Author Archives: admin

ENGKAU ADALAH BINTANG KEJORA HATIKU

JANGAN MENGUCAPKAN KATA-KATA YANG BURUK ATAU TIDAK PANTAS DIDENGAR PADA SAAT PERASAAN HATI SEDANG TIDAK BAIK.

KARENA MASIH BISA UNTUK MEMPERBAIKI SITUASI, MUT DAN PERASAAN HATI, AKAN TETAPI TIDAK AKAN BISA UNTUK MENARIK KEMBALI PERKATAAN YANG SUDAH KELUAR DARI MULUT.

DAN SETIAP KATA YANG KELUAR DARI BIBIR, PASTI ADA HARGA YANG HARUS DI BAYAR, YAITU :

KALAU SUDAH MENGUCAPKAN JANJI MAKA HARUS BISA UNTUK  MENGGENAPINYA.

KALAU MENGUCAPKAN SEBUAH NASEHAT, MAKA HARUS DIBAYAR DENGAN CARA MENJADI CONTOH DAN TELADAN.

SAMA HALNYA KETIKA MENGUCAPKAN KATA-KATA YANG BISA MELUKAI DAN MENYAKITI PERASAAN HATI ORANG LAIN, MAKA HARUS DIBAYAR DENGAN PENYESALAN DAN MENANGGUNG KUNSEKUENSI YANG BESAR AKIBAT DARI UCAPAN TERSEBUT.

OLEH KARENA ITU JIKA PADA SAAT PERASAAN HATI SEDANG TIDAK BAIK, HANYA ADA DUA PILIHAN YANG TERSEDIA :

  1. DIAM
  2. MASUK KAMAR DAN MENGADU KEPADA ALLAH SWT.

SEMUA HAL DALAM PERJALANAN KEHIDUPAN INI SIFATNYA ADALAH HANYA SEMENTARA. JIKA BERLANGSUNG BAIK, NIKMATILAH, KARENA TIDAK AKAN BERTAHAN UNTUK SELAMANYA.

JIKA BERLANGSUNG TIDAK BAIK, JANGAN KAHWATIR, KARENA JUGA TIDAK AKAN BERTAHAN LAMA.

SERINGKALI KETIKA SESEORANG KEHILANGAN HARAPAN DAN KEMUDIAN BERPIKIR BAHWA INI ADALAH AKHIR DARI SEGALANYA, TETAPI TUHAN TERSENYUM DARI ATAS DAN BERKATA “TENANG SAYANG, ITU HANYA SEBUAH BELOKAN, BUKANNYA AKHIR.” MAKA DENGARKANLAH DIA.

KETIKA TUHAN MEMECAHKAN MASALAHMU, KAMU MEMILIKI KEPERCAYAAN PADA KEMAMPUANNYA;

TETAPI KETIKA TUHAN TIDAK MEMECAHKAN MASALAHMU, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI KEPERCAYAAN PADA KEMAMPUANMU. Read more »

CINTA SEORANG KAKEK

CINTA BISA HADIR KARENA ADANYA PERKENALAN, DAPAT BERSEMI KARENA ADANYA  PERHATIAN DAN BERTAHAN KARENA ADANYA KESETIAAN DAN PENGURBANAN.

JIKA SESUATU ITU SUDAH DITAKDIRKAN UNTUK SESEORANG, MAKA SAMPAI KAPANPUN  DIA TIDAK AKAN PERNAH MENJADI MILIK ORANG LAIN.”

Read more »

PENJUAL BALON

INDAHNYA HIDUP BILA DIAWALI DENGAN BERSYUKUR DAN SENYUMAN . MAKA SETIAP HARI ADALAH HARI YANG INDAH JIKA DIMULAI DENGAN HATI YANG INDAH. KARENA HATI YANG BAIK, PIKIRAN YANG BAIK DAN NIAT YANG BAIK, HIDUP PASTI BAIK.

HIDUP JADI INDAH BILA BISA SALING MENGERTI, SALING BERBAGI DAN SALING MENGHARGAI, KARENA DIMANA ADA KASIH DISITU ADA KEBAHAGIAAN

HIDUP TIDAK AKAN BERHARGA JIKA TIDAK BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN, MAKA JANGAN MEMBENCI SIAPAPUN JUGA, TIDAK PEDULI SUDAH BERAPA BANYAK MEREKA BERSALAH KEPADAMU, KARENA ORANG YANG PALING BAHAGIA ADALAH ORANG YANG MELUPAKAN KEBURUKAN ORANG LAIN KEPADA DIRINYA DAN MELUPAKAN KEBAIKAN DIRINYA TERHADAP ORANG LAIN.

BERDOALAH SELALU KARENA SESULIT APAPUN TANTANGAN HIDUPMU, TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKANMU, KARENA DOA SEPERTI HALNYA SEBUAH  PAYUNG YANG TIDAK BISA MENGHENTIKAN HUJAN, NAMUN DAPAT MELINDUNGI DIRI DARI DERASNYA AIR HUJAN. JANGAN SAMPAI SALAH, BANYAK ORANG YANG BISA MEMBERI HARAPAN NAMUN HANYA TUHAN YANG BISA MEMBERI KEPASTIAN.

BISA BELAJARLAH DARI JAM DINDING,  DILIHAT ATAUPUN TIDAK DILIHAT ORANG, DIA TETAP BERDENTANG. DIHARGAI ATAU TIDAK DIA TETAP BERPUTAR. WALAUPUN TIDAK SEORANGPUN MENGUCAP TERIMA KASIH DIA TETAP BEKERJA SETIAP SAAT.

TERUSLAH BERBUAT BAIK KEPADA SESAMA, MESKIPUN PERBUATAN BAIK KITA TIDAK DIHARGAI ATAU PERBUATAN BAIK HARI INI ESOK HARI DILUPAKAN. TETAPI LAKUKAN SAJA HAL YANG BAIK, TUHAN AKAN MENILAI.

PILIHLAH MENJALANI HIDUP DENGAN BAHAGIA DAN TETAPLAH MENJADI BAIK SAMPAI AKHIR, SEBAB TUHAN SELALU MEMPUNYAI RENCANA DALAM SETIAP HAL YANG KITA ALAMI. DAN DIA SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK BAGI KEHIDUPAN KITA. APA YANG KITA TANAM ITU PULA YANG AKAN KITA TUAI.

Read more »

BURUNG BEO

JANGAN MENJELASKAN TENTANG DIRIMU KEPADA SIAPA PUN, KARENA MEREKA YANG MENYUKAIMU TIDAK MEMERLUKAN ITU SEDANGKAN MEREKA YANG TIDAK MENYUKAIMU TIDAK PERCAYA TENTANG HAL ITU.

TERUSLAH MELANGKAH SELAMA ENGKAU BERADA DI JALAN YANG BAIK, MESKI PUN TERKADANG KEBAIKAN TIDAK SELAMANYA DIHARGAI. HIDUP BUKAN TENTANG SIAPA YANG TERBAIK, TETAPI SIAPA YANG MAU BERBUAT BAIK.

JIKA DATANG KEPADAMU GANGGUAN, JANGAN BERPIKIR BAGAIMANA CARA MEMBALAS DENGAN YANG LEBIH PEDIH, TAPI BERPIKIRLAH BAGAIMANA CARA MEMBALAS DENGAN YANG LEBIH BAIK.

TERUSLAH BERDOA DAN BERIKHTIAR DAN SIBUKKANLAH DIRI DALAM KEBAIKAN, HINGGA KEBURUKAN LELAH MENGIKUTIMU.

urang lebih hampir dua tahun yang telah lalu, Anak bungsu Mbah Mul pulang dari kota membawa sebuah kurungan atau sangkar dan didalamnya terdapat seekor burung yang warna bulunya hitam diujung sayapnya ada warna putih serta berparuh agak panjang dan berwarna merah juga dibawah mata dan dibagian telinganya ada warna kuning, apabila dibandingkan dengan burung yang biasa dipellihara orang dalam kurung pada umumnya, ukurannya lebih besar

Setelah beberapa hari burung tersebut berada di rumah, karena merasa senang maka dengan sengaja Mbah Mul pergi ke pasar untuk membeli sebuah sangkar yang ukurannya agak lebih besar yang biasa dipergunakan untuk kurungan ayam bekisar.

Karena ukuran sangkar tersebut memang lebih besar maka sangkar itu tidak bisa dibonceng dengan menggunakan sepeda motor atau mobil kecil, maka harus dengan menggunakan roda dorong. Walaupun jaraknya dari rumah bisa dibilang jauh, tetapi karena didasari dengan hati yang senang maka hal tersebut dijalani dengan tidak terasa melelahkan.

Bagaimana tidak merasa senang, karena burung yang dimilikinya tersebut sudah pandai menirukan berbagai macam suara, misalnya saja menirukan suara binatang lainnya atau suara orang yang berada di lingkungan sekitarnya.

Kata anaknya bahwa burung beo tersebut sudah terlatih selama berada di tempat kosnya, sehingga ketika sampai dirumah Mbah Mul tinggal meneruskan untuk melatihnya saja.

Dan sekarang sudah lebih pandai berkicau, misalnya dengan mengucapkan : Assalamualaikum, Waalaikumsalam, permisi, silakan masuk, haus pak, saya lapar, silakan duduk, dan juga bisa menirukan berbagai macam bunyi peluit atau atau bunyi burung-burung lainnya juga suara burung beo sendiri pada umumnya yang tidak bisa dimengerti.

Pagi itu hujan gerimis. Setelah Mbah Mul selesai sarapan pagi, lalu memberi makan burung beo tersebut dengan pakan khusus, sambil melatih dengan ucapan-ucapan : “Wa alaikumsalam, Silakan, agar ucapan menjadi sebuah kebiasaan kalau kebetulan ada seorang tamu yang berkunjung dengan mengucapkan salam.

Dan kalau kebetulan ada anak kecil yang datang mendekat dan suka berkata kurang baik atau bahasa yang kurang pantas untuk didengar, maka pasti dia akan disuruh untuk segera pergi menjauh.

Mbah Mul merasa khawatir kalau sering mendengarkan suara-suara yang tidak baik untuk di ucapkan kemudian burung beo tersebut menirukannya, karena hal itu akan bisa membuat dirinya menjadi malu sebagai orang yang sudah dituakan atau dianggap sebagai sesepuh di lingkungan masyarakat, masak iya memelihara seekor burung saja, kicauannya menirukan bahasa yang nggak pantas untuk di dengar.

Apalagi burung yang dipeliharanya itu tidak hanya burung beo seekor, tetapi masih ada burung-burung yang lain, misalnya burung perkutut, pleci, labet, tekukur dan lain-lain burung kicau, sehingga banyak sangkar yang bergantungan di depan rumah apalagi di teras samping rumah.

Ketika itu Mbah Mul sedang mengenakan kaos oblong warna putih yang dirangkap dengan baju kampret hitam serta kain sarung dengan motif kotak-kotak yang digulung agak tinggi sambil berdiri di depan kurung burung beonya. Dan tidak lupa mengenakan kacamata plus karena usia, agar bisa menambah jelas untuk melihat. Mengenakan pakain seperti itu memang sudah menjadi kebiasaannya, bahkan  ketika Lurah Mukidin datang berkunjung kerumahnya dia pun tetap mengenakan pakaian yang begitu juga.

“Wah burung beo milikmu sudah pandai sekali berkicau Mbah Mul dan sudah berapa umurnya sekarang ?” tanya Lurah Mukidin.

Dan memang demikianlah kebiasaan Lurah Mukidin memanggilnya dengan sebutan “Mbah” disamping karena warna kumis, janggut serta rambut sudah mulai memutih, malah mungkin lebih banyak warna putihnya daripada warna yang hitam. Apalagi Mbah Mul dikenal sebagai seorang yang mempunyai kemampuan supranatural sehingga oleh warga masyarakat dianggap sebagai “Orang Tua atau Orang Pintar atau Paranormal” serta banyak pula orang yang datang untuk meminta batuan darinya.

Andaikata ada yang memerlukan bantuan untuk menentukan hari yang baik untuk melaksanakan khitanan anak atau menentukan hari yang baik untuk pernikahan anak, bahkan ada yang meminta bantuan agar selama prosesi berjalan lancar dan mempelai tersebut selalu rukun sampai hari tuanya serta sumbangan yang diterima bisa menutup semua pengeluaran kalau perlu bisa berlebih.

Ada juga yang lebih merepotkan. Misalnya ketika ditanya, jawabnya hanya silaturahmi saja Mbah. Tetapi lama-kelamaan kemudian pembicaraannya jadi lebih menjurus yaitu minta dibantu doa agar nanti pada saat pernikahan anak atau menghitankan anak semua berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan, sedangkan mengenai penetapan hari dan tanggalnya sudah didapatkan dari orang lain.

Walaupun menurut perhitungan Mbah Mul bahwa penetapan hari dan tanggal tersebut kurang tepat, tetapi Mbah Mul tidak pernah memaksa atau menyarankan agar orang itu merubah hari dan tanggal pelaksanaan hajat, kecuali kalau hal itu atas permintaan yang bersangkutan.

Dan Mbah Mul hanya mengatakan : “Aamiin, semoga Allah SWT. mengabulkan,  agar nanti pada saat pelaksanaannya berjalan lancar.”

Meskipun menurut perhitungannya kurang tepat, dan dalam hatinya hanya berkata : “Yang penting saya doakan saja agar pada pelaksanaannya semua bisa berjalan lancar dan pengantin nikah atau pengantin khitan dalam keadaan selamat, sedangkan mengenai harapan yang lebih dari itu, biar Allah SWT yang mengaturnya.”

“Sudah saya pelihara di rumah sini kurang lebih dua tahun, Pak Lurah.” jawab Mbah Mul yang juga menyebut Pak Lurah pada Lurah Mukidin, walaupun yang sebenarnya dia seorang Kepala Desa atau Kades. Meskipun umurnya masih lebih muda, Mbah Mul tetap menghormatinya dengan bahasa dan sikap yang sopan.

“Walah pandai apa Pak Lurah, ya hanya begitulah,” lanjut Mbah Mul setelah mempersilakan duduk di teras depan.

Mukidin adalah Kepala Desa Waringin Sungsang yang sudah dua periode menjabat dan memimpin desa itu. Menurut berita yang tersebar di lingkungan warga masyarakat bahwa Kades Mukidin, orangnya memang familier, dan cara hidup bermasyarakatnya pun juga baik.

Apalagi kalau ada salah seorang warganya yang sedang mengalami kesusahan, musibah atau ada yang meninggal dunia dia memberikan tausiah dan memberikan sambutan sebagai wakil dari keluarga. Begitu juga kalau ada warganya yang mempunyai hajat misalnya menikahkan dia juga selalu ikut menerima tamu.

Namun ada satu hal yang menjadi kekurangannya yaitu kalau ada yang sedang kerja bakti membersihkan perkampungan atau mesjid tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Artinya tidak pernah kelihatan sama sekali, dan juga tidak pernah memberikan kiriman konsumsi apakah berupa makanan, air minum atau pun rokok sebagai pengganti ketidak kehadirannya.

Pada pertemuannya hari itu dengan Mbah Mul, banyak sekali yang dibicarakan oleh Lurah Mukidin. Mulai istrinya yang senang memasak, anaknya yang suka royal dengan teman sekolahnya, hobinya yang senang karaoke bersama teman Lurah lainnya, bahkan sampai sawah bengkok miliknya yang digadaikan sudah bertahun-tahun.

Pak Lurah Mukidin juga menceritakan bahwa pada bulan depan Tim Penggerak PKK Kabupaten akan mengadakan kunjungan ke Desa Waringing Sungsang dan kunjungan yang langsung kepada warga masyarakat akan dipusatkan ke Kampung Duren Sewu yakni kampungnya Mbah Mul. Mbah Mul sendiri hanya mengiyakan saja, mau berkata apa lagi karena dia memang tidak mengerti sama sekali mengenai permasalahan tentang desa.

Sebagai akhir dari pembicaraan itu ternyata Lurah Mukidin berniat meminjam burung beo Mbah Mul untuk sementara waktu yang akan  dipergunakan untuk keperluan menyongosong kedatangan tamu dari kabupaten. Para tamu dari kabupaten itu akan dibuat bingung dan heran dengan sambutan kicauan burung beo Mbah Mul.

“Lha Pak Lurah sendiri kan jarang berada di rumah, lalu bagaimana akan mengajari beo itu agar pandai berbicara atau berkicau ?” tanya Mbah Mul yang tidak yakin kalau Lurah Mukidin bisa memelihara dan mengajari burung itu untuk berkata-kata.

“Wah yang begitu kan nggak susah, Mbah,……?” jawab Lurah Mukidin sambil menghisap dalam-dalam asap rokoknya. “Pokoknya diberi pakan yang cukup dan jangan sampai terlambat serta disiapkan air minumnya kan sudah selesai. Apalagi burungnya kan sudah pandai berbicara seperti itu lho, Mbah,” lanjutnya.

Walaupun dihalang-halangi dengan berbagai macam alasan atau dengan peribahasa ditutupi dengan gunung atau dihalangi oleh lautan api, keinginan Lurah Mukidin  untuk meminjam burung beo kepunyaan Mbah Mul tidak akan bisa ditahan lagi. Akhirnya burung beo tersebut dengan terpaksa dipinjamkan kepada Lurah Mukidin.

“Mbah Mul nggak usah mengantarkan ke rumah, biar nanti Agung yang mengambilnya. Mbah Mul kan masih mempunyai roda dorong kan ?,” kata Lurah Mukidin yang setelah berpamitan kemudian langsung pulang dengan mengendarai motor Win inventarisnya yang ber plat nomor kendaraan warna merah.

Sepeninggal Lurah Mukidin burung beo tersebut dipandang dengan tanpa berkedip oleh Mbah Mul, dan dalam hatinya merasa tidak sampai hati dan khawatir kalau nanti terjadi apa-apa dengan burung beo tersebut. Burung beo yang sudah pandai berkicau menirukan apa yang diucapkan orang.

Beberapa saat kemudian Agung, seorang pemuda yang menjadi utusan Lurah Mukidin datang mengambil burung beo Mbah Mul sekalian dengan sangkarnya yang didorong dengan menggunakan roda kearah timur.

Ketika burung beo beserta kurungnya itu dibawa dengan cara didorong dengan menggunakan roda yang menyusuri disepanjang jalan atau gang, Mbah Mul selalu memperhatikannya sampai menghilang di belokan jalan. Karena ada rasa khawatir terhadap burung beo itu. Burung  yang dahulu dibeli oleh anaknya dengan harga enam ratus ribu rupiah dan sekarang mungkin harganya bisa sampai tiga juta rupiah.

Namun sebenarnya semua itu bukan soal uang yang seharga tiga juta rupiah, tetapi lebih karena rasa sayang terhadap burung tersebut. Maka untuk menghibur hati yang putus rasa sayang terhadap burung beo tadi, lalu Mbah Mul mendekati satu persatu burung-burung lain yang berada dalam sangkar, untuk dilihat pakannya, minumnya maupun kotorannya untuk dibersihkan.

Kurang lebih setelah dua minggu burung beo tadi berada di rumah Lurah Mukidin, ada rasa rindu yang sangat mendalam dalam hati Mbah Mul terhadap burung itu. Maka berencanalah Mbah Mul dalam hati : “Ah, sebaiknya nanti sore aku pergi kerumah Pak Lurah Mukidin untuk melihat keadaan burung itu. Apakah burung itu makin bertambah pintar dan bertambah gemuk ? Apakah kurus karena tidak suka makan ? Terpelihara dengan baik atau terlantar ?” demikianlah aneka ragam pemikiran yang saling berkejaran-kejaran di dalam benak Mbah Mul.

Setelah merencanakan hendak pergi berkunjung ke rumah Pak Lurah Mukidin sore hari nanti, ternyata pagi itu Mbah Mul kedatangan tamu yaitu Pak Asep Nugraha dan Ibu Kurniasih sekeluarga yang maksudnya hendak meminta bantuan untuk menentukan hari yang baik guna keperluan menghitankan anak laki-lakinya yang bernama Bagaskara.

“Assalamu’alaikum……permisi Mbah Mul, saya adalah suruhan Pak Lurah Mukidin,” demikian suara salam dari Agung yang mengagetkan Mbah Mul yang sedang enak berbincang dan mengobrol dengan tamunya. Dan di luar terdengar juga suara kicauan burung beo, yang berkata macam-macam.

Ketika Agung mengucapkan salam : “Assalamu’alaikum ….” burung beo itu pun juga menjawab : “Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh…..” Tetapi kemudian dilanjutkan dengan berkata-kata : “Mukidin….. Mukidin….”

Setelah menyalami tamunya yang berpamitan akan pulang, dengan terburu-buru Mbah Mul pergi keluar dan terkejut, karena tiba-tiba saja burung beo kepunyaannya itu dikembalikan. Sedangkan tamu dari kabupaten yang rencananya hendak datang berkunjung kurang lebih masih seminggu lagi, jadi yang pasti burung beo tersebut belum sempat dipemerkan kepada rombongan Pejabat Kabupaten.

Di belakang Agung, terlihat Lurah Mukidin yang baru saja datang dan turun dari motor WIN nya, dengan wajah dan telinga yang terlihat merah padam. Sebatang rokok yang terjepit di bibirnya kelihatannya sudah lama mati. Dengan cara berjalan ogah-ogahan Lurah Mukidin mendekati Mbah Mul yang sejak tadi masih berdiri melenggong keheranan.

“Mbah Mul, …… Burung beo milikmu itu berlaku kurang ajar. Kalau di rumah mengocehnya yang tidak layak untuk didengar. Sekarang ku kembalikan. Aku tidak sudi lagi memeliharanya !” kata Lurah Mukidin yang kelihatannya menahan kemarahan.

“Mukidin kurang ajar…….Mukidin kurang ajar….” tiba-tiba saja burung beo tersebut berkicau dengan mengucapkan kata-kata yang tidak pernah diketahui sebelumnya, maka ketika mendengar hal itu Mbah Mul hanya bisa diam, karena heran dan kebingungan……

“Sebenarnya masalah apa yang sudah terjadi dengan burung itu, Pak Lurah ?” tanya Mbah Mul dengan sabar.

Lurah Mukidin dengan nada jengkel : “Kalau nggak ingat itu burung milikmu, Mbah…..wah sudah aku sembelih burung sinting itu…..”

“Mukidin sinting……. Mukidin sinting….,” tiba-tiba saja burung itu menirukan apa yang dikatakan oleh Lurah Mukidin dan tentu saja Mbah Mul menjadi semakin heran.

“Nah itu buktinya. Coba perhatikan nanti kan bicaranya yang lain-lain dan bukan-bukan. Dasar burung brengsekkk…..”

“Mukidin brengsekk…..Mukidin brengsekkk….” Tiba-tiba saja burung beo Mbah Mul berbunyi lagi dan menirukan apa yang telah diucapkan oleh Lurah Mukidin. Mbah Mul merasa malu kepada Pak Asep Nugraha dan Bu Kurniasih, serta Lurah Mukidin sendiri yang sedang mendengarkan tetapi bagaimana caranya untuk melarang agar burung beo itu tidak lagi berkicau menirukan apa yang diucapkan Lurah Mukidin.

“Lurah Mukidin pelittt….. Lurah Mukidin pelittt…,” suara burung beo tersebut semakin bertambah keras.

“Mukidin bodoh tapi sombonggg ………… Mukidin bodoh tapi sombongggg…..”

Dengan tidak sabar Lurah Mukidin segera berbalik dan pergi meninggalkan rumah Mbah Mul : “Aku pulang, Mbahhh,” kata Lurah Mukidin sambil pergi dan dengan nada suara yang kedengarannya tidak enak ketika berpamitan kepada Mbah Mul. “Agung, ayo cepat, Gung !”

Nuril segera naik dan duduk di jok motor Win dibelakang Lurah Mukidin. Setelah kepergian Lurah Mukidin, Mbah Mul masih memperhatikan burung beonya dengan teliti. Katanya dalam hati : “Kalau dilihat dari bulu, paruh serta kakinya burung ini sehat-sehat saja. Tetapi kicauannya yang bertambah banyak tetapi nggak keruan.”

Bu Kurniasih dan suaminya, Pak Asep Nugraha yang belum sempat pulang juga ikut mendekati burung beo itu, namun kelihatannya mereka sangat berhati-hati. Dan tidak satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Mungkin saja merasa khawatir kalau ucapannya itu akan ditirukan oleh burung tersebut. Tetapi berkali-kali tamu itu memandang kearah Mbah Mul. Apakah ada sesuatu yang hendak mereka sampaikan atau entah bagaimana, itu yang tidak dimengerti.

Sepeninggal Pak Asep Nugraha dan Bu Kurniasih sekeluarga Mbah Mul masih memperhatikan burung beonya. Kemudian burung tersebut diambil dan diusap-usap kepala serta badannya untuk menumpahkan rasa rindunya. Walaupun burung tersebut kadang-kadang mematuk tangan tapi perlahan sehingga Mbah Mul tidak merasa kesakitan. Dan burung tersebut memiring-miringkan kepalanya seakan-akan merasa aneh berada di tempatnya yang lama.

Dalam hatinya Mbah Mul berpikir : “Dahulu ada sebuah cerita bahwa ada seekor burung beo yang sangat pandai sekali berkicau atau menirukan suara apa saja yang didengarnya.

Ketika pemiliknya sedang bepergian untuk beberapa lama keluar kota, maka burung tersebut di titipkan kepada pembantunya agar diurus dengan baik sebagaimana mestinya sampai nanti dia pulang.

Singkat cerita setelah pemilik burung itu kembali, walaupun burung tersebut terlihat sangat sehat namun sudah tidak lagi pandai berkicau menirukan perkataan orang.

Yang bisa dilakukan hanya bisa berbunyi : “Uugghhhh……. uugghhhh… uuggghhhh….plunggg….” Begitu dan begitu saja seterusnya.

Pemilik burung itu menjadi sangat heran. Karena merasa penasaran maka dilakukan lah penyelidikan, Dan hasil dari penelusuran tersebut barulah diketahui bahwa ternyata ketika berada dalam perawatan pembantunya, burung tersebut tidak pernah lagi diajar berbicara. Bahkan untuk memudahkan perawatan sehari-harinya agar tidak terlalu jauh maka letak burung tersebut bersama sangkarnya dipindahkan di dekat kamar pembantu yang bersebelahan dengan kamar mandi dan WC.

Tetapi bagaimana kaitannya dengan keadaan burung beo sekarang ini, apakah mungkin ketika di rumah Lurah Mukidin, bahwa dalam keluarga tersebut sering terjadi pertengkaran dalam rumah tangga, sehingga ada kata-kata yang kurang baik seperti itu yang sering diucapkan, dan akhirnya burung tersebut menirukannya ?”

“Lha itu burungnya sudah dikembalikan, Mbah,” tiba-tiba berkata Lukarsani salah seorang warga masyarakat yang letak rumahnya berdekatan dengan rumah Lurah Mukidin dan sapaan yang tiba-tiba tersebut sangat mengagetkan Mbah Mul yang sedang melamun.

“Iya betul Sani. Baru saja diantarkan oleh Pak Lurah bersama Agung,”jawab Mbah Mul.

“Bertambah pintar berkicaunya ya Mbah. Pernah saya dengar malahan pandai memaki segala,” kata Saepullah

“Lha ya itu, dan kira-kira siapa yang sudah mengajari memaki seperti itu, ya Sani, ya  ?” tanya Mbah Mul.

Sambil tersenyum Saepullah berkata : “Begini Mbah, setiap Pak Lurah sedang bepergian atau tidak berada di rumah, maka rumahnya kan jadi sepi, lalu anak-anak yang sering berada disitu lah yang mengajarinya.”

Mbah Mul hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan Lukarsani yang sepertinya memberikan laporan. Tetapi betapa tersiksa perasaan hatinya oleh rasa ingin tahu kalau hanya diam membisu dan tidak memperoleh tambahan penjelasan, maka kemudian tanyanya : “Anak kecil atau anak besar, ya Sani ya  ?”

“Ya anak besar to, Mbah, Ya pemuda begitulah. Kalau anak kecil mana ada yang berani ?” jawab Lukarsani

“Lalu apa maksudnya, anak-anak muda tersebut mengajari burung beoku dengan ucapan-ucapan yang seperti itu, ya Sani ya ?” tanya Mbah Mul lagi.

“Katanya sih mereka ingin mempermalukan Pak Lurah Mukidin dihadapan rombongan Para Pejabat Kabupaten. Kalau yang mempermalukan itu manusia pasti akan ada konsekuensi hukumannya, tetapi kalau yang mempermalukan itu adalah seekor burung, maka tidak ada yang akan ditangkap dan dipenjarakan.

Para pemuda sebenarnya sudah kurang senang dengan kepemimpinan Lurah Mukidin karena selama ini tidak ada perubahan perbaikan dalam pembangunan di desa agar menjadi lebih bagus. Sedangkan masa jabatannya yang dua periode sudah hampir selesai,” demikian uraian Sapullah.

“Sebenarnya ide itu bagus, tetapi apakah mereka tidak memikirkan kalau burung beoku yang menjadi kurban, karena kacauannya menjadi kacau ?” kata Mbah Mul perlahan tanpa memperhatikan Lukarsani yang duduk jongkok di sampingnya.

Sementara itu keadaan menjadi sepi membisu, tidak ada sepatah katapun yang terdengar. Lukarsani tidak berbicara sedikitpun, demikian pula burung beo itu juga tidak bersuara.

Dalam hatinya Mbah Mul yang merasa sangat senang dengan kembalinya burung beo miliknya itu, tetapi sayangnya sekarang dalam kicauannya malah ada kata-kata makian yang bisa mempermalukan orang lain, aduh…bagaimana ini ?

Ada sepercik rasa khawatir dalam hatinya jangan-jangan nanti ada orang yang menyangka kalau dia dengan sengaja mengajari burung beo itu berkata-kata demikian. Lalu kemana perginya kicauan yang bagus yang pernah diajarkannya dahulu ?

“Assalamu’alaikum……permisi…,”Mbah Mul memancing burung beonya dengan suara perlahan didepan paruhnya.

“Mukidin minggatt…..Mukidin minggattt….,” jawab burung beo itu.

“Assalamu’alaikum……permisi…..,” sekali lagi Mbah Mul memancingnya dengan mengucapkan salam.

“Mukidin masih karaoke……Mukidin masih karaoke…..” kata-kata burung beo tersebut jelas sekali.

“Waduh celaka….., burung beoku sudah lupa dengan keadaan di rumah asalnya. Lupa dengan kata-kata yang baik. Lalu bagaimana caranya memperbaiki kicauan burung yang sudah seperti ini ? Tetapi ini semua memang salahku, karena rasa hormat ku pada Lurah Mukidin, akhirnya burung beo ku yang menjadi kurban,” katanya dalam hati.

-o0o-

 

Saudaraku pembaca semuanya yang saya hormati terutama di kalangan sendiri, gubahan cerita diatas semata-mata hanya merupakan sebuah contoh kejadian dalam cerita dimana Mukidin sebagai Kepala Desa adalah seorang PEMIMPIN masyarakat namun sebagai pribadi dia merupakan orang yang senang PAMER dan SENANG DISANJUNG ATAU DIPUJI, tetapi mungkin saja bahwa orang seperti contoh tersebut bisa diketemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan melalui gubahan reka ceritera tersebut diatas intinya adalah bahwa tidak ada manusia yang sempurna baik mengenai tingkah laku maupun setiap kegiatan yang dilakukan apapun bentuknya pasti diketemukan sisi positif dan sisi negatifnya.

Oleh karena itu melalui reka ceritera tersebut diharapkan ada hikmah yang diperoleh dan bisa dipergunakan sebagai bahan perenungan sehingga dapat menentukan harus bagaimana sebaiknya bertindak dan bertingkah laku dalam menjalani kehidupan bermasyarakat serta kegiatan yang dilakukan bisa mempunyai nilai yang positif.

 

PEMIMPIN

Dalam bahasa Indonesia “pemimpin” sering disebut dengan kata : penghulu, pemuka, pelopor, Pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua dan sebagainya.

Jadi arti Pemimpim adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan-kususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tententu untuk pencapaian satu atau beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1944 : 181).

Kepemimpinan  memang dapat dipelajari, namun banyak pula orang yang telah “membawa” sikap Kepemimpinan sejak lahir.

 

Cara-cara Yang Bisa Dipelajari Untuk Menjadi Seorang Pemimpin, Antara Lain Dengan :

 

*). Aktif dalam Organisasi

Karena Aktif dalam Organisasi merupakan tempat belajar serta mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan cara mengambil bagian penting pada saat rapat atau pertemuan, misalnya menjadi moderator, pencatat rapat atau notulis dan belajar aktif berbicara atau penyampaikan pendapat.

*). Memperlihatkan Kemampuan

Untuk bisa diakui menjadi seorang pemimpin, seseorang harus bisa memperlihatkan kemampuannya atau menjadi berbeda dan terbaik dari banyak orang yang terdiri dari berbagai macam sifat, karakter dan perilaku yang berbeda yang tergabung dalam organisasi atau perkumpulan tersebut.

*). Bisa Sebagai Pemberi Semangat

Untuk bisa menjadi seorang pemimpin dalam suatu organisasi, maka orang tersebut harus memiliki kemampuan untuk memberikan semangat, dorongan dan bisa  menggerakkan rekan-rekan perkumpulannya.

*). Bisa Melakukan Perubahan

Salah satu cara agar bisa membuat diri dilirik untuk menjadi seorang pemimpin adalah bisa membuat perubahan kearah yang lebih baik. Misalnya dalam suatu pertemuan bisa membuat suatu acara yang lebih menarik agar dapat menuangkan ide-ide sehingga bisa meyakinkan rekan-rekan.

*). Berprakarsa atau Berinisiatif

Misalnya saja, jika terjadi sesuatu hal sekecil apapun itu, seseorang tersebut harus bisa mengambil tindakan dengan cepat dan tepat tanpa harus disuruh atau menunggu perintah. Maka tindakan tersebut akan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dijadikan sebagai seorang pemimpin.

*). Sederhana dan Mau Mendengar

Agar bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dan disegani maka seseorang tersebut harus bersikap jujur, sederhana dan tidak sombong serta mau mendengarkan anggotanya berbicara.

 

Sikap-sikap  Yang Harus Dimiliki Sebagai Seorang Pemimpin

 

Santun

Sikap santun merupakan sikap dasar dalam kepemimpinan. Kesanggupan untuk mudah mengungkapkan rasa hormat atau syukur dengan mengucapkan kata-kata seperti “maaf,”  “tolong” dan “terima kasih.”

Murah hati

Yang dimaksudkan dengan Murah hati di sini bukan berarti berkaitan dengan materi. Tetapi lebih kearah keikhlasan seseorang untuk mengabdikan waktu, usaha dan kesabaran terhadap rekan kerja, teman atau orang di sekitar tanpa harus memiliki rasa ingin mendapatkan imbalan.

Rendah Hati

Ken Blanchard, seorang ahli bidang menajemen, mengatakan “Orang yang rendah hati bukannya tidak memikirkan tentang diri mereka sendiri, namun mereka hanya mengurangi waktunya untuk memikirkan diri sendiri.”

 

Empati

Bisa menempatkan diri pada keadaan orang lain dan seolah-olah ikut merasakan atau mengalami apa yang dirasakan atau dialami oleh orang tersebut, baik suka maupun duka.

Pertimbangan

Mempertimbangkan segala akibat maupun kemungkinan yang akan terjadi merupakan sikap umum yang harus dimiliki oleh seorang peimpinan.

Keberanian

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan atas pilihan-pilihan sulit dan menerima resiko demi untuk mendapatkan hasil terbaik.

Belas Kasih

Belas kasih adalah kondisi mental yang berarti mempunyai perhatian lebih terhadap mereka yang sedang memiliki nasib kurang beruntung dan aspirasi untuk membantu mereka.

Integritas

Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur, memiliki perilaku yang kuat dan mampu memilih serta menjalani yang benar terlepas dari konsekuensi yang akan diterima.

Dengan perkataan lain orang yang mempunyai integritas tidak mampu untuk melanggar kepercayaan yang telah diamanahkan dan sulit untuk dengan sengaja melakukan kesalahan, korupsi misalnya.

Sopan

Sikap sopan adalah sikap yang perlu sekali atau mendasar yang harus dibangun agar hubungan dapat berjalan lama dan lancar, begitu pula dengan sikap saling menghormati yang harus dibangun dalam lingkungan organisasi/perusahaan/kantor.

Penyesalan

Bila merasa telah melakukan kesalahan, dengan tidak ragu untuk mengatakan maaf dan menyesal telah melakukan tindakan tersebut. Dengan demikian orang tersebut telah menunjukkan dirinya bahwa dia adalah pemimpin yang berjiwa besar.

Catatan :

Tidak banyak orang yang memiliki sikap yang dikategorikan sebagai pembawaan sikap kepemimpinan sejak lahir, namun walaupun tidak memiliki semua sikap seperti diatas, tetapi seseorang tetap bisa menjadi seorang pemimpin dengan belajar sikap-sikap seperti yang tersebut diatas. Bahkan sebaiknya semua orang harus bisa belajar sikap seperti itu.

 

-o-

Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat :

*). SIDDIQ artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan.

*). FATHONAH artinya cerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional

*). AMANAH artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel

*).TABLIGH artinya senantiasa menyampaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif.

 

Di dalam Alkitab pemimpin harus mempunyai sifat dasar :

Bertanggung jawab, Berorientasi pada sasaran, Tegas, Cakap, Bertumbuh, memberi Teladan, Dapat membangkitkan semangat, Jujur, Setia, Murah hati, Rendah hati, Efisien, Memperhatikan, Mampu berkomunikasi, Dapat mempersatukan, serta Dapat mengajak.

 

Pada ajaran Budha di kenal dengan DASA RAJA DHAMMA yang terdiri dari :

* DHANA (suka menolong, tidak kikir dan ramah tamah),

* SILA (bermoralitas tinggi),

* PARICAGA (mengorbankan segala sesuatu demi rakyat)

* AJJAVA (jujur dan bersih)

* MADDAVA (ramah tamah dan sopan santun).

* TAPA (sederhana dalam kehidupan),

* AKKHODA (bebas dari kebencian dan permusuhan),

* AVIHIMSA (tanpa kekerasan)

* KHANTI (sabar, rendah hati dan pemaaf)

* AVIRODHA (tidak menentang dan tidak menghalang-halangi).

 

Pada ajaran Hindu, falsafah kepemimpinan dijelaskan dengan istilah-istilah :

* PANCA STITI DHARMENG PRABHU yang artinya lima ajaran seorang pemimpin,

* CATUR KOTAMANING NREPATI yang artinya empat sifat utama seorang pemimpin,

* ASTA BRATIA yang artinya delapan sifat mulia para dewa,

 

CATUR NAYA SANDHI yang artinya empat tindakan seorang pemimpin, Dalam Catur Naya Shandi pemimpin harus mempunyai sifat yaitu :

– SAMA/dapat menandingi kekuatan musuh

– BHEDA/dapat melaksanakan tata tertib dan disiplin kerja

– DHANA/dapat mengutamakan sandang dan papan untuk rakyat

– DANDHA/dapat menghukum dengan adil mereka yang bersalah.

 

 

Konsep Kepemimpinan Sunda

  1. LAIN PALID KU CIKIIH, LAIN DATANG KU CILEUNCANG

Pemimpin itu tidak sekonyong-konyong ada ditengah-tengah masyarakat tetapi keberadaan itu melalui proses dan atas kepercayaan masyarakat.

  1. KUDU LANDUNG KANDUNGAN LAER AISAN

Harus memiliki jiwa kasih sayang, sebab pemimpin itu harus jadi Ibu sekaligus Bapak bagi rakyatnya.

  1. KUDU HANDAP ASOR

Pemimpin itu tidak boleh sombong serta tidak semena-mena.

  1. BENTIK CURUK BALAS NUNJUK, CAPETANG BALAS MIWARANG

Jadi pemimpin itu tidak boleh otoriter, alangkah baiknya sama-sama bekerja dengan bawahan.

  1. ULAH GETAS HARUPATEUN

Jangan mudah emosional, jangan cepat mengambil tindakan.

  1. KUDU DIBEWEUNG DIUTAHKEUN, KUDU ASAK NGEJO BISI TUTUNG TAMBAGANA, KUDU ASAK NEMPO BISI KADUHUNG JAGANA

Harus penuh pertimbangan dalam memutuskan suatu perkara.

  1. NGEUYEUK DAYEUH NGOLAH NAGARA

Harus mampu mengelola daerah dengan mempotensikan rakyat serta mampu menjadi abdi Negara yang baik.

  1. ULAH LALI KA PURWADAKSINA

Jangan pernah lupa akan asal usul.

  1. ULAH PINDAH PILEUMPANGAN

Jangan berubah sikap dari tadinya baik menjadi buruk karena atribut duniawi (pangkat, jabatan dan lain-lain).

 

-o0o-

 

PAMER

Pamer dalam konteks pribadi adalah suatu perbuatan yang mengatakan, menunjukkan, mendemonstrasikan sesuatu yang dimiliki kepada orang lain dengan maksud memperlihatkan kelebihan atau keunggulan untuk menyombongkan diri dengan kalimat yang berbeda agar orang lain tahu dan sekaligus disadari ataupun tidak, mengharapkan adanya pujian.

Banyak orang yang pamer, mulai dari :

-Gelar Kesarjanaan, Keagamaan, Mobil mewah, Kepangkatan dan lain-lain.

Adapun alasannya, antara lain misalnya :

-Supaya orang lain bilang, “Wah…hebat…” atau yang semacamya.

-Supaya dianggap rajin beribadah,

-Supaya dianggap kaya,

-Supaya dianggap pintar dan sebagainya.

 

Apakah Pamer pribadi tidak boleh ?

Sebuah tulisan mengatakan bahwa, apabila Pemer dilihat dari :

Dari sudut norma

Pamer itu boleh-boleh saja, asal yang dipamerkan adalah hal-hal yang baik. Tidak ada larangan sama sekali untuk memamerkan sesuatu yang baik. Itu dari segi norma.

Dari sudut etika

Pamer pribadi sebaiknya tidak usah dilakukan kerena tidak etis. Karena pamer pribadi mengandung unsur membanggakan diri, mengandung unsur kesombongan, memandang orang lain di bawah derajatnya, apalgi menghitung-hitung kebaikan pribadi tentu tidak etis. kalau berlebihan bisa disebut narsistis.

Dari sudut psikologi

Pamer pribadi sebaiknya dihindarkan karena merupakan perilaku kekanak-kanakan (childish behavior)

 

Pamer seperti tersebut diatas harus dibedakan dengan pameran produk, misalnya mobil, motor, furniture, computer, hasil pertanian dan lain-lain yang diadakan di suatu tempat dan mengundang orang banyak, merupakan pameran yang sah-sah saja, karena tidak ada hubungannya dengan norma dan etika. Dan istilah yang sebenarnya adalah “promosi.”

Pada zaman dahulu yang dikatakan Pamer adalah dengan menampilkan bentuk fisik tetapi pada jaman kemajuan teknologi dimana alat komunikasi menjadi canggih mereka kalau pamer cukup dengan mengunggah/meng-upload dengan menggunakan alat komunikasi atau Hp melalui media social atau internet.

 

Orang yang Suka Pamer Tidak Disukai Orang Lain dan Orang yang Pamer Sebenarnya Tidak Benar-benar Bahagia, Bahkan Pamer Bisa Mengancam Keamanannya sendiri.

Mungkin banyak orang yang merasa tidak senang, jengkel atau bahkan mungkin merasa sebel dekat dengan orang yang senang pamer, karena sedikit-sedikit selalu pamer, punya barang baru langsung pamer.

Sehingga ada orang yang menyindir, menasehati, atau ingin membalas dengan pamer juga, tetapi kalau hal tersebut dilakukan lalu apa bedanya dengan orang yang menjengkelkan tersebut. Dan akhirnya mereka menjaga jarak atau menghindari orang yang suka pamer.

Namun semuanya kembali lagi dan tergantung pada kepribadian masing-masing yang berbeda-beda dalam mengambil sikap menghadapi sifat orang yang senang pamer.

Ada yang berpendapat kalau orang yang suka pamer itu justru hidupnya sedang tidak bahagia. Seseorang bisa menyembunyikan kesedihan atau kepedihannya dan berpura-pura bahagia untuk menutupi kekurangannya, salah satunya dengan cara pamer, yaitu memamerkan apa yang dimiliki, dialami dan heboh membesar-besarkannya, padahal hal itu sebenarnya adalah masalah yang biasa-biasa saja.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara membeli apa yang sebenarnya tidak dibutuhkan sehingga menghamburkan banyak uang atau mem-posting foto dirinya yang sedang tersenyum tetapi belum tentu suasana hati yang sebenarnya itu benar-benar senang, hanya karena mencari pengakuan dari orang lain untuk memuaskan egonya, agar terkesan “wah” di depan orang lain.

Dengan memamerkan kebahagiaan di Sosial Media, semata hanya untuk pencitraan dan sekedar untuk mendapatkan kata-kata : Love, Like, atau Comment, Pujian dan Pengakuan saja, tetapi tidak turut mendoakan kebahagiaan atau merasakan kebahagiaan yang kita rasakan. Karena orang-orang di dunia maya yang sebenarnya tidak peduli akan kehidupanmu yang sesungguhnya.

Kalau seseorang tersebut benar-benar bahagia, dia tidak akan butuh pengakuan dari orang lain apalagi di dunia maya yang mayoritas orang-orangnya tidak dikenalnya.

Karena kebahagiaan itu benar-benar dirasakan oleh diri sendiri dan orang-orang terdekat saja. Kebahagiaan yang benar-benar asli bukannya kebahagiaan yang dibuat-buat atau kebahagiaan palsu.

Dampak negative yang bisa ditimbulkan dari pamer yaitu, pada saat orang sibuk pamer tentang barang-barang mewah yang tidak dimiliki oleh orang lain, lokasi liburan yang kece, hingga makanan di restoran yang istimewa ia berharap gengsinya akan naik.

Tetapi di saat bersamaan ia mengancam keamanan hidupnya sendiri, karena mungkin saja ada orang-orang di luar sana yang mengincar kebahagian itu. Atau bisa jadi, foto yang di pamerkan mengundang orang-orang jahat yang berniat merampok atau menggunakan foto itu untuk hal-hal yang tidak baik.

-o-

Berikut dibawah ini ditulis kata-kata Tere Liye seorang Penulis Novel yang merupakan sindiran tentang orang-orang yang pamer, semoga saja tidak menjadi bahan yang membuat orang tersinggung tetapi justru dengan nurani yang lembut menjadi bahan untuk memperbaiki diri bareng-bareng dan lebih bijak dalam menggunakan Media Sosial.

  1. Kenapa kita pamer ?

Kenapa kita pamer ? Karena kita tidak bahagia. Orang-orang yang bahagia, dia tidak perlu menceritakan hidupnya, prestasinya, perjalanannya, hal hebat dia lakukan, apalagi kalau sekedar mengumumkan hal-hal sepele lainnya kepada orang lain. Karena kebahagiaan ada di hatinya, bukan dari like, komen, sanjung, pujian orang lain.

  1. Biaya pamer itu mahal

Biaya hidup itu murah sekali. Yang mahal, biaya pamer. Masalah hidup juga mudah sekali. Yang susah itu, bersabar.

  1. Tidak harus penuh drama di dunia maya.

Jadilah wanita berkelas. Apa itu ? Yang tidak harus penuh drama di dunia maya, tidak pamer ini-itu, pun tidak mengumumkan banyak hal sepele. Dia berkelas ! (juga berlaku untuk laki-laki, tak terbayang jika ada laki-laki sibuk sekali posting curhat, galau dan sebagainya).

  1. Tidak perlu dibungkus dengan “berbagi kebahagiaan”

Kalau mau pamer, pamer saja. Tidak perlu dibungkus dengan “berbagi kebahagiaan”, “memotivasi orang lain”, apalagi sampai harus pakai caption keterangan fotonya super bijak. Kagak nyambung.

Itu foto Cuma selfie buat mamerin hari ini lagi pakai baju apa, lagi jalan-jalan di manalah, legi keren nih dan sebagainya. Fotonya diambil 10 kali, 9 kali dihapus, baru yang ke 10 merasa cocok, itu pun di edit juga dikasih filter ini, itu, pakai aplikasi biar fotonya jadi bagus, lantas masih mau ngaku nggak pamer ? Terlalu !

  1. Orang lain tidak akan peduli

Jangan suka pamer. Orang yang menyukai kita tidak butuh kita pamer ini-itu agar mereka menyukai kita; pun sebaliknya orang yang tidak suka dengan kita, mereka tidak peduli kita mau pamer apapun.

  1. Jangan pusing dengan penilaian orang lain

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak pusing dengan penilaian dan omongan orang lain, apalagi hanya sekedar prasangka atau pun kebencian tanpa alasan.

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak perlu menceritakan hidupnya, prestasinya, hal hebat yang dia lakukan, apalagi kalau sekedar mengumumkan hal-hal sepele, doa-doa personal, keluh kesah, dan hal lainnya kepada orang lain. Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak tertarik lagi untuk pamer.

  1. Pamer Pacar

Sebenarnya siapa sih yang benar-benar peduli saat kita sibuk menyebut nama-nama pacar di jejaring social ? Pamer foto mesra, dan setersunya, jawabannya : Nggak ada. Kita saja yang merasa sudah heboh sedunia.

  1. Kebahagiaan itu ada dihati

Orang pamer = orang yang tidak bahagia. Semakin sering pamer – semakin sering tidak bahagia. Jika seseorang itu sungguh bahagia, dia tidak membutuhkan like, komen, sanjung dan puji dari orang lain. Kebahagiaan ada di dalam hatinya sendiri.

  1. Jadilah seperti samudera

Jadilah seperti samudera. Orang-orang hanya menatap permukaan, tidak tahu betapa dalam dan mengagumkan isinya. Mulai dari pengetahuannya, perjalanan hidupnya, kota-kota yang pernah dia kunjungi, amal kebajikan, bahkan kekayaan harta benda miliknya tersembunyi rapat.

Jadilah seperti samudera. Sepatah pun dia tidak perlu pamer, tetapi siapapun yang menatapnya, akan tahu betapa dalamnya samudera.

  1. Sabar kepada diri sendiri

Menahan diri untuk tidak pamer itu adalah cabang bersabar. Ditahan. Dilatih agar diri kita tidak mudah sekali “mengumumkan” ini-itu demi menarik perhatian, sanjung, like dan komen. Sungguh salah-satu sabar paling berat adalah sabar kepada diri sendiri.

  1. Apakah pamer itu penting sekali ?

Segila apapun nafsu pamer kita, pastikan klita tidak posting foto : lagi mandi, lagi berenang, lagi di tempat tidur dan sebagainya. Apalagi sampai ada lewan jenis di sana, yang entah siapalah.

Ini bukan soal moralitas, sok suci. Bukan. Ini soal, ada yang pantas, ada yang tidak. Ada pantas, ada yang berlebihan sekali.

Kalau artis, selebritis melakukan itu, bukan berarti kita harus begitu. Selalu gunakan akal sehat : apakah ini penting sekali diposting, penting sekali diperhatikan ke seluruh dunia. Segila apapun nafsu pamer kita.

  1. Cukup di sendiri saja yang tahu

Dunia maya ini menggoda siapapun untuk pamer. Luar biasa sekali godaannya. Dikit-dikit kita terpancing untuk pamer, dikit-dikit suka dipuji, dilike, dikomentari orang lain.

Tapi sungguh beruntung orang-orang yang bisa menahan diri, yang tahu persis mana yang sebaiknya dibagikan, nama yang sebaliknya, cukup diri sendiri saja yang tahu.

  1. Hiduplah tanpa kepura-puraan

Hiduplah tanpa kepura-puraan. Beralrilah tanpa penyesalan. Apa adanya tanpa perlu pamer dan mengemis like. Lakukan yang terbaik seolah besok tidak ada lagi waktu . Dan selalu bersyukurlah seakan kita orang paling beruntung sedunia.

  1. Kejujuran adalah kunci hidup bahagia

Semakin kita jujur kepada diri sendiri, maka semakin berkurang nafsu untuk pamer ini, itu ke orang lain. Siapa kita. Apa yang kita cari. Apa tujuan kita. Ap[akah hidup kita bermanfaat bagi orang lain.

Apakah kita terus berusaha menjadi orang baik. Hanya kita yang bisa menjawabnya. Kejujuran adalah kunci hidup bahagia yang damai.

  1. Definisi kekayaan materi sebenarnya

Orang-orang yang tidak mengumbar kemesraan beserta pasangannya, boleh jadi merekalah pemilik definisi kebahagiaan cinta.

Orang-orang yang tidak melaporkan sedang berada di mana, lagi di mana, boleh jadi merekalah pemilik perjalanan dan petualangan setiap sudut dunia.

Orang-orang yang tidak memamerkan pakai beda apa hari ini, pakai baju apa hari ini, boleh jadi merekalah yang memahami arti kecantikan dan ketampanan terbaik.

Orang-orang yang tidak sibuk mengumumkan ini, itu, boleh jadi merekalah yang terus produktif dan berkarya. Dan merekalah pemilik definisi kekayaan materi sebenarnya.

Bertemu orang-orang seperti ini secara langsung sangat mengagumkan. Wajahnya teduh tenteram. Senyumnya lembut bagai matahari pagi.

  1. Jangan kebalik !

Orang menyebalkan itu adalah : dia pinjam uang, bukannya bergegas mengembalikan pinjamannya, dia malah jalan-jalan kemanalah, pamer ini, pamer itu di akun media social. Hutang itu ada di urutan pertama yang wajib diselesaikan. Bukan urutan terakhir. Jangan kebalik.

  1. Orang yang menyebalkan di dunia maya

Orang yang menyebalkan di dunia maya, suka bully, bicara kasar, mudah tersinggung. gampang pamer, curhat kesana-kemari, boleh jadi memang menyebalkan aslinya di dunia nyata. Boleh jadi, loh.

  1. Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak tertarik lagi untuk pamer !

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak pusing dengan penilaian dan omongan orang lain, apalagi sekadar prasangka pun kebencian tanpa alasan.

Orang-orang yang sungguh bahagia, diua tidak perlu menceritakan hidupnya, prestasinya, hal hebat yang dia lakukan, apalagi kalau sekedar mengumumkan hal-hal sepele, doa-doa personal, keluh-kesah dan hal lainnya ke orang lain.

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak tertarik lagi untuk pamer !

  1. Pamer celana dalam

Bahagia itu boleh jadi seperti pakaian dalam. Mau semahal apapun, semurah apapun, senyaman apapun, hanya kita yang tahu. Orang lain tidak. Apakah orang lain tahu apa warna, model, bentuk celana dalam kita ? Tidak. Maka kalau ada orang sibuk pamer ini, pamer itu, dengan alasan berbagi kebahagiaan, eww, dia sedang pamer celana dalam, Maak….

  1. Wanita cantik itu…

Wanita cantik itu, mulutnya selalu bicara kebaikan. Tangannya senantiasa mengerjakan hal bermanfaat. Kepalanya, diisi dengan pengetahuan serta pemehaman. Dan hatinya, ini yang paling istimewa, selalu terjaga dari dengki, pamer, bergunjing dan hal sia-sia dan buruk lainnya. (pun berlaku bagi lagi-laki).

  1. Ada banyak hal yang tidak perlu dipamerkan

Media social ini menggoda kita untuk pamer. Dan tanpa terasa, sudah terperangkaplah kita memamerkan banyak hal. Berhati-hatilah, selalu pikirkan dengan matang sebelum melepas sesuatu di media social. Boleh jadi, ada banyak hal yang tidak perlu dipamerkan/diumumkan di sana.

  1. Dua sifat manusia yang menempel erat

Ada dua sifat yang menempel erat satu sama lain : suka pamer dan suka bergunjing. Orang yang suka pamer, maka dia cenderung sekali akan suka bergosip, membicarakan aib orang lain. Dan sebaliknya, orang yang suka bergunjing, dalam satu tarikan nafas saat dia menjelek-jelekkan orang lain, dia juga sekaligus berusaha pamer betapa karennya dia (sementara orang lain penuh aib dan noda).

  1. Pamer Kemesraan

Tidak perlulah pamer foto-foto mesra di facebook / twiter / instagram dan lain-lain. Besok lusa, kalau putus, mau dikemanakan semua kemesraan itu ? Nasehat ini demi kebaikan kalian sendiri. Kan kalian tidak mau semua orang sedunia tahu kalian bekas pacar si itu, si ini, dan panjangh benar itu daftarnya.

  1. Kebahagiaan sejati

Kebahagiaan sejati itu mirip sekali dengan celana dalam. Hanya kita yang tahu apa warnyanya. nyaman atau tidak dipakai dan lain-lain. Hanya kita yang tahu persis. Orang lain ? Hanya menebak. Maka, jika ada orang yang sibuk pamer, sibuk bilang dia lagi bagi-bagi kebahagiaan lewat pamer dan lain-lain, orang-orang ini telah memakai celana dalamnya di luar. Dia pamerkan celana dalamnya yang warna-warni.

  1. Wanita yang percaya diri.

Wanita yang percaya diri, dia tidak membutuhkan pamer tubuhnya yang bagus, tas, sepatu, pakaiannya yang mahal, perhiasannya dan sebagainya.

Wanita yang percaya diri, cukup tampil sederhana, bersahaja, karena dia tau persis dia punya amunisi yang labih hakiki : kecerdasan, keberanian, mandiri, bisa diandalkan, dan sebagainya. Juga berlaku untuk laki-laki, dia tidak butuh pamer dengan tubuh gagah, wajah tampan, mobil mewah dan sebagainya.

  1. Suka pamer tapi masih punya banyak hutang

“Bang Tere, saya nggak masalah orang mau pamer foto selfie lagi jalan-jalan di mana. Tapi yang jadi masalah : hutangnya ke saya belum dibayar, gimana dong ?” Inilah problem rumit jaman sekarang. Bahkan banyak yang pamer gila-gilaan di instragram, ternyata itu dimodalin uang haram. Saya melambaikan tangan, saya tidak bisa menjawabnya. Nyerah.

  1. Pamer = Membukakan pintu lebar-lebar bagi orang yang berniat jahat.

Hati-hati. berhentilah asyik posting foto lagi di mana, sedang apa, punya perhiasan apa semua diumumkan di media social (instagram terutama). Kita menjadi sangat rentas atas tindak kejahatan. Bagaimana tidak ? Orang bisa tahu persis kita lgi di mana, sispa saja bersama kita, bahkan saat kita berwisata di kota lain, orang tahu di hotel apa kita menginap, di kamar mana. Dan lebih serius lagi, saat kita pamer apa yang kita bawa, harta apa yang sedang kita kenakan.

Atau harta apa yang ada di rumah, di mana tempat menyimpannya. Itu persis seperti membukakan pintu lebar-lebar bagi orang yang berniat jahat. Dan mereka tidak perlu riset apapun untuk mulai mlancarkan kejahatan, toh, kita sudah membagikan “peta”, semuanya lewat instragram.

  1. Pikirlah dua kali sebelum memposting foto di social media

Boleh posting foto ? Tentu boleh. tapi selalu cek minimal dua kali : “Apakah ini penting banget ?”, “Apakah ini harus dan mendesak sekali saya [posting ?”  Selalu pikirkan dua hal ini sebelum mengklik tombol posting. Semoga itu membantu mengendalikan nafsu pamer kita.

-o0o-

 

SANJUNGAN

Sanjungan berasal dari kata dasar sanjung. Sanjungan adalah sebuah homonym karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Sanjungan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga sanjungan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Pengertian dan definisi kata sanjungan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  memiliki dua (2) macam arti, yaitu :

  1. Arti : Sanjungan berarti kata pujian yang diucapkan sebagai pernyataan kagum atau senang terhadap orang lain; pujian; penghomatan ; berkat keberhasilannya, ia mendapat sanjungan dari masyarakat luas.
  2. Arti : Sanjungan berarti (orang yang) suka dipuji-puji ; sifat sanjungannya itu menyebabkan ia dijauhi teman-temannya.

-o-

Siapa orang yang tak suka dipuji ? Secara fitrah manusia, pastinya semua orang merasa senang apabila mendapatkan pujian daripada mendapatkan cacian, makian atau bahkan hujatan. Apalagi saat pujian itu datang dari seseorang yang istimewa dalam pandangannya-tentulah hatinya akan menjadi bahagia, berbunga-bunga, bangga, senang. Dan itu adalah manusiawi. Betul begitu bukan ?

Namun harus berhati-hati, bahwa jangan sampai pujian itu menjadikan kesombongan. Dan pujian itu tidak memandang status sosial, ras dan kebangsaan apalagi pendidikan. Baik untuk yang tua-muda, laki-laki perempuan, besar-kecil dan siapapun akan merasa senang apabila mendapatkan pujian.

Pujian yang tulus dan tidak berlebihan rasanya perlu disematkan dan diberikan jika itu memang layak. Namun pada kenyataannya ada saja pikiran negative yang memandang bahwa pujian itu tidak baik dan berbagai alasan negatif lainnya.

 

Jangan Jadi Orang Yang selalu Ingin Dipuji, Tapi Jadilah Orang Yang Terpuji.

Pernahkah ada yang bertanya-tanya kenapa seseorang ingin kaya, ingin punya pangkat dan jabatan yang tinggi, ingin mempunyai istri/suami yang tampan atau cantik serta ingin terlihat tampan atau cantik ?  Karena jauh dalam lubuk hatinya, pasti ada rasa berharap mendapat pujian dari orang lain.

Seseorang yang ingin kaya, punya jabatan atau pangkat yang tinggi karena ingin disanjung dan dihormati orang lain. Dan lebih jauhnya lagi ingin dipuji oleh orang lain, serta ingin terlihat hebat di mata orang lain.

Sehingga semua yang di lakukan seolah-olah hanya ingin mendapat pujian dari orang lain bukan didasari atas ikhlas yang tumbuh di dalam hatinya.

Memperhatikan apa yang sering diucapkan oleh saudara-saudara kaum Muslim ketika bersyukur yaitu : “Al-hamdu lillahi rabbil alamin” yang berarti “Segala puji bagi Allah yang menguasai alam semesta.”

Dari ucapan pada kalimat tersebut sudah jelas bahwa yang memiliki pujian, yang berhak memuji dan dipuji hanya Allah SWT. Jadi, pujian itu hanya milik Allah semata dan tidak ada satu manusia pun yang memiliki pujian, setinggi apa pun pangkat manusia tersebut. Hanya Allah yang berhak memuji..

Tetapi yang aneh adalah bahwa, banyak orang yang melakukan kebaikan demi mendapat pujian dari orang lain, bukan ingin dapat pujian dari Allah, padahal sudah jelas bahwa manusia itu tidak punya puji.

Punya sifat ingin selalu dipuji orang lain sama halnya dengan orang yang sombong. Karena semua kebaikan yang dilakukan oleh orang yang seperti itu, semata-mata hanya ingin dinilai oleh orang lain. Pada umumnya orang yang senang dipuji, tidak akan senang dikritik. Dan Allah tidak suka kepada orang yang selalu ingin dipuji orang lain.

Namun jika seseorang mempunyai sifat selalu ingin dipuji oleh Allah yang memiliki segala puji, maka semua kebaikan yang dilakukan semata-mata hanya untuk Allah. Dan Allah sangat menyukai orang yang berlaku seperti itu.

Oleh karena itu dalam hidup ini lakukanlah kebaikan setiap saat dengan ikhlas bukan demi sesuatu atau untuk memperoleh pujian dan sanjungan dari orang lain. Tetapi tetaplah melakukan kebaikan setiap waktu walaupun kebaikan yang dilakukan pada hari ini, esok dilupakan orang, dan jadilah orang yang memiliki sifat terpuji.

-o0o-

 

Sebuah anekdot.

 

HARUS BERHATI-HATI DALAM BERKOMUNIKASI

Pada setiap harinya akan banyak berita dan komentar yang berseliweran di media sosial. Oleh karena itu orang harus selektif dan bijak dalam memilih berita yang hendak di share ke group agar tidak menyinggung perasaan teman-teman atau orang yang lain. Hati-hati dalam berkomunikasi, terutama penggunaan kata-kata harus tepat sehingga tidak menjadi multi-penafsiran.

Berikut adalah contoh yang salah penafsiran dalam berkomunikasi.

Seorang Lurah di daerah Jogja punya hobby memelihara burung dan jenisnya bermacam-macam. Pada suatu pagi, burung peliharaannya hilang semua. Karena merasa ulah si Maling ini sudah sangat keterlaluan, maka Pak Lurah berencana untuk membawa masalah tersebut ke acara pertemuan warga se Kelurahan…

Ada kurang lebih sekitar 300 orang warga masyarakat yang hadir. Ada bapak-bapak dan ada juga ibu-ibu. Kemudian Pak Lurah pun memulai acaranya, dan setelah bicara panjang lebar soal moral….

Pak Lurah bertanya : “Siapa yang punya burung, berdiri..?””

Semua bapak-bapak yang hadir secara spontan berdiri.

Pak Lurah buru-buru berkata : “Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung ??”

Seluruh ibu-ibu spontan berdiri…

“Wah gawat” pikir Pak Lurah. Dengan muka merah dia berkata : “Maksud saya siapa yang pernah lihat burung bukan miliknya ??”

Sebagian wanita langsung berdiri…

Muka Pak Lurah makin merah dan merasa serba salah sehingga bicaranya semakin gugup. Kemudian segera berkata lagi : “Maaf sekali lagi, bukan kearah situ pertanyaan saya. Maksud saya itu siapa yang pernah lihat burung saya ?”

Segera 5 orang perempuan berdiri………

Pak Lurah langsung lari pontang-panting karena dikejar Bu Lurah sambil membawa sapu……

 

Itu lah contoh bahaya salah persepsi dalam komunikasi….

 

BANDUNG – INDONESIA, JUNI – 2018

Cerita : Narko “Sodrun” Budiman

(Gubahan  Ki Ageng Bayu Sepi)

 

 

IBU GURU LARASHATI

HIDUP ADALAH PERUBAHAN POLA PIKIR YANG POSITIF UNTUK MEMBAWA KEPADA KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH DEWASA, BUKAN HANYA SEKEDAR MENJADI TUA.

JANGAN TAKUT JATUH DAN JANGAN TAKUT SALAH, KARENA SETIAP KESALAHAN YANG DI LAKUKAN ADALAH BAGIAN DARI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN.

HIDUP INI SANGATLAH SINGKAT, OLEH KARENA ITU JANGANLAH  DIGUNAKAN HANYA UNTUK SEKEDAR BERDEBAT, TETAPI LEBIH BAIK MENJAGA MARTABAT AGAR HIDUP BISA MENJADI BERKAT BUAT BANYAK ORANG.

SETIAP ORANG MEMPUNYAI SISI BAIK DAN  SISI YANG BURUK. BICARAKANLAH PERIHAL KEBAIKANNYA JIKA DI DEPAN UMUM, TAPI APABILA MENASEHATI DIA TENTANG KEBURUKANNYA HARUSLAH DI RUANG PRIBADI.

  Read more »

REUNI

YANG NAMANYA HIDUP ADA KALANYA SEDANG BERADA DIATAS DAN TERKADANG BERADA DIBAWAH, TETAPI HAL TERSEBUT TIDAK PERLU DIPAKAI BERKECIL HATI.

TUHAN PASTI MEMPUNYAI RENCANA YANG TERBAIK UNTUK UMATNYA, MUNGKIN SAJA TIDAK SEKARANG, AKAN TETAPI ASALKAN SELALU MAU BERUSAHA DENGAN GIGIH. TIDAK KENAL MENYERAH DAN PASTINYA LAGI JANGAN LUPA UNTUK BERDOA, MAKA SESUATU ITU AKAN INDAH PADA WAKTUNYA.

DAN HAL YANG TERPENTING ADALAH UNTUK TETAP MENJADI DIRI SENDIRI – BE YOURSELF. Read more »

DIBAWA OLEH MAKHLUK HALUS

BIASANYA YANG MEMBAWA KEBERHASILAN YANG ABADI BUKANLAH UPAYA YANG DRAMATIS, YANG KELIHATAN, YANG SEKALI SEUMUR HIDUP, YANG DILAKUKAN SENDIRI…

TAPI….KEKUATANNYA BERASAL DARI BELAJAR BAGAIMANA MENGGUNAKAN ANUGERAH YANG BESAR INI DI DALAM KEPUTUSAN YANG KITA AMBIL SETIAP HARI.

SEKALIPUN TELAH MENCAPAI KEBIJAKSANAAN SEMPURNA, SEHARUSNYA TIDAK SOMBONG DAN BERSIKAP LEBIH RENDAH HATI, BAGAIKAN BATANG PADI YANG SEMAKIN MENUNDUK BILA BULIR PADINYA SEMAKIN BERISI.

Read more »

“AYAHKU”

ADA YANG MENGATAKAN BAHWA : JIKA ANTARA PISANG DAN UANG DILETAKKAN DI HADAPAN SEEKOR MONYET, MAKA MONYET AKAN MEMILIH PISANG.

KARENA MONYET TIDAK MENGERTI BAHWA UANG BISA DIGUNAKAN UNTUK MEMBELI BANYAK PISANG.

KENYATAAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI, JIKA UANG DAN KESEHATAN DILETAKKAN DIHADAPAN ORANG, ACAPKALI ORANG AKAN MEMILIH UANG, KARENA TERLALU BANYAK ORANG YANG TIDAK MENGERTI BAHWA KESEHATAN DAPAT BERGUNA UNTUK MENDAPATKAN LEBIH BANYAK UANG DAN KEBAHAGIAAN.

TIDAK ADA YANG MAHAL, KECUALI HANYA KESEHATAN YANG PALING MAHAL.

SEGALA APAPUN BISA DITUNDA, KECUALI HANYA KESEHATAN YANG TIDAK DAPAT DITUNDA.

Read more »

BERGURU

SUDAH MENJADI HAL YANG UMUM DIKALANGAN MASYARAKAT TERTENTU TERUTAMA KAUM MUDA UNTUK MENCARI JATI DIRI DENGAN MEMPELAJARI ILMU GHAIB AGAR HIDUPNYA BISA BERMANFAAT BAGI MANUSIA LAINNYA DAN JUGA INGIN HIDUP MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA.

HAL TERSEBUT DIKARENAKAN BANYAK ORANG YANG MERASA KAGUM PADA MISTERI KEAJAIBANNYA, TERPESONA DENGAN KEMAMPUAN-KEMAMPUAN GHAIBNYA, DAN TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN HAL ITU.

TETAPI YANG HARUS DIKETAHUI DAN DIWASPADAI ADALAH BAHWA DI DUNIA INI HANYA ADA DUA SUMBER KEKUATAN GHAIB, YAITU DARI TUHAN ATAU DARI SETAN.

OLEH KARENA ITU ORANG HARUS TAHU DAN MENGERTI SIAPA YANG DIIKUTI, JANGAN SAMPAI HATI MENJADI TERTUTUP OLEH KEHEBATAN DAN TIDAK MAU TAHU LAGI SIAPA SEBENARNYA YANG BERADA DIBALIK KEMAMPUAN ILMU-ILMU TERSEBUT.

Read more »