Monthly Archives: November 2011

Penguasa

Kau hidup penuh harta
Namun rakyatmu masih jelata
Kami berjuang penuh darah penuh nanah
Untuk menyambung hidup yang kuasa

 

Dengarlah jerit tangis sampah untukmu
Kau jadikan kami patung-patung yang bernyanyi
Kau jadikan kami boneka yang tak berarti
Dan ku tau kau tak jadi apa-apa tanpa kami

 

Dengan hidup yang hanya seutas tali
Kau menari-nari diatas penderitaan kami
Memang hidup ini hanyalah kesenangan untukmu
Namun bagi kami ini hal yang sangat berarti

 

Dengarlah jerit tangis sampah untukmu
Kau tanggung jawabkan kami di alammu nanti
Walau kau anggap kami tak berarti
Namun bagi kami segalanya sangat berarti
 
 Author :  Salma

Kisah Dua Anak Yatim Piatu

 

Udara begitu dingin malam itu. Ada dua orang anak kecil yang sedang tidur saling berdekapan di teras samping rumah tingkat yang gelap, tanpa penerangan sedikitpun. Hanya pancaran cahaya lampu jalan milik rumah-rumah di sekitar kompleks itu yang menerangi gigilan hebat tubuh mereka. Sang adik kira-kira baru berusia 6 tahun sementara sang kakak berusia sekitar  9 tahun. Tubuh sang kakak amat kurus dan gigilan tubuhnya lebih hebat dibandingkan dengan adiknya yang sedang tertidur di dekapannya. Tak ada selimut, tak ada jaket, tak ada makanan. Mereka hanya mengenakan baju pendek dan celana pendek. Read more »

Kisah Tiga Bocah

Siang itu terik
tiga bocah dekil melintas
dengan langkah gontai
lalui kendaraan yang berhenti

Dalam tengadah tanganmu yang mungil dan dingin
kau pinta secercah harap
lewat gelas plastik pengisi perut
dan lantun lagu yang tak lagi bernada

dibalut baju lusuh
kau bawa deritamu
jiwamu tunduk akan takdir
tanpa perduli lagi masa kanakmu

Terdiam dalam geram
teganya mereka diperdaya
dipaksa merasakan
kejamnya dunia

kasihan kamu,nak…

Tumbuhlah besar jadilah dewasa
jika kelak punya anak
jangan rampas dunianya
Biarkan kejar mimpinya
walau realita memang pahit adanya

Author : Merry

Balada Dua Bocah

Dua bocah dalam rumah kosong
Berkelakar dan tertawa riang
Tuk usir lapar
Yang merongrong

Selama menunggu ibu bapak pulang
Mengkais rejeki disetiap peluang
Dua bocah dalam rumah kosong
Lelah bermain selepas petang

Berbaring di lantai sambil menerawang
Sementara ibu bapak terus berjuang
Abaikan dahaga dan terik yang memanggang
Dua bocah dalam rumah kosong
Sama mimpi lihat makanan terhidang

Lalu dilahap hingga perut kenyang
Tepat di saat ibu bapak genggam menang
Segera bawa buat buah hati sayang
Tapi bocah sudah meregang
Paras mereka tenang

Author : Riana A

Bocah Yang Belajar Dari Kehidupan

Jauh tertinggal ,tenggelam dan terhampar disana
Raut wajah mungil, kosong dan hampa
Menanti induk di ujung jalan setiap malam
Tak kunjung tiba hati merana
Terpejam mata terhanyut lara
Tenggelam dalam mimpi sesaat
Terjaga raga tak berujud
Hanya senyum tipis penghantar hidup
Tapi dengan setitik harapan
Menantang buana kemudian

Mentari terbit di ufuk timur
Sembari tersentak jiwa terpanggil
Terayun langkah untuk sejengkal perut
Untuk pelanjut hidup
Tak pernah teriris hati terpaut
Seorang bocah tiada berinduk
Tetap tegar menantang dunia
Kokoh tiada bergeming

Tak pernah terhiraukan onak yang menusuk
Tak tergubriskan kaki yang tersandung
Tak terhapuskan linang airmata rindu
Kesepian melanda jiwa nestapa
Tapi tetap, tersenyum walau dikulum

Telah terlatih jiwa kesabaran
Menanggung nasib badan seorang
Tak terbiasa tangan terbuka memelas
Usaha terus berkelanjutan

Saat senja telah tiba
Kesepian meradang dalam
Hanyut terbawa di sela impi nan hampa
Walau harap tak pernah tergenggam
Walau semu datang menjelma
Itu adalah sebuah penantian
Tetaplah hadir walau hanya impian

Author : Damayanti lubis

 

Kata Bijak

Jalannilah hidup dengan penuh kasih …. niscaya kasih itu akan kebali kepadamu. Ar

Pengorbanan dan keiklasan merupakan jalan kebaikan, dan kebaikan itu  adalah jalan kebahagiaan yang sejati. Ar

Jangan mencoba menjadi seorang manusia yang sukses, tetapi lebih mencoba menjadi seorang manusia yang bernilai.  Albert Einstein

 Saya tidak mencoba untuk menjadi lebih baik dari orang lain. Saya hanya mencoba menjadi lebih baik dari diri saya sendiri.  Mikhail Baryshnikov

 Kita semua adalah penemu, masing-masing berlayar ke perjalanan penemuan, dipandu oleh  pribadi masing-masing, yang tidak ada duplikasi.
Dunia adalah gerbang yang besar, kesempatan yang besar. 
Ralph Waldo Emerson

 Sekedar tahu tidak ada gunanya. Menerapkan yang anda tahu adalah segalanya….  Bruce Lee

 Ribuan lilin dapat dinyalakan dari satu lilin, dan lilin kehidupan tidak dapat dipersingkat.  Kebahagiaan tidak pernah berkurang dengan berbagi. — Ar —

 

 

Indahnya Berbagi

“Kesejahteraan” tidak saja dimaknai atas sejahteranya pribadi seseorang dalam menjalani hidup ini, akan tetapi kesejahteraan yang sesungguhnya adalah terlihat dalam kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk peduli terhadap sesama. Karena dalam nilai-nilai kemanusiaan, kebahagiaan yang di dapatkan oleh manusia tidak hanya dari sesuatu yang bersifat materi, tetapi ada yang lebih membahagiakan dari kita, yaitu kepuasan hati. Ada kepuasan tersendiri dalam diri kita saat kita dapat berbagi kepada orang lain dengan memberi dari apapun yang kita miliki. Namun, jangan sampai kepuasan hati itu membawa diri kita terjatuh dalam lembah kesombongan. Pada titik akhirnya kita harus menyadari dengan hati nurani yang terdalam bahwa semua yang kita miliki dan kita berikan itu adalah titipan Allah semata, bukan sebenarnya milik kita. Maka hati kita pun tertunduk kepada Allah dengan segala kerendahan dan keiklasan. Di situlah letak keindah yang hakiki.

milis

Surat Untuk Jiwa

Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri dan saudara-saudariku yang Insya Allah tetap mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya di atas segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeda, lebih bermakna dan lebih indah.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudariku yang kerap kali terisi oleh cinta selain-Nya. Yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan karena-Nya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah dimana lagi keikhlasan. Maka saat ini, kurasakan kekecewaan dan kelelahan karena yang kulakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah SWT tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa saudara-saudariku yang mulai lelah menapaki jalan-Nya, ketika sering kali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat muila. Padahal tiada kesakitan, kelelahan, serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.

Surat ini kutujukan untuk ruhku dan ruh saudara-saudariku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu dimanakah ‘kejujuran’ diletakkan? Dan kini terabaikan sudah secara nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah rutinitas belaka, saat fisik dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang semu,coba lihat disana! Hatimu menangis, tertawa ataukah merana ?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri saudara-saudariku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di hadapanNya selain ketaqwaan. Padahal kita menyadari bahwa tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian, namun kita masih saja bergulat dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudariku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah SWT disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan terlewat begitu saja, dan saat tiada rasa dosa ketika mendzalimi diri sendiri dan orang lain.

Akhirnya, surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya, meskipun sedikit.

Jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dari-Nya.

“Ya Allah.Yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada Agama-Mu,  taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu”

Wallahualam bisshawab.