebagainya. Namun ketika diperiksa, ternyata tidak seorangpun berada disana bahkan lantai kamar mandi itu sendiri dalam keadaan kering, tidak basah sedikitpun.

Masih dengan menggunakan pola suara, misalnya saja tendengar suara gaduh atau ribut, suara yang aneh atau mengetuk pintu dari dalam lemari atau bahkan ada suara yang memanggil nama yang berasal dari lemari tempat menyimpan keris.

Yang dimaksudkan dengan kejadian-kejadian aneh adalah ketika melihat ada perabotan rumah misalnya kursi, gelas atau perabotan rumah lainnya yang berpindah tempat dengan sendirinya.

Untuk mengetahui keberadaan makhluk ghaib atau makhluk halus bisa juga dengan memperhatikan perilaku hewan-hewan yang ada, karena perilaku hewan bisa menjadi salah satu indikator atau tanda apabila ada makhluk halus di sekitar tempat itu.

Misalnya seperti cicak atau tokek, kucing yang tiba-tiba saja menjadi liar, anjing yang tiba-tiba mengonggong atau melolong, suara burung hantu, suara burung kedasih dan lain sebagainya.

-o-

Cara Mengatasi Rasa Takut Pada Saat Merasakan Kehadiran Makhluk Gaib.

Setelah mengetahui perbagai tanda yang ada tentang kehadiran makhluk ghaib baik melalui indra penciuman, indra perasa maupun dengan memperhatikan perilaku binatang yang ada, kemungkinan saja ada orang yang merasa takut dengan adanya hal-hal seperti itu.

Kemudian sebaiknya dengan cara apa yang harus dilakukan untuk bisa mengatasi rasa takut tersebut ?

Ada beberapa cara yang biasa dilakukan oleh orang yang merasa takut dengan kehadiran makhluk halus, antara lain :

a. Apabila rasa takut itu sangat mempengaruhi atau menguasai diri seseorang, sebaiknya harus segera pergi, menghindar atau dengan cepat meninggalkan tempat itu sebelum makhluk gaib tersebut menampakkan wujud dalam bentuk yang menyeramkan atau hal-hal lain yang tidak diinginkan terjadi.
b. Ada orang yang mengatasi rasa takut ketika merasakan tanda-tanda kehadiran makhluk ghaib adalah dengan cara menarik nafas dalam-dalam lalu ditahan sebentar kemudian dihembuskan sambil mengucapkan salam.

“Asalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh..”

c. Orang yang beragama katholik dalam mengusir godaan, maupun mengusir pengaruh kuasa jahat dan mengatasi rasa ketakutan ketika merasakan adanya tanda-tanda kehadiran makhluk ghaib adalah dengan cara membuat tanda salib.
d. Sementara ada orang yang menggunakan cara lain yang bersifat pencegahan atau preventif yaitu dengan berdoa terlebih dahulu untuk Memohon Keselamatan dan Perlindungan Tuhan Sang Penguasa Alam Semesta sebelum melewati dan memasuki tempat-tempat yang  dianggap angker dan menyeramkan.

Dengan cara itu diharapkan perjalanan yang dilakukan dapat dihindarkan dan dijauhkan dari godaan dan gangguan para makhluk gaib yang berada ditempat yang dilalui.

Mungkin masih banyak cara yang dipergunakan oleh orang-orang di daerah-daerah yang berbeda untuk mengatasi rasa takut terhadap kehadiran makhluk halus di dekatnya yang disesuaikan dengan adat, budaya, keyakinan maupun agama yang dianutnya.

e. Bagi Anak Murid Bayu Sepi yang sering mengalami tanda-tanda kehadiran makhluk ghaib seperti tersebut diatas setelah diberikan beberapa petunjuk agar bisa memanfaatkan dan mempergunakan keadaan seperti itu sebagai sarana untuk berlatih yaitu mereka atau makhluk ghaib tersebut dipakai sebagai sasaran tembak atau sasaran gerak jurus. Dan biasanya yang terjadi adalah, bahwa makhluk ghaib itu akan segera pergi atau menghindar.
Pada dasarnya manusia itu mempunyai derajat yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan mereka atau makhluk ghaib namun masih banyak yang belum menyadarinya.

Apabila seseorang yang tidak bisa merasakan sendiri tanda-tanda kehadiran makhluk ghaib, biasanya yang menjadi penyebabnya adalah karena sedang banyak pikiran atau sedang banyak masalah yang dihadapi sehingga menyebabkan perasaannya menjadi tumpul dan tidak berfungsi.

 

Apakah boleh manusia menerima dan meminta bantuan makhluk halus.

Ada sebuah keterangan yang mengatakan bahwa : “Sebagaimana manusia menyembah hanya kepada Allah, maka meminta pertolongan juga hanya kepada Allah.”

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah : “Apakah manusia tidak boleh meminta pertolongan kepada selain Allah ?”

Ada yang menjelaskan bahwa manusia hanya boleh atau wajib meminta pertolongan hanya kepada Allah saja kalau hal tersebut memang hanya Allah saja yang bisa memenuhinya.

Misalnya :

Memohon ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan,

Memohon panjang umur dan kesehatan,

Memohon kesembuhan dari penyakit yang diderita,

Memohon ketenteraman hati,

Memohon keselamatan di dunia dan akhirat,

Dan masih banyak lagi lainnya.

 

Kalau meminta hal-hal seperti yang tertulis diatas bukan kepada Allah, diperoleh sebuah penjelasan bahwa hal tersebut dapat dikatakan sebagai perbuatan menyekutukan Allah karena mempercayai/menyembah/meminta selain kepada Allah maka perbuatan tadi disebut dengan perbuatan Syrik.

Sedangkan orang yang melakukan Syrik disebut dengan Musyrik dan dalam ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Hadits dikatakan bahwa Syrik adalah merupakan dosa yang paling besar.

Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa : “Untuk meminta pertolongan sesuatu yang bisa dibantu atau dipenuhi oleh sesama makhluk Allah, baik oleh sesama manusia maupun oleh makhluk halus, asalkan saja dalam hal kebaikan. Hal tersebut diperbolehkan karena memang Allah telah taqdirkan mereka memiliki kemampuan untuk itu.”

Karena ada keterangan yang mengatakan sebagai berikut : “Dan saling tolong menolonglah dalam kebajikan dan taqwa, jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.”

Dengan catatan : Meskipun meminta pertolongan atau bantuan kepada sesama makhluk Allah karena dia memang mampu untuk mengerjakannya, namun kepasrahan dan ketawakalan hati hanya kepada Allah, karena hanya Dia saja lah yang Maha Berkuasa di atas segala sesuatu.

Namun demikian, walaupun dibantu oleh sesama makhluk yang memang mampu untuk itu belum tentu hal tersebut juga membawa hasil sesuai yang diharapkan.

Misalnya saja sebagai sebuah contoh :

Kalau ada orang yang sakit parah, walaupun sudah diupayakan secara medis dengan lengkap namun tetap saja orang tersebut tidak tertolong.

Jadi, kalau memang Allah tidak menghendaki, maka segala macam usaha maupun upaya sebesar apapun yang dilakukan, tidak akan pernah berhasil dengan perkataan lain bahwa tidak akan ada yang bisa membantu mendapatkan sesuatu sesuai yang diharapkan. Dan demikian pula sebaliknya, apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.

Secara singkat bisa dikatakan sebagai berikut : Manusia hanya diwajibkan untuk berusaha, namun Allah yang menentukan.

-o-

Kalau diperhatikan ada beberapa kegiatan meminta dan menerima bantuan dari makhluk halus, yang secara garis besar bisa dibedakan sebagai berikut :

1. Makhluk halus tersebut memberikan bantuan dengan sukarela atau dengan ikhlas tanpa meminta balasan apapun.

Sebagai contoh ;

Mungkin banyak cerita tentang orang yang dibantu oleh makhluk ghaib, yaitu ada yang disunat oleh makhluk ghaib, ada pula yang dibantu dalam melahirkan dan lain-lain yang beredar di kalangan masyarakat baik dari mulut ke mulut maupun melalui media sosial dan yang akan kami sampaikan adalah sebuah kisah nyata yang dialami oleh kakak sepupu dari adik iparku.

Ceritanya adalah demikian, kakak sepupu adik iparku yang biasa dipanggil dengan nama Kang Uas pensiunan Pegawai Pos & Giro yang bertempat tinggal di daerah Jatinangor Kabupaten Sumedang, adapun kesenangannya suka mencari barang-barang bertuah atau barang-barang yang berbahu mistis, misalnya Merah Delima, Rantai Babi, Besi Kuning, Jenglot, Uang Ghaib yang dijaga oleh Jin dan lain-lain sebangsanya.

Dalam melakukan kegiatan tersebut biasanya dengan pergi kemana-mana selama berhari-hari, baik itu ke kuburan-kuburan atau tempat-tempat yang dianggap keramat dan sebagainya yang menghabiskan waktu, tenaga maupun materi yang tidak sedikit jumlahnya bahkan seringkali sebagai sasaran penipuan.

Pada suatu ketika sampai ke sebuah daerah pegunungan yang dianggap keramat di Sukabumi, yang rencananya akan menyepi atau bermalam di tempat itu untuk beberapa malam lamanya, namun pada malam yang ke tiga tiba-tiba ada suara keras yang menegurnya dalam Bahasa Sunda :

Arek naon sia datang kadieu ?”  pananya hiji sora.

Arek neang barang-barang ghaib,” jawab Kang Uas pondok bari rut-ret kakenca-kakatuhu neangan tisaha jeung timana datangna eta sora.

“Nanaonan sia datang kadieu jang neangan barang-barang anu  kitu patut, salah eta teh !” ceuk sora eta deui.

“Saha anjeun ?” Kang Uas balik nanya.

“Sia teu kudu nyaho saha aing, ngeun aing sarua jeung maneh, makhluk Allah, cicing dina alam anu beda. Lalampahan sia kitu teh salah, sesat, geura balik siah……!!!  Baliiiiikkkk……!!!

Adapun terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut :

“Mau apa kamu datang kemari ?” tanya sebuah suara.

“Mau mencari benda-benda ghaib,” jawab Kang Uas singkat sambil menengok kekiri dan kekanan untuk mencari dari siapa dan dari mana datangnya suara tersebut.

“Apa-apaan kamu datang kemari hanya untuk mencari benda-benda yang tidak ada gunanya seperti itu, perilaku yang begitu adalah salah,” kata suara itu lagi.

“Siapakah anda ?” Kang Uas balik bertanya.

“Kamu tidak harus tahu siapa saya, tetapi saya adalah sama dengan kamu, makhluk Allah, tinggal di alam yang berbeda. Perilaku kamu yang seperti itu adalah salah, perilaku yang sesat, cepat pulang kamu….!!!       Pulaaanngggg……..!!!.”

Karena suara yang menegur itu membentak dengan nada keras, agak kasar dan dalam jarak yang dekat, tetapi tidak ada seorangpun yang terlihat, maka sambil ketakutan dengan setengah berlari Pak Uas pun langsung pulang.

Disini nampaknya Pak Uas bertemu dengan makhluk ghaib yang baik dan makhluk halus tersebut membantu mengingatkan Pak Uas (manusia) agar tidak melakukan kegiatan yang salah dan bisa disebut dengan perbuatan yang sesat.

Namun andaikata ada makhluk ghaib yang secara terus-menerus mau membantu manusia dengan suka rela, akan tetapi lama-kelamaan karena kebiasaan maka lambat laun tanpa disadari mungkin saja keadaan tersebut bisa berubah dan menjadi tempat untuk bergantung bagi manusia itu dalam memenuhi kebutuhannya. Andaikata saja hal seperti itu sampai terjadi maka terjadilah sebuah kesalahan yang sangat parah.

Oleh karena itu disini manusia harus mempunyai sikap yang selalu waspada agar jangan sampai terjebak oleh tipu muslihatnya yang licin dan sangat halus, yang pada awalnya terasa tidak apa-apa dan menguntungkan tetapi kemudian pada akhirnya akan menyesatkan dan merugikan.

2. Makhluk halus tersebut menawarkan bantuan tetapi dengan suatu perjanjian, singkatnya manusia harus menyembahnya.

Sebagai contoh ;

Banyak didengar cerita mengenai makhluk halus yang menawarkan bantuan kepada manusia dengan meminta imbalan, namun cara yang dipergunakan tidak dengan tegas dan mengatakan kalau manusia yang dibantu harus menyembahnya, misalnya saja dengan kalimat seperti ini :

“Hai manusia segala keinginanmu dan segala keperluanmu akan aku penuhi, tetapi dengan satu syarat bahwa kamu harus menyembahku.”

Cara yang dipergunakan pastinya tidak akan pernah seperti itu, kalau makhluk halus tersebut dalam meminta imbalan dengan menggunakan cara yang demikian, maka orang yang belum paham benar dengan pelajaran agama pun pasti dengan serta merta akan menolaknya, karena terlalu kasar.

Tetapi kalau menggunakan cara yang lebih halus mungkin orang akan terjebak dengan tipu muslihatnya, sebagai contoh misalnya saja dengan kata-kata sebagai berikut :

“Hai manusia kita adalah sama-sama makhluk Allah namun berbeda tempat atau dimensi. Aku ingin membantu segala sesuatu yang menjadi kebutuhanmu dengan sukarela tanpa meminta sesuatu imbalan apapun. Sebagai sama-sama makhluk Allah memang kita harus saling membantu, dan sebagai makhluk Allah maka aku juga perlu makan, akan tetapi apa yang kumakan tidak sama dengan apa yang kalian makan, oleh karena itu aku juga memerlukan bantuanmu.

Adapun caranya membantuku adalah sebagai berikut, yaitu pada setiap hari A… kamu harus menyediakan kembang A…. menyalakan kemenyan atau dupa….dan membaca bacaan yang seperti ini bunyinya (tanpa memberi tahu artinya).….. dan itu cukup untukku.”

Mungkin dengan cara merayu yang seperti itu, maka akan banyak orang akan terkecoh oleh tipu muslihatnya. Mungkin juga kata-kata yang diucapkan tidak tepat seperti kata-kata diatas, tetapi akan lebih halus dan lebih licin.

3. Meminta bantuan makhluk halus dan makhluk halus itupun memberi bantuan tanpa menginginkan imbalan.

Sebagai contoh :

Dari sebuah cerita mengenai seorang manusia yang mempunyai teman jin, kemudian jin tersebut belajar ilmu agama kepada manusia tadi. Dan untuk selanjutnya setelah jin tersebut sudah menguasai ilmu agama yang dipelajari, lalu manusia yang menjadi guru agama itu meminta bantuan kepada jin tadi untuk menyampaikan syariat atau membantu dalam ketaatan kepada Allah kepada kaumnya. Kegiatan seperti ini yang boleh dilakukan.

Namun harus juga dibedakan dengan kegiatan yang tidak boleh dilakukan yaitu, apabila manusia meminta bantuan makhluk halus untuk menakut-nakuti orang, membantu mengambil harta milik orang lain, mengirimkan penyakit, bencana atau tenung, atau bahkan sampai membunuh, dan lain-lain perbuatan jahat, meskipun makhluk halus itu sendiri tidak meminta imbalan atas jasa yang telah dilakukan.

4. Dengan sengaja meminta bantuan makhluk halus walaupun harus dengan memenuhi berbagai persyaratannya.

Sebagai contoh ;

Dari sebuah cerita mengenai seseorang yang dengan sengaja pergi ketempat tertentu baik melalui seorang perantara ataupun secara langsung dikerjakan sendiri meminta bantuan makhluk halus meskipun harus dengan memenuhi berbagai persyaratan sebagai perjanjian, misalnya saja salah satunya dengan menggunakan cara mengurbankan nyawa manusia sebagai wadal atau tumbal untuk mendapatkan kekayaan atau terkabulnya semua keinginan atau terpenuhi segala kebutuhan duniawi dan lain-lain atau singkatnya makhluk halus tersebut sebagai tempatnya bergantung agar semua keinginannya terpenuhi.

Perbuatan semacam ini yang harus di jauhi dan tidak boleh dilakukan, karena kegiatan ini yang dinamakan dengan perbuatan syrik. Mungkin saja orang tadi percaya kepada Tuhan dan mengerti serta tahu tentang aturan agama yang dianutnya, namun apa yang dilakukan bertentangan dengan ajaran agamanya maka orang tersebut disebut dengan fasik.

 

Sebagai Catatan :  Pada kenyataannya memang sangat sulit untuk menentukan apakah yang berinteraksi itu adalah jin atau makhluk halus yang baik atau makhluk halus yang jahat yang siap dengan jebakan tipu muslihatnya.

Logikanya adalah sebagai berikut : Seorang manusia yang bergaul dengan sesama manusia yang bisa dilihat dan bertemu setiap saat, tahu rumahnya, tahu kebiasaan sehari-harinya, namun dibalik itu dia tidak akan pernah tahu apa yang terkandung di dalam hati temannya itu atau apa yang ada di dalam pola pemikirannya, yang terkadang bisa salah menilai atau terkecoh.

Apalagi kalau berhubungan dengan makhluk halus yang tidak bisa dilihat dengan nyata, tidak jelas tempat tinggalnya, tidak jelas kebiasaan sehari-harinya tidak bisa bergaul seenaknya pada siang dan malam harinya, maka kemungkinan akan terjadi kesalahan adalah sangat besar.

Saran : Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kalau memang tidak mengerti tentang makhluk halus dan dunianya jangan sekali-kali mencoba untuk dengan sengaja melakukan interaksi dengannya agar tidak terjebak oleh tipu muslihatnya yang sangat ampuh sehingga salah langkah dan sesat. Karena kalau sudah terikat dengan mereka biasanya akan sulit untuk melepaskan diri.

Sebagai Kesimpulan : yang juga merupakan penutup dari tulisan ini.

1. Mengenai Cerita dan Uraian tentang “Tanda-tanda kehadiran Makhluk Gaib yang bisa ditangkap oleh Indera Manusia,” adalah sebuah tulisan yang didasarkan pada membaca, mendengar dan mengamati dari cerita, pendapat, pengetahuan serta pengalaman orang lain yang mungkin akan sulit untuk dilakukan pembuktian kebenarannya. Namun demikian penilaian dari tulisan tersebut diserahkan pada masing-masing yang pembaca.

2. Berdasarkan beberapa pendapat yang ada, yaitu ada yang mengatakan bahwa meminta bantuan kepada makhluk ghaib itu sama sekali tidak boleh, namun ada pula yang berpendapat bahwa meminta bantuan makhluk ghaib boleh saja asalkan tidak melanggar ketentuan agama yang berlaku, akan tetapi kesemuanya itu dikembalikan lagi dan terserah pada bagaimana menurut pendapat masing-masing yang membaca.

 

Sebuah Anekdot :

Asep jeung Ucing

Erna : “Kang piceun ucing teh, geuleuh…..”

Asep : “Kamari ku akang geus di piceun, tapi balik deui…balik deui..???

Erna : “Sing jauh atuh kang miceunna….!!”

Isukna Asep ngarungan ucing tuluy indit ka leuweung, 5 jam lilana, tileuweung Asep nelepon ke Erna…

Asep : “Nyi ucing teh aya ka imah deui teu….??”

Erna : “ Aya kang, kunaon kitu….?”

Asep : “Pangnanyakeun, tadi balikna jalan kemana kituh, ieu akang nyasab.”

Erna : “??? !!!”

 

Terjemahan bebas :

ASEP DAN KUCING

Erna : “Kang Asep, tolong buang kucing itu, jijik, geli  ah…..”

Asep “Kemarin kan juga sudah Kakang  buang, tapi kembali lagi…kembali lagi ???

Erna : “Kalau begitu buangnya yang jauh….!!”

Besoknya Asep memasukkan kucing itu ke dalam karung dan terus pergi masuk ke dalam hutan, kurang lebih 5 jam perjalanan.

Dari dalam hutan Asep menelpon Erna istrinya…

Asep : “Nyi, apakah kucing itu sudah ada di rumah lagi atau belum ….?

Erna : “Ya ada Kang, kenapa gitu ?”

Asep : “Tolong tanyakan, tadi pulangnya lewat jalan mana, Akang tersesat nih.”

Erna : “????? !!!!”

 

-o0o-

 

BANDUNG – INDONESIA, NOPEMBER – 2017

Cerita : Purwito

(Gubahan  Ki Ageng Bayu Sepi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *